☞☞☞Memiliki suami karena sebuah perjodohan tidaklah mudah. Terlebih suamiku tidak mencintaiku dan masih mencintai mantannya.
Menjalin hubungan terpaksa dengan orang yang asing bagiku, membuatku ingin hampir menyerah.
Terlebih ia adalah laki-laki pertama bagiku. Karena sebelumnya aku tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
✏🌷💃Ini merupakan novel keduaku. Semoga kalian suka. Terus dukung karyaku dengan like komen dan votenya ya. Mengandung unsur dewasa jadi mohon bijak dalam berkomentar🤗💃*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEINGINAN MAMA LIA
Sebelum lanjut membaca, jangan lupa untuk like komen dan votenya ya...semoga kita sukses bersama🤗🤗🤗
**********
"Iya deh Pa. Kok sepi sih? Apa anak-anak kita sudah pada tidur ya?", Mama Kirana sadar suasana rumah mulai sepi.
"Mana mungkin Ma, ini malam minggu. Pasti mereka nonton dikamar atau main game", Papa Xander yang hafal kebiasaan anak-anaknya kalau lagi ngumpul.
"Ya udah deh, Mama lihat dulu ke atas ya Pa", Mama Kirana naik ke lantai atas.
"Sayang, apa kalian sudah pada tidur?", tanyanya didepan pintu kamar Lia dan Kevin karena kamar mereka bersebelahan.
"Belum Ma, Kevin di kamar Kak Lia", terdengar sahutan suara Kevin dari dalam kamar Lia.
"Mama masuk ya", karena mendapat jawaban ia, mama Kirana membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
"Kalian berdua lagi ngapain sih? Kok belum tidur?", tanyanya lagi melihat kedua anaknya memegang ponsel masing-masing.
"Ini Ma, lihat Kak Lia chat-an sama gebetannya", Kevin tertawa puas meledek kakaknya.
"Siapa gebetan kakakmu Vin?", tanya mama Kirana penuh curiga.
"Mama percaya aja sama ucapan Kevin", ucap Lia mengelak karena merasa tidak memiliki gebetan.
"Siapa lagi Ma, kalau bukan Bang Tohir calon menantu Mama", ucap Kevin yang gantian meledek mamanya.
"Kamu ini ngaco deh Vin", Lia menyenggol lengan Kevin.
"Sudah-sudah jangan pada berantem. Sudah malam kamu kembali ke kamarmu Vin", perintah mama Kirana.
"Sayang Mama mau bicara sebentar ya", ucap Mama Kirana yang melihat Kevin sudah kembali ke kamar.
"Ia Mama mau bicara apa? Kayaknya serius banget".
"Sayang, sampai kapan kamu akan terus sendiri? Maaf kalau Mama harus tanya soal ini untuk kesekian kali", Mama Kirana mengambil tangan Lia kemudian menggenggamnya.
"Sampai aku nemuin jodoh yang pas Ma", jawaban Lia selalu sama.
"Kalau seandainya Tuan Jeremy besok kesini melamar kamu untuk anaknya gimana sayang?".
"Ya nggak mungkinlah Ma", jawab Lia dengan yakin karena tahu dirinya dan Leon saling membenci.
"Apanya yang tidak mungkin sayang? Tuan Jeremy adalah rekan bisnis Papamu dan mereka sudah cukup lama berteman".
"Ma, aku tahu Papa dan Tuan Jeremy sudah berteman cukup lama tapi tidak ada hubungannya dengan kita anak-anaknya. Hubungan kita tidak sedekat beliau Ma".
"Sayang, jelas ada hubungannya. Dengan kita menjadi besan akan menambah keakraban keduanya, Papamu dan Tuan Jeremy".
"Ma, Mama belum mengenal Leon anak Tuan Jeremy. Lia dengannya bagaikan anjing dan kucing Ma. Lia nggak mau jadi calon istrinya. Lagian kenapa Mama berpikir sejauh itu? Kan belum pasti juga beliau datang untuk tujuan itu".
"Tapi Mama mengharapkan itu sayang. Mama harap kamu pikirkan jawaban jika kemungkinan itu terjadi. Istirahatlah, maaf Mama mengganggumu", Mama Kirana mengecup kening Lia dan pergi keluar kamar.
Selepas mamanya pergi, Lia tidak bisa tidur. Ia memikirkan perkatan mamanya. Ia selama ini selalu menolak keinginan mamanya untuk menikah dengan anak teman arisannya. Lalu bagaimana kalau kemungkinan perjodohan itu terjadi dan papanya yang memintanya?
"Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menikah dengan lelaki menyebalkan dan angkuh itu. Aku harus berpikir positif kedatangan Tuan Jeremy besok kesini hanya untuk ketemu Papa dan silaturahmi sebagai teman lama", ia berusaha menepis pikiran buruknya tentang perjodohan seperti yang mamanya ucapkan.
mending sama aku saja bang...