" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ig.rii.ena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Kau harus bertanggung jawab
Di rumah ibu Lastri, walaupun semuanya merasa lelah dan butuh istirahat karena sehabis pestanya Ken dan Niken, mereka semua tetap menyambut dan menunggu kedatangan pasangan pengantin baru.
Raisa merasa letih karena hamil muda, hanya bisa bersandar di sofa, Jo memijat pelan tangan dan kaki Rai.
Yang ditunggu akhirnya datang juga, Ken membawa masuk istrinya yang sedikit takut kedalam rumah, begitu melihat Raisa, wajah Niken berubah sedikit cerah, Ken yang melirik perubahan wajah Niken, menyembunyikan senyumnya.
Basa basi penyambutan menantu baru sudah selesai, Ken membawa Niken ke kamarnya, Ken langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedari rumah mertuanya ia sudah merasa gerah dan ingin mandi.
Niken hanya mengaduk aduk isi kopernya, mencari pakaian yang tertutup rapat.
Ken keluar hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan dan membiarkan dadanya yang tegap begitu saja lalu naik ke tempat tidur.
" Huh...leganya " sembari menyatukan jari jemarinya dan membunyikannya secara bersamaan lalu melirik Niken yang masih diam mematung.
" Kau mau aku memandikan mu ? " tatapan dan ucapan usil Ken menyadarkan Niken yang terpaku melihat bentuk tubuh Ken yang sempurna.
Buru buru Niken masuk ke dalam kamar mandi, Ken terkikik geli.
Tidak lama Niken kembali lagi dan berdiri di depan Ken di samping tempat tidur.
Ken melihatnya langsung duduk.
" Ada apa ? "
" Aku tidak bisa membuka resletingnya "
" Oh, aku kira kau mau mengajakku mandi bersama " ucap Ken acuh lalu membuka resleting kebaya Niken dari depan.
" Gitu saja gak bisa, makanya jadi orang jangan kerdil, makan yang banyak biar tinggi dan tangan mu tidak pendek " omel Ken kembali merebahkan badannya di atas ranjang.
" Tahu Paman sangat cerewet, aku menggunting kebaya ini, yang beli juga bukan aku " balas Niken lalu kembali ke kamar mandi.
Ken cuma melihat Niken dengan mata yang sebelah terbuka dan sebelahnya tertutup.
Niken berlama lama di dalam kamar mandi, takut dan gugup membayangkan apa yang terjadi nanti, kelebatan bentuk tubuh Ken yang sempurna seperti di gambar atau aktor luar negeri sana, yang sering ia dan Amanda lihat di internet di sela sela waktu mereka standby di meja kasir jika pembeli sedang sepi.
Ingat Amanda dan kasir, Niken menepuk jidatnya, ia lupa meminta izin, sudah dua hari ia tidak masuk kerja, tiga hari berturut-turut tidak memberikan keterangan, ia akan dipecat secara tidak hormat.
Cepat cepat menyudahi acara mandinya, hanya menggunakan handuk yang melilit sebatas dada, Niken mengubek ubak isi tasnya.
Ken yang sedang pura pura tidur sembari menunggu Niken yang lama berada di dalam kamar mandi, menatapnya dengan mata yang membulat.
Duduk dengan menyandarkan badannya di kepala ranjang, memperhatikan kesibukan Niken yang mencari cari ponselnya.
" Kemana sih ? " katanya menggerutu, karena meraba raba di dalam tas tidak ketemu, ia mengeluarkan semua isi tas lalu menuangkannya di atas ranjang.
" Nah ini dia ? " begitu ketemu yang dicarinya, ponselnya dalam keadaan mati, Niken menghela napas lesu karena lupa membawa charger.
" Dari tadi sibuk kau mau apa ? " tegur Ken.
Niken terjengkit kaget, baru sadar kalau dia tidak sendirian dan juga tidak berada di kamarnya.
Niken sudah mau berlari ke kamar mandi, tetapi Ken keburu mencekal pergelangan tangannya.
" Mau kemana ? setelah menggodaku, kau mau melarikan diri begitu ? enak sekali, kau harus bertanggung jawab " Ken sudah menariknya ke tengah kasur.
" Siapa yang menggodamu, Paman ? " Niken tidak terima atas tuduhan Ken, memberontak melepaskan diri.
" Dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, berjalan kesana kemari, apa namanya kalau tidak menggoda " Ken mencibir.
" Aku hanya mencari ponselku, karena sudah dua hari aku tidak masuk kerja, aku kuwatir kalau aku dipecat, makanya aku terburu buru, dan tidak sadar kalau aku " Ken melepaskannya cekakan tangannya, Niken pelan pelan turun dari atas kasur.
" Tidak perlu kamu meminta izin, biarkan saja kau di pecat, ngapain kau bekerja lagi, aku akan memberikanmu uang setiap bulannya, sekarang pakailah baju mu, kalau tidak, aku akan memakanmu malam ini juga, dengan atau tanpa persetujuan mu " Ken membalikkan badannya, memunggungi Niken dan menutup tubuhnya sampai sebatas pinggang dengan selimut.
Niken cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya, ia takut Ken akan melakukan apa yang di ucapkannya tadi.
*
*
*
🌷🌷🌷🌷🌷
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat