NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Retaknya Dinding Kepercayaan

​"Berhenti di sana, Nata! Jangan melangkah satu senti pun, atau aku akan berteriak sekencang mungkin!"

​Suara Airine melengking, bergetar hebat di antara dinding kaca laboratorium yang dingin. Ia berdiri di ambang pintu, napasnya tersengal seolah oksigen di ruangan itu baru saja disedot habis. Matanya yang jernih, yang semalam menatap Nata dengan penuh cinta saat mencukur jenggotnya, kini dipenuhi dengan kengerian yang murni. Ia menunjuk ke arah bom yang kabel-kabelnya masih berantakan di lantai, lalu ke arah sabuk senjata yang melingkar di pinggang Nata.

​Nata membeku. Tangannya yang baru saja menjinakkan pemicu maut itu terangkat di udara, telapak tangannya terbuka—sebuah gestur menyerah yang biasa ia lakukan di medan tempur. "Airine, tolong. Dengarkan aku dulu. Ini tidak seperti yang kamu lihat."

​"Tidak seperti yang kulihat?!" Airine tertawa getir, tawa yang terdengar sangat menyakitkan. "Aku melihat suamiku, pria yang katanya berjualan bakso di depan rumah sakitku, berdiri di tengah laboratorium rahasia kakekku dengan perlengkapan militer lengkap! Dan orang-orang ini... mereka memanggilmu Komandan! Apa ini semua sandiwara, Nata? Apa pernikahan kita hanya misi untukmu?"

​"Tim, keluar. Kosongkan ruangan. Sekarang!" perintah Nata tanpa menoleh. Suaranya rendah, namun penuh otoritas yang tak terbantahkan. Anak buahnya segera memberikan hormat singkat—tindakan yang semakin membuat Airine merasa tercekik—dan keluar lewat pintu darurat.

​Setelah pintu tertutup otomatis, keheningan yang menyakitkan menyelimuti mereka. Nata perlahan menurunkan tangannya. Ia berjalan mendekat, namun Airine segera mundur hingga menabrak lemari penyimpanan sampel.

​"Siapa kamu sebenarnya?" bisik Airine. "Penyusup tadi malam... ledakan di gudang... dan sekarang bom ini. Kamu selalu ada di lokasi kejadian. Apa kamu sebenarnya bekerja untuk Tuan Shen? Apa kamu yang memasang semua ini agar bisa tampil sebagai pahlawan dan mendapatkan akses ke brankas kakekku?"

​Nata memejamkan matanya sejenak, menahan rasa sakit yang lebih hebat daripada luka tembak mana pun. "Aku baru saja melumpuhkan orang yang menodongkan senjata ke punggungmu di lobi, Airine. Jika aku bekerja untuk Shen, kamu sudah mati sepuluh menit yang lalu."

​"Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?!" Airine berteriak, air mata kini mengalir deras membasahi pipinya. "Kenapa harus berbohong soal 'teman kakek'? Kenapa harus pura-pura jadi tukang bakso? Aku mencintaimu, Nata! Aku mempercayaimu dengan seluruh hidupku yang hancur ini! Dan sekarang aku bahkan tidak tahu apakah namamu benar-benar Nata!"

​Nata melangkah maju dengan cepat, kali ini ia tidak membiarkan Airine menghindar. Ia mencengkeram kedua bahu Airine, memaksanya untuk menatap matanya yang kelam. "Namaku Arnold Dexter. Aku adalah Komandan Intelijen dari satuan tugas khusus. Tugasku adalah mengawasi sindikat Black Cobra yang mencoba menggunakan perusahaan farmasimu sebagai kedok distribusi narkoba skala internasional."

​Airine tertegun. Lidahnya kelu. "Komandan... Intelijen?"

​"Ya. Aku menyamar sebagai tukang bakso karena gerobak itu adalah posisi pengintaian terbaik untuk memantau gerak-gerik Reo dan Shen tanpa dicurigai," Nata—Arnold—menjelaskan dengan suara yang bergetar karena emosi. "Tapi soal pernikahan kita... soal perasaanku... itu tidak pernah ada di dalam rencana awal, Airine. Aku tidak pernah berencana untuk jatuh cinta padamu."

​Airine melepaskan cengkeraman Arnold dengan kasar. "Jadi aku hanyalah subjek pengawasan? Sebuah variabel dalam misimu? Kamu menikahiku hanya untuk mendapatkan akses legal ke dalam rumah ini dan laboratorium ini, kan? Karena kamu tahu kakekku punya rahasia gelap!"

​"Awalnya, mungkin iya," aku Arnold dengan jujur yang pahit. "Tapi setelah malam pertama kita... setelah aku melihat betapa rapuhnya kamu karena pengkhianatan keluargamu, aku bersumpah untuk melindungimu dengan identitas apa pun. Aku ingin kamu tetap melihatku sebagai Nata, pria biasa yang bisa memberimu kehidupan normal, bukan Arnold yang tangannya berlumuran darah."

​Airine menyeka air matanya dengan kasar, menatap Arnold dengan pandangan yang kini dipenuhi kekecewaan yang mendalam. "Kehidupan normal? Kamu membangun hubungan kita di atas tumpukan kebohongan, Arnold. Kamu membiarkan aku terlihat bodoh dengan mengkhawatirkan keselamatan 'tukang bakso' yang ternyata adalah seorang mesin pembunuh."

​"Aku melakukan ini untuk menjagamu tetap hidup!" balas Arnold, suaranya naik satu oktaf. "Tuan Shen tahu siapa aku sekarang. Dia tahu titik lemahku adalah kamu. Jika aku memberitahumu lebih awal, kamu tidak akan bisa berakting senormal ini di depan kamera-kamera pengawas mereka!"

​Airine terdiam, menatap bom yang sudah mati di lantai. "Kakekku... Shen bilang kakekku punya rahasia. Formula Cobra-9. Apa itu alasanmu ada di sini? Untuk mencuri formula itu untuk negaramu?"

​Arnold terdiam sejenak. Ia teringat rekaman video semalam. "Aku ada di sini untuk memastikan formula itu tidak jatuh ke tangan yang salah, Airine. Termasuk tangan Shen."

​"Pergi," ucap Airine pelan.

​"Airine, dengarkan—"

​"PERGI!" teriak Airine. "Keluar dari laboratoriumku. Keluar dari rumah sakitku. Aku tidak butuh pelindung yang menjadikanku sebagai pion dalam papan catur intelijennya. Aku lebih baik menghadapi Shen sendirian daripada hidup bersama orang asing yang mengenakan topeng suamiku!"

​Arnold menatap Airine dengan luka yang mendalam di matanya. Ia tahu, saat ini logika tidak akan memenangkan hati istrinya. Ia perlahan mundur, mengambil kemejanya yang tergeletak di lantai.

​"Aku akan pergi dari ruangan ini," ucap Arnold dingin, kembali ke mode militernya. "Tapi timku tetap akan menjagamu dari jarak jauh. Kamu suka atau tidak, misiku belum selesai. Dan misiku... adalah memastikan kamu tetap bernapas sampai matahari terbit besok."

​Arnold berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan Airine yang jatuh terduduk di lantai laboratorium, menangis tersedu-sedu di tengah peralatan medis yang canggih.

...****************...

​Di koridor, Arnold menyentuh jam tangannya. Suaranya terdengar seperti es yang membeku. "Lapor. Penyamaran 'Nata' terbakar habis. Subjek mengetahui identitas asliku. Lanjutkan Operasi Pembersihan Sektor C. Tangkap Tuan Shen malam ini juga. Tidak ada lagi penyamaran. Kita serang mereka secara terbuka."

​Arnold berjalan cepat menuju lift, melepaskan kemeja hitamnya yang kini terasa mencekik. Ia tidak lagi peduli pada bau bakso atau keramahan jalanan. Komandan Arnold Dexter telah kembali sepenuhnya, dan ia akan memastikan siapa pun yang menyebabkan air mata istrinya jatuh hari ini akan membayar dengan nyawa mereka.

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!