NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Kebangkitan Dantian Berdarah

Pondok kayu reyot di sudut Pelataran Luar itu ditutup rapat. Lin Xiaoyu telah menghabiskan sisa tenaganya untuk memasang Formasi Ilusi Pengekang Suara di sekeliling bangunan, sementara Bao Tuo duduk menggigil di teras depan, memegang jimat peledak sebagai penjaga pintu.

Di dalam ruangan yang gelap gulita, Zeng Niu duduk bersila di atas lantai kayu. Di tangannya, kotak giok yang retak itu telah terbuka. Bau anyir darah segar bercampur dengan racun busuk memenuhi udara, berasal dari Teratai Jantung Darah Aberasi yang berdenyut pelan di telapak tangannya.

Zeng Niu tahu risikonya. Tanaman ini adalah esensi dari kematian dan mutasi. Namun, untuk bertahan hidup di Akademi Jiannan yang diisi oleh monster berwujud manusia, ia harus menjadi iblis yang lebih kejam. Tanpa ragu, ia memasukkan teratai itu ke dalam mulutnya dan menelannya utuh.

Sedetik. Dua detik. Keheningan yang menipu.

Pada detik ketiga, perut Zeng Niu meledak.

Bukan kiasan. Rasanya seolah sebuah gunung berapi yang berisi magma darah baru saja meletus di dalam organ dalamnya. Mata Zeng Niu seketika membelalak lebar, urat-urat di lehernya menonjol hingga nyaris robek, menghitam seperti disuntik tinta racun.

Tubuhnya terbanting ke lantai kayu. Rasa sakitnya sepuluh kali lipat lebih brutal daripada saat ia menelan Inti Tingkat Brutal. Teratai Jantung Darah ini mengandung kebencian ribuan monster yang mati di Lembah Hukuman. Energi liar itu merobek-robek ototnya, mencari jalan keluar, dan ketika tidak menemukannya, energi itu mengebor lurus ke dalam tulang-tulangnya.

Ini adalah proses Penempatan Tubuh Tahap 5: Pemadatan Sumsum.

Sumsum tulangnya seolah dikuras, digantikan oleh timah panas yang mendidih. Zeng Niu menggigit lengannya sendiri hingga giginya menembus daging, menahan teriakannya agar tidak menghancurkan formasi ilusi Xiaoyu di luar. Penderitaan ini bukan lagi ujian fisik, melainkan penyiksaan jiwa.

Hari pertama berlalu dalam genangan darah yang merembes dari pori-pori Zeng Niu. Tubuhnya kejang-kejang tanpa henti. Kulitnya melepuh, lalu sembuh kembali secara instan di bawah aliran energi teratai, berulang-ulang hingga kulitnya mengeras menjadi rona abu-abu besi yang lebih pekat.

Di luar pondok, matahari terbit dan tenggelam.

Hari ketiga tiba. Bao Tuo berjalan mondar-mandir dengan wajah pucat pasi.

"Xiaoyu, sudah tiga hari! Tiga hari tidak ada suara, tapi aura pembunuhan dari dalam pondok membuatku ingin muntah!" bisik Bao Tuo panik. "Apakah dia... apakah Saudara Niu meledak? Jika dia mati, kelompok perampok Wang Lei pasti akan membalas dendam pada kita!"

Xiaoyu, yang wajahnya kelelahan menahan formasi, menggeleng keras. "Diamlah, Babi Gendut! Tuan Pembunuh tidak akan mati semudah itu. Dia membantai tiga Murid Dalam pemula tanpa berkedip! Jaga saja pintunya!"

Namun, di dalam pondok, Zeng Niu memang berada di ambang batas kematian absolut.

Pada hari kelima, tubuh fisiknya akhirnya menembus Tahap 5 secara sempurna. Tulangnya kini seputih giok murni, sumsumnya padat dan berat seperti raksa. Kekuatan fisiknya telah melonjak ke titik di mana ia bisa menghancurkan gajah mutan dengan satu tamparan.

Masalahnya, energi dari Teratai Jantung Darah itu belum habis.

Sisa energi kacau yang masif dan buas itu kini tidak memiliki tempat untuk bernaung. Daging dan tulangnya sudah mencapai kapasitas maksimal. Energi itu mulai mengamuk, berputar liar menghancurkan meridian fana-nya, bersiap meledakkan tubuh Zeng Niu dari dalam.

Aku tidak akan mati di sini, raung jiwa Zeng Niu dalam kegelapan.

Dalam keputusasaan yang melampaui batas manusia, insting Zeng Niu melakukan sesuatu yang melanggar seluruh hukum kultivasi ortodoks. Jika energi itu tidak bisa disimpan di otot, ia akan memaksanya masuk ke tempat yang selama ini tertutup rapat dan dianggap cacat: Dantiannya.

Zeng Niu mengarahkan seluruh badai energi darah itu ke pusar bagian bawahnya.

Bagi orang dengan akar spiritual sampah sepertinya, Dantiannya ibarat batu karang padat yang mustahil dimasuki oleh Qi alam yang lembut. Namun, energi Teratai Darah ini bukanlah Qi lembut; ini adalah bor berdarah penghancur gunung.

DUAAAARR!

Sebuah ledakan spiritual terjadi di dalam tubuh Zeng Niu. Mulutnya memuntahkan darah hitam pekat yang berbau busuk. Rasa sakit yang membuat pandangannya memutih menghantam kesadarannya.

Energi buas itu menghancurkan "batu karang" Dantiannya secara paksa. Ia tidak menyerap Qi dari langit dan bumi; ia memahat Dantiannya sendiri menggunakan energi Bencana.

Begitu Dantiannya terbuka paksa, kekacauan terjadi. Energi liar itu mencoba menghancurkan ruang barunya. Namun, tubuh Penempatan Tubuh Tahap 5 milik Zeng Niu bertindak sebagai tungku penyulingan daging yang tak tertembus. Tubuhnya menekan kekacauan itu, memaksa racun mutasinya menguap melalui keringat, sementara esensi murninya disaring dan diendapkan di dalam Dantian.

Tetes demi tetes, sebuah kekuatan baru lahir di dalam kekosongan itu.

Itu bukan Qi spiritual berwarna emas atau biru seperti milik jenius sekte. Itu adalah pusaran kabut Qi berwarna merah kehitaman yang sangat berat, membawa tekanan kematian, darah, dan besi.

Batas antara manusia fana dan kultivator hancur pada saat itu juga. Zeng Niu, bocah fana tanpa akar spiritual yang tak diakui oleh Surga, secara paksa mencuri takdirnya sendiri.

Hari ketujuh.

Angin malam berhembus menembus celah jendela pondok kayu. Formasi ilusi Xiaoyu bergetar hebat, lalu pecah berantakan karena kehabisan tenaga.

Bao Tuo dan Xiaoyu terjatuh ke tanah, terengah-engah. Sebelum mereka sempat panik karena formasi mereka hancur, pintu kayu pondok itu berderit terbuka perlahan.

Langkah kaki yang berat dan teratur terdengar.

Zeng Niu melangkah keluar menuju teras. Pakaiannya telah hancur menjadi kain perca yang direkatkan oleh darah kering berwarna hitam. Rambutnya memanjang dan acak-acakan. Namun, bukan penampilannya yang membuat Bao Tuo dan Xiaoyu membeku tak bisa bernapas.

Itu adalah matanya, dan aura yang menyelimutinya.

Mata hitam itu kini memiliki kilatan cahaya merah redup di kedalamannya. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, tubuh pemuda dingin ini tidak lagi kosong seperti ruang hampa. Di sekelilingnya, berputar fluktuasi energi yang nyata, sangat padat, dan sangat kelam. Tekanannya membuat udara di sekitar teras terasa membeku.

Bao Tuo membelalakkan matanya hingga nyaris keluar dari rongganya. Ia menunjuk Zeng Niu dengan jari gemetar.

"S-Saudara Niu... t-tidak mungkin. A-aura itu... kau punya Qi?! Kau telah menembus Pengumpulan Qi Tahap 1?!" jerit si gendut, nyaris tidak mempercayai akal sehatnya. Seorang fana yang tak punya akar spiritual, dalam waktu tujuh hari, melompat menjadi kultivator sejati?!

Zeng Niu menatap tangannya sendiri. Ia mengepalkan jarinya, dan seketika lapisan Qi merah kehitaman menyelimuti tinjunya seperti sarung tangan berduri tak kasatmata. Gabungan antara Penempatan Tubuh Tahap 5 dan Pengumpulan Qi Tahap 1 membuat kekuatan tempurnya melonjak ke dimensi yang sama sekali berbeda.

"Tahap Satu," gumam Zeng Niu pelan, suaranya lebih serak dan dalam dari sebelumnya. Ia menatap ke arah puncak gunung Akademi Jiannan yang tertutup awan, menyeringai dengan kejam. "Ternyata, Langit memang bisa dipaksa berlutut."

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!