Seorang CEO bernama Ani berenkarnasi ke dunia novel yang pernah dia baca, karena kecelakaan yang di alaminya, membuat Ani berenkarnasi menjadi wanita sampah yang bernama Lie.
Hukum rimba berlaku di dunia ini, di mana yang kuatlah yang akan bertahan hidup. Bukan hanya lemah tapi Lie bukan anak kandung keluarga Yuan, lalu siapa ayah Lie?Teka teki kehidupan baru Ani membuat Ani harus menemukan titik terang. Siapa ayah Lie sebenarnya? Mampukah Ani menemukan titik terang dari teka teki kehidupan Lie yang rumit? Mampukah Ani bertahan dengan dunia yang kejam ini sebagai Lie?
Jangan lupa dukung author terus ya.....
Terima kasih untuk pembaca setia...😘
Semoga bisa up terus......
Jika tidak setiap hari, 3 hari baru bisa up ya tolong maklumin saya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yolanda94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Terus kenapa?" tanya ku
"Tidak apa-apa" jawab ular putih
"Aku ngantuk, ayo istirahat di sini saja" ujarnya
"Tidur lah " jawab ku
Ada yang memantau ku dari jauh, ini menyebalkan, akan ku buat dia melihat kekuatanku. Segera aku mencari tempat yang cocok untuk mengeluarkan kekuatanku.
Sekarang aku berada di tempat yang sangat cocok untuk mengeluarkan kekuatanku, aku pun mengeluarkan kekuatan api hitamku dan berbicara sendiri.
"Aku mengizinkanmu untuk melihat ku tapi tidak untuk melihat ku selamanya, apa kamu berniat untuk melihat seluruh tubuh ku atau ingin melihat kekuatan ku? Maaf, aku harus memutuskannya karena aku tidak suka untuk di pantau, datang lah jika ingin bertemu dengan ku ".
Aku membungkuk 90 derajat dan mengeluarkan kekuatan petir hitam untuk memutuskan sambungan mereka yang tidak aku ketahui.
******
Di Istana Kelabang
"Bagaimana sayang? " tanya ratu
"I... Itu " jawab putra mahkota yang terpukau.
"Itu apa ?" tanya kaisar
"Dia sangat cantik memakai baju perempuan" ujar putra mahkota.
"Wanita itu kuat, dia bisa menjadi raja di istana ini jika dia mau " ujar kaisar.
"Iya kanda, wanita itu sangat kuat, putri mahkota saja tidak pernah tau kalau kita melihatnya tetapi wanita ini sadar dan meminta kita untuk bertemu dengannya jika ingin bertemu dengannya" ujar ratu.
"Putra mahkota walaupun kamu memiliki 4 elemen tetapi wanita ini lebih kuat dari mu, wanita ini sepertinya memiliki 5 elemen, dia mengerti tanaman dan membuat sesuatu dari tanaman tersebut sepertinya dia memiliki elemen air" ujar kaisar.
"Dengan kekuatannya wanita itu bisa menjadi pemimpin bagi para beast " ujar ratu.
"Benar apa lagi dia sepertinya memiliki dendam yang kuat, putra mahkota jangan membuat masalah dengan wanita itu" pinta kaisar.
"Baik, ayahanda".
******
Lie Di Hutan
"Ada apa manusia?"
"Tidak ada ular putih" jawab ku
"Baiklah kalau begitu, aku akan lanjut tidur" Ular putih pergi meninggalkan ku untuk melanjutkan tidurnya lagi.
Huh, bagaimana kabar ibu di rumah ya? Terkadang aku merindukan rumah sekaligus membencinya, ini sungguh aneh.
Aku segera menuju pohon tempat ular putih tertidur dan tidur di atas pohon tersebut.
"Manusia? Apa kamu sakit? "
"Tidak" jawabku
"Apa kita beristirahat lagi?"
"Tidak, kita harus mengambil tongkat tersebut sebelum terlambat ular putih" Ujarku.
"Turun lah manusia, aku mendapat banyak buruan".
"Iya"
Segera aku turun dari pohon tempat ku tidur dan menuju sungai untuk mencuci wajahku tentu saja aku menggunakan sabun agar tetap wangi tanpa harus mandi.
"Ayo makan manusia" teriak ular putih
"Iya" teriakku
Segera aku menuju ke tempatnya untuk bergabung makan, sisa makanan yang belum termakan segera ku masukkan ke dalam cincin dimensi untuk di makan saat lapar nanti.
"Ayo berangkat manusia"
"Iya"
Aku dan ular putih melanjutkan perjalanan untuk mencari manusia yang mengambil tongkat tersebut.
Doooar..... Ledakan
"Manusia, di hutan sana rumah para peri" ujar ular putih menjelaskan tempat ledakan tersebut.
"Peri?" tanyaku heran
"Iya, ayo ke sana manusia"
"Iya"
Aku mengeluarkan angin agar bisa segera menuju kota peri yang ada di depanku. Kota ini berantakan.
"Manusia, itu di sana ada pria yang membawa tongkat suku kami".
"Aku melihatnya, ayo ke sana"
"Pria itu bertarung dengan peri yang bertubuh kekar walaupun ukuran mereka kecil tapi kekuatan mereka sungguh luar biasa tetap saja kekuatan mereka tidak sebanding dengan tongkat yang ada di tangan pria tersebut, manusia hati-hati dengan pria itu " ujar ular putih.
"Aku mengerti " Ujarku
"Hahaha, kalian para peri bukan tandinganku, aku yang akan jadi pemimpin kalian, hahaha".
Zedeer..... Aku melempar api pada pria itu.
"Brengs**, Huks.. Siapa kamu?" teriak pria berjubah hitam dengan topeng di wajahnya.
"Aku? Aku hanya wanita sampah " jawabku
"Hahaha wanita menarik"
Aku dan pria itu pun bertarung dengan sengit sedangkan ular putih menolong para peri yang terluka, aku memberikan ular putih cincin dimensi ku untuk mengambil obat di dalamnya.
Pertarungan ku dengan pria ini menghabiskan waktu lebih dari setengah hari, topeng pria ini pecah tapi aku tidak membiarkannya lari, tentu saja tongkat itu masih dengannya.
Selama lebih dari 2 hari aku bertarung dengan pria ini, dengan kekuatanku yang bertambah kuat pada akhirnya aku bisa membunuhnya dan mendapatkan tongkat tersebut dari tangannya. Tentu saja pertarungan ini menghabiskan energi ku. Aku beristirahat di bawah pohon untuk memulihkan kekuatanku yang telah habis.
Drrrrrrt....... Tongkat yang ada di tanganku tiba-tiba bergetar, apa yang terjadi? Tanah pun ikut bergetar, apa ini? Apa ini gempa?.
"Manusia" teriak ular putih yang terbang bersama para peri.
Aku dan pria bertopeng bertarung jauh dari rumah para peri karena aku tidak ingin rumah mereka hancur lebih parah, karena pertarungan kami sehingga aku memancing pria bertopeng tersebut ke dalam hutan.
Tongkat yang ku pegang pun terbang dari tanganku, semua yang melihat tongkat tersebut tercengang saat tongkat tersebut berubah menjadi dragon, pemimpin para beast.
Para beast yang melihat kejadian itu segera bersujud pada dragon tersebut. Suara menggelegar yang berasal dari dragon memanggilku.
"Manusia"
"Iya" jawabku
"Aku akan mengikutimu dan menjadikanmu tuanku, siapa nama mu?" tanya dragon tersebut.
Semua yang mendengar perkataan dari dragon tercengang, ada beberapa para peri yang pingsan karena suara dragon yang seperti petir bagi mereka.
"Namaku Lie, ingat itu dragon" ujarku
"Hahaha aku akan ingat, Lie"
"Siapa namamu dragon?" tanyaku
"Namaku Chen"
"Apa kamu akan berubah menjadi tongkat lagi Chen? " tanyaku
"Tidak, aku akan menjadi naga jika ada kekuatan yang bisa membangunkan ku dari tidur panjangku ".
"Jadi maksudnya tongkat itu hanya tempat kamu tidur?" tanyaku.
"Iya, karena temanku sudah mati saat perang, aku tertidur ribuan tahun dalam tongkat itu, tongkat itu dulunya milik temanku".
"Aku mengerti, bisakah Chen menjadi kecil agar bisa bersamaku?" tanyaku.
"Haha itu mudah Lie " jawabnya.
Dragon pun menyusutkan tubuhnya menjadi kecil dan hinggap di bahuku. Ku lihat ular putih masih dalam keadaan shock begitu juga dengan para pria. Ini pasti karena naga yang tiba-tiba muncul.
"Aku ingin istirahat" Ujarku pada mereka yang masih dalam keadaan shock.
"Te....Tentu manusia" jawab salah satu peri.
Segera para peri dan ular putih pergi menuju rumah peri, aku dan dragon mengikuti mereka dari belakang. Aku menuju rumah yang masih terlihat bagus karena di sini terjadi pertarungan tentu saja rumah para peri banyak yang mengalami kerusakan.
"Silahkan masuk para tamu" ujar peri separuh baya itu.
Sebelum aku masuk ke dalam rumah peri tersebut aku di kecilkan dengan alat yang mereka punya, tubuh ku menjadi kecil begitu pun dengan yang lain, segera aku masuk kedalam rumah peri bersama ular putih dan juga dragon.
******
To be continued...
kl boleh saran.. nulisnya yg ikhlas jd berkah. InsyaAlloh akan dimudahkan segalanya.
roh naga main numpang tubuh lie
lanjut semangat