Nata Putri Ananta, seorang gadis cantik yang selalu ramah kepada semua orang. Namun, memiliki ketidakpekaan terhadap situasi di sekitarnya.
Vero Putra, seorang cowok yang menyukai Nata dalam diam, tanpa berani mengungkapkan. Hingga ia berani mengungkapkannya tahap demi tahap.
Lalu gimana kelanjutannya, apakah Vero berhasil meluluhkan hati gadis yang tidak peka? atau ia gagal dalam misinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jogging
Kami jogging di taman dekat rumah. Disana sudah banyak orang yang berlarian. Kami pun ikut berlari, aku sudah menyelesaikan lariku sekitar 6 putaran. Tapi ayah dan bunda kelihatannya sangat sulit untuk berlari. Karna baru 2 putaran mereka sudah ngos ngosan dan beristirahat dibawah pohon.
"Ayah, bunda ayo!" ucapku berhenti ditempat mereka istirahat.
"Kamu aja ta, kita capek" ucap bunda.
"Yah kok nata larinya sendiri si "
"Gak papa kamu lanjut aja"
"Kalau gitu nata istirahat juga de,nata capek juga" ucapku duduk dtengah tengah bunda dan ayah.
"Yaudah minum dulu" pinta bunda.
"Iya"
"Ayah gimana udah bugar belum?" sambungku lagi.
"Kamu ngeledekin ayah"
"Gak kok, cuman mastiin aja, kan ayah yang ngajak"
"Kamu ya, pinter banget ngelesnya"
"Yaiyahlah kan anak ayah sama bunda"
Seketika tawa kami pecah dengan obrolan yang tak penting itu. Tapi itu adalah hal yang aku rindu saat saat seperti ini. Momen yang aku rindu saat mereka tak ada. Hidupku rasanya sepi tanpa kehadiran ayah dan bunda.
Kami memutuskan untuk pulang karna sudah tak sanggup lagi untuk berlari kami memutuskan untuk berjalan santai sembari menikmati suasana pagi.
****
Kami sampai dirumah dan aku melihat sebuah mobil terparkir didepan rumahku. Aku kenal sekali mobil itu.
"Ini mobil siapa?" tanya bunda.
"Gak tau tamu gak diundang kali" jawabku asal.
"Gak boleh gitu" jawab bunda.
"Iya"
"Tunggu de, ini bukannya mobil vero ya? kemarin malam ayah liat dia pake mobil ini jemput kamu"
"Hmm" jawabku.
"Tapi bukannya vero itu pacar kamu ya, kok kamu bilang dia gak penting?" tanya ayah.
"Mati aku,ayah gak boleh tau ni kalau aku kepaksa pacaran sama vero karna udah salah nuduh adiknya yang nabrak ayah" batinku.
"Nata!"
"Iya"
"Kok malah bengong si?"
"Eh ngak kok"
"Yaudah ayo masuk kasian vero nungguin kelamaan" ucap bunda.
Kami memasuki rumah dan mendapati vero sedang duduk di kursi depan rumah. Ia langsung berdiri saat kami datang. Dan langsung bersalaman dengan ayah dan bunda.
"Tante sama om dari mana? kok gak ada dirumah?"
"Om sama tante tadi pergi jogging, kan om baru keluar dari rumah sakit jadi harus sering olahraga."
"Jadi gitu om"
"Oiyah kamu disini udah berapa lama?"
"Udah dari tadi si"
"Berarti lama dong, kenapa gak nelpon nata"
"Udah tante tapi gak diangkat"
"Hp nata ketinggalan di kamar bun" jawabku apa adanya.
"Yaudah ayo masuk kita sarapan bareng" ucap bunda.
"Iya tante"
"Yaudah nata ganti baju dulu, sama mandi juga udah bau keringat" ucapku lalu pergi ke kamarku.
Aku mandi untuk kedua kalinya dan selesai mandi aku menyisir rambutku di depan kaca. Dari pantulan kaca itu terlihat sebuah boneka yang sedang duduk di kasurku. Itu adalah boneka yang diberikan vero. Aku tersenyum melihat boneka itu. Rasanya bahagia mendapat perhatiannya.
Aku keluar dari kamar dan melihat ayah dan bunda sudah memulai sarapannya begitupun dengan vero.
"Bunda kok aku gak ditungguin?"
"Habisnya kamu lama"
Aku duduk disebelah bunda. Aku mengambil roti tawar dan selai coklat. Aku lagi gak mau makan nasi jadi aku ngambil roti aja. Aku mengoleskan selai coklatnya dan megunyahnya. Sedangkan vero bukannya makan malah menatapku.
"Kenapa?" tanyaku.
"Gak papa"
"Nata kamu gak boleh ketus gitu dong" nasehat bunda.
"Iya bunda"
gitu aja, thor??
payaahhh
kl vero gk. prnh percaya
pusing aqu
double date nih....
serasa baca diary
semangat kak