Bercerita tentang Diaz seorang arsitek fresh graduate yang baru saja tiba di Jakarta dan bertemu pelukis ternama yang cantik dan dingin (Rosmalia).
Sampai suatu insiden terjadi, Rosmalia kehilangan tangan kanan nya dan itu membuat nya frustasi lalu berhenti untuk melukis.
"Hujan tak sengaja mempertemukan kita untuk suatu alasan. Salah satu nya mungkin aku bisa menjadi tangan kanan mu!"
-Diaz-
Mampukah Diaz membuat Rosmalia kembali merangkai mimpi-mimpi nya, dan membuat nya melukis lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gafiqih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh dua
Dalam perjalanan pulang, Diaz dan Rosmalia banyak bercerita, seakan tak mau berpisah Diaz terus memandang wajah Rosmalia yang cantik.
"Diaz, terimakasih banyak untuk hari ini dan juga untuk pesta kejutan untuk Lily," Ucap Rosmalia.
"Iya sama-sama, kalau kamu ulang tahun nya tanggal 20 Febuari kan?" Tanya Diaz.
"Loh, dari mana kamu tahu?" Jawab Rosmalia kaget.
"Kan aku udah bilang, kalau aku tau segala nya tentang mu," Sahut Diaz sambil tertawa.
"Pasti kamu nanya sama Lily ya?" Rosmalia bertanya.
Kringgg... Kringgg... Kringgg...
Handphone Diaz berbunyi.
Diaz melihat handphone nya dan ternyata itu Ghea yang menelfon.
"Halo, kenapa Ghe?"
"Ini lagi di jalan mau pulang, kenapa?"
"Hah? Serius?"
"Yaudah, yaudah... Share loc sekarang juga Ghe."
"Oke, cepat ya!"
Diaz pun mematikan telfon nya.
"Siapa?" Tanya Rosmalia sinis, "pacar mu ya?"
Diaz menggeleng kan kepala nya sambil menunggu pesan dari Ghea.
"Itu siapa, jawab Diaz!" Seru Rosmalia.
Ghea pun sudah mengirim kan lokasi nya, Diaz pun langsung membuka nya.
"Tadi tuh teman aku, dia bilang teman aku ada yanv masuk rumah sakit," Jawab Diaz.
Diaz tidak tahu rumah sakit nya dan menunjukan handphone nya ke Rosmalia sambil bertanya, "Kamu tahu rumah sakit ini gak?"
Rosmalia melihat ke handphone Diaz, dan tak lama dia menjawab, "Aku tahu rumah sakit itu."
"Antar aku sampai sana aja ya, please!" Ucap Diaz sambil memohon kepada Rosmalia.
"Oke, tapi aku juga ikut turun dan menjenguk teman mu," Ucap Rosmalia.
"Kamu kenapa?" Tanya Diaz bingung.
"Aku mau tahu aja, seperti apa teman-teman mu," Jawab Rosmalia.
"Hmmm i see, kamu udah mulai cemburu ya?" Ledek Diaz.
"Ihh, pede banget!" Sahut Rosmalia, "aku cuma mau menyapa teman-teman mu aja."
"Gak mungkin, pasti kamu ada maksud lain!" Ledek Diaz sambil tertawa.
Rosmalia pun memukul bahu Diaz sambil berkata, "Gak usah ke pede an ya!"
Mereka akhir nya tiba di rumah sakit Darma Bhakti, dan langsung menuju ke IGD.
Langkah cepat Diaz tak mampu di imbangi Rosmalia.
"Yaz, pelan-pelan jalan nya!" Ujar Rosmalia.
Diaz berhenti dan menarik tangan Rosmalia, kemudian berjalan lagi dengan langkah yang cepat.
Saat tiba di IGD, Diaz melihat ke sekeliling dan Ghea pun melambai kan tangan nya.
Diaz pun langsung menghampiri nya dan bertanya, "Sara kenapa?"
"Gak tahu, pas lagi ngopi tiba-tiba dia pingsan," Jawab Ghea yang sedang menggenggam tangan Sara.
"Jihan mana?" Tanya Diaz sambil melihat ke sekeliling.
"Jihan lagi ngurus administrasi, untung aja Sara punya asuransi kesehatan," Jawab Ghea.
"Syukur lah," Ucap Diaz sambil menghembus kan nafas nya, "terua dia belum siuman dari tadi?"
"Tadi pas sampe sini dia udah sadar, terus pas abis di suntik sama dokter dia pingsan lagi," Ucap Ghea.
"Itu bukan pingsan, tapi tertidur karena efek samping dari obat nya," Sahut Rosmalia.
"Ohhh gitu yaa... Wait, lo siapa?" Tanya Ghea.
"Dia Rosmalia," Sahut Diaz.
"Pacar lo Yaz?" Tanya Ghea.
"Calon pacar gue," Jawab Diaz sambil berbisik.
Ghea tertawa dan berkata, "Gak mungkin cewe secantik itu mau sama lo!"
Rosmalia pun menjulur kan tangan nya sambil berkata, "Hai, aku Rosmalia."
Ghea pun langsung menyambut tangan Rosmalia.
"Aku Ghea, teman nya Diaz." Ucap Ghea.
Mereka selesai bersalaman dan tak lama kemudian Jihan datang.
"Gimana han, aman?" Tanya Ghea.
"Aman ghe, asuransi nya cardless jadi gak begitu ribet," Jawab Jihan.
"Syukur deh kalo gitu," Sahut Ghea yang lega mendengar nya.
"Lo baru dateng apa dari tadi Yaz?" Tanya Jihan.
"Baru dateng kok gue," Jawab Diaz.
"Han kenalin, ini Rosmalia gebetan nya Diaz," Ucap Ghea memperkenal kan Rosmalia.
Rosmalia lagi-lagi menjulur kan tangan dan di sambut hangat oleh Jihan, dengan senyuman Jihan pun berkata "Hai, gue Jihan."
"Aku Rosmalia," Balas Rosmalia dengan sedikit senyuman.
"Kamu bener gebetan nya Diaz?" Tanya Jihan.
Rosmalia tak menjawab hanya tersenyum saja, sambil sesekali menatap ke Diaz.
"Diaz beruntung kalau sampai bisa jadian sama kamu," Ucap Ghea, "tapi sebalik nya, kamu apes jika sampai jadian sama Diaz."
Jihan pun tertawa mendengar perkataan Ghea, Diaz yang tak terima dengan perkataan Ghea pun langsung membalas, "Ya ampun jahat nya."
Rosmalia ikut tertawa dan berkata, "Kalian seru juga ya."
"Seru dong, apa lagin kalau di tambah orang ini," Jawab Ghea sambil menunjuk ke arah Sara.
"By the way, kalian udah kabarin kak Lusi?" Tanya Diaz.
"Belum, kita gak berani." Jawab Jihan.
"Lo aja yang telfon kak Lusi," Sahut Ghea.
Diaz pun mengeluarkan handphone nya dan menelfon kak Lusi, tanpa menunggu lama kak Lusi pun langsung mengankat telfon nya.
"Halo, malam kak Lusi"
"Enggg... Ini kak, Sara"
"Sara, masuk rumah sakit"
"Gak tahu kak, kata Ghea pas mereka lagi ngopi tiba-tiba Sara pingsan"
"Hmmm... Iya kak"
"Di rumah sakit..."
"Ghe ini nama rumah sakit nya apa?" Tanya Diaz ke Ghea.
"Rumah sakit Darma Bhakti," Jawab Rosmalia.
Diaz pun melanjutkan telfon nya.
"Halo, rumah sakit Darma Bhakti kak"
"Iya, ada Ghea dan Jihan juga"
"Kita tunggu ya kak"
"Bye"
Diaz menutup telfon nya sambil mengelus dada nya, Jihan dan Ghea pun tertawa melihat tingkah laku Diaz.
"Gimana Yaz, marah-marah gak kak Lusi?" Tanya Jihan.
"Gak marah-marah sih, cuma deg-deg an banget gue!" Jawab Diaz.
Rosmalia mendekat kan wajah nya ke kuping Diaz dan berbisik, "Teman kamu cewek semua?"
Diaz pun menganggukan kepala nya dan Rosmalia pun mencubit pinggang Diaz.
"Ihh geli dong, kamu apa-apaan sih," Ucap Diaz.
Rosmalia pun melepas kan cubitan nya dan menoleh kan wajah nya memblakangi Diaz, Diaz pun menarik lengan Rosmalia tapi Rosmalia menolak nya.
Jihan dan Ghea tersenyum melihat Diaz dan Rosmalia.
"Sempat-sempat nya loh, ngambek di rumah sakit," Ujar Diaz.
Rosmalia tak menjawab dan tak memperdulikan perkataan Diaz, wajah nya masih tak mau menatap ke arah Diaz.
"Diaz memang teman nya cewek semua, tapi dia gak punya teman lagi di Jakarta selain kami," Ucap Ghea membela Diaz.
"Itu benar, Diaz memang tak punya teman lagi selain kami, dan kita ini satu team di kantor." Sahut Jihan.
Rosmalia pun menoleh ke arah Diaz dan menatap nya dengan sinis.
"See? Kamu udah denger kan dari mereka?" Ucap Diaz.
Rosmalia mengangguk kan kepala nya dan kemudian menunduk.
"Kamu pulang atau menginap di sini?" Tanya Rosmalia yang masih menundukan kepala nya.
"Kalian berdua nginep di sini kan?" Tanya Diaz pada Ghea dan Jihan.
Mereka berdua menganggukan kepala nya.
"Lo kalau mau balik, balik aja Yaz!" Ucap Ghea.
Diaz menatap Rosmalia dan berkata, "Aku pulang aja, udah ada mereka yang menginap di sini."
Mereka pun lanjut mengobrol dan meledek Diaz, Rosmalia pun tak bisa menahan tawa nya dan mendadak mereka semua jadi akrab.
Diaz merasa senang karena ternyata di balik sisi dingin nya, ternyata Rosmalia mudah bergaul.
Tidak lama kemudian kak Lusi pun datang dan menghampiri mereka dan berkata, "Terimakasih banyak ya, udah mau menemani adik ku."
"Iya kak sama-sama, bagaimana pun juga Sara itu teman kami," Sahut Ghea.
"Aku mengucap kan terimakasih sekali lagi," Ucap kak Lusi.
Mereka semua menganggukan kepala.
"Kamu, bukan nya pelukis yang ada di pameran itu?" Tanya kak Lusi pada Rosmalia.
Rosmalia tersenyum dan berkata, "Iya benar sekali."
"Pantas aja wajah gak asing, ternyata kamu pelukis di pameran itu," Sahut Ghea.
"Kamu kenal sama adik ku?" Tanya kak Lia.
Rosmalia pun mengangguk kan kepala nya berkata, "Aku ini kan tetangga nya, memang kita gak akrab tapi kita saling kenal."
"Hah tetangga?" Tanya kak Lusi bingung.
"Iya... Rumah ku kan di sebrang rumah mu kak" Jawab Rosmalia.
"Hah, yang rumah bali itu?" Tanya kak Lusi tak percaya.
Rosmalia menganggukan kepala nya dan tersenyum.
Kak Lusi pun terlihat bingung dan hampir tak percaya, kalau tetangga nya adalah pelukis idola nya.
"Kamu tahu gak, aku itu penggemar lukisan mu, dan sekarang aku tak menyangka kalau kita itu adalah tetangga," Ujar Kak Lusi
Rosmalia tersenyum dan berkata, "Aku juga terkejut saat kalian datang ke pameran ku dan membeli karya ku."
***
"Oia... Kalian kalau mau pulang, pulang aja ya, besok kan kalian masih harus kerja." Ujar kak Lusi.
"Iya kak, kita titip Sara ya kak," Sahut Jihan.
Kak Lusi pun menganggukan kepala dan air mata nya mulai menetes.
Mereka semua berpamitan pada kak Lusi, dan segera meninggal kan tempat itu. Sesampai nya di luar Diaz pun bertanya, "Kalian berdua mau bareng gak?"
"Boleh tuh, dari pada kita naik taxi online," Jawab Jihan.
"Memang kalian tinggal di mana?" Tanya Rosmalia.
"Kita tinggal di apartemen yang sama dengan Diaz," Jawab Ghea.
"Satu room" Tanya Rosmalia dengan nada tinggi.
"Ya enggak lah, beda dong tapi letak nya memang sebelahan, maklum lah fasilitas kantor," Sahut Jihan.
"Aku kira kalian satu room," Ucap Rosmalia lega.
"Yaudah yuk bareng aja," Ajak Rosmalia.
•••
Dah aku like semua, sama fav dan rete ya..
Salam dari “Eradicate”
Violetta mampir
semangat thor^^
Salam kenal dari "Wanita Di Hidupku" 😍😍😘😘😘😘