NovelToon NovelToon
Status Gantung Mrs.CEO

Status Gantung Mrs.CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:949.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sekar Laveina

Diusir saat malam pertama pernikahannya,Kimmy Kandrina merasa hidupnya benar benar menyedihkan

"Mas..kumohon percayalah!"

Isakan tangis Kimmy tak membuat Yusril Maulana melunak dan mempercayainya

"Percaya padamu?,jangan harap!,pergi dari sini dan jangan harap aku akan menceraikanmu!.Kau akan hidup menjadi janda bukan wanita bersuami juga bukan!.Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia!"

Setahun kemudian mereka bertemu kembali sebagai boss dan asisten.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Avatar

Okan merapikan kerah bajunya. Ia mengusap pipi yang dihajar oleh Yusril.

"Kenapa Kimmy bisa hilang?" tanya Yusril dengan pandangan tidak suka. 

"Tadi adikmu datang ke kedai untuk makan siang bersama temannya. Kimmy bertengkar dengan adikmu dan pergi."

"Apa? Di-nar bertemu Kimmy?"

"Ya, dan mereka berselisih. Aku tidak tahu Kimmy pergi kemana."

"Aku akan mencarinya. Kau pulanglah!"

"Aku juga akan mencari Kimmy, kabari aku kalau kau sudah bertemu dengannya." Okan pergi meninggalkan kantor Yusril. Ia berkeliling di sepanjang jalan yang mungkin dilewati Kimmy. Tetapi Okan tidak menemukan jejak Kimmy. Okan bingung harus mencari alasan apa pada Aini nantinya. Ia hanya bisa mengesah lesu.

***

 Kimmy pergi ke terminal dengan taksi dan melanjutkan perjalanan dengan bus. Dan ia sampai di tempat tujuan setelah menempuh perjalanan selama tiga jam. Sebuah pantai asri nan indah terpampang di depannya. Pantai yang sudah memberikan luka di hatinya setahun yang lalu. Ya, disinilah dia. Di pantai Anyer, pantai tempat ia melangsungkan pesta pernikahan setahun yang lalu. Ia duduk di bawah sebuah pohon besar yang rindang.

"Hah, aku pikir tidak akan mau lagi datang ke tempat ini. Tapi … kenapa harus pantai ini tempat aku berlari. Aku harus memberitahu Mama. Eh, tidak, tidak. Aku tidak bisa memberitahu Mama, nanti Mama menyuruhku pulang. Aku ingin menenangkan diri sejenak." Kimmy bergumam pelan sambil melihat ponselnya. Ia sengaja mematikan ponselnya karena tidak ingin bicara dengan siapapun dulu. 

Ia memilih bersandar di batang pohon Albasia. Pohon itu sepertinya sudah berumur ratusan tahun. Terlihat dari batang utama pohon yang sudah tidak bisa dipeluk oleh dua orang. Batang pohon yang besar itu membuat Kimmy nyaman bersandar di sana. Dengan pandangan lurus menatap lautan luas. Menatap deburan ombak yang saling berkejaran dan berakhir menabrak karang. Terlihat beberapa orang yang sedang memancing di atas karang. Entah apakah mereka memancing untuk mendapatkan ikan atau hanya sekedar iseng melepas lelah.

"Kalau ke pantai tidak bermain air tidak seru, loh." Tiba-tiba seorang pemuda berusia tujuh belas tahun menghampiri dan mengajak Kimmy bicara. Kimmy tidak mau meladeni orang yang tidak dikenalnya. Kimmy pun memilih bangkit dan beranjak pergi. Namun diluar dugaan, pemuda itu menarik tangan Kimmy dan mengajaknya mendekati pantai. Kimmy memberontak.

"Lepaskan tanganku! Atau aku akan berteriak!" Kimmy memberontak dan mengancam pemuda itu. 

"Teriak saja! Tidak akan ada yang berani berbuat sesuatu kalau pun mereka mendengar teriakanmu." Dengan percaya diri pemuda itu menantang Kimmy.

Belum sempat Kimmy berteriak meminta tolong. Kimmy keburu didorong dan terjatuh di air laut tepi pantai. Bajunya basah dan ia pun segera bangkit lalu memeriksa ponselnya. Untung saja ponselnya tidak terkena air. Kimmy langsung berjalan mendekati pemuda itu, tetapi pemuda itu langsung mengambil langkah seribu. Kimmy yang kesal memutuskan mengejarnya. 

"Hei, tunggu! Bocah kurang ajar!" Kimmy mengejar sambil meneriaki pemuda tersebut. Semakin Kimmy mempercepat larinya, pemuda itu pun semakin kencang lagi. Kimmy kelelahan mengejar pemuda itu sampai akhirnya ia kembali duduk di bawah pohon Albasia. Sedari tadi pemuda itu tidak berlari jauh, hanya berputar-putar di sekitar pohon Albasia dan pantai. Kimmy mengatur napasnya yang sudah terengah-engah.

"Sudah lebih baik?" tanya pemuda itu. Ia berdiri di depan Kimmy.

"Lampiaskan kekesalanmu padaku, dan tersenyumlah setelah itu."

Kimmy menatap wajah pemuda itu dengan aneh. Tentu saja aneh di mata Kimmy. Mereka tidak saling kenal, kenapa juga pemuda itu mengatakan kata-kata seperti itu. Seperti seorang kekasih yang membujuk ketika pasangannya merajuk. Kimmy mengusap peluh yang membasahi wajahnya dengan telapak tangan karena tisu yang selalu disimpan dalam tasnya itu telah habis. Dan, lagi … pemuda itu seolah tahu apa yang Kimmy butuhkan. Pemuda itu menyodorkan tisu pada Kimmy. Kimmy tidak segera mengambilnya.

"Ambil! Kalau tidak, keringatmu bisa masuk ke dalam mata dan itu sangat berbahaya."

Kimmy meraih tisu itu dan segera mengelap wajahnya. Pemuda itu duduk bersila di depan Kimmy.

"Aku tidak mengenalmu, kenapa kau menggangguku?" 

"Simple, aku hanya ingin membuatmu marah dengan mengganggumu. Setelah kau merasa kesal dan marah padaku, apalagi kau sampai mengejar-ngejar aku tadi. Bukankah perasaanmu menjadi lebih baik?"

Kimmy terdiam. Ia akui memang perasaannya sedikit membaik. Kimmy yang awalnya duduk melamun dengan sedih, kini merasa kesedihannya telah hilang dan berganti rasa kesal karena dijahili pemuda tidak dikenal.

"Terima kasih. Siapa kau sebenarnya?"

"Avatar. Panggilanku disini, Avatar. Kau tidak perlu tahu namaku, panggil saja aku Avatar."

"Kau suka pada anime avatar?"

"Tidak juga." Pemuda itu menatap sekeliling dan melihat seorang wanita yang sedang melamun di atas batu karang. "Aku punya tugas yang lain. Ini nama toko yang aku sarankan jika kau ingin membeli baju untuk ganti, dan ini nama penginapan yang masih kosong. Karena kau sudah merasa lebih baik. Duduklah dan nikmati surya tenggelam yang sebentar lagi tiba." Pemuda itu kemudian berlari.

 Kimmy tersenyum menatap kepergian Avatar. Pemuda itu rupanya menghampiri wanita yang sedang melamun dan menjahilinya. Kimmy tidak mengerti apa yang ada di pikiran Avatar. Seorang pria paruh baya menghampiri menghampiri Kimmy yang tidak berpaling menatap Avatar sambil tersenyum geli. 

"Maaf, jika putraku itu sudah mengganggumu. Dia divonis kanker otak stadium empat. Setiap hari dia berkeliling di pantai, mengganggu orang yang sedang melamun sendirian. Dia bilang, dia hanya ingin menciptakan tawa dan kebahagiaan bagi orang lain sebelum ia meninggal. Aku sudah melarangnya mengganggu orang, tapi dia selalu berlari dan tertawa."

Terenyuh hati Kimmy mendengar penuturan ayah Avatar. Kimmy salut dan takjub melihat Avatar yang tetap tersenyum, meskipun hidupnya sangat berat dengan menanggung penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya. Tidak hanya ia tetap tertawa dan bahagia, ia juga menciptakan kebahagiaan bagi orang lain. Kimmy belajar dari sifat Avatar yang menghadapi semuanya dengan senyuman. Melihat masalah Avatar yang lebih berat darinya tapi tetap tersenyum, Kimmy pun jadi semangat kembali menghadapi masalahnya.

"Tidak apa-apa, Pak. Saya justru jadi terhibur dengan keisengan Avatar." Kimmy tersenyum tulus. Pria paruh baya itu pergi meninggalkan Kimmy setelah Kimmy menjawab ucapan permintaan maafnya. Kimmy menatap senja yang mulai tiba. Matahari perlahan mulai berubah warna menjadi oranye, memantulkan cahaya indah diatas permukaan air laut. Perlahan-lahan semakin turun dan akhirnya hilang dan kembali ke peraduannya. Kimmy bangkit dan melangkah pergi meninggalkan pantai.

------------------------------------

Tinggalkan jejak kalian ya reader.

Terima kasih buat yg sudah like n vote 

Mampir jg disini yuk!

-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 

-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)

-Cinta Ada Karena Terbiasa 

-Status Gantung Miss CEO 

-Kupilih Hatimu 

-Putri Yang Tergadai 

-Aunty Opposite Door I Love You 

 I Love you, readers ♥️♥️♥️

1
Mariana Hasibuan Riana Hasibuan
cinta sih cinta tp mantan suami kx , udah 2 thn lo di buang begitu aja sampai gk menghargai orang tua mu. kalau benar tu si Yusril suami yg baik minta restu dong dari mantan mertua.😀🤭
Sekar Laveina: setuju 😅
total 1 replies
EVI SILVIANI
status saya kaya judul karrya kka, keren
EVI SILVIANI
bagus kreatif thur.
mampir dong di karyaku derita cinta online sicantik berhati baja
Sekar Laveina: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nur Adam
lnjjt
Sekar Laveina: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
Mimin Derlauw
bagus
Sekar Laveina: terima kasih banyak Kak 🤗😘
total 1 replies
verawati.com
author nya kemana nih
Sekar Laveina: STATUS GANTUNG Mrs. CEO 2 Kk😘😘endingnya di situ🙈🙈
total 1 replies
verawati.com
kimmy kayak anak durhaka sama orangtua demi yusril kimmy berbohong kepada mama nya..
macam perempuan murahan
Sekar Laveina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Yusneli Usman
wah bagus juga ni baru part 1 dah bikin nyesek...
Sekar Laveina: makasih banyak Kak 😘😘
total 1 replies
🌷Tuti Komalasari🌷
ceritanya menarik, ringan, dan mudah di pahami, cepat, singkat, padat dan jelas...♥️♥️♥️♥️♥️🤗🤗🤗🤗🤗🌹🌹🌹🌹🌹
Sekar Laveina: 😍😍😍😍😍😍 makasih kk
total 1 replies
🌷Tuti Komalasari🌷
aku suka ceritanya thooorrr..♥️♥️♥️♥️♥️🤗🤗🤗🤗🤗🌹🌹🌹🌹🌹
Sekar Laveina: terima kasih banyak Kak 😘😘
total 1 replies
Sekar Laveina
bab terakhir novel ini ada di Status Gantung Mrs. CEO 2🙏🙏🙏terima kasih reader termuach 😘😘😘
Sulati Cus
😂😂😂😂😂jus rasa balado tgl kasih ikan tongkol
Sekar Laveina: mantap🤣🤣
total 1 replies
Sulati Cus
iri membutakan mata hati
Sekar Laveina: bener kak. penyakit hati paling berbahaya itu iri
total 1 replies
Mama_Ema
manusia tak tau diri..
Femmy
kira menikah benaran sama si okan
liana aksa
wah mantap
x-ter
ngakak so hard...
disemak semak lho menguntit...
serem amat rumah yusril tor....
Sekar Laveina: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
zila
kayak nya bagus
Rina Alvera
menarik utk di lanjutkan
Olfiana Ratundellang
sedihh bangt,,,,sma crita avatar🥺🥺🥺🥺mwek jdinya😥😥😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!