Kisah seorang Wanita bernama Sherlly Yuliana atau Ratih, ketegarannya menjalani hidup dengan berbagai masalah yang datang silih berganti.Perselingkuhan,perselisihan mewarnai kehidupannya.Akankah dia mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan semua wanita??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Dinozzo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Aku dan Liana sudah pindah kerumah baru,Rumah yang papi belikan,sebagai hadiah atas perpisahanku dengan Danu.
Miris memang berpisah kok dikasih hadiah.Tapi tak apalah jika perpisahan ku dengan Danu bisa membuat hidup kami bahagia.Rumah ini sangat cantik,mungil tapi punya halaman yang luas.Di sebelah rumah juga sudah ada warung kecil,yang sudah terisi dengan berbagai macam barang untuk di jual.
Aku menduga papi tak membelinya,tapi sengaja membuat sendiri supaya sesuai dengan keinginan ku.Karena tak ada yang tak mungkin bagi orang tua,kalau sudah menyangkut tentang anak-anak.
Beberapa hari disini sudah membuat Liana kerasan.Dia tak lagi rewel dan sudah bisa berbaur dengan anak-anak tetangga .Mungkin karena aku juga berjualan,jadi setiap hari halaman rumah sangat ramai.Bukan hanya anak-anak tapi ibu-ibu nya juga sering berkumpul.
Aku sangat lega karena semua sesuai rencana,uang penjualan rumah yang tidak seberapa itu masih ku simpan.Rencananya itu akan kupakai nanti saat Liana sekolah,karena itu hak anakku.
Ting..
Pesan digawaiku berbunyi, dengan malas aku membuka aplikasi berwarna hijau itu.
"Aku mau ketemu Liana,kamu ngontrak rumah dimana sekarang?"Danu.
Mau ngapain lagi sih nih orang,gak ada capeknya ganggu hidupku.
"Tumben kamu mau ketemu Liana,ada apa?aku membalas.
"Liana kan anakku juga,aku punya hak mau ketemu dia kapan aja",ngegas nih orang.Oke lu jual gue beli ujarku dalam hati.
"Ketemu di luar aja jangan kerumah,nanti istrimu salah paham,balasku cepat.
"Katakan saja dimana alamat rumahmu,biar gampang kalau aku mau jemput Liana,sudah bukan siapa-siapa lagi tapi masih sok ngatur.
"Aku mengetik alamat rumah setengah hati,karena aku tak ingin mereka tau kami dimana.
Tapi itu tak mungkin,Liana adalah anaknya dan aku tak mau di cap sebagai ibu yang menjauhkan anak dari ayahnya.Dilema buatku tapi mau gimana lagi,sudah jalannya seperti ini.
Tak berapa lama mobil Danu sudah terparkir di halaman rumah.Mungkin dia memang kangen dengan Liana sampai gercep banget menemukan alamat kami.Liana menghambur kedalam pelukan papanya,aku hanya melihat dari dalam warung kecilku.
Dia memperkenalkan kesemua temannya siapa Danu.Ahh Liana andai kamu tau,dia tak sebaik yang kamu fikirkan.Liana menunjuk ke arah warung,mungkin Danu bertanya tentang keberadaan ku.
Aku keluar dan berbasa basi busuk dengannya,sebenarnya malas tapi semuanya demi Liana.
"Apa kabar kalian?rumahnya bagus juga.Kamu pintar membeli rumah dari uang yang sedikit itu,kufikir kamu akan menghamburkannya seperti wanita lain.
Kalau melihat uang bukankah wanita akan senang foya-foya.
Ini pertanyaan atau penghakiman,tadi apa katanya wanita lain.Maksudnya si ulbul apa?,cih jangan samakan aku sama dia,rutukku dalam hati.
"Aku harus pintar-pintar memutar otak supaya uang dari harta gono-gini kita cukup.Karena aku tau kamu gak bisa di andalkan jika nanti Liana butuh biaya apapun,jawabku kasar.
Danu hanya diam seakan tak mendengarkan ocehan ku,dia sibuk bermain dengan Liana.
"Terserah kamu aja yang penting Liana terurus,jangan sampai karena kamu sibuk jualan jadi lupa sama anak".
Hellooo gak salah ferguso,selama ini siapa yang mengurus Liana siang dan malam kalau bukan aku.Sampai kamu bilang aku sudah tak menarik lagi,karena sibuk dengan urusan anak dan rumah.Ingin sekali ku menjejali mulutnya dengan cabe setan biar dia waras.
"Gak usah di ingetin juga aku sudah tau apa kewajiban ku,jangan sok perduli.
Aku berlalu masuk kembali ke dalam warung meninggalkan ayah dan anak itu.Biarlah mereka main berdua,toh dia kesini untuk bertemu Liana.
Ponselku ku berbunyi, melihat nama dilayar .Bakalan tambah panjang nih ceritanya,aku menggeser tombol hijau untuk mengangkat nya...
beraaaat...