Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.
Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.
Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.
Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???
Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...
Chek it out yuk...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....
Selamat membaca...happy Reading...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>
Rangga pun melangkah ke luar kamar lalu ikut bergabung dengan Felisya dan kedau putrinya yang terlihat sangat rapi.
“ Mau kemana dia?” tanya Rangga di dalam hati.
“ Ada apa yah?” tanya Rangga pada Ayahnya.
“ duduklah...” perintah Hpak Hendra dengan Arif.
Rangga pun duduk di samping ayahnya tepat di hadapan Felisya.
“ Rangga...Felisya mau pulang ke kota...apakah Feli sudah meminta izin padamu?” tanya pak Hendra pada Felisya.
“ Apa? Kamu mau pergi?” tanya Rangga demgan kasar.
Felisya hanya diam sambil memeluk kedua putrinya yang kini duduk di samping kanan dan kirinya.
“ kalau kamu mau pergi...pergilah...tapi ingat...selangkah kamu keluar dari rumah ini jatuh talak satu untukmu...” ancam Rangga pada Felisya.
“ Rangga!!!” bentak pak Hendra kesal tak menyangka putranya bisa seceroboh itu berkata pada istrinya.
“ Ayah...biarkan dia pergi aku juga sudah muak pada dirinya!!!” jawab Rangga cuek.
“ Rangga berfikirlah dengan jernih...lihatlah kedua putrimu...mereka berdua akan menjadi korban jika kamu tak bisa berfikir dengan jernih...” nasehat pak Hendra pada putranya.
“ Seharusnya ibunya yang berfikir...kenapa dia ingin pergi dari sini?”
“ kenapa dia ingin berpisah ?” ujar Rangga kesal.
“ bang...satu malam ini aku sudah berfikir...dan aku ingin pulang ke kota sejenak untuk menenangkan pikiranku...tapi kamu yang iingin menceraikanku...tak masalah bagiku bang...ingatlah aku sanggup membesarkan kedua putriku tanpa dirimu...tapi ingat!!! Jika kita bercerai aku takkan pernah mengizinkanmu berjumpa dengan kedua putriku...” ancam Felisya akhirnya berbicara karena tak tahan mendengar ocehan Rangga yang semakin tak menentu.
“ Nak Feli...tenanglah dulu...” pinta pak Hendra.
“ Setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya...tolonglah kalian berfikir jernih dan berfikir matang-matang...” nasehat pak Hendra.
“ apa yang harus di pertahankan...wanita jalang yang sudah menjual tubuhnya pada pria lain demi mendapatkan uang...aku sudah jijik melihatnya...dan aku sudah tak ingin lagi berhubungan dengan wanita murahan seperti dia...” ujar Rangga penuh dengan kebencian.
Felisya suadah tak tahan mendengar ocehan Rangga, Felisya pun berdiri dari tempatnya lalu menyalami dan mencium punggung tangan kedua mertuanya.
“ pak...buk...Feli izin pergi...dan mungkin Feli akan datang lagi untuk mengambil barang-barang kami yang tersisa.” Ujar Felisya.
“ Feli...jangan tinggalin ibuk...” pinta Fatimah yang tidak bisa apa-apa lagi.
“ Maafin Feli ya buk...walau bagaimanapun...ibuk tetap ibuk Feli...” ucap Felisya lalu dia pun mengambil barang-barangnya dan melangkah pergi meninggalkan rumah Rangga dengan deraian air mata.
Felisya tak tahan lagi meanahan air matanya yang telah menumpuk di pelupuk matanya. Beberapa orang penduduk bertanya-tanya dengan kepergian Felisya namun Felisya hanya diam, menjawab pertanyaan beberapa orang yang di kenalnya hanya dengan sebuah senyuman.
“ Kau BODOH!!” bentak pak Hendra pada putranya yang telah membiarkan istrinya pergi.
“ kau tahu darimana dia menjual dirinya? Apa kau punya bukti...? apa kau pernah melihtat dia bermesraan dengan lelaki lain di luar sana?” rentetan pertanyaan di lontarkan pak Hendra pada putranya yang telah menyia-nyiakan istri seperti Felisya.
Jika kau mencurigainya...selidiki terlebih dahulu dan jangan langsung kau menuduhnya...!!” bentak pak Hendra penuh emosi pada putranya yang sangat bodoh membiarkan istrinya pergi
Rangga terdiam dengan beberapa pertanyaan yang di lontarkan ayahnya. Dia baru menyadari kebodohannya, tidak memastikan terlebih dahulu apa yang di tuduhkannya pada istrinya. Jika semua tuduhan yang di berikannya pada istrinya bukanlah suatu kebenaran maka Rangga akan sangat menyesali perbuatannya yang telah melukai istrinya.
Rangga sangat mencintai istrinya, namun rasa egonya yang tinggi membuat dia tak menyadari apa yang dia lakukan. Emosinya yang kini sering meledak-ledak membuatnya tak bisa berfikir dengan jernih.
Kesulitan ekonomi yang menghadangnya membuat Rangga medah marah, dan tak bisa menahan emosi dalam menyelesaikan masalah. Nmaun sayang hal itu hanya tertuju pada istrinya.
******
Felisya dan kedua putrinya telah berada di atas bis, Felisya terus menangis tanpa henti membuat Aiza dan Aida juga menangis kedua putrinya pun memeluk erat ibunya dengan kuat.
Felisya menciumi pipi kedua putrinya, Rasa sedihnya semakin membuatnya tak sanggup menahan air matanya yang terus mengalir begitu deras.
“ Bun...Aiza nggak akan nakal lagi...bunda jangan nangis lagi...” lirih Aiza yang kini ikut menangis karena melihat ibunya terus menangis. Aida juga tak tahan lagi melihat ibunya menangis sehingga mereka bertiga pun menangis di dalam bis tersebut, bersyukur penumpang bis belum terlalu banyak sehingga tak ada yang mendengar tangisan mereka.
Setelah puas menangis, Felisya pun mengusap air mata di pipinya dan di pipi kedua putrinya. Lalu menyuruh Aiza dan Aida untuk tidur, pada jam dua siang mereka pun sampai di kota A, kota tempat kelahiran Felisya dan di kota ini lah Felisya tumbuh besar.
Felisya mengajak kedau putrinya turun dari bis, dan mengambil barang-barangnya. Felisya pun memesan taksi inline untuk sampai ke rumah kakaknya.
Tak berapa lama menunggu taksi online pun menghampiri mereka, Felisya meminta bantuan supir taksi untuk memasukkan beberapa barang-barangnya ke bagasi mobil. Lalu dia pun mengarahkan supir online menuju rumah kakaknya.
Perjalan 30 menit mereka pun sampai di depan rumah kakaknya. Berhubung hari minggu kakak Felisya tak pergi bekerja.
“ Assalamu’alaikum...” ucap Felisya saat hendak masuk ke dalam rumah kakaknya, Kedua orang tua masih hidup dan tinggal di rumah milik kakaknya, karena kedua orang tua Felisya yang sudah tua maka kakak Felisya lah yang mengurus semua kebutuhan kedua orang tuanya.
“ Mami....mami...kak Aiza datang...” teriak Rais putra kedau kak Raisya kakak Felisya.
Raisya sedang sibuk di dapur, berlari keluar saat mendengar teriakan putranya. Raisya kaget saat melihat adiknya telah berada di depan rumahnya, setelah tiga tahun Felisya tak pernah datang ke rumahnya.
Raisya yang merindukan adiknya langsung memeluk adiknya, walaupun dia marah namun dia tetap menyayangi adiknya itu.
“ Ibu mana kak...?” tanya Felisya pada kak Raisya.
“ Ibu di dalam...kayaknya lagi tidur... ayah lagi di kamar...yuk masuk...” ajak Raisya.
Raisya pun menghampiri Aiza dan Aida, Raiya memeluk kedua putri yang sangat di rindukannya, bagi Raisya Aiza dan Aida adalah putrinya karena dia tidak memiliki putri, dia hanya memiliki dua putra sehingga kasih sayang di berikannya pada Aiza dan Aida sama dengan kasih sayangnya pada putranya.
“ Aiza dan Aida nggak rindu sama mami?? Mami kangen sama kamu nak?” ucap Raisya tak tahan membendung air matanya. Aiza dan Aida hanya terdiam bingung, karena telah lama tak berjumpa dengan maminya.
Felisya pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar ibu dan ayahnya. Felisya tak tahan menahan rasa rindu yang telah membuncah di hatinya kepada kedua orang tuanya, Felisya duduk di pinngir ranjang yang mana ibunya sedang tertidur.
Felisya meraih tangan ibunya lalu menciumi tangan yang sudah keriput karena sudah tua. Felisya tak tahan lagi hingga akhirnya tangisnya pun pecah, dia memeluk tubuh ibunya. Ibu Felisya yang terbangun karena ulah Felisya kaget saat melihat putri yang di rindukannya kini berada di hadapannya.
Bersambung...
Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...
**Rate...
Favorite...
Like...
Koment...
Hadiah...
serta Vote...
di tunggu ya...biar semakin semangat...
Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**
Ranggaaaaaaaa...........
loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
itu ☝️☝️ resepsionis