NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseimbangan Cahaya dan Kegelapan

Mata Xiao Ling perlahan terbuka. Namun, tidak ada kebingungan atau rasa kantuk yang terpancar dari dalamnya. Yang ada hanyalah sebuah kedalaman yang tenang, bagaikan danau yang permukaannya tidak pernah terganggu oleh angin sekalipun. Cahaya ungu keemasan yang sebelumnya menyelimuti tubuhnya perlahan-lahan meredup, menyusup kembali ke dalam pori-porinya, namun jejak kekuatannya masih terasa sangat kuat mengelilingi ruangan itu. Dia tidak langsung bergerak. Dia duduk tegak di atas batu giok hitam itu, membiarkan kesadarannya sepenuhnya kembali menyatu dengan tubuh fisiknya. Di dalam benaknya, semua rasa sakit, ketakutan, dan keraguan yang dia rasakan di dalam ilusi tadi masih terasa begitu nyata, namun kini semua itu telah berubah menjadi bahan bakar yang mematangkan tekadnya. Dia telah melewati cermin kebenaran; dia telah menghadapi penolakan, rasa bersalah, dan keraguan akan cintanya, dan dia keluar dari semua itu sebagai sosok yang jauh lebih kuat. Perlahan, Xiao Ling menghembuskan napas panjang. Uap energi yang keluar dari mulutnya bukan lagi uap biasa, melainkan semburat kabut berwarna perak yang berputar-putar sebelum akhirnya menghilang di udara. Tubuhnya terasa ringan, namun pada saat yang sama juga terasa padat dan kokoh seperti menara yang tertanam di bumi. Dia bisa merasakan dengan sangat jelas dua aliran energi yang berbeda berputar di dalam dirinya yaitu satu mengalir hangat dan menyembuhkan seperti matahari, dan yang lainnya dingin dan pekat seperti malam. Dua kekuatan yang seharusnya saling memusnahkan, kini berputar harmonis bagaikan simbol Yin dan Yang, saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.

"Selamat, Xiao Ling..." Suara berat dan penuh wibawa itu perlahan memecah keheningan yang menyelimuti seluruh gua. Nada bicara itu terdengar begitu tenang namun memiliki kekuatan yang membuat seluruh udara di sekitarnya bergetar. Itu adalah suara Ye Chen.

"Kamu telah berhasil melewati ujian pertama dengan sempurna" Lanjut Ye Chen sambil melangkah mendekat, setiap langkah kakinya terdengar pelan namun bergema jelas di ruangan yang luas itu, seolah menandakan kedatangan seorang pemenang.

"Banyak ahli yang memiliki kekuatan ribuan tahun pun bisa hancur mentalnya hanya dengan melihat bayangan ilusi yang baru saja kamu lewati. Ujian ini bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi soal ketahanan jiwa. Tapi kamu tidak hanya bertahan dan melewatinya begitu saja... kamu justru berhasil menaklukkannya dan mengambil kekuatan darinya untuk menjadi lebih kuat!" Serunya dengan nada yang penuh penghargaan, kini ia sudah berdiri tepat di hadapan gadis itu, menatapnya dengan mata yang bersinar penuh rasa bangga.

"Kamu telah membuktikan bahwa kamu tidak hanya memiliki energi yang suci, tapi juga hati yang sekuat baja" Tambah Ye Chen lagi sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Xiao Ling dengan lembut.

"Ilusi itu memanfaatkan rasa takut dan rasa bersalahmu untuk menghancurkanmu, tapi kamu berhasil membalikkan segalanya. Kamu mengubah keraguan menjadi tekad, dan mengubah keputusasaan menjadi kekuatan nyata. Itulah sebabnya mengapa energi di dalam tubuhmu kini terasa begitu berbeda. Kamu tidak lagi sekadar memilikinya, kamu telah menyatu dengannya. Selamat, Xiao Ling... ini baru permulaan, tapi kau sudah melangkah dengan sangat indah." Pungkasnya dengan senyum tipis yang hangat, sebuah senyum yang hanya ia berikan untuk orang yang paling ia percayai.

Xiao Ling hanya tersenyum lembut sebagai jawaban. Itu bukanlah senyum biasa, melainkan sebuah senyuman yang kini memancarkan aura kedewasaan dan ketenangan yang luar biasa, jauh melampaui usia dan penampilan fisiknya yang masih muda. Di wajahnya yang cantik, tidak lagi terlihat bayangan keraguan atau ketakutan yang dulu sering menghantuinya. Matanya yang jernih kini memancarkan kedalaman yang sulit diterka, seolah ia telah melewati ribuan tahun pengalaman dan penderitaan, namun berhasil keluar dari semua itu dengan hati yang lebih murni dan kokoh. Ada ketenangan yang begitu menenangkan di sekitarnya, sebuah kedamaian yang lahir bukan karena ketiadaan masalah, melainkan karena ia telah berhasil menaklukkan badai terbesar di dalam dirinya sendiri. Ia kini berdiri bukan lagi sebagai seorang gadis yang rapuh yang butuh perlindungan, melainkan sebagai sosok yang telah menemukan jati dirinya yang sejati, tegar dan tak tergoyahkan bagaikan gunung yang menjulang tinggi.

"Semua itu berkat bimbinganmu, Yang Mulia. Jika bukan karena kau yang selalu mengingatkanku akan kebenaran dan siapa diriku yang sebenarnya, mungkin aku masih akan terjebak di dalam kegelapan rasa bersalah itu selamanya." Ucapnya dengan suara yang lembut namun penuh ketulusan.

"Kaulah yang menjadi cahayaku di saat aku buta oleh keraguan. Terima kasih karena tidak pernah meninggalkanku," Tambahnya dengan mata yang bersinar hangat, membuat hati Ye Chen terasa penuh dan damai.

Elder Yan yang berdiri kokoh di sisi formasi penjaga hanya bisa mengangguk-angguk tak henti, seolah tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan apa yang sedang ia saksikan saat ini. Wajahnya yang tua dan penuh keriput tampak berseri-seri, matanya yang biasanya sayu kini menyipit tajam, menatap lekat-lekat setiap detail perubahan yang terjadi pada sosok gadis di hadapannya. Ia mengamati bukan hanya sekadar penampilan luar, melainkan getaran energi dan aura yang terpancar dari dalam diri Xiao Ling, menyadari bahwa sebuah transformasi besar baru saja selesai terjadi tepat di depan matanya sendiri.

"Aura tubuhnya telah berubah total. Dahulu, energinya murni seperti air jernih di pegunungan yang sangat bersih dan kuat, namun juga sangat mudah keruh dan terganggu oleh sedikit saja lumpur atau gangguan dari luar." Serunya dengan nada takjub, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat matanya sendiri.

"Tapi sekarang... energinya telah menjadi seperti lautan yang dalam. Terlihat tenang dan damai di permukaan, namun menyimpan kekuatan yang tak terduga dan kedalaman yang tak terukur di dalamnya. Tidak ada apa pun yang bisa lagi mengacaukannya dengan mudah!" Lanjutnya sambil menarik napas dalam

"Dan lihatlah perpaduan energinya," Sambung Elder Feng dengan suara yang bergetar penuh kekaguman, tangannya terulur menunjuk ke arah Xiao Ling dengan gemetar karena antusiasme yang luar biasa.

"Energi suci dan energi gelap yang dulu bagaikan api dan air, kini tidak lagi saling bertarung atau mencoba memakan satu sama lain. Mereka telah menjadi satu kesatuan yang utuh dan harmonis! Ini bukan sekadar penyatuan biasa... Ini adalah legenda yang hanya tertulis di buku-buku kuno ribuan tahun yang lalu! Keseimbangan Sempurna yang dicari oleh semua ahli bela diri namun tak pernah satu pun berhasil meraihnya!" Serunya dengan penuh semangat, menyadari bahwa sejarah baru telah terukir di hadapan mereka.

Ye Chen berdiri tegak dan megah tepat di hadapan Xiao Ling, memancarkan aura seorang pemimpin yang tak tertandingi. Sosoknya yang tinggi besar tampak begitu kokoh, seolah menjadi tiang penyangga dunia yang tak akan pernah bisa runtuh, memberikan rasa aman yang luar biasa bagi gadis di depannya. Dengan gerakan yang sangat anggun dan penuh wibawa, seolah setiap gerakannya telah dihitung dengan sempurna, dia perlahan mengulurkan tangannya yang besar dan kuat ke arah gadis itu. Telapak tangannya yang hangat terbuka lebar, bukan sebagai pemimpin yang memerintah, melainkan sebagai sosok yang paling dekat, menawarkan bantuan untuk membantunya bangkit dari tempat duduknya dan berdiri tegak kembali di sampingnya.

"Bangunlah, muridku..." Ucapnya dengan suara yang dalam dan penuh makna, sebuah panggilan yang menandakan bahwa hubungan mereka kini telah resmi melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

"Ujian mental yang paling berat telah berhasil kamu lewati dengan gemilang. Kegelapan dan keraguan tidak lagi memiliki kuasa atas dirimu." Lanjutnya dengan nada yang tegas namun penuh harap, matanya memancarkan api semangat untuk apa yang akan datang.

"Tapi ingatlah ini baik-baik. Apa yang baru saja terjadi hanyalah persiapan. Pelatihan fisik yang sesungguhnya dan penguasaan mendalam atas energi yang kamu miliki... baru saja dimulai saat ini juga!Sekarang, bersiaplah untuk melangkah ke babak baru yang jauh lebih menantang, namun juga jauh lebih mempesona!" Pungkasnya dengan senyum penuh keyakinan, siap membimbing murid kesayangannya menuju puncak kekuatan yang sesungguhnya.

Xiao Ling menerima tangan Ye Chen dan dengan lembut ditariknya gadis itu berdiri. Saat kaki telanjangnya menyentuh lantai batu yang dingin, dia bisa merasakan perbedaan yang sangat drastis. Penglihatannya menjadi lebih tajam, dia bisa mendengar detak jantung para tetua yang berada di sudut ruangan dengan jelas, dan bahkan rasa berat yang biasanya dia rasakan saat berdiri terlalu lama kini hilang sama sekali.

"Di dalam ilusi tadi, kamu telah membuktikan bahwa hatimu cukup kuat untuk menampung kedua kekuatan yang bertolak belakang itu," Ucap Ye Chen dengan suara yang berat dan penuh penekanan, matanya menatap tajam ke pusat dada Xiao Ling, seolah bisa melihat langsung ke inti kekuatan yang ada di sana.

"Kamu berhasil menyatukan cahaya dan kegelapan tanpa hancur, itu adalah pencapaian yang luar biasa. Tapi kamu harus ingat satu hal penting... Kekuatan hati yang besar tanpa diimbangi oleh kendali yang sempurna hanyalah sebuah bom waktu. Suatu saat nanti ia bisa meledak dan menghancurkan segalanya, termasuk dirimu sendiri." Lanjutnya dengan nada yang kini berubah total menjadi serius dan instruktif, tak ada lagi kelembutan romantis, kini ia kembali menjadi seorang guru yang tegas.

"Jadi, fase selanjutnya ini adalah tentang penyempurnaan" Ucap Ye Chen dengan tegas, matanya memancarkan cahaya tajam seorang guru yang siap menuntun muridnya menuju puncak kekuatan.

"Kita akan bekerja keras tanpa henti mulai saat ini juga. Kita akan memastikan bahwa tubuh fisikmu dan kemampuan mengendalikan energimu bisa mengikuti, serta menampung sepenuhnya kehebatan dan kedalaman jiwamu yang luar biasa itu!" Lanjutnya dengan nada yang penuh tantangan namun juga keyakinan mutlak, seolah dia sudah bisa melihat dengan jelas sosok legendaris yang akan lahir dari tangan gadis itu.

"Hanya ketika ketiganya bersatu sempurna, barulah kau akan menjadi kekuatan yang tak terkalahkan di dunia ini!"Pungkasnya dengan suara yang bergema penuh semangat di dalam gua.

"Bagaimana dengan persiapan yang aku minta?" Tanya Ye Chen tiba-tiba dengan suara yang dingin dan tegas, mengalihkan perhatiannya sejenak dari Xiao Ling untuk menatap kedua tetua yang berdiri di dekat formasi. Nada bicaranya berubah total menjadi perintah mutlak yang menuntut jawaban segera, menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut bagi kelanjutan pelatihan.

"Sudah siap sepenuhnya, Yang Mulia!" Jawab Elder Feng dengan sigap dan cepat, tubuhnya membungkuk hormat.

"Kami telah menyiapkan segala sesuatu sesuai dengan instruksi yang anda berikan sejak tiga hari yang lalu. Formasi penstabil energi telah diperkuat, dan ruang latihan khusus sudah siap digunakan kapan saja." Lanjutnya dengan laporan yang rinci dan penuh keyakinan.

"Bahkan kami telah menyiapkan kristal energi tingkat tinggi dan obat-obatan khusus yang anda minta untuk membantu memperkuat fondasi tubuh Nona Xiao Ling. Tidak ada satu pun hal yang terlewatkan!" Serunya dengan tegas, memastikan bahwa sang Kaisar tidak perlu menunggu lama lagi untuk memulai tahap selanjutnya.

"Bagus" Ucap Ye Chen singkat namun penuh kepuasan, kepalanya mengangguk pelas tanda ia menerima laporan tersebut.

Tanpa membuang waktu sekejap pun, ia kembali mengalihkan seluruh perhatiannya dan menatap lurus tepat ke wajah Xiao Ling. Matanya yang biasanya teduh saat memandang gadis itu kini berubah total, memancarkan ketegasan yang tajam dan serius, seolah ia sedang menatap sebuah medan pertempuran yang sesungguhnya. Di dalam tatapan itu, tidak ada lagi ruang untuk keraguan atau kelembutan yang berlebihan. Hanya ada api semangat dan tuntutan mutlak akan kekuatan, memberikan sinyal yang sangat jelas bahwa babak selanjutnya bukanlah permainan, melainkan sebuah ujian hidup dan mati yang harus dilalui dengan segenap kemampuan.

"Ikutlah denganku, aku akan membawamu ke tempat di mana kekuatan itu benar-benar akan ditempa menjadi milikmu." Perintahnya lembut namun mutlak.

"Tapi kau harus tahu, Xiao Ling. Di sana, rasa sakit yang akan kamu rasakan mungkin seratus kali, bahkan seribu kali lebih menyakitkan dan nyata daripada apa yang kamu alami di dalam ilusi tadi." Lanjutnya dengan suara yang berat, memperingatkan akan kerasnya tantangan yang akan datang.

"Di sana, tidak ada tipuan mental atau bayangan ketakutan. Semuanya adalah kenyataan. Hanya hukum alam yang keras, dingin, dan tak kenal ampun yang akan mengujimu setiap detik. Luka di sana akan benar-benar berdarah, dan rasa lelah akan benar-benar menjatuhkanmu. Jadi aku tanya sekali lagi... setelah tahu segalanya akan menjadi jauh lebih sulit, apakah kamu masih siap?" Pungkasnya dengan tatapan menantang, menunggu kepastian terakhir dari hati gadis itu sebelum mereka melangkah masuk ke dalam pintu gerbang neraka yang sebenarnya.

"AKU SIAP, Yang Mulia!" Ucap Xiao Ling dengan lantang dan mantap, tidak ada sedikitpun keraguan atau getaran ketakutan di suaranya. Matanya kini bersinar cemerlang, penuh api semangat yang tak terpadamkan.

"Selama kau ada di sana menuntunku dan melindungiku, aku tidak akan takut pada apa pun di dunia ini! Bahkan jika itu berarti aku harus melewati lautan api atau jurang maut sekalipun!" Lanjutnya dengan nada yang penuh keyakinan, kepalanya terangkat tinggi dengan penuh keberanian.

"Jadi jangan khawatirkan aku! Biarkan rasa sakit itu datang, biarkan badai itu menderu sekuat tenaga! Aku akan menerimanya dengan kedua tangan terbuka dan menaklukkannya satu per satu! Aku siap menjadi kuat! Aku siap menempuh jalan ini sampai akhir!" Serunya dengan tegas, sebuah jawaban yang memancarkan tekad baja yang siap ditempa menjadi pedang paling tajam di dunia.

Mereka berjalan semakin jauh memasuki perut bumi. Gua Kutukan Naga Hitam ternyata memiliki lorong-lorong yang rumit dan dalam. Semakin ke dalam, udara terasa semakin padat dan berat, seolah-olah ada beban ribuan ton yang menekan tubuh dari segala arah. Bagi ahli biasa, hanya berjalan di tempat ini saja bisa membuat pembuluh darah pecah, namun bagi Xiao Ling yang telah melewati Formasi Reinkarnasi, tekanan ini justru terasa menyegarkan, memaksanya terus mengedarkan energi untuk menjaga keseimbangan. Akhirnya, mereka tiba di sebuah ruangan raksasa yang terbentuk secara alami. Di tengah ruangan itu terdapat sebuah kolam besar yang airnya berwarna merah gelap dan terus mendidih seolah ada api yang menyala di bawahnya. Uap yang keluar dari kolam itu berbau tajam dan menyengat, penuh dengan energi mentah yang sangat liar. Di sisi lain, air terjun buatan yang mengalirkan energi batu-batu roh turun dengan derasnya, menciptakan suara gemuruh yang menggetarkan hati.

"Inilah tempat di mana kamu akan tinggal dan berlatih selama waktu yang akan datang" Jelas Ye Chen sambil berjalan perlahan mengelilingi kolam besar yang berisi cairan berwarna merah menyala itu. Setiap langkahnya penuh wibawa, seolah ia sedang memperkenalkan sebuah gerbang menuju kekuatan sejati.

"Air di dalam kolam ini bukanlah air biasa. Kami menyebutnya sebagai Darah Naga Purba" Lanjutnya dengan suara yang berat, tangannya terangkat perlahan seolah merasakan getaran dahsyat yang tersimpan di dalamnya.

"Di dalamnya terkandung energi panas yang luar biasa pekat, jauh melebihi api biasa. Fungsinya adalah untuk meleburkan struktur tubuhmu, memurnikan tulang dan ototmu hingga mencapai batas maksimalnya. Ia akan membakar habis segala kelemahan, ketidak murnian, dan batasan alami yang ada di dalam fisikmu. Kamu akan merasa seolah tubuhmu hancur berkeping-keping... lalu dibangun kembali menjadi jauh lebih kuat dan kokoh dari sebelumnya!" Serunya dengan tegas, memberikan gambaran nyata akan proses menyakitkan namun ajaib yang akan segera dialami oleh gadis itu.

"Dan lihatlah di sebelah sana..." Ucap Ye Chen sambil menunjuk ke arah air terjun yang mengalir deras di sisi lain gua, matanya memancarkan cahaya yang tajam.

"Itu adalah Air Terjun Tekanan. Air yang jatuh dari ketinggian itu bukanlah air biasa yang terbuat dari molekul air, melainkan energi murni yang telah dipadatkan hingga mencapai tingkat yang luar biasa padat." Lanjutnya dengan suara yang berat dan penuh penekanan, menjelaskan betapa dahsyatnya kekuatan yang tersimpan di sana.

"Setiap tetesnya memiliki berat ribuan jin, bagaikan batu karang besar yang menghantam tubuhmu tanpa henti. Kamu akan duduk bermeditasi tepat di bawah pancarannya, menahan beban yang terus menerus menekan tulang dan dagingmu. Di sana, kamu tidak hanya akan melatih kekuatan fisik dan inti tubuhmu agar menjadi sekuat baja, tapi juga melatih ketahanan mentalmu agar tidak pernah goyah, tidak peduli seberapa besar tekanan yang menghimpitmu dari segala arah!"Pungkasnya dengan tegas, menggambarkan latihan yang akan menguji batas ketahanan gadis itu hingga titik ekstrem.

Xiao Ling perlahan mengamati sekelilingnya, menatap tempat yang terlihat begitu mengerikan dan ekstrem itu dengan mata yang jernih. Kolam berwarna merah darah yang mengeluarkan uap panas menyengat, serta air terjun energi yang jatuh dengan suara gemuruh yang menggetarkan hati, semuanya tampak seperti gambaran nyata dari sebuah neraka di dunia bawah tanah. Namun, anehnya... tidak ada sedikit pun rasa takut atau niat untuk mundur yang muncul di benaknya. Alih-alih merasa gentar, dia justru merasakan semangat yang luar biasa membara di dalam dadanya, sebuah api antusiasme yang menyala semakin terang melihat betapa beratnya tantangan yang menantinya. Dia menyadari dengan sangat jelas, bahwa untuk bisa berdiri sejajar di samping sosok agung di depannya ini, dia tidak bisa hanya bermodalkan bakat atau keberuntungan semata. Jika dia ingin menjadi kuat, jika dia ingin benar-benar bisa melindungi apa yang dia sayangi, maka dia harus rela melewati proses yang menyakitkan. Dia harus menempuh jalan yang keras, melewati neraka yang jauh lebih panas dan jauh lebih dalam daripada apa yang bisa dibayangkan oleh orang biasa. Dan dia siap untuk melakukannya, tanpa ragu sedikitpun.

"Kapan kita mulai, Yang Mulia?" Tanya Xiao Ling dengan suara yang tenang.

"SEKARANG... Mulailah" Ucap Ye Chen dengan suara yang rendah namun bergema tegas di seluruh ruangan, matanya menatap tajam penuh penekanan.

"Masuklah ke dalam kolam Darah Naga itu. Biarkan panasnya membakar setiap sel tubuhmu, dan buktikan bahwa tekadmu sekuat yang kau katakan tadi!" Serunya dengan otoritas mutlak, memberikan sinyal dimulainya proses penempaan tubuh yang sesungguhnya.

Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun lagi, Ye Chen perlahan mengangkat tangannya yang besar dan melambaikannya dengan gerakan yang sangat lambat namun penuh wibawa. Seketika, sebuah medan energi tak kasat mata terbentuk. Sebuah kekuatan yang terasa begitu lembut saat menyentuh kulit, namun pada saat yang sama memiliki daya tarik yang mutlak dan tak tertahankan. Kekuatan itu dengan mudah mengangkat seluruh tubuh kecil Xiao Ling dari tanah, membawanya melayang perlahan namun pasti menuju ke tengah kolam darah yang tampak mendidih dan mengerikan itu, menempatkannya tepat di pusat energi yang paling dahsyat. Saat kulitnya yang putih mulus pertama kali bersentuhan dengan permukaan cairan merah pekat itu... Rasa sakit yang luar biasa seakan meledak secara tiba-tiba di setiap sudut tubuhnya! Itu bukanlah sekadar rasa panas atau terbakar biasa yang bisa ditoleransi. Rasanya jauh lebih menyiksa daripada itu. Seolah-olah jutaan jarum tajam dan beracun sedang menusuk dan menyengat seluruh tubuhnya secara bersamaan dalam satu waktu. Panas itu tidak hanya berhenti di permukaan kulit, tapi langsung meresap masuk, menembus jauh ke dalam daging, hingga ke sumsum tulang yang paling dalam, dan seolah sedang meremas serta mencabik setiap sel yang ada di dalam tubuhnya. Wajah cantik Xiao Ling yang biasanya teduh langsung berubah drastis, memerah padam menahan siksaan yang luar biasa itu. Keringat dingin mulai bercucuran deras membasahi dahi dan punggungnya, mengalir bercampur dengan air di kolam itu, meskipun suhu di sekitarnya sangat tinggi dan menyengat. Dia benar-benar merasakan arti dari kata dihancurkan secara perlahan namun pasti.

"AAAHHH!!!" Teriakannya pecah memecah keheningan gua, suara itu penuh dengan rasa sakit yang tak terbayangkan.

"TAHANLAH, XIAO LING!!" Suara berat dan tegas Ye Chen langsung bergema jelas di telinganya, membelah rasa pusing dan nyeri yang menyergap kesadarannya. Nada bicaranya tak sedikit pun melunak atau menunjukkan rasa iba, justru semakin keras dan mendesak, layaknya seorang guru yang menuntut hasil maksimal.

"Jangan melawan atau menolaknya! Itu hanya akan membuat rasa sakitnya menjadi dua kali lipat! Terimalah apa yang terjadi! Biarkan energinya masuk, dan biarkan ia melebur serta menghancurkan segala apa pun yang lemah dan tidak sempurna di dalam dirimu!" Lanjutnya dengan perintah yang cepat dan jelas, memberikan arahan tepat di saat gadis itu paling membutuhkannya.

"Ingat baik-baik teknik pernapasan yang aku ajarkan! Tarik napas dalam-dalam dan putarlah energimu mengikuti aliran tertentu! Gunakan kekuatan cahaya di dalam dirimu untuk menyeimbangkan panas itu! Putar energimu, bentengi dirimu, dan lawan rasa sakit itu dengan kemauanmu sendiri! Jangan biarkan ia mengalahkanmu!" Serunya dengan lantang, memaksakan kesadaran Xiao Ling untuk tetap terjaga dan aktif berjuang di tengah siksaan yang luar biasa itu.

Xiao Ling menggertakkan giginya hingga terdengar bunyi krak krak. Dia bisa melihat kulitnya mulai memerah dan seolah melepuh, namun dia ingat janjinya. Dia ingat tekadnya untuk tidak pernah mengeluh. Dengan sisa kesadaran yang dia miliki, dia segera menutup matanya dan mengingat pola pernapasan. Energi ungu keemasan mulai berputar di dalam dirinya. Saat energi panas dari kolam mencoba menghancurkannya, energi gabungan miliknya justru memakan energi itu, mengubah rasa sakit itu menjadi kekuatan! Prosesnya menyiksa, sangat menyiksa. Tulang-tulangnya terasa remuk, lalu disatukan kembali, lalu remuk lagi. Itu adalah siklus penderitaan yang tiada henti. Di tepi kolam, Ye Chen berdiri mematung, matanya tak pernah berkedip mengawasi setiap perubahan pada wajah gadis itu. Di dalam hatinya, dia tentu merasa sakit melihat orang yang dicintainya menderita seperti ini. Tapi dia tahu, ini adalah satu-satunya cara. Dunia persilatan ini terlalu kejam untuk orang lemah. Jika dia memanjakannya sekarang, maka di masa depan Xiao Ling akan mati di tangan musuh.

"Kuatkan dirimu, Xiao Ling... Bertahanlah..." Bisik Ye Chen pelan, suaranya nyaris tak terdengar dan hanya ditujukan untuk dirinya sendiri serta doa di dalam hatinya. Meskipun di luar ia tampak dingin dan tegas, namun di dalam sana, ia menahan napas menyaksikan setiap raut wajah muridnya yang menahan siksaan dahsyat.

"Jangan menyerah sekarang. Bertahanlah sedikit lagi..." Lanjutnya dalam hati, matanya memancarkan keprihatinan yang mendalam namun juga keyakinan yang tak tergoyahkan.

"Setelah kamu berhasil melewati api penyucian ini, tubuh dan jiwamu akan berubah menjadi sekuat berlian. Tidak ada rasa sakit, tidak ada serangan, dan tidak ada apa pun di dunia ini yang akan sanggup lagi menghentikan atau menjatuhkanmu!" Pungkasnya dengan tekad yang membara, menyadari bahwa sosok legendaris baru sedang lahir di hadapannya saat ini juga.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!