Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL - Boyfriend!
Angelica terharu mendengar pembelaan Bryan untuknya. Tetapi, dia merasa tidak enak karena pembelaan itu. Ia sudah berkata kasar pada Ibu dan Kakaknya. Dia memutuskan untuk membawa Bryan ke ke kamarnya.
Sorot matanya masih mematikan. Bryan menggenggam pergelangan tangan Angelica lembut. Saat matanya menatap manik wanitanya perlahan melembut. Diusapnya pipi gembil Angelica penuh perasaan lalu memberikan kecupan di pipi.
"Aku akan membebaskan mu dari Ibu, Kakak dan Adikmu! Tidak perlu khawatir, dan aku akan memberikan seluruh kebahagiaan untukmu!" tegas Bryan.
"Hiks, Bryan terima kasih," ucap Angelica dengan tangisan.
"Hm," balas Bryan seraya mengecup kelopak mata Angelica.
"Bryan, aku... Aku tadi berkata begitu kasar pada mereka," cicit Angelica bergetar.
"Kamu pantas melawan demi mempertahankan hakmu! Aku milikmu, jika kamu membantu rencana gila mereka! Ku pastikan aku akan mati di depanmu! Jangan sungkan melawan jika itu menyangkut kebahagiaan!" nasihat Bryan terdengar meneduhkan.
"Tapi, Bryan, hiks. Aku sudah kasar pada mereka hiks, maafkan aku hiks." tangis Angelica sendu.
Bryan menghapus air mata Angelica lembut. Di kecup kelopak mata kekasih tercinta dengan ketulusan. Ia membawa Angelica ke dalam dekapan hangatnya.
"Tidak apa, jangan sedih. Kita akan pulang setelah ini dan jangan khawatir. Aku sangat mencintaimu, Angel!" tegas Bryan lembut. Dia memberikan ketenangan di setiap ucapan nya.
"Hiks, aku juga sangat mencintaimu, Bryan!"
"Mari melangkah menuju kebahagiaan yang sesungguhnya. Habiskan waktumu denganku seumur hidup. Kita akan bersatu selamanya!" tegas Bryan.
"Terima kasih banyak Bryan, mari habiskan waktu bersama sampai ajal menjemput. Aku sangat bahagia memiliki, mu!” Balas Angelica lembut.
"Aku juga! "
***
"Mr Cornelius! Saya dan Angelica akan kembali ke Los Angeles sekarang. Lagian pesawat pribadi saya sudah menanti," pungkas Bryan sopan.
"Ya Tuhan Mr Woodrow, apa Anda tidak ingin beberapa hari lagi di sini? Saya sangat bahagia jika Anda mau tinggal untuk beberapa hari," pinta James.
"I'm sorry Mr, saya ada tugas di kantor dan di UCLA. I promise jika saya akan menginap lebih lama kalau saya ada waktu senggang. Tentunya menginap sebagai menantu, Hahaha!" sahut Bryan jenaka. Ia tersenyum tipis ke arah James Sonja Cornelius, Ayah dari Angelica.
"Tapi ...." ucapan James terpotong oleh Steve.
"Bryan, sejujurnya aku masih ingin lebih lama kamu tinggal, tapi aku sadar pekerjaanmu sangat mengganggumu. Ayah, Bryan dan Angelica harus pulang. Jangan halangi mereka!" tegas Steve.
"Benar ya. Lagian kak Angel dan Kak Bryan itu banyak tugas. Jadi, biarkan mereka pergi!" celetuk Mark.
"Huft, baiklah. Hati-hati di jalan, Nak. Tolong jaga Putriku yang nakal ini Mr Woodrow," pinta James.
"Itu pasti, Mr Cornelius. Saya sangat senang berkunjung di sini, sekali lagi maaf dan terima kasih!"
"Sama-sama, Mr Woodrow dan saya juga merasa tersanjung akan kedatangan Anda!" tegas James.
Bryan tersenyum dan memberikan pelukan untuk ayah Angelica, Steve dan Mark. Saat dia berhadapan dengan 3 wanita yang sangat menyebalkan untuknya, Bryan berpura-pura memasang senyum manis.
"Saya minta maaf atas ucapan saya yang kasar untuk kalian bertiga maafkan saya," tukas Bryan terpaksa.
"Tidak apa-apa, Nak. Semoga bahagia," balas Emily tak kalah manis tapi palsu.
Angelica memeluk seluruh keluarganya. Walau dia canggung memeluk Ibu, Kakak dan Adiknya. Ia masih tidak enak karena ucapan beberapa jam yang lalu.
"Maafkan aku, Ibu, Kakak dan Adik. Aku sangat menyesal berkata begitu. Maafkan aku," cicit Angelica bergetar sedih.
"Tidak apa-apa, pergilah dan raih kebahagiaan mu," tutur Emily.
"Terima kasih, Ibu."