NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Dijodohkan Dengan Presdir Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Karina Dyah Pramesti, it-girl global sekaligus putri kandung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, harus menelan pahitnya kehancuran karier di Korea Selatan akibat skandal politik yang menjebaknya.
-
Dipulangkan paksa ke tanah air, Karina tidak punya pilihan selain tunduk pada misi terakhir ayahnya: Pernikahan Politik.
Demi menyatukan kekuatan militer dan supremasi ekonomi, Karina dijodohkan dengan Darma Mangkuluhur, pewaris klan Cendana yang dingin dan ambisius. Di tengah kemewahan yang menyesakkan dan intrik kekuasaan antara dua keluarga raksasa, Karina harus memutuskan—menjadi bidak catur yang pasrah, atau bangkit menjadi penguasa baru untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan impiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

***

Malam yang penuh dengan klaim kepemilikan telah berganti menjadi pagi yang berkabut di Jakarta. Di sebuah apartemen mewah kawasan SCBD, suasana sama sekali tidak tenang. Angel, selebgram yang namanya tengah menjadi buah bibir karena skandal lapangan golf, membanting ponselnya ke atas sofa kulit.

"Sialan! Darma benar-benar memblokir semua aksesku!" teriaknya pada ruangan kosong.

Wajah cantiknya tampak mengeras karena amarah. Tim humas Hutomo Group baru saja merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa interaksinya dengan Darma hanyalah ketidaksengajaan di ruang publik. Lebih menyakitkan lagi, kontrak Brand Ambassador-nya untuk lini sportswear Hutomo sedang dievaluasi secara sepihak.

Angel tidak terima disingkirkan begitu saja. Ia merasa sudah memberikan segalanya untuk masuk ke lingkaran Old Money itu. "Kamu pikir bisa membuangku setelah mendapatkan putri Jenderal itu, Darma? Tidak semudah itu," gumamnya licik.

Ia tahu pagi ini adalah Grand Opening "Hutomo Sky Golf & Resort", salah satu proyek prestisius Darma. Sebagai BA yang kontraknya secara legal belum diputus, ia masih memiliki akses masuk.

"Aku akan datang. Aku akan memastikan kamera menangkap sisi yang membuat Karina menyesal telah membelimu dengan nama ayahnya," ucap Angel sambil meraih gaun olahraga super ketat yang sengaja ia pilih untuk menonjolkan lekuk tubuhnya.

Rencananya sederhana: interaksi fisik yang intens, bisikan yang terlihat intim, dan membiarkan netizen melakukan sisanya.

**

Sementara itu, di kediaman Menteng, sinar matahari pagi masuk dengan lembut menembus celah gorden. Karina menggeliat, merasakan tubuhnya jauh lebih bugar dibandingkan kemarin. Aroma sabun khas Darma masih tertinggal di bantal, namun seperti dugaannya, sisi ranjang itu sudah dingin.

"Kebiasaan. Selalu saja menghilang sebelum fajar," gumam Karina sambil bangkit.

Ia tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam. Meski Darma kaku, cara pria itu mengangkatnya dan merawatnya saat pingsan karena kelelahan seperti yang diceritakan Sari tadi saat membawakannya jus lemon membuatnya merasa benar-benar berharga.

"Ehem, bukannya hari ini acara Grand Opening spot golf Mas Darma ya?" Karina bicara pada pantulan dirinya di cermin kamar mandi. "Karena aku istri yang baik, tentu saja aku harus datang untuk mendukung bisnis suamiku, bukan? Lagipula... aku tidak mau ada 'kerikil tajam' yang mencoba menggores asetku lagi."

Karina bersenandung kecil saat mandi. Ia memilih pakaian dengan sangat teliti. Ia tidak ingin terlihat berlebihan, namun harus tetap memancarkan kelas. Pilihannya jatuh pada setelan golf wear dari Loro Piana berwarna putih gading dengan aksen navy. Rambutnya diikat high-ponytail yang memberikan kesan segar dan atletis.

"Perfect. Fresh, cantik, dan berkelas. Ayo, Ayin, tunjukkan pada mereka siapa pemilik sah Menara Hutomo ini," ucapnya sambil menyemprotkan parfum Jo Malone favoritnya.

**

Kawasan "Hutomo Sky Golf" sudah dipenuhi oleh mobil-mobil mewah dan pengawalan ketat. Para wartawan ekonomi dan gaya hidup sudah bersiap di area lobi utama. Saat mobil Rolls-Royce dengan plat nomor keluarga Hutomo berhenti, kilatan lampu kamera mendadak menjadi gila.

Karina turun dengan langkah anggun. Setiap gerakannya disorot dari caranya membenarkan letak kacamata hitam Celine-nya hingga senyum tipisnya yang mematikan. Para pegawai Darma membungkuk hormat, menyambut sang Nyonya Besar dengan rasa segan yang luar biasa.

"Ibu Karina! Boleh minta statement-nya soal dukungan untuk proyek Pak Darma?" teriak seorang jurnalis.

Karina berhenti sejenak, melepas kacamatanya, dan tersenyum sangat manis ke arah kamera. "Saya di sini untuk mendukung suami saya. Kesuksesan Mas Darma adalah kebanggaan saya juga. Permisi, saya harus segera masuk," ucapnya dengan nada yang sangat ramah namun tetap menjaga jarak.

Ia melangkah masuk menuju area VVIP Green. Namun, langkahnya mendadak melambat. Jantungnya berdenyut nyeri saat melihat pemandangan beberapa puluh meter di depannya.

Di sana, di bawah payung besar dengan latar belakang padang rumput hijau yang luas, Darma sedang berdiri tegak. Dan tepat di sampingnya, Angel sedang tertawa sambil memegang lengan Darma untuk berpose di depan fotografer internal. Angel sengaja condong ke arah Darma, kepalanya hampir bersentuhan dengan bahu suaminya.

Darma tampak sedang mendengarkan sesuatu yang dibisikkan Angel, wajahnya datar, namun posisi mereka terlihat sangat intim dari sudut pandang Karina. Angel menyadari kehadiran Karina dari kejauhan; ia justru semakin mempererat pegangannya pada lengan Darma dan memberikan senyum kemenangan yang provokatif.

Wartawan di sekitar area itu mulai berbisik, kamera-kamera kini beralih menyorot Karina, menanti ledakan emosi dari sang mantan idol.

Karina mengepalkan tangannya di balik tas kecilnya. Amarah semalam kembali menyulut api di dadanya. Ia melihat suaminya seolah membiarkan wanita itu menyentuhnya di depan publik, tepat setelah malam yang mereka habiskan bersama.

"Skenario lama yang membosankan," desis Karina dengan mata yang berkilat tajam.

Ia tidak berbalik pergi. Sebaliknya, Karina memperbaiki postur tubuhnya, menegakkan punggungnya, dan berjalan lurus menuju ke arah mereka dengan langkah yang penuh otoritas. Suasana di lapangan golf yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi mencekam, seolah badai akan segera turun di tengah cuaca yang cerah.

Darma akhirnya menoleh dan melihat istrinya datang. Mata mereka bertemu, dan untuk pertama kalinya, Darma melihat tatapan Karina yang bukan lagi sekadar gemas atau cemburu, melainkan tatapan dingin seorang putri Jenderal yang siap meratakan apa pun di depannya.

"Permainan dimulai, Mas Darma," batin Karina dalam hati.

****

Bersambung...

1
Tika maya Sari
lanjut dong kak
Heresnanaa_: stay tune ya ka🙏😍
total 1 replies
Tika maya Sari
up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!