Azlan Del Piero, sang Milyader dingin dengan julukan si raja singa yang merupakan laki-laki tampan dengan sejuta kesempurnaan, dia memiliki apapun yang dia inginkan namun sayangnya tidak soal asmara, sifat perfectionist dan dinginnya membuat laki-laki itu sulit untuk menemukan sang tambatan hati.
Bahkan karena sifat nya Tersebut membuat orang tua nya mulai resah karena laki-laki itu tidak kunjung memperkenalkan calon istri harapan mereka, tapi Azlan sama sekali enggan memikirkan nya.
Baginya dia masih terlalu muda untuk menikah dan selalu mencari cara untuk belum mau memilih menikah.
Hingga akhirnya perjodohan yang dibuat Daddy nya membuat Azlan berfikir bagaimana membuat gadis yang akan dijodohkan dengan nya itu tidak Betah dengan dirinya.
Tapi siapa sangka dari pertemuan pertama yang sesungguhnya bukan pertemuan pertama tersebut meninggal kan kesan yang begitu mendalam dan gadis itu benar-benar mampu menjungkirbalikkan dunia seorang raja singa, Azlan Del Piero.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laki-laki datar dan dingin
Seketika Nadine mendengus mendengar ucapan Azlan.
Bisa-bisa nya?!.
Gadis itu berdiri, langsung mencoba mensejajarkan tubuh nya tepat dihadapan Azlan.
"Apa kamu sedang meragukan kemampuan ku?'
Tanya gadis itu sambil menatap tajam balik bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
Tidak kompeten? tidak memiliki kemampuan? tidak profesional?.
Yang benar saja.
"Tidak begitu meragukan, hanya saja ini kali pertama aku bekerja sana di Indonesia dengan seorang perempuan muda, cukup lucu karena di hari pertama seharusnya kita bekerja sama tapi kamu tiba-tiba mencoba membatalkan semua kesepakatan"
Azlan suka tatapan tajam yang diberikan gadis itu pada nya seolah-olah mata itu mampu membunuh siapapun lawannya tersebut.
"Aku hanya merasa tidak nyaman harus melakukan kerjasama dengan orang asing yang tidak seharusnya aku hadapi, sejak awal seharusnya bukan tuan yang berdiri disini'
Mendengar ucapan protes Nadine, seketika membuat Azlan menaikkan ujung alisnya.
"Apakah bekerjasama dengan laki-laki tidak asing akan memudahkan kamu untuk melakukan interaksi?"
Sebenarnya cara Azlan melemparkan pertanyaan mungkin salah, dia bermaksud untuk bertanya apakah gadis itu tidak nyaman karena dia menganggap Azlan laki-laki asing yang tidak dia kenal sebelumnya
Tapi Nadine seperti nya salah menerima ucapan atas pertanyaan yang Azlan lemparkan.
"Apa? Apa kau fikir kemampuan ku selama ini karena aku menjual tubuh ku bukan kemampuan ku? kau menganggap ku menerima kerjasama karena aku pandai merayu?"
Seketika bisa dia lihat rona kemarahan dibalik wajah cantik tersebut.
"Ya?"
Azlan jelas terkejut atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Nadine.
"Kau benar-benar suka merendahkan orang lain"
Ucap Nadine lagi dengan sedikit mendengus kesal.
Bagi nya ini kali pertama dia di rendahkan oleh seseorang karena orang itu meragukan kemampuan nya.
"Aku fikir ini kesalahpahaman, nona Nadine"
Ucap Azlan cepat.
Dia mungkin salah menyusun dan mengucapkan kata-kata, tapi maksud nya bukan merendahkan gadis itu dengan beranggapan jika gadis itu menggunakan koneksi, tubuh nya atau cara rayu nya untuk menyakinkan Seseorang atas kemampuan nya.
Azlan tahu Nadine pasti seorang perempuan yang kompeten, hanya saja dia mencoba menekan gadis itu agar tidak keluar dari proyek tersebut.
Dia ingin mereka terlibat kerjasama didalam perkerjaan tersebut maka dengan begitu akan mempermudah dirinya untuk terus dekat dengan gadis tersebut.
"Kesalahpahaman? aku fikir kalimat yang tuan lontarkan cukup jelas untuk menyudutkan diriku"
Apa dia harus berdebat dengan gadis tersebut?.
Come Azlan bisa membuat mati kutu gadis lain dengan mulut pedas nya tapi tidak dengan gadis dihadapannya.
"Tidak menyudutkan sama sekali, aku hanya ingin tahu dimana letak ke profesional'an seorang penerus Hillatop setelah dia menandatangani surat kerjasama nya, apa kamu lupa? kamu telah menandatangani semua kontrak kerjasama nya"
Ucap Azlan sambil menaikkan map coklat yang ada ditangan kanan nya.
"Aku fikir kita sudah tahu konsekuensi terbesar nya atas salah satu dari kita mencoba untuk membatalkan kontrak kerja sama nya?"
Azlan kini menaikkan Ujung bibir nya, lagi... dia suka membuat gadis itu tertekan dengan situasi tanpa pilihan yang bijak.
Nadine seketika terdiam, menatap bola nata indah di hadapannya itu dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu
Dia fikir bagaimana bisa dia bertemu dengan laki-laki model begini didalam seumur hidup nya?.
Seseorang dengan karakter yang sangat tidak menyenangkan.
Kata-kata dingin dan datar yang dilontarkan selalu terdengar menekan tanpa perasaan.
"Baik... mari kita teruskan urusan kerja sama nya dengan cara profesional, kamu bisa melihat sendiri hasil akhir dari proyek yang akan kita sepakati"
Jawaban tegas penuh rasa kesal bercampur aduk menjadi satu didalam diri Nadine.
Anggaplah dia gila karena menyetujui kerjasama ini, Nadine berharap setelah proyek kerjasama ini selesai, dia tidak dipertemukan lagi dengan laki-laki tersebut.
Bahkan dia tidak berharap mendapatkan jodoh type model laki-laki begini.
Tidak bisa dia bayangkan bagaimana seorang perempuan bisa hidup dengan type laki-laki model begini dalam seumur hidup mereka.
Datar, dingin dan tanpa ekspresi.
Mungkin laki-laki itu bahkan tidak tahu bagaimana cara nya memanjakan kekasihnya.
Benar-benar membosankan.
Umpat Nadine dalam hati.
eh ...hampir di ambil orang.gaskeunnlah bang
sebenarnya mang ada si yaa kepercayaan begitu...
tapi percayalah selama kita ga Aminin,berharap ga terjadi apa apa
insyaallah ga ada apa apa..
aku suka bgt Ama analoginya 😍
selamat deh...gegara ambil Nadine nya
semua korbannya jadi selamat
sebenarnya kalau ada readers yg esmosi,marah atau kadang mengumpat isi cerita
itu artinya para outhor berhasil bangun cerita nya,jadi para readers lupa .bahwa ini hanyalah khayalan para outhor
jadi....ga perlu lah baper baper🤣🤣
aku suka cara kerjanya
ini aku kan ya yg diomongin
Napa kayak mereka yg main nentuin aja🤣🤣🤣
POV nadine
ketika dah yakin langsung dibawa keluarga nya