seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22
" Kamu apa-apaan sih Mita, asal nunjuk orang ajah " kata Nazwa kesal dengan Mita.
Sedangkan Mita yang melihat wajah Fiah yang nampak gugup, tersenyum penuh kemenangan dan memandang remeh ke arah Fiah.
Fiah yang saat itu terlihat sangat gugup mengabaikan perkataan teman-temannya, bahkan ucapan Gus Fauzan pun tidak di tanggapinya.
" Udah, suara lo kan nggak jelek-jelek amat maju sana, tumben Fiah yang cantiknya melegenda itu gugup kek gini " kata Airin berbisik ke arah Fiah.
" Ini saatnya lo tujukin ke nenek lampir itu tuh, kalau lo serba bisa Fi, lihat noh orang-orang udah pada nungguin lo nyanyi" bisik Della ke arah Fiah untuk membangkitkan semangat sahabatnya yang terlihat gugup.
Fiah yang mendengar perkataan kedua sahabatnya, menghembuskan nafasnya langsung berdiri dan berjalan ke arah panggung live musik yang ada di restoran tersebut.
" Aduhhh gue harus nyanyiin apa nih, masa iya gue nyanyi lagu berondong tua apa kata Ustadz Fauzan nanti, bisa-bisa dia ilfeel sama gue sia-sia dong usaha gue deketin dia " kata Fiah dalam hati sambil memandang ke arah Gus Fauzan berharap mendapat inspirasi.
Gus Fauzan melihat Fiah yang tengah memandangi dirinya, hanya tersenyum ke arah Fiah dengan senyuman yang jarang sekali di perlihatkan kepada orang-orang.
" Omg dia senyum ke arah gue, ganteng banget sih Ustadz " kata Fiah dalam hati membalas senyuman Gus Fauzan.
" Woiiii bisa nyanyi nggak sih " teriak salah satu pengunjung restoran yang melihat Fiah hanya berdiri diam di sana.
" Salsabila kalau kamu nggak bisa kenapa naik sih, dasar gadis nakal " kata Gus Fauzan dalam hati.
" Rasain lo Fiah " kata Mita dalam hati tersenyum licik.
Sementara Airin dan Della yang sudah sangat geram dengan Fiah langsung berjalan menuju panggung menghampiri sahabatnya.
" Assalamu'alaikum, mohon maaf sebelumnya karena ini dadakan dan tidak ada persiapan sama sekali, jadi kami minta waktu sebentar untuk berdiskusi mengenai lagu yang akan kami bawakan " kata Airin yang merebut mikrofon dari tangan Fiah.
" Diam-diam bae loh, mikirin apaan sih ? " tanya Airin geram berbisik ke arah Fiah.
" Aduhh Rin, Dell gue bingung harus nyanyiin apa, masa iya gue nyanyiin lagu berondong tua sih, bisa-bisa Ustadz Fauzan ilfeel sama gue " kata Fiah yang juga berbisik kepada kedua sahabatnya.
" Aduhh Fi masalah itu toh, kenapa nggak lagunya Syahla aja yang biasa kita dengar di cafe waktu masih di Makassar " kata Airin santai.
" Tumben otak lo encer Dell " kata Fiah mengacungkan jempolnya ke arah Della.
" Udah-udah sekarang lo mulai deh, orang-orang udah pada nunggu no " kata Airin sambil berjalan mengambil gitar, sedangkan della berjalan ke arah keyboard.
" Berhubung kami sudah berdiskusi, saya akan menyanyikan sebuah lagu dari Syahla yang berjudul Siti Khadijah " kata Fiah.
♪ Siti Khadijah - Syahla ♪
Saat Memandangmu
Takkan pernah Jenuh
Parasmu yang Ayu nan Tangguh
Dan lembut santunmu
Penuh rasa malu
Selalu berjuang tanpa ada ragu
Sungguh...
Kuingin menjadi sepertimu
Ya Ummul Mukminin
Siti Khadijah
Akhlakmu Mulia, Dan Mempesona
Jiwamu Yang Anggun dan Bersahaja
Sungguh...
Kuiingin menjadi sepertimu
Ya Ummul Mukminin Siti Khadijah
Sungguh kuingin sepertimu
Ya Ummul Mukminin
Wahai Siti Khadijah
Wahai Siti Khadijah
Sungguh kuingin sepertimu
Ya Ummul Mukminin
Wahai Siti Khadijah
Wanita Teristimewa
Sungguh kuingin sepertimu
Ya Ummul Mukminin
Wahai Siti Khadijah
Pujaan Sang Nabi
Pujaan Sang Nabi
Siti Khadijah
Siti Khadijah
Semua orang yang mendengar suara Fiah sangat terpukau dengan kelembutan dan kemerduan suara Fiah, bukan hanya Fiah tapi mereka juga kagum dengan Airin dan Della yang sangat mahir memainkan alat musik, bahkan semua orang yang ada di restoran tersebut berdiri sambil bertepuk tangan dengan penampilan Trio Curut.
" Masya Allah, suaranya sangat menenangkan entah kejutan apalagi yang saya akan lihat nantinya dari mereka " kata Gus Fauzan dalam hati.
Trio Curut pun langsung turun dari panggung dan berjalan menuju meja mereka kembali, sementara Mita semakin di buat kesal dengan Trio Curut.
" isshh kok mereka bisa sih, gagal lagi gagal lagi " kata Mita dalam hati yang sangat kesal dengan Trio Curut terutama Fiah.
" Wahh kalian hebat banget, kapan-kapan ajarin aku ya " kata Nazwa antusias.
" Kalian keren banget tau, aku sampai nggak percaya kalian keren pokoknya " kata Hendra pada Trio Curut.
" Mita, lain kali kamu jagan asal nunjuk teman kamu seperti tadi, itu tidak sopan " kata Gus Fauzan tegas pada Mita.
" Tapi kan Gus, buktinya mereka bisa kan " kata Mita santai.
" Iya mereka bisa karena mereka berbakat, bagaimana jika orang yang kamu tunjuk kayak tadi tidak memiliki bakat seperti mereka, kamu bisa mempermalukan teman kamu sendiri, apa kamu paham Mita ? " kata Gus Fauzan sangat tegas.
" Baik Gus, saya minta maaf " kata Mita menunduk.
" Jangan minta maaf sama saya, kamu minta maafnya ke mereka " kata Gus Fauzan sambil menunjuk ke arah Trio Curut.
" Tau tuh dasar ne-lam-be-te-tu-ceh, kalau kata Della sih " kata Nazwa yang mengikuti cara bicara Della, yang sontak membuat Trio Curut dan juga Hendra tertawa, pasalnya Nazwa yang biasanya kalem tiba-tiba meniru gaya bicara Della yang agak centil, sedangkan Gus Fauzan hanya geleng-geleng kepala.
" Hahaha, aduhh Naz kreatif dikit dong, masa copas ucapan aku sih " kata Della.
" Hmm, Yaudah aku minta maaf ya Fiah, Airin , Della " kata Mita malas
" Oke kita maafin asal jangan di ulangi lagi " kata Fiah acuh dan langsung di angguki kedua sahabatnya.
Saat mereka ingin melanjutkan makan makananya kembali yang sempat tertunda, tiba-tiba datang seseorang dari samping menghampiri meja mereka.
" Assalamu'alaikum selamat sore, sebelumnya saya mengucapakan banyak terima kasih pada adik-adik yang telah menghibur pengunjung restoran ini, dan sebagai bentuk apresiasi saya, semua makanan yang kalian pesan saya gratiskan " kata pemilik restoran tersebut.
" Terima kasih pak, tapi apa ini tidak berlebihan ?" tanya Gus Fauzan.
" Saya rasa tidak pak, kalau begitu saya permisi dan semoga makanan dari restoran kami tidak mengecewakan lidah kalian " kata pemilik restoran tersebut.
" yuhuyyyy makan gratis kita " kata Della kegirangan sambil lompat-lompat tidak jelas, yang mengundang tawa teman-temannya.
" Aduhhh Dell, malu-maluin banget sih kamu " kata Airin.
Della yang mendengar perkataan Airin hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali dan duduk kembali di tempatnya.
" Nih cewek apa adanya banget, nggak jaim sama sekali " kata Hendra dalam hati sambil melihat ke arah Della.
" Semuanya sudah pada selesai makan kan, kalau sudah mari kita kembali ke pesantren lagi " kata Gus Fauzan pada muridnya.
" Baik Gus " kata Hendra yang di angguki oleh teman-temannya.
Mereka pun berjalan keluar dari restoran menuju mobil Gus Fauzan yang terparkir di halaman restoran ,dan tanpa di sengaja Fiah melihat anak kecil yang berdiri di dekat pagar restoran tersebut,dan saat Gus Fauzan dan yang lainnya hendak memasuki mobil, mereka terhenti dengan teriakan Fiah.
" Ustadz sebentar " teriak Fiah ke arah Gus Fauzan dan teman-temannya.
" Ada apa Salsabila ? " tanya Gus Fauzan heran.