NovelToon NovelToon
Talak Berakhir Penyesalan

Talak Berakhir Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Empat hari kemudian.

Suasana di ruangan tengah kediaman Ganendra suara teriakan marah terdengar, Melina baru saja selesai membantu Adisti di dapur.

Saat di ruang tengah gadis malang ini, harus mendapatkan murka dari Ishan.

Ishan selama tiga hari syuting di Bali, dan melihat foto saat Melina berpelukan dengan Alvaro.

Plak!

Suara tamparan menggema ke seluruh ruangan, membuat gadis yang mengenakan celana kulot berwarna merah muda, dan atasan lengan pendek santai menjadi tersungkur ke lantai.

"Dasar wanita murah! Aku sudah katakan jauhi pria itu!" teriak Ishan dengan suara menggelegar.

Melina tersungkur dengan tangan memegang pipinya, padahal dirinya dan Alvaro tak pernah bertemu kecuali di kampus.

Ishan menarik rambut Melina, gadis itu meringis kesakitan saat rambutnya di tarik oleh suaminya.

"Mas...ampun sakit," ucap lirih Melina tangannya memegang kepalanya.

Ihsan begitu posesif, padahal selama di Bali dirinya tidur dengan Livia. Bahkan melakukan hubungan menggunakan alat-alat khusus.

Pecutan, penjepit dan lainnya.

Tapi di rumah Ihsan begitu murka kepada Melina, karena sudah berani berdekatan dengan pria lain.

Padahal di kampus dirinya dan Alvaro tak ada hubungan apapun, hanya sekedar sahabat saja.

Meski Alvaro mencintai Melina, tapi gadis ini belum mau menerimanya karena fokus belajar.

PLAK!

Sekali lagi Ishan menampar wajah Melina hingga memerah dan lebam.

Suara tamparan itu keras dengan gema yang kuat di ruangan itu, Melina terhuyung hingga tubuhnya  merosot terduduk di lantai marmer yang dingin.

Tangannya memegang pipi kirinya yang terasa panas dan berdenyut nyeri.

Air mata langsung luruh membasahi pipi gadis yang berusia sembilan belas tahun itu.

"Sudah saya katakan! Kamu itu istri saya kenapa kamu dekat dengan pria lain! Apa kalo kamu hamil ama pria lain! anak itu mau di aku anak saya!" tuduh Ihsan.

Mata Melina menatap suaminya dan hanya menggelengkan kepalanya, tampak Ishan sangat emosi.

Pria yang mengenakan atasan warna biru lengan pendek dan celana training warna coklat tua itu, memegang ponsel yang menampilkan foto-foto Melina dan Alvaro di Kampus.

"Siapa pria ini!" teriak Ishan mencengkram dagu Melina.

Gadis dengan wajah sudah memerah karena bekas tamparan, dan air mata itu menatap suaminya tanpa mau berkata banyak.

Adisti yang baru saja selesai menyerahkan paket kue kepada kurir Grabfood.

Langkahnya masuk dan berlari saat Bi Nisa melaporkan mengenai Melina.

Melina yang di pukuli oleh Ihsan karena di duga selingkuh, meski Melina sudah berusaha menjelaskannya.

Adisti berteriak saat melihat Melina bersimpuh di lantai dengan pipi yang merah dan lebam.

"Astagfirullah Melina!" teriak Adisti.

Mendengar sang ibu teriak Ishan langsung melepaskan cengkraman di dagu istrinya.

Adisti kaget melihat menantunya sudah tersungkur di lantai, wanita yang berpenampilan anggun itu melihat Melina pipinya sudah memerah dan ada sedikit lebam di wajahnya.

Adisti tampil dengan atasan hitam dengan bordir mutiara dan rok biru muda, rambutnya warna hitam di cepol rapi.

"Apa yang kamu lakukan Ishan?!" teriak Adisti.

Ishan hanya menunjukkan gambar-gambar itu pada Adisti, dan melihat Melina di peluk oleh Alvaro.

"Mah itu nggak bener, aku ama Alvaro nggak ada hubungan apapun."

Melina berkata dengan isak tangis.

"Coba jelasin!" teriak Adisti.

"Kalo mama ama Mas Ishan nggak percaya bisa telepon Alvaro, dia temen aku. Aku ama dia cuman sahabat kuliah aja."

Melina meraih ponselnya dan menelepon Alvaro, singkatnya Alvaro juga menjelaskan jika hubungannya dengan Melina hanya sahabat.

Adisti langsung menghampiri Melina dan memeluk gadis itu erat, berusaha memberikan perlindungan.

"Ishan! Apa-apaan kamu?! Dia itu istrimu!" bentak Adisti pada putra tunggalnya.

"Lain kali tanyakan dulu jangan main pukul aja," ucap Adisti memeluk Melina.

Melina mendongak dengan mata sembab dan keberanian yang tersisa di tengah isak tangis.

"Lalu bagaimana dengan Mas? Bagaimana hubungan kamu sama Mbak Livia, Mas?" tanya Melina telak.

Seketika suasana hening, Adisti menatap tajam pada Ishan.

Ishan tertegun dan rahangnya mengeras mendengar nama itu di sebut.

Adisti yang memeluk Melina, perlahan menatap Ishan dengan tatapan tajam, menuntut penjelasan.

"Kamu masih ada hubungan ama Livia!" teriak Adisti.

"anu..anu mama---" ucap Ishan yang kali ini menjadi kikuk.

Suasana seketika membeku, Melina sudah sangat lelah dengan sikap Ishan yang suka KDRT tanpa mau mendengar penjelasannya.

"Mama minta penjelasan Ishan!" bentak Adisti menatap ke arah putranya.

"Berarti bener kamu masih ada hubungan ama Livia!" teriak Adisti menatap putranya.

Adisti masih memeluk Melina yang menangis dan ketakutan, pipi kanan dan kiri Melina sudah memerah di sertai lebam karena Ishan memukulnya.

"Hanya karena kamu cemburu, bukan berarti kamu punya hak untuk memukul istri kamu. Apalagi jika kamu sendiri tidak menjaga kesetiaanmu!" marah Adisti menatap putranya.

"Mah aku sebenernya ama Livia---"

kalimat Ishan langsung di potong oleh Adisti.

"Telepon Livia mama mau bukti!" ucap Adisti dengan tegas.

"Jangan mah...Livia lagi sibuk," ucap Ihsan yang tiba-tiba gagap.

"Itu alasan kamu Ishan!" marah Adisti.

"Lagian kamu kenapa memukul Melina, dia istri kamu! Kalo kamu begini mulu, mama terpaksa menjauhkan Melina dari kamu!" ancam Adisti kepada Ishan.

Ishan tersenyum sinis.

"Yaudah jauhin aja, aku malah bersyukur mah! Lagian siapa yang mau nikahin gadis panti asuhan yatim piatu begitu!" tunjuk Ishan menghina istrinya.

"Cukup, Ishan! Masuk ke kamarmu sekarang!" perintah Adisti dengan suara yang lebih rendah namun jauh lebih mengancam.

"Ok aku akan ke kamar dan ingat! barang-barang dia aku keluarin dari kamar!" kata Ihsan.

Sontak Adisti yang mendengar itu segera memanggil Bi Nisa, untuk membantu Melina memindahkan barang-barangnya ke kamar baru.

"BI! Bi Nisa!" teriak Adisti.

"Iya Nya sebentar," sahut Bi Nisa.

"Bi pindahin barang-barang Melina ke kamar bawah ya," ujar Adisti.

Bi Nisa tak mau banyak bertanya, dan tanpa sengaja mendengar konflik antara Ihsan dan Melina.

"Iya Nya," ucapnya.

Ishan masuk kamar dan benar saja barang-barang Melina di lempar dengan kasar, dari baju-baju hingga buku-bukunya.

"Astagfirullah Tuan!" teriak Bi Nisa.

"Jangan begini, ini barang biar saya rapikan kasian Non Melina...," ucap Bi Nisa dengan lirih.

Ihsan hanya berdecih dengan kesal.

"Cepetan bawa barang-barang parasit ini keluar! Karena gua nggak sudi nerima dia di kamar gua!" teriak Ihsan melempar baju-baju Melina.

Bi Nisa hanya bisa mengucap 'Astagfirullah' atas kelakuan majikannya, karena sungguh tak ada hati nurani pria ini kepada istrinya.

Jika tak mencintai Melina setidaknya jangan melakukan kekerasan pada istrinya, dan seharusnya Ihsan belajar mencintai Melina.

*

*

*

*

*

*

*

1
kinoy
oh gt y si Adisti sifat y cm pencitraan doang..kirain tulus beda ma si ishan..sama aj ternyata..males ah bnyk tokoh kaga waras y
Putri Sabina: kan satu gen kak, emak Ama anak satu gen loh😉
total 1 replies
kinoy
laki sinting
Putri Sabina: sinting, gila, miring kak🤣 singkatnya SGM🤭
total 1 replies
kinoy
si ishan EMG gogog..maafkan sy KK otor KLO komen kasar. gedek aq
Putri Sabina: keluarkan saja kak🤭
total 1 replies
kinoy
buaya..CPT bgt bilang cinta..kmrn2 msh kdrt kau
Putri Sabina: buaya air tawar kak🤣🤭
total 1 replies
kinoy
bisa g sih ishan jgn kasar gt..kdrt trus..benci aing mah da
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
Ma Em
Ihsan kamu pasti akan menyesal setelah Melina pergi meninggalkan kamu .
Putri Sabina: pasti dong kak Melina kan ibarat berlian makannya di pilih Ama Adisti.
total 1 replies
kinoy
mulai wara si ishan
Putri Sabina: ada maunya kka🤭
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai 🤣 mbulet deh Thor yg sat set donk
Putri Sabina: sabar dong kak, kan ada konflik lebih besar lagi nanti. 😉
total 1 replies
kinoy
begitulah kelakuan anakmu ishan wahai nyonya Adisti yg terhormat..dah kdrt..msh hub dgn Livia ..hub suami istri pula..bnr2 menjijikan..SKT jiwa si ishan
Putri Sabina: EMG sakit jiwa, NPD
total 1 replies
kinoy
balik syuting si ishan marah Krn liat Melina pelukan ma Alvaro trus perkosa Melina hamil kabur deh
Putri Sabina: ada saatnya kak, tapi nggak perkosa melina
total 1 replies
kinoy
au ah ishan..kmh maneh Weh ah..esmosi urg
Putri Sabina: ishan lebih esmosi kak🤐🤣
total 1 replies
Anonim
adisri goblok 🤣👉 bunuh
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
kinoy
jgn egois ATH Adisti..anakmu tuh si ishan yg arogan
Putri Sabina: demi cucu kak, rela meninggikan ego
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai moga aja g di sentuh najis amat bekas jalang takut HIV
Putri Sabina: di doain cerai dong😩🤣
total 1 replies
falea sezi
isan muka nya serem kayak setan cocok sih karakter nya emank jelekk
Putri Sabina: sabar kak🤣
total 1 replies
kinoy
jijik bgt ma si ishan
Putri Sabina: sabar kak🤭
total 1 replies
kinoy
awas km ishan .kutunggu sesal mu
Putri Sabina: pasti dong kak😉
total 1 replies
falea sezi
laki uda jelek tempramen
Putri Sabina: ngakak🤣
total 1 replies
kinoy
kasian Melina..si Adisti egois bgt sih..melima JD korban kan..nunggu si ishan nyesel aj deh
Putri Sabina: banyak kak, orang kaya bebas berbuat sesuka hati dengan yang lebih tak berkuasa🥺
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!