NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Perjalanan

Setelah perjalanan cukup panjang kini tiba saatnya Indira menginjakkan kaki di kehidupan nyatanya berjuang seorang diri dengan bekal keberanian.

“Papi, meskipun Indira sendiri saat ini tapi Indira yakin Papi selalu berada di samping Indira.” gumam Indira sambil melangkahkan kaki keluar dari pesawat.

Langkahnya begitu biasa seolah tak ada yang istimewa dengan kepulangannya. Tanpa sambutan dari keluarga kini ia menuju pintu keluar bandara.

“Itu dia, Nona Indira berikan kami waktu sebentar.”

“Nona Indira kemana anda aka pulang? Dan bagaimana dengan tawaran beberapa perusahaan untuk bekerja sama dengan anda?”

Pertanyaan demi pertanyaan terus mengejar gadis itu sampai ia benar-benar tidak bisa menghindar lagi. Akhirnya Indira hanya memberi keterangan sebentar.

“Mohon maaf semuanya, untuk saat ini saya belum bisa menjelaskan pada kalian nanti saya akan menemui kalian kembali. Terimakasih atas sambutannya yah.” ucap Indira berusaha ramah.

Gadis itu tidak menyangka jika kepulangannya kali ini di sambut begitu meriah sampai di siarkan ke seluruh televisi.

Indira melangkah memasuki mobil yang menjemputnya dari sebuah apartemen barunya.

***

“Ternyata dia sudah pulang.” gumam Tuan David yang menatap ponselnya.

“Mami, Kak Indira sudah pulang.” ucap Gibran yang berlari menghampiri Nyonya Ningrum di ruang tengah.

“Benarkah? Mengapa dia tidak memberi tahu kita?” tanyanya terkejut.

“Memangnya Kak Indira semudah itu memaafkan Mami?” tanya Gibran yang menyadarkan wanita itu.

Tanpa bicara Nyonya Ningrum hanya memikirkan kembali terakhir kali mereka berbicara saat di telfon. Sampai Indira wisuda mereka sama sekali tidak di beri kabar.

“Dasar anak tidak tahu terimakasih.” ucap Nyonya Ningrum tampak kesal.

Fikirnya ia akan memarahi Indira setelah sampai di rumah. Namun sayangnya sudah malam ia menunggu kepulangan gadis itu tapi tak kunjung tiba juga.

Beberapa kali Nyonya Ningrum menghubungi nomor ponsel putrinya selalu tak bisa terhubung. Rasa kesal terlihat jelas di wajah putih mulusnya.

Sementara Abian yang tengah menatap layar ponselnya tersenyum melihat berita yang menyebar tentang pulangnya gadis kebanggaan negara dari London.

“Permainan akan segera di mulai.” ucap Abian menatap tajam ponselnya.

“Ada apa Tuan memanggil saya?” tanya Zanna yang baru saja masuk ke ruangan Abian.

“Awasi gadis itu.” Sambil menyodorkan ponsel yang melihatkan Indira di kerumuni para fansnya.

“I-ndira Tuan?” tanya Zanna terbata.

“Hem.” jawab Abian singkat.

Dahi Zanna seketika mengernyit dalam seolah mencari tahu apa yang ingin di lakukan Tuan mudanya.

“Awasi calon istriku! pintah Abian lagi yang membuat Zanna terkejut kedua kalinya mulutnya yang terbuka lebar segera ia bungkam dengan tangan mungilnya.

“Ca-lon is-stri, Tuan?” tanya Zanna tidak percaya.

“Kau tuli yah?” bentak Abian dengan kasar yang enggan mengulangi ucapannya lagi.

Dengan cepat Zanna meninggalkan ruangan itu dan menuju apartemen yang sudah mereka ketahui letaknya. Sungguh tidak sulit bagi Zanna mencari keberadaan Indira.

Sesampainya Indira di apartemen ia segera merebahkan tubuhnya. Hari itu ia memutuskan untuk beristirahat setelahnya barulah ia mulai memikirkan apa saja yang harus ia lakukan.

Zanna yang sudah tiba di apartemen Indira kini masuk di sebelah apartemen yang sengaja mereka pesan agar bisa mengawasi gadis itu tanpa terlihat. Karena Abian memintanya untuk tidak memberi tahu dulu.

Ia memberi waktu Indira untuk beristirahat sebelum membuat dunia gadis itu seperti neraka.

Indira yang tengah merebahkan diri di atas kasur tampak memandang dengan kosong. Ia sangat merindukan sosok Federic yang selalu mencairkan suasana hatinya.

“Dia sedang apayah?” gumam Indira yang menatap layar ponselnya.

Melihatkan foto berdua dengan Federic tertawa lebar. Sangat manis sayangnya semua sudah tidak seperti itu lagi.

Lama Indira menatap ponselnya sampai akhirnya ia tertidur dengan lelap. Malam panjang kini terasa begitu cepat, wajah cantik itu terbangun dari tidurnya saat merasa ada sinar cahaya yag menyorot tahan wajahnya.

Menatap jam di tangannya terlihat jarum jam sudah menunjuk pukul tujuh pagi. Cepat-cepat ia bangun dari tidur dan segera membersihkan diri.

Setelah mandi matanya menatap pada meja makan yang tidak ada tersedia sarapan. Bayangan Federic yan tengah menyiapkan sarapan untuknya terlihat begitu sibuk di depan meja makan menuangkan air minum dan menarik kursi untuknya.

Setelah cukup lama Indira diam mematung ia menggelengkan kepala agar tersadar dari kehaluannya.

“Ayolah Indira apa pun yang terjadi kau harus bisa berdiri sendiri.” ucapnya sambil memasang sepatu.

Ponsel Indira yang sudah beberapa kali berdering panggilan nomor baru terus bergantian. Beberapa perusahaan terus menghubunginya untuk menawarkan sebagai model dan ada juga yang mengajaknya untuk merancang bangunan besar.

Senyuman semangat begitu terlihat dari wajah Indira. Dengan cepat langkahnya membuka pintu seketika senyuman pun berubah dengan wajah terkejut. “Ada apa kalian di sini?” tanyanya yang melihat dua orang pria di depan pintunya.

“Maaf Indira, Tuan muda meminta kami untuk membawamu padanya.” jelas Zanna dengan tegasnya.

“Tapi Zanna, aku harus pergi sekarang juga.” ucap Indira berusaha meminta waktu.

“Ini penting Indira, dan kau tahu kan di London kau memiliki hal yang harus kau ganti pada Tuan muda?” ucap Zanna yang sudah memerintah dua orang pria membawa Indira.

“Hey hentikan! aku bisa melunasi tagihan itu tapi tidak sekarang.” ucap Indira berusaha menjelaskan pada Zanna.

“Indira soal itu kau bisa bicarakan pada Tuan muda.” sahut Zanna.

“Dasar sekertaris dan atasan sama saja, ku fikir kau berbeda dengan pria gila itu.” gumam Indira tampak kesal.

Ingin rasanya ia melawan namun jika mengingat kesalahannya di waktu lalu sepertinya ia wajib memberi penjelasan tentang dirinya yang tidak hadir di acara peresmian mall itu.

Akhirnya ia setuju untuk pergi bersama Zanna dan dua orang pria.

Tuan David yang baru saja tiba di depan apartemen Indira dengan cepat membuka pintu apartemen anak tirinya. Entah bagaimana caranya ia bisa membuka pintu itu yang jelas pria tidak tahu diri memang selalu seenaknya tanpa rasa malu.

“Si*l kemana perginya wanita itu?” tanyanya dengan kesal.

Indira yang baru saja tiba di depan halaman rumah megah tampak menoleh ke beberapa sudut banguna itu sampai wajahnya mendangak tinggi. Begitu megah dan besarnya bangunan di hadapannya terlihat seperti istana. Yah istana bukan rumah.

“Tempat apa ini?” tanya Indira yang merasa ragu untuk masuk.

Begitu juga saat ia melihat banyaknya pelayan yang memakai seragam sama berbaris dari halaman sampai ke dalam rumah. Indira melangkah tanpa mendapat jawaban dari Zanna.

Ia terus mengikuti langkah Zanna masuk ke istana megah itu.

“Selamat datang Nyonya Indira.” sambutan lembut dan sopan terlontar dari seorang wanita yang memiliki seragam berbeda dari yang lainnya.

“Nyonya, dan kau menyebut namaku? Maaf aku belum menikah panggil saja Indira.” jelas gadis itu dengan wajah bingungnya.

Semua yang mendengar hanya tersenyum menunduk. “Ayo kita masuk!” ajak Zanna yang menarik tangan Indira.

“Selamat datang calon istriku.” sambut seorang pria yang menghadap ke belakang tanpa membalikkan tubuh ke arah Indira.

“Apa? Calon istri? Apa ini kalian sedang bermain sinetron atau?” Ucapan Indira yang begitu mengira-ngira tampak semakin aneh.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!