Suatu hari Reka jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Zikri, seorang laki-laki yang ia tolong karena memiliki penyakit gula atau diabetes.
Pertemuan kedua mereka berawal dari Reka diterima bekerja di perusahaan milik Zikri. Lalu mengetahui Zikri sudah memiliki istri dan anak perempuan yang menyebutnya "mamah". Namun setelah istrinya meninggal dunia, Zikri semakin ketat mendekati Reka.
Bagaimana kelanjutan kisah hidup Reka? akankah Reka melabuhkan hatinya pada Zikri?
"Maukah kamu menjadi ibu dari anakku?" tanya Zikri pada Reka.
Selamat membaca 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StrawCakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang Ke Rumah
Reka pun kembali ke bagiannya. Dinda melihat Reka baru saja masuk ke area produksi mencoba memanggil Reka.
"Suut suuut... Reka darimane aje lu?" bisik Dinda namun Reka malah menaruh jarinya di mulut menandakan Dinda disuruh untuk diam. Sedangkan Dinda langsung mencebikkan bibirnya.
Sesampai di line yang akan ia tempati, Dian selaku leader Reka tiba-tiba mendekat kearahnya.
"Bersikap biasa aja, saya tau kamu habis dari ruangan direktur. Semua leader sini lagi ngomongin kamu jadi kamu harus tetap tenang dan fokus bekerja, oke."
Kata-kata Dian membuat Reka langsung terdiam dan hanya memberi jawaban dengan anggukkan kepala.
Astaghfirullah jangan sampe abis enih aye viral se PT malu banget aye. Nanti disangkain keganjenan same duda yang masih anget-anget itu.
Reka pun berusaha tetap fokus, namun saat ia tak sengaja melihat ke arah jendela. Zikri yang baru saja keluar dari ruangannya itu seketika mengedipkan sebelah matanya membuat Reka menjadi salah tingkah.
Aih kenape die ngedipin lagi. Ih disini siape yang genit sih. Heran aye.
Tak terasa bel pulang pun telah berbunyi. Para karyawan yang bertugas di area produksi semuanya bergegas untuk keluar dari sana dan berkumpul diloker untuk melepaskan pakaian dan sepatu antistatic mereka.
Dinda menghampiri Reka yang masih duduk di area istirahat yang ada didalam area produksi tersebut. Hanya mereka berdua yang santai, karena mayoritas karyawan disini menggunakan jasa jemputan yang telah disediakan oleh perusahaan.
"Ka, tadi lu darimane kok lama bener masuk line nya?" Dinda yang begitu sangat penasaran pun bertanya kembali kepada Reka.
"Dari ruangan mas Pras," Reka menjawab dengan singkat dan menggunakan nama panggilan lain Zikri pada Dinda.
"Aduhh lu berape orang sih di PT ini yang demen same lu. Kemaren pak Zikri sekarang mas Pras. Jangan tebar pesona terus Reka, nanti lu banyak musuhnya loh disini karena telah mengambil para cogan cogan inceran mereka."
"Udeh lu tenang aje, mas Pras ini jomblo kok."
"Hah! serius loh Ka? syukurlah kalo emang die jomblo. Setidaknye lu gak jadi pelakor Ka."
Mendengar ucapan Dinda, Reka hanya bisa menahan tawanya sebisa mungkin.
"Yuk ah udah mulai sepi tuh, kita pulang. Pan kita mau pulang ke Cikarang Din, mumpung masih jam 4."
"Oh iye ye, let's go."
Reka dan Dinda pun berjala menuju loker. Setelah selesai melepaskan pakaian dan juga sepatu antistaticnya. Mereka ke tempat absen. Setelah melakukan absen pulang, Reka dan Dinda berjalan ke tempat kos.
"Din, kita makannya nanti aje ye kalo udah di stasiun sekalian nunggu maghrib."
"Iye Ka, oke deh kalo begitu."
...🍂🍂🍂🍂...
...VENYHOUSE...
Setiba di tempat kos, suasana kos tampak sepi. Keduanya langsung menuju kamar mereka dan mandi secara bergantian.
"Seger banget habis mandi."
"Iye gue juga Ka."
Mereka membawa tas kecil yang berisi dompet dan juga ponsel. Dinda keluar kamar lebih dulu diikuti oleh Reka yang akan menutup pintu kamar serta menguncinya.
"Yuk berangkat."
Mereka keluar dari tempat kos dan berjalan ke depan jalan utama untuk menaiki angkot ke stasiun Juanda sesuai yang di arahkan ibu kos tadi pagi.
Tak lama angkot mereka pun tiba, keduanya naik ke dalam. Tak lupa mereka menjaga tas mereka dari copet yang merajalela kemana-mana. Setelah hampir 10 menit keduanya sampai di stasiun Juanda. Mereka pun turun dan membayar sesuai tarif angkot tersebut. Keduanya langsung masuk ke dalam stasiun.
...🍂🍂🍂🍂...
...STASIUN JUANDA...
"Astaghfirullah Reka rame baner ye. Kita makan dulu ape ? udah mau adzan maghrib juge," usul Dinda dan dijawab anggukkan kepala oleh Reka.
Mereka pun menuju warung makan yang dekat dengan mushola di sekitar stasiun. Dinda dan Reka memesan soto ayam dengan nasi serta kerupuk. Karena rasa capek yang menguasai mereka, sehingga tak sampai 10 menit soto ayam serta nasinya pun ludes tak tersisa.
Setelah selesai, mereka membayar makanan dan minuman mereka. Reka menunggu Dinda sholat maghrib di warung tersebut karena Reka sedang haid.
Tak lama Dinda pun telah selesai mengerjakan sholat dan keduanya pergi ke loket tiket. Suasana loket tiket saat ini sudah cukup sepi, tidak seperti tadi. Jadi Dinda dan Reka lebih leluasa membelinya tanpa mengantri terlalu panjang.
Setelah mendapat tiket, keduanya langsung masuk ke jalur yang yang sudah ditentukan. Namun berhubung keduanya baru pertama kali naik commuter line. Reka pun bertanya pada petugas stasiun.
"Permisi, mbak kalau ke arah Cikarang itu katanya lewat jalur 4. Kalau ke jalur 4 disebelah mana ya?"
"Oh mbak-mbak ini mau ke Cikarang, mari saya antarkan ke jalurnya."
Keduanya mengikuti petugas stasiun itu. Dan mereka pun turun menggunakan tangga eskalator.
"Nah untuk ke Cikarang menggunakan jalur sebelah sini ya jangan yang sebelah sana. Karena yang sebelah sana untuk jalur kereta ke Manggarai."
Reka dan Dinda pun mengangguk.
"Nah diatas ada pemberitahuannya, kalian bisa lihat kalau kereta yang akan kalian naiki itu sudah sampai di stasiun mana. Apakah sudah paham?"
"Paham mbak, makasih banyak ye."
Petugas stasiun itu pun tersenyum kemudian pamit dan pergi dari hadapan Reka serta Dinda. Mereka duduk di kursi yang ada di jalur tersebut sembari menunggu keretanya datang.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kereta yang akan mereka naiki pun tiba. Reka dan Dinda segera bangkit dari duduknya kemudian bergegas masuk ke dalam gerbong kereta tersebut.
Beruntung gerbong keretanya mulai lapang jadi Reka dan Dinda masih mendapat tempat duduk. Mengingat perjalanan yang mereka tempuh cukup lama. Reka dan Dinda pun memilih memainkan ponselnya seraya mendengarkan masinis memberitahukan setiap stasiun yang akan mereka lewati. Dan stasiun Cikarang adalah tunjuan akhir dari perjalanan kereta tersebut.
Setelah 30 menit berlalu, mereka telah sampai di stasiun tujuan mereka sekaligus stasiun akhir. Keduanya pun turun dari kereta dan berjalan keluar dari stasiun tersebut. Perjalanan mereka tak berhenti sampai sini. Dinda dan Reka pun memesan taxi online untuk sampai ke rumah mereka.
Hampir setengah jam perjalanan yang mereka tempuh dengan taxi online. Kini mereka telah sampai didepan rumah Reka dengan aman dan selamat.
...🍂🍂🍂🍂...
...KAMPUNG SEJAGAD...
Bunda menatap heran sebuah mobil taksi yang berhenti di depan rumahnya.
Mobil siape itu ye? kok berenti disini?
Saat Reka dan Dinda turun dari mobil, mata bunda langsung berbinar. Anak gadisnya yang sudah hampir satu minggu tidak ada dirumah akhirnya pulang dengan selamat.
"Assalamualaikum bunda."
"Waalaikumsalam."
"Kok gak bilang-bilang sih mau pulang? tau gitu bunda mau nyiapin petasan yang gede buat nyambut lu berdua pulang."
Ucapan sang bunda membuat tawa Reka dan Dinda pecah seketika. Keduanya pun kemudian mencium punggung tangan bunda secara bergantian.
"Ayok masuk kedalam, aduh bunda lagi gak masak yang spesial nih. Lu berdua dadakan sih pulangnye."
"Sengaja bun mau bikin surprise sama bunda."
Bunda pun terkekeh dan juga merasa terharu dengan kedatangan para anak gadisnya.
Bersambung..
semangat 💪