NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Terungkap

“Om tenang saja, selama aku menggunakan uangku untuk hal yang bermanfaat, semua akan baik-baik saja. Dan... satu lagi, aku akan kembali menjual berlian uang ku miliki om,” ucapnya sambil mengetuk kotak hitam itu dengan jari telunjuk.

Tuan Arga terdiam, begitupun dengan Aruna. terlebih saat kotak itu di buka, isinya berlian sebesar kelereng yang berjumlah lima puluh butiran. Suasana sedikit berubah, Nova hanya terlihat tenang saat melihat reaksi dua orang di hadapannya itu.

“Hah! Kamu masih memiliki berlian mentah?” ucap tuan Arga dengan ekspresi yang penuh keterkejutan.

Nova mengangguk pelan, ekspresinya terlihat biasa saja, berbeda dengan tiga orang di hadapannya itu.

Tuan Arga hanya bisa menelan ludahnya, tangannya sedikit gemetar begitu meraih kotak berlian yang ada di hadapannya itu.

Kemudian ia menatap ke arah Nova sesaat lalu menatap butiran berlian mentah yang ada di tangahnya itu.

“I-ini... ini kamu dapatkan darimana, Nova?” tanya tuan Arga. Tanpa perlu mengecek keaslian berlian itu, ia sudah tahu bahwa berlian yang di bawa Nova itu memang asli.

Aruna hanya bisa terdiam dan memperhatikan kotak di hadapannya itu.

“Itu, peninggalan ayahku om, tolong bantu aku menjualnya,” jawabnya dengan penuh kepercayaan diri.

Tuan Arga mengangguk, kemudian ia menutup kotak itu. “Tunggu sebentar, aku akan menyimpannya di dalam brankas.”

Tak berselang lama, tuan Arga kembali dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“Kalo begitu, besok kamu kembali kesini, untuk pengenalan pemegang saham yang baru, dan termasuk yang terbesar setelah aku.”

Nova sedikit terkejut mendengar itu, begitupun dengan Aruna. Dalam waktu yang cukup singkat Nova menjadi kaya raya, dan memiliki aset saham bernilai triliunan.

“Baiklah om, kalo begitu aku pamit.”

Setelah urusannya selesai, Aruna dan Nova keluar dari ruangan tuan Arga. Keduanya di antar langsung oleh pemilik perusahaan itu sehingga membuat orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya.

Terlebih Bryan, pemuda yang selalu berusaha mendekati Putri satu-satunya pewaris keluarga Pratama. Ia mengepalkan tangannya saat melihat Nova akrab dengan keduanya.

“Sial! Siapa sebenarnya anak itu!” umpatnya tak sadar bahwa rekan-rekan kerjanya mendengar dia.

“Kamu kenapa pak Bryan?” tanya seorang perempuan berkemeja putih.

Bryan menoleh dengan wajah yang sudah terlihat kesal.

“Bukan urusanmu!” jawabnya sambil melangkah pergi, sehingga orang-orang menatapnya dengan aneh.

***

Setelah sampai di rumahnya, Nova meminta izin kepada ibunya untuk kembali pergi untuk melakukan sesuatu, padahal ia masih penasaran dengan kejadian semalam saat ia melihat berita dua mayat wanita tergeletak di pinggir jalan karena mati kehabisan darah, tapi anehnya tak ada darah sedikitpun di dekat mayat mereka membuat hal itu menjadi kasus yang akan sedikit rumit untuk di tangani.

Hari sudah mulai gelap, orang-orang sudah mulai masuk ke dalam rumahnya. Nova bersiap, setelah keluar ia berlari secepat mungkin menuju lokasi kejadian yang ternyata tak jauh dari rumahnya.

Ia berlari sangat cepat, sehingga nyaris tak bisa disadari orang-orang yang masih beraktifitas di jalanan.

Begitu sampai, Nova melompat ke sebuah pohon dan memperhatikan lokasi kejadian yang masih terdapat garis polisi.

“Zira, apa menurutmu ini sebuah pembunuhan?” tanya Nova mengirim pesan melalui telepatinya.

Nova yang sedang duduk, membuka matanya lalu menjawab dari dalam ruang dimensi.

“Ini tidak di lakukan oleh manusia biasa, sebaiknya kau berhati-hati dan jangan gegabah, gunakan persepsi jiwamu dan cari petunjuk di sekutar lokasi.”

Sebelum Nova bergerak ia memastikan di lokasi kejadian tidak ada siapapun di sekitar itu, hanya beberapa orang yang berlalu-lalang menggunakan kendaraanya.

Setelah di rasa cukup aman, Nova segera melacak jejak sekecil apapun. Dan saat melihat ke arah rerumputan Nova merasakan ada sesuatu yang janggal, dan begitu ia mendekat ia melihat sebuah potongan kain dengan sedikit bercak darah.

Nova mengusapnya dan berusaha melacaknya, namun sayang karena kemampuan jiwa Nova belum terlalu kuat ia hanya bisa merasakan sisa esensi kehidupan dari pemiliknya.

“Sial! Aku tidak bisa melacaknya,” umpat Nova. Tapi, saat ia akan berdiri, ia merasakan sebuah pergerakan di arah hutan.

Nova langsung bersembunyi di balik sebuah pohon dan memerhatikan ke arah dimana ia merasakan aura seseorang sedang mendekat.

“Jangan tinggalkan jejak apapun! Buang jasad wanita itu di hutan,” teriak salah satu pria berjubah hitam.

Nova memakai persepsi jiwanya, ia terkejut saat mengetahui jika orang-orang yang sedang membawa mayat seorang perempuan itu adalah para praktisi jiwa. Empat orang memegang satu mayat dan akan melemparnya ke dalam hutan.

Sementara satu orang mengawasi, dan beruntungnya posisi Nova sedikit lebih tinggi.

“Sial, ternyata ini ulah mereka.”

Nova mundur beberapa langkah, dan...

Krek!

Sontak kelima orang itu menoleh ke asal suara, Nova pun refleks langsung berlari dengan cepat.

“Kejar! Jangan biarkan dia lolos!”

Setelah mengamankan mayat wanita itu, mereka semua melesat mengejar Nova.

Merasa dirinya dalam bahaya, Nova memompa energinya, dan mempercepat langkahnya. Ia memancing orang-orang itu ke dalam hutan melalui jalur yang berbeda, namun sialnya ia tidak fokus dan membuat dirinya terpelanting dan jatuh terhempas ke atas tanah.

“Sial!” umpat Nova, dan saat ia akan kembali berlari ia terlambat.

Kelima praktisi jiwa itu sudah mengepungnya.

Nova memindai mereka semua, dan hanya satu yang memiliki kekuatan setara dengan Gonor. Nova terpaksa karena tidak ada jalan lain ia akhirnya memutuskan untuk melawan mereka.

“Ternyata, hanya seorang bocah praktisi jiwa tingkat rendah,” ucap pria yang berjubah tadi.

Ia melangkah lebih dekat ke arah Nova.

“Apa yang kau lakukan bocah? Apa kau akan mengorek informasi?” ucapnya.

Nova berdiri dengan tenang, ia memperhatikan setiap orang yang mengepungnya.

“Kalian sudah membunuh manusia biasa, kalian melanggar hukum seorang praktisi jiwa!” sergah Nova.

Namun, pria itu hanya tertawa mendengar ocehan dari seorang bocah yang menurutnya tidak memiliki kemampuan apapun.

“Hmm... cukup berani kau bocah,” pria berjubah itu mundur beberapa langkah, “Bunuh bocah ini!” perintahnya kepada empat orang anak buahnya itu.

Tapi belum sempat mereka bergerak, salah satunya tiba-tiba tumbang dalam keadaan mata memutih dan mulut menganga. Hal itu membuat semua orang terkejut, Nova dapat merasakan aura itu, aura yang sangat ia kenali.

“Teknik pengunci jiwa! Sejak kapan?!” ucap salah satu anak buah pria berjubah itu dengan panik.

Tak lama setelah itu, muncul beberapa pemuda dari arah belakang Nova.

“Toras! Sebaiknya kau menyerah!” ucap seseorang dari balik kegelapan hutan.

Ethan, Calista, Darius dan Eveline ke empat teman Nova itu datang di saat yang tepat. Membuat Nova akhirnya dapat bernapas lega. Ia bisa saja menghadapi mereka seorang diri, namun salah satunya memiliki kekuatan yang sama dengan Gonor yang mungkin setara mortal langit semu yang tak mungkin di lawan oleh Nova yang berada di ranah mortal bumi awal.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!