Bagaimana bisa anak SMA sudah menikah?
Secret Marriage(Pernikahan Rahasia) seorang anak SMA.
Keisya seorang perempuan yang tak pernah berpacaran selama ini harus menikah dengan pria yang tidak ia cintai.
Agaz seorang laki-laki yang sudah mempunyai pacar harus terpaksa menikah dengan Keisya orang yang tak ia cintai.
Mereka menikah saat masih menjadi seorang remaja SMA dan melakukan pernikahan ini tidak di dasari dengan cinta, akankah mereka bertahan dengan pernikahan ini ? akankah pernikahan mereka terungkap semua orang ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acharm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Keesokan harinya, tepat di hari senin.
Selena tak masuk sekolah karena tiba-tiba demam.
Sementara Keisya pergi sekolah dengan waktu yang sangat mendekati kata telat, padahal akan di lakukan upacara bendera.
"Cepet masuk! langsung baris aja! udah mau mulai upacaranya" ucap satpam sekolah pada Keisya.
"Oke pak!" jawab Keisya, Ia segera mencari topi di dalam tasnya namun tak menemukannya. Tidak ada waktu lagi untuk terus mencari karena upacara akan segera di mulai, Ia langsung menuju barisan paling belakang.
Ternyata terdapat pengecekan atribut sekolah oleh guru saat sebelum upacara di mulai.
Ia panik karena tidak memakai topi. Jika ketahuan Ia akan di pindah bariskan ke tempat khusus orang yang akan di hukum setelah selesai upacara.
Semua orang yang ada di barisan hanya fokus ke arah depan, Keisya hanya menunduk pasrah menunggu guru yang mengecek menghampirinya.
Tiba-tiba dari belakang seseorang memakaikannya topi, Ia menoleh dan ternyata orang itu adalah Agaz.
Agaz rupanya berada di sebelah barisan Keisya, Ia terus memperhatikan Keisya sejak tadi.
Keisya hanya terdiam kebingungan, sementara Agaz berkata "Gue masih jalanin kewajiban gue ngelindungin lo! Termasuk ngelindungin lo dari hukuman" Agaz tersenyum tipis pada Keisya lalu kembali ke barisan.
Salah satu guru yang sedang melakukan pengecekan melihat Agaz sedang berjalan, Ia memanggilnya dan segera menempatkan Agaz pada barisan hukuman.
Keisya melirik ke arahnya dengan perasaan tak enak.
Setelah selesai upacara, semua orang yang berada di barisan hukuman termasuk Agaz akhirnya di beri hukuman dengan cara mengelilingi lapangan sebanyak 20x putaran.
Keisya terdiam di depan kelas yang berada dekat dengan lapangan memperhatikan semua yang di hukum.
Ia merasa menyalahkan dirinya atas hukuman Agaz.
Seketika Rafa menghampiri Keisya dan berkata "Lagi lihatin siapa Kei?" ucapnya.
Sementara Keisya menjawab dengan gugup "Eng-itu lihat yang lagi di hukum, kasihan" ucap Keisya gugup.
"Yah mau gimana lagi Kei, udah hukumannya" ucap Rafa pada Keisya.
Setelah itu Rafa menepuk bahu Keisya, lalu mencoba mengajaknya untuk kembali ke kelas. Namun Ia menolak dengan alasan ingin menghirup udara di luar kelas. Padahal Ia berniat menuju kantin untuk membelikan minum pada Agaz tanpa sepengetahuan Rafa.
"Mau gue temenin Kei?" tanya Rafa pada Keisya, Ia mencoba menawarkan diri untuk menemani.
"Gak usah Fa, habis dari sini gue juga mau ke toilet nanti, mau rapihin rambut" jelas Keisya pada Rafa.
Akhirnya Rafa kembali ke kelas seorang diri meninggalkan Keisya.
Setelah Rafa pergi, Keisya menuju kantin untuk membeli air minum, lalu kembali ke depan kelas yang berada dekat dengan lapangan menunggu hukuman Agaz selesai.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya hukuman Agaz selesai.
Agaz berhasil menyelesaikan putaran itu.
Ia berjalan lambat ke arah kelas, seolah membiarkan semua orang yang dihukum jalan terlebih dahulu.
Keisya datang menghampiri saat semua orang pergi, dan memberikan minum pada Agaz.
"Nih buat lo" Keisya berbicara dengan nada datar, tampak canggung dan tak mau menatap Agaz.
"Udah maafin gue Kei?" Agaz masih saja menanyakan hal itu, membuat Keisya seketika teringat kembali betapa menyebalkannya Agaz.
Ia akhirnya terdiam sinis dan pergi meninggalkan Agaz.
Agaz hanya bisa memperhatikan Keisya yang pergi dari hadapannya sambil tersenyum miring, kemudian Ia segera meminum air itu.
Saat di kelas, Keisya melihat Rafa sedang berbicara pada Sherly. Langsung saja Ia duduk dan mengalihkan pandangan dari mereka.
Rafa akhirnya melihat Keisya, Ia berhenti berbicara pada Sherly dan menghampiri Keisya.
Sherly terdiam menatap Rafa, Ia merasa ingin marah karena di tinggal begitu saja.
"Kei!" ucap Rafa pada Keisya.
"Kenapa Fa?" tanya Keisya sambil melirik ke arah Sherly yang sedang memperhatikan.
"Nanti istirahat antar gue ke perpus yuk!" ucap Rafa mencoba mengajak Keisya ke perpustakaan.
"Oke" jawab Keisya pada Rafa dengan canggung karena Ia merasa tidak enak dengan Sherly yang terus memperhatikan.
Saat Istirahat.
Keisya mencoba mengajak Sherly untuk pergi ke perpustakaan bersamanya dan juga Rafa. Keisya ingin sekali berteman akrab dengan Sherly lagi.
Semenjak masuk SMA hubungan Keisya dan Sherly seperti menjauh tanpa sebab. Padahal Ia dan Sherly sejak SD selalu bermain bersama walau berbeda sekolah. Mereka kenal sejak dulu karena hubungan orang tua.
Ternyata Sherly menolak ajakan Keisya dan memilih untuk tetap di kelas.
Akhirnya dengan rasa kecewa Keisya menerima penolakan Sherly itu dan pergi berdua saja ke perpustakaan dengan Rafa.
Saat di perpustakaan, Keisya terlihat murung. Rafa mengetahui raut wajah Keisya yang sedang tidak baik-baik saja. Ia mencoba menghibur Keisya dengan memberikannya cokelat.
"Makan dulu nih! biar bahagia Kei!" ucap Rafa pada Keisya sambil memberikannya cokelat.
Keisya tersenyum dan kemudian memakannya.
Sambil memakan cokelat itu, Rafa bertanya pada Keisya, "Kei, lo kapan ada waktu senggang?" Rafa menatap Keisya dengan serius.
"Tiap pulang sekolah, gue selalu senggang kok" ucap Keisya menatap sejenak ke arah Rafa, lalu melihat cokelat. Ia terlihat malu untuk menatap Rafa.
"Bisa pergi bareng gue Kei besok malam?" ucap Rafa pada Keisya.
"O-oke" Keisya berbicara dengan gugup sambil terus memakan cokelat itu.
***
ᥲძ ᥲ⍴ іᥒі.. 🤣🤣