NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / POV Pelakor / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:659.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan_Neen

Berawal dari pertemuan kembali di acara reuni SMA, Sarah Amalia berjumpa dengan cinta pertamanya, setelah sekian lama mereka berpisah.

Kedekatan mereka pun kembali terjalin, dan kabar gembira pun datang, setelah beberapa bulan mereka menjalin hubungan.

"Maukah kau menjadi istriku?" tanya Miko, cinta pertama Sarah.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan itu pun mengiyakan ajakan kekasihnya.

Pernikahan pun terjadi. Setelah beberapa bulan, tiba-tiba datang seorang wanita ke hadapannya.

"Perkenalkan, saya istri pertama suamimu."

Bagai disambar petir, Sarah harus menerima kenyataan pahit itu, dikala dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Miko.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Akankah Sarah tetap bersama Miko? Atau justru menemukan cinta yang lain? Mari kita simak selengkapnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong aku

Ayah mertua Sarah nampak geram, dan meletakkan cangkir tehnya dengan kasar ke atas tatakan.

Tampak ibu mertuanya menepuk paha suaminya, agar kembali bersikap tenang.

"Sarah, maafkan kami. Kami memang salah karena sudah merahasiakan pernikahan Miko dengan Lidia dari kamu. Kami pun sudah mencoba menasehati Miko agar tidak bermain api. Tapi, dia bilang kalau dia sangat mencintaimu, dan sudah setahun lebih pernikahannya, namun Lidia tak juga mau mengandung anaknya. Menantu kami itu lebih sibuk dengan urusan pekerjaan ketimbang mengurus suami dan rumah tangganha. Jadi, kami berpikir tidak ada salahnya untuk membiarkan Miko untuk menikah lagi. Kami minta maaf, Sarah. Tolong urungkan lah niatmu itu, Nak," tutur ibunda Miko.

"Aku sudah memaafkan kalian semua. Tapi aku benar-benar lelah. Aku mohon maaf karena keputusanku sudah bulat," ucap Sarah mantap.

"Sudah, Bu. Kita pulang saja. Percuma! dDari awal memang semua ini sudah salah," ajak ayah Miko.

"Dan kamu Sarah, kalau memang kamu benar-benar mau meninggalkan Miko, itu artinya kamu juga harus meninggalkan anakmu pada kami. Karena kami akan merebut hak asuh anak itu dari kamu," ancam ayah mertua Sarah.

Sarah pun seketika membelalakkan matanya. Dia tak percaya jika mertunya bisa sekejam itu kepada dirinya.

"Tidak, Pak. Tolong jangan seperti itu. Aku mohon, Pak. Biarkan aku pergi." Sarah memohon agar mertunya itu tak melakukan ancamannya.

"Pilihan ada di tanganmu, Sarah. Kalau kau mau terus bersama dengan anakmu, maka tetaplah bersama Miko … … Ayo, Bu. Kita pulang," ucap Ayah mertua kepada Sarah lalu kemudian mengajak istrinya untuk pergi.

Keduanya pun meninggalkan sarah dalam kegalauan.

"Bagaimna ini? Kenapa harus seperti ini?" gumam Sarah dalam isaknya.

Dia tak menyangka jika mertuanya akan berbuat seperti itu kepadanya dan juga anak yang sedang berada di dalam kandungannya.

...🥀🥀🥀🥀🥀...

Kini sudah tiga bula berlalu, sejak kedatang mertunya. Kandungan Sarah sudah hampir menginjak sembilan bulan.

Dia pun semakin kesulitan melakukan aktifitas rumah tangga yang selalu ia kerjakan seorang diri. Perlengkapan bayi, perlahan mulai terkumpul dan ia masukkan semuanya ke dalam sebuah tas besar, yang bisa ia bawa sewaktu-waktu saat tiba waktu persalinannya.

Miko masih bolak balik antara rumah Sarah dan Lidia. Di saat Lidia, yang mulai mau menyempatkan diri demi melayani Miko, tapi terus diacuhkan oleh suaminya. Sedangkan Sarah yang sudah mati rasa dengan Miko, terus berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.

Ancaman mertuanya sungguh membuat hati Sarah galau. Dia masih menimbang antara pergi atau tetap tinggal bersama Miko.

Apa aku bisa hidup jauh dari anakku? Atau, aku memang harus berkorban demi anak ini? batin Sarah di suatu siang.

Dia sedang duduk di dalam kamar, memandang keluar melalui jendela yang terhubung langsung denga halaman samping rumahnya yang ia tananami dengan beberapa bunga yang ada di dalam pot.

Sarah teringat akan sesuatu. Dia pun kemudian meraih buku catatannya yang ia simpan di dalam laci nakas.

Terdapat sebuah daftar kebutuhan yang ia tulis dalam rangka menyambut kelahiran anaknya. Namun, Ada beberapa yang belum sempat ia beli untuk keperluan bayinya nanti, dan dirinya pasca melahirkan.

Dia pun kemudian mengambil ponsel, dan menghubungi seseorang.

"Halo, Sar. Ada apa?" tanya orang di seberang.

"Mur, aku mau minta tolong nih. Bisa anterin aku ke pasaraya nggak? Ada yang kelupaan ku beli nih," ucap Sarah kepada sahabatnya.

"Ehm ... butuh buat kapan nih? Aku kebetulan lagi ke luar kota bareng suami dan anak-anak. Baru balik semingguan lagi. Keburu nggak?" Jawab Murni.

"Ehm ... kamu lagi pergi toh. Ya udah nggak usah aja deh. Hehehe ...," sahut Sarah yang merasa tak enak merepoti temannya di sela acara keluarga.

"Nggak papa kok. Tapi ya itu, semingguan baru bisa ku beliin. Gimana?" tawar Murni

"Nggak usah deh, Mur. Aku coba tanya ke Susan. Atau coba tanya Tari kali aja dia punya stok. Bekas juga nggak papa," ucap Sarah.

"Emang mau beli apaan sih?" tanya Murni.

"Bedong bayi sama gjritanya. Aku lupa kalo bentar lagi musim hujan. Aku nggak siapin stok banyak-banyak," jawab Sarah.

"Oh … iya, bener. Coba aja kamu tanya sama si Tari. Kali aja dia masih punya stok banyak," sahut Murni.

"Ya udah. Kalo gitu aku coba tanya Tari dulu ya," kata Sarah yang kemudian menutup sambungan teleponnya.

Tak berselang lama, dia pun kembali melakukan panggilan. Kali ini dia menghubungi sahabatnya yang baru beberapa waktu lalu melahirkan anak ke empatnya.

"Halo, Sar. Ssstttt … sssttt …," Tari terdengar sedang menenangkan bayinya yang menangis.

"Ehm … maaf, Tar. Aku …," ucap Mira terjeda.

Apa nggak usah aja ya? kayanya Tari lagi repot banget, batin Sarah.

"Eh … cuma mau tau kabar kamu aja, kok," ucap Sarah.

Wanita itu merasa tak enak jika harus merepotkan sahabatnya yang jelas-jelas sedang kerepotan mengurus keempat anaknya. Apalagi satu di antaranya masih bayi.

"Oh … aku baik-baik aja. Kenapa? Deg-degan ya bentar lagi mau lahiran?" tanya Tari.

"Ehm … yah gitu deh. Cuma, aku berusaha supaya tetap tenang aja biar nggak sepaneng," sahut Sarah tertawa lirih.

"Harus dong. Ibu hamil, apa lagi yang sudah hampir mendekali HPL, memang harus selalu tenang dan berpikir positif," ujar Tari.

"Ehm … bener banget. Ya udah deh, Tar. Aku masih ada urursan nih." Sarah pun pamit menutup teleponnya.

Tinggal Susan yang belum dia mintai tolong. Tapi sepertinya, wanita karir itu pun sibuk dengan urusannya sendiri.

"Ah … lebih baik, aku beli sendiri saja lah, itung-itung sambil jalan-jalan," gumamnya seraya mengusap-usap perutnya yang sudah sangat besar.

Sarah pun lalu beranjak dari duduknya, dan bersiap untuk ke supermarket. Tak lupa ia memesan taksi online terlebih dahulu sebelum berganti pakaian, agar dia tak terlalu lama menunggu.

Selang beberapa saat, taksi online pesanannya datang tepat setelah Sarah menutup pintu kamarnya. Wanuta itu pun keluar dan langsung menuju ke supermarket.

Setibanya di sana, wanita hamil itu pun langsung menuju ke toko perlengkapan bayi. Dia membeli beberapa barang yang menurutnya perlu di tambahkan, mengingat musim hujan sebentar lagi akan datang, serta beberapa benda lainnya yang belum sempat ia beli.

Setelah selesai berbelanja, Sarah berencana untuk segera pulang. Namun, saat menuju ke pintu keliar, dia tanpa sengaja berpapasan dengan Lidia, yang kebetulan saat itu sedang berjalan-jalan seorang diri.

Lidia berusaha mengabaikan Sarah, akan tetapi madunya itu tak bisa berpura-pura untuk tak melihatnya. Sarah pun menyapanya dan membuat Lidia berhenti melangkah.

"Mbak," sapa Sarah.

Lidia pun berbalik dan menatap nyalang ke arah Sarah.

"Harusnya kamu juga pura-pura nggak kenal aku. Enek tau nggak harus ketemu kamu di tempat seperti ini," maki Lidia kepada madunya.

"Maaf, Mbak. Tapi, aku nggak bisa mengabaikan Mbak begitu aja. Ehm … mbak buru-buru? Atau mungkin, kita bisa ngopi dulu di sana?" ajak Sarah.

"Heh, wanita murahan! Apa kamu nggak puas udah ambil Miko? Apa sekarang kamu mau ngejek aku karena akan diceraikan oleh Miko, iya? Aku yakin pasti Miko udah bilang ke kamu, kan. Seneng kamu sekarang, hah!" bentak Lidia yang membuat Sarah ciut.

"Mbak, aku sama sekali nggak mau sampai hal itu terjadi. Aku justru berencana mundur, supaya kalian bisa memperbaiki hubungan kalian," ucap Sarah sambil meraih tangan Lidia.

"Jangan sentuh aku!" pekik Lidia.

Wanita itu tampak sangat emosi, karena Sarah berani menyentuhnya. Dia pun menghempaskan tangan madunya dan mendorong Sarah hingga jatuh terduduk di lantai.

"Aaaaahhhh … sa … kit …," pekik Sarah yang merasakan kesakitan di sekitar pinggang dan perutnya.

Lidia acuh. Dia membuang mukanya dan tak mau melihat Sarah yang tengah kesakitan.

"Mbak, tolong … aku …," pinta Sarah yang memegangi perutnya.

Tak ada orang yang mau mendekat, hanya untuk sekedar membantu wanita hamil itu berdiri. Semua orang tak ada yang mau peduli, saat wanita bercap pelakor mendapat kesusahan. Mereka malah cenderung senang jika Sarah menderita.

Lidia masih acuh. Namun, dia sempat meirik sekilas dan betapa terkejutnya ia saat melihat darah mengalir di sela-sela kaki Sarah.

"To … long … aku …,"

.

.

.

.

Apa yang akan terjadi dengan Sarah dan bayinya?🤧🤧🤧🤧🤧🤧

Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏

1
Jmath
Tidak bisa seratus persen menyalahkan Miko, jika Sarah tidak mulai meladeni Miko juga semua ini tidak akan terjadi
Jmath
kurang nya perhatian istri membuat Miko akhirnya mencari perhatian itu dari wanita lain
Jmath
laki-laki yang tidak bersyukur
Jmath
miko adalah laki-laki yang wajib dihindari
Surati
ceritanya bagus 👍🙏🏻semangat thor 💪
Bundanya Pandu Pharamadina
otw di mari mbak Author
Windarti08
yg punya lobang bukannya ngusir tikusnya, tapi malah keenakan Thor... 🙈🙈🙈
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
aku tuh lugu dan polos Thor... jadi gak tau "Dia yg udah bangun" itu siapa?
kasih penjelasan dong Thor... jangan digantung kek jemuran di musim hujan gitu🤭😆
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Windarti08
woles Mas Tino... jangan nge_gas gitu ah, wong adikmu maunya cuma sama Pak duda yg kamu panggil berengsek dan badjingan itu, gimana dong😅😅
Windarti08
hukuman untuk Lidya dibayar kontan... dulu dia menolak untuk hamil dan menjadi Ibu demi karir yang sedang melejit, sekarang... dia divonis kena kanker ovarium stadium lanjut dan terancam diangkat rahimnya. hmmmm.....miris sekali
Windarti08
mamam tuh hasil dari keegoisanmu Lidya... jangan nyalahin Miko doang, kau pun punya andil yg besar dalam kehancuran rumah tanggamu.
bukannya dulu kau yg nantangin Miko buat nikah lagi saat Miko minta kau untuk hamil, knapa jadi kau salahkan Miko jahat karena dia nikah sm Sarah? mengapa batas sekarang kau mau berubah untuk menjerat Miko kembali padamu lagi? udah telat Lidya!
sekarang saatnya kau instropeksi diri
Windarti08
jadi, sebenarnya Miko sadar kalo bayi perempuan itu bukan anak kandungnya...
Windarti08
Jefry Budiawan siapa ya Thor... maaf, apa ada yg aku lewatkan?🤔
Windarti08
mungkin emang lebih baik si jabang bayi gak selamat, Allah lebih sayang dia, jadi diambil lagi oleh pemilik yg sesungguhnya, daripada ia hidup menjadi rebutan dan orang tuanya gak utuh lagi
Windarti08
hadeh... apa sih maunya Sarah ini... kalo bisa menghindari pertemuan dengan Lidya, knapa ini malah ngejar Lidya? ntar ujung-ujungnya sakit hati karena lidah tajam Lidya beserta teman-temannya, kram lagi tuh perut😏😏
Windarti08
perasaan dokter Fadil luang banget waktunya... selalu bisa ketemu saat Sarah menenangkan diri di taman RS
Windarti08
ntar kalo udah lahiran Miko masih gak tegas dengan pernikahan poligaminya pisah aja Sar, gugat cerai Miko.
ngapain masih bertahan dengan laki-laki gak punya pendirian seperti Miko.
dia yg salah, Sarah yg dihujat ibu-ibu bermulut pedas
Windarti08
mungkin yang dimaksud author IGD kali ya...😅✌
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
dih othor ngeprenkk nih
🐌KANG MAGERAN🐌: maaf kan othor yang iseng ini 😅
total 1 replies
ℒ⃝esℽαͦ°᭄🐾
puber kedua si miko, salah lidya jg sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!