Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 21
"NATHAN !!!" Seru Jihan dan Rara
" **** !!!!" Umpat Jihan, Jihan berlari ke arah Nathan dan menghajar satu persatu orang-orang yang berusaha menghalanginya.
Nathan Tampak sempoyongan karena pukulan tersebut, ia mengerang menahan sakit, namun Ia harus bertahan bukan? mana mungkin dia tumbang saat ini dan membiarkan 2 gadis itu menghadapi orang-orang ini sendiri.
Memang Nathan belum tau jika Semua Kelompok itu sudah hampir habis tak tersisa karena orang-orang yang Varo perintahkan untuk menjaga adiknya dan juga Rara.
Tanpa berkata apapun Rara melayangkan Serangan pada orang yang mereka duga adalah bos dari kelompok itu hingga membuat pria berbadan tegap itu terjungkal.
"Pfftt, hanya segitu ? Tak sesuai dengan tubuh nya" Gumam Jihan mencemooh pria itu Saat melihat hanya dengan sekali Serangan dari Rara sudah membuat orang itu terjungkal.
Pandangan Jihan kembali beralih pada nathan,Dengan cepat Jihan menahan tubuh Nathan yang hendak terjatuh.
" Nathan !!" Serunya sambil merengkuh memeluk tubuh Nathan saat melihat seseorang hendak memukul Kepala Nathan.
Bugh
" Sshhh" desis Jihan saat sebuah pukulan kayu mendarat di punggung nya.
" JIHAN!!" Teriak Rara
' Ji " Seru nathan tak percaya bahwa Jihan menerima serangan untuk nya.
" Nath kamu gak apa-apa kan?" tanya Jihan terbata yang masih mengkhawatirkan nathan sebelum kesadarannya mulai menghilang.
Para pengawal yang melihat Nona muda diserang, langsung melayangkan tembakan beruntun pada orang-orang itu tanpa sisa. Awalnya mereka tak ingin menggunakan senjata api, karena ada Nathan dan juga Jodi Disana, dan itu atas perintah Jihan sebelumnya. Dia tak ingin Jodi dan nathan terkejut karena itu memang tindakan ilegal.
" Jihan, Bangun Jihan !!" Seru Rara dan juga Nathan , walau Nathan merasakan sakit di kepalanya tapi dia masih kuat dan masih bisa menahan itu.
" Ji, Bangun Jihan !! Ayo angkat Jihan !!! kenapa kalian diam saja disana !!" Teriak Rara pada Orang-orang Varo, Namun dengan cepat Nathan Sudah menggendong Jihan lebih dulu ke mobil dengan sisa sisa tenaga nya, tentu saja dia tidak mau Gadis yang ia sukai di sentuh orang lain.
" Segera bereskan semua ini ! Sisa kan Pria itu dan bawa ke markas" Perintah Rara dengan tegas, tentu saja dia sudah banyak belajar dari Jen selama ini.
Pasalnya Anggota Varo juga terkejut karena Nona muda mereka terluka, Sekaligus ketakutan memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka setelah ini.
Jihan di belakang bersama Nathan, Rara membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat, sedangkan Jodi masih tampak syok dan diam saja di bangku penumpang sebelah Rara.
Di tempat lain Varo dan Vino serta Varrel yang baru saja selesai dengan pekerjaan mereka sore itu sangat terkejut karena banyaknya panggilan tak terjawab dari Jihan ,Rara dan Gabriel. Bahkan ada orang kepercayaan Varo yang di tugaskan untuk menjaga Rara dan Jihan pun sudah menghubungi nya puluhan kali.
Varo, Vino dan Varrel saling pandang dan mulai merasa khawatir.
" Bang kau juga mendapat panggilan ?" tanya Varo pada Varrel
" Iya , Bahkan tak terhitung "jawab Varrel
" Vin Cepat hubungi Carlos " perintah Varrel vino. " Abang akan menghubungi uncle Gabriel " lanjutnya lagi
" Aku akan menghubungi Jihan " Ucap Varo langsungencoba menghubungi Jihan, namun hasilnya Nihil . begitu juga dengan Rara karena di saat yang sama Rara sedang membawa Mobil.
Hanya Telpon Vino yang mendapat jawaban dari orang kepercayaan mereka.
" Ha.. Hallo " jawab Carlos di sebrang sana dengan nada gemetar
" Hallo , apa ada masalah ?" tanya Vino To the Point saat mendengar nada bicara Carlos
" Tuan , Nona Muda terluka dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit terdekat di jalan xx " Jawab Carlos sambil menarik nafas panjang , kini ia harus siap mendapat hukuman karena kelalaiannya menjaga Nona muda nya.
" APA !!! DASAR TIDAK BERGUNA " Seru Varo yang langsung refleks terpancing emosi. tentu ia mendengar semuanya karena panggilan Vino yang memang di Lospeaker.
" APA KERJA KALIAN ,HAH" Varo sudah gemetar menahan Emosi dan Kekhawatiran terhadap Jihan.
" Varo tenang lah, Sebaiknya kita kerumah sakit lebih dulu, Jihan membutuhkan kita sekarang " Varrel mencoba menenangkan Varo. bukan Varrel tidak marah tapi ia lebih mengontrol karena ininbukan saat nya untuk dia ikut emosi.
" Bang, Jihan ... Dia ? apa yang harus aku katakan pada Daddy dan bunda bang" mata Varo berkaca-kaca memikirkan kondisi adik kesayangannya itu.
" Tenangkan dirimu, Jihan akan baik-baik saja, Ayo kita ke rumah sakit " Ajak Varrel
" Sebaiknya kalian segera ke markas dan renungkan kesalahan kalian , Bawa dalang di balik penyerangan itu hidup-hidup" tegas Vino dan ia langsung mematikan ponselnya begitu saja.
Varrel , Varo dan Vino pun segera Kerumah sakit dimana Jihan di bawa tadi.
Vino membawa mobil dengan kecepatan tinggi, hingga tak bituh waktu lama untuk mereka sampai di rumah sakit.
Disana Tampak Rara sedang menunggu di depan ruang IGD, Nathan juga mendapat perawatan begitu juga dengan Jodi yang syok.
Awalnya Nathan tidak mau dan ingin menunggu Jihan, tapi Rara memaksanya karena wajah Nathan sudah begitu pucat.
Gabriel juga tampak baru datang bebarengan dengan Varo dan lainnya.
" Rara !! bagaimana keadaan Jihan ?" tanya Varo begitu sampai dihadapan rara.
" Bang " Rara melihat ke arah Varo dan sedikit terkejut.
" Itu, Dokter masih menanganinya di dalam" Ucap Rara sambil tertunduk .ia bahkan tak berani menatap Varo saat ini.
Varo terdiam dan tak bertanya apapun lagi, ia juga tau bukan saat nya untuk dia bertanya sekarang. Saat ini keselamatan Jihan lah yang paling penting untuk nya.
Tampak kekhawatiran di wajah mereka semua, karena sudah setengah jam namun dokter tak juga keluar dari ruangan itu.
Varo duduk menunduk sambil memejamkan matanya, Dia menyesali karena terlalu sibuk dan tidak menjawab telepon dari Jihan dan lainnya. Menyalakan orang lain saat ini bukanlah hal yang tepat, andai Dia tidak lalai dan menjawab panggilan Gabriel atau Jihan serta Rara, mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Gabriel Juga sama hal nya , dia sangaterasa bersalah karena mengizinkan anak² nya untuk pergi, bagaimanapun dia yang telah berjanji pada Derren dan Jen untuk menjaga anak-anak.
" Maafkan Papa Bang "
" Tidak pa, ini kesalahan ku yang telah lalai menjaga adik ku " jawab Varo dengan Cepat.
" Tapi ...."
" Tidak pa.. jangan membuat ku merasa tambah bersalah karena menyalahkan orang lain, Ini kesalahan ku karena aku yang seharusnya bertanggung jawab menjaga Jihan." Balas Varo membuat Gabriel tidak bisa berkata apapun lagi ,Dia hanya bisa berdoa saat ini agar Jihan baik baik saja.
Karena Varo belum mau mendengar penjelasan apapun, kini mereka hanya bisa menunggu ...
.
.
.
.
.
Bersambung
Hello everyone ... Im come back
Sesuai janji Ku kemaren, aku bakal up setiap hari mulai sekarang, Jika ada hari aku gak bisa up aku akan Kasih info untuk kalian semua.
Terima Kasih Yang Udah mau nunggu Cerita Ini...
Happy Reading gays N See you
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......