Pahitnya kehidupan selalu dialami Kate apalagi saat dia dijebak oleh kakak tirinya sewaktu menjalankan misi di Las Vegas, Kate hanyalah anak haram dan dia adalah pencuri profesional.
"Aku akan menghancurkan hidupmu dan membuatmu menderita untuk seumur hidupmu, Kate."
Karena sebuah tragedi membuat kakak tirinya membenci Kate dan menyalahkannya telah membunuh tunangannya, hal itu membuat Casey sangat membencinya.
Malam yang kelam menghancurkan segalanya, harga diri dan bahkan merubah semuanya.
Dia memutuskan untuk pergi karena ayahnya benci padanya, saat dia pergi dia dibantu oleh sahabat baiknya dan demi membalas budi Kate rela mencuri di rumah Albert Smith, dia bahkan rela menyamar untuk mendekati Albert.
Hidupnya dan anaknya mulai terancam saat Casey mengetahui keberadaannya dan mengancam akan melenyapkan anaknya!
Mampukah Kate menyelamatkan anaknya dari Casey? Bisakah dia mencuri dari Albert Smith untuk membalas budi, sedangkan rencana demi rencana jahat Casey terus mengancamnya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kata keramat
Pagi-pagi sekali Kate sudah bersiap-siap didalam kamarnya, ini hari pertamanya bekerja diperusahaan Smith dan terus terang saja dia belum tahu apa pekerjaannya dan apa posisinya nanti.
Tapi dia tidak boleh terlambat dihari pertamanya, dia harus tiba tepat waktu jika tidak ingin dimarahi oleh atasan barunya.
Dia sedang membayangkan wajah Albert Smith, seperti apa rupanya? Sungguh dia sangat penasaran karena malam itu dia tidak bisa melihat rupa Albert Smith.
Setelah merapikan rambutnya,Kate naik keatas ranjang untuk menciumi pipi kedua putranya dan setelah itu dia keluar dari kamarnya, ini masih terlalu pagi untuk membangunkan mereka jadi dia berjalan menuju dapur karena dia harus sarapan sebelum berangkat bekerja.
Kate berjalan kearah kulkas dan membukanya, dia juga mengeluarkan sekotak susu dari sana setelah itu dia berjalan menuju meja makan.
Sambil menikmati sekotak susu dan sepotong roti Kate tampak temenung sampai aunty Debora mengagetkannya.
"Kate, lagi-lagi kau bangun sepagi ini dan susah tampak rapi, kau mau pergi kemana?"
"Oh aunty, kau mengagetkan aku saja, aku mau pergi bekerja aunty."
"Kok pagi sekali tidak seperti biasanya?"
"Aku sudah pindah kerja aunty, aku tidak berkerja direstoran lagi."
"Oh itu sangat bagus Kate, aku turut senang mendengarnya. Aku kagum padamu Kate, kau selalu berjuang untuk Matthew dan Michael tanpa memikirkan dirimu, kau benar-benar ibu yang luar biasa."
Kate hanya tersenyum dan memakan rotinya sampai habis,dia juga menghabiskan susunya tanpa sisa, kebahagiaan terbesarnya adalah kedua putranya jadi dia akan berjuang untuk membahagiakan mereka.
Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Kate bangkit berdiri dan berjalan masuk kedalam kamarnya dan naik keatas ranjang untuk membangunkan kedua putranya.
"Matthew, Michael bangun sayang, mommy sudah mau pergi bekerja."
Kate menciumi wajah kedua putranya dengan lembut.
"Mom, kenapa mommy sudah mau pergi?" Michael yang bangun terlebih dahulu memeluki ibunya.
"Kan sudah mommy bilang, mommy dapat pekerjaan baru jadi mulai sekarang mommy harus berangkat pagi-pagi. Jadi kalian harus segera bangun untuk mandi dan ingat, jangan nakal disekolah ya."
"Of course mom."
Kate menciumi pipi kedua putranya setelah itu dia pergi untuk bekerja.
Dia menaiki sebuah bus untuk tiba diperusahaan Smith, dimana dia akan memulai bekerja ditempat itu dan dia berharap dia tidak melakukan kesalahan saat bekerja nantinnya.
Saat telah tiba dia sedikit bingung,apa yang harus dia lakukan? Apa pekerjaannya? Tapi pada saat itu seorang wanita cantik menghampirinya dan berkata:
"Nona Kate?"
"Iya."
"Ayo ikut denganku, aku akan mengantarmu kedalam ruanganmu."
"Baiklah, tapi apa aku boleh tahu apa pekerjaanku disini?
Wanita itu menatap Kate dengan lekat,apa Kate tidak tahu? Tapi jujur dia juga tidak tahu apa pekerjaan karyawan baru itu disana.
"Tunggulah sampai bos datang, kau akan mengetahui apa pekerjaanmu nanti."
Kate hanya mengangguk sedangkan dia merasakan sebuah firasat buruk, dia mengikuti wanita cantik itu masuk kedalam lift dan saat lift yang mereka tumpangi berhenti, mereka berjalan menuju kesebuah ruangan.
"Ini ruangan untukmu nona Kate."
"Baiklah dan terima kasih."
Setelah wanita itu meninggalkannya Kate masuk kedalam ruangan itu dan melihat-lihatnya, diatas meja terdapat seperangkat komputer yang akan dia gunakan nanti saat bekerja. Kate berjalan kearah meja dan meletakkan tasnya disana, dia juga menarik sebuah kursi dan duduk disana.
Baiklah, ini memang lebih baik dari pada bekerja direstoran, kenapa tidak dari dulu saja dia bekerja seperti ini?
Jika bukan karena ingin memenuhi permintaan kedua putranya mungkin dia masih bertahan bekerja direstoran dan ini juga karena permintaan Peter.
Sejak hari itu Peter belum menghubunginya lagi dan dia juga belum menghubungi Peter, dia belum mau memberi tahu kepada Peter jika dia sudah mulai bekerja diperusahaan itu.
Dia harap Peter tidak mencarinya lagi dan memintanya mencuri ketiga kalung yang diinginkannya karena dia sangat ingin bekerja disana dengan serius.
Saat itu pintu ruangannya terbuka, Charlos muncul dari balik pintu dan memanggilnya.
"Nona Kate, ada dicari oleh bos."
"Oh baiklah."
Kate bangkit berdiri, mengikuti langkah Charlos. Jantungnya berdetak tidak karuan karena dia harus berhadapan dengan Albert Smith.
Dia berharap penyamarnya tidak terbongkar dan dia berharap Albert tidak menyadari jika dialah pencuri yang masuk kerumahnya dan mengambil celananya.
Dia bagaikan sedang menghadapi sebuah sidang, jujur dia sangat takut ketahuan bahkan dia mulai gugup.
Charlos membuka sebuah pintu ruangan sedangkan Kate berdiri dibelakang Charlos.
"Nona Kate, masuklah, bos ingin berbicara denganmu."
Kate mengangguk dan menelan ludahnya, sebelum masuk kedalam dia berkata dalam hati:
"Oh God, please help me."
Dia segera masuk kedalam ruangan itu,saat Charlos menutup pintu dibelakangnya, suasana didalam sana terasa mencekam, bagi Kate.
Seorang pria tampak sedang duduk membelakanginya dan tampak sedang sibuk melihat sebuah dokumen yang berada ditangannya.
Kate kembali menelan ludahnya dan memberanikan diri berjalan mendekati meja, walaupun dia sangat gugup tapi dia berusaha bersikap normal.
"Selamat pagi tuan Smith, apa anda memanggil saya?"
Albert menyunggingkan bibirnya dan segera memutar kursinya, dia tersenyum pada Kate sedangkan wajah Kate langsung tampak pucat.
Kate sangat kaget melihat Albert Smith,pria yang sangat mirip dengan kedua putranya. Tidak mungkin bukan ternyata dia bekerja dengan pria itu, orang yang sangat tidak ingin dia temui lagi.
Albert sangat heran melihat Kate,kenapa lagi-lagi wajah Kate tampak pucat saat melihatnya? Bahkan Kate tampak ketakutan sekarang, apa dia sudah membuat kesalahan pada wanita itu?
Kate mulai melangkah mundur, ingatannya tentang kejadian lima tahun lalu kembali muncul.
Lututnya mulai lemas dan dia semakin ketakutan saat Albert bangkit berdiri dan berjalan menghampirinya.
"Hei kenapa kau selalu ketakutan saat melihatku? Apa aku telah membuat kesalahan padamu?" tanya Albert penasaran.
"Ti...tidak tuan Smith." Kate semakin memundurkan langkahnya sedangkan Albert semakin mendekatinya.
Ini seperti adegan dimana dia menangkap basah Kate yang sedang mengobrak abrik isi lemarinya dan entah kenapa dia senang melakukannya, memojokkan seekor kelinci yang ketakutan.
"Jika begitu jelaskan padaku? Kenapa kau ketakutan saat melihatku?"
"Aku...aku minta maaf.
"Maaf? Aku tidak butuh kata maaf tapi yang ingin aku dengar adalah penjelasan darimu, bukan permintaan maafmu."
"Tu...tuan Smith!"
Mata Kate membulat saat dia sudah terpojok ditembok sedangkan Albert sudah berdiri dihadapannya.
"Jelaskan padaku, apa aku begitu menakutkan?"
Kate langsung menggeleng dengan cepat, dia juga tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu saat melihat wajah Albert, apa karena pria itu sangat mirip dengan kedua putranya? Apa karena pria itulah yang telah menodainya? Atau jangan-jangan dia trauma karena kejadian lima tahun lalu.
"Jelaskan padaku kenapa kau begitu takut saat melihatku." Albert mengangkat dagu Kate dengan ujung jarinya dan dia bisa merasakan jika Kate benar-benar takut padanya, itu terbukti dari tubuh Kate yang bergetar ketakutan sedangkan keringat mulai membanjiri dahinya padahal ruangan itu tidak panas.
"Ja...jangan sentuh aku!"
Kate menepis tangan Albert dan segera melarikan diri, dia membuka pintu dengan cepat dan berlari keluar bahkan hampir menabrak Charlos yang berada diluar.
Albert berdiri ditempatnya dan wow, baru kali ini ada wanita yang berani melakukan hal ini padanya.
"Hng, sepertinya aku harus mengucapkan kata keramat ini 'MENARIK'." gumamnya.
emang org kyak casey jgm dikasih ampunn
oeeekkk 🤮🤮
duhh si.kembar nihh 😅😅🤣
sandra ini siapaa yaa lupita aku
ibunya pasti bahagia bs melihat pernikahan Kate