NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:681.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Su Ran bekerja dengan efisien yang membuat Feng Yu terbantu sekali. Feng Yu menyeka keringat tipis dengan handuk yang menggantung di lehernya, sesekali melirik kearah gadis kecil yang kakinya seperti tidak menapak lantai karena sibuknya.

Diam – diam ia mengacungkan jempolnya untuk Su Ran. Bukan hanya gadis itu cantik, ia cerdas dan juga pandai berbisnis.

Hampir 1 jam, Su Ran membantu Feng Yu. Dapur mengalami masa – masa kacau yang menyenangkan, sepertinya.

Su Ran melihat – lihat dan mendapatkan banyak sayur mayur dan juga bahan – bahan lainnya berkurang drastis. Sepertinya bisnis restoran ini.. bagus, bukan?

“ Kemana perginya paman Jiang? Apakah dia tidak tahu jika paman begitu kewalahan?” keluh Su Ran bercanda.

“ A MING! BERI TANDA TUTUP, SUNGGUH PINGGANGKU RASANYA INGIN PATAH,” suara paman Feng Yu sama sekali tidak menunjukkan kemarahan, bahkan terdengar begitu gembira.

“ Justru karena membantu, Lao Jiang pergi membantu A Ming yang diserbu oleh para pelanggan yang berubah menjadi hantu kelaparan,” Koki Feng terkekeh penuh sukacita ketika membicarakan ini.

Bagaimana tidak gembira, restoran mereka hampir ditekan sampai tanah oleh restoran seberang. Feng Yu mengumpat panjang pendek ketika tahu jika restoran di seberang menargetkan mereka.

“ Begitu rama?” alis Su Ran terangkat, jelas ia merasa sedikit terkejut dengan antusias Feng Yu.

“ Bagaimana tidak? Setelah Lao Wen mencoba makanan kita, ia langsung berkoar – koar bak iklan berjalan di depan sana,” Kekeh Feng Yu bercerita. Ia dan Su Ran sedang duduk santai setelah kelelahan memasak.

“ Lalu, beberapa menit kemudian muncul pelanggan lama, yang cukup setia kepada kami. Awalnya ia menanyakan harga makanan yang sama seperti yang dipesan Lao Wen, begitu mengetahui harga ia langsung terkejut, kemahalan katanya,”

“ Tetapi, Lao Wen datang lagi. Ia kembali memesan 2 porsi dari masing – masing menu baru untuk dimakan ibu dan anak istrinya. Lalu melihat pelanggan itu terkejut dan mendorongnya sekali lagi. Lao Wen bahkan memberikan jaminan jika rasanya ini pasti akan sepadan dengan harganya,”

“ Lalu?” tanya Su Ran dengan rasa penasaran tinggi.

“ Apalagi? Meskipun sedikit ragu, dengan jaminan Lao Wen mereka membeli 1 porsi. Entah menu balado ayam, tumisan ikan, bahkan sayur capcay yang lebih murah.” Lanjut Feng Yu.

“ Keesokan harinya, mereka yang membeli langsung menyerbu begitu pintu restoran terbuka. Kebanyakan marah – marah saking enaknya dan meminta pembelian ulang,” Feng Yu hampir menangis ketika A Ming mengabarkan pesanan dalam jumlah banyak.

Hari – hari baik mereka akhirnya kembali dan ini semua berkat gadis kecil di depannya.

“ Nak, terima kasih karena percaya pada kami,” ucap Feng Yu dengan tulus.

Mata Su Ran berkedip bingung, ia sama sekali tidak menyangka jika Feng Yu akan berterima kasih kepadanya.

“ Sama – Sama, paman,” balas Su Ran sambil tersenyum. Tiba – tiba pintu dapur berderit dan dua sosok ‘lusuh’ lainnya masuk.

Berbanding terbalik dengan kusutnya pakaian, wajah kedua orang ini malah berbinar penuh semangat.

“ Oh, akhirnya kau datang kesini juga. Dengar, Xiao Ran, kau adalah bintang keberuntungan kami,” Paman Jiang begitu bersemangat. Ia bahkan maju dan langsung menjabat tangan Su Ran.

“ Paman, jangan terlalu berlebihan. Ini karena restoran kita diberkahi,” Su Ran merendah. Ia sedikit kewalahan dengan antusias Paman Jiang.

“ Baiklah, Lao Jiang. Kau menakuti pemuda ini, bukan?” kekeh Feng Yu menghentikan aksi Jiang Ran.

“ Salahku. Ayo duduk, kebetulan paman ingin menanyakan masalah stok cabai,” paman Jiang mempersilahkan Su Ran duduk disebelahnya dan Feng Yu. Sementara A Ming mempersiapkan minuman untuk ketiganya sebelum beranjak untuk mencuci mangkok dan sumpit yang menggunung.

“ Kasihan kakak A Ming, paman Jiang kau tidak berniat untuk merekrut pekerja lagi?” ucap Su Ran santai.

“ Bukan tidak ingin, tetapi paman harus benar – benar memilih mereka dengan cermat,” jejak ketidakberdayaan muncul dimata paman Jiang.

Su Ran paham, dikhianati oleh teman seperjuangan dan orang yang dipercaya sungguh menggoreskan luka yang sulit hilang. Betul nggak readers? 😊

“ Yaa untuk saat ini kami masih bisa menahan,” sahut Koki Feng sambil menepuk – nepuk pahanya yang pegal.

“ Hmm, memang lebih bagus. Atau berikan sistem pelanggan lapar saja. Batasi pembelian tiap harinya. Agar pelanggan penasaran dan tanpa sadar tertantang untuk mendapatkan menu di restoran ini,” ucap Su Ran memberi saran.

“ Ini sedikit asing tetapi idemu patut dicoba,” ucap Paman Jiang sambil memegang dagunya, ia beradu pandang dengan Koki Feng yang menatapnya penuh binar persetujuan.

“ Baik, kita akan lakukan ini. lagipula, tulang – tulang tuaku harus beristirahat sampai kita mendapatkan kandidat yang cocok untuk membantu A Ming,” putus Jiang Ran sambil mendesah jenaka. Ketiganya tertawa terbahak – bahak.

“ Su Ran, waktunya kita membicarakan bisnis. Kamu tidak datang dengan tangan kosong, kan?” tanya Feng Yu dengan gelisah.

Hei, yang benar saja. Stok cabai sangat menipis sekarang. Xiao Ran harus membawa cadangan yang baru!

“ Oh, aku sampai lupa. Aku membawanya. Jumlahnya sama seperti kemarin, 250 kati. Lalu aku juga membawa sambal kemasan 2 kali lipat dari jumlah kemarin,” Su Ran beranjak untuk keluar dan mengambil barang – barang.

Jiang Ran dan Feng Yu tentu saja mengikutinya. Mereka tidak akan membiarkan pemuda kurus itu membawa semua barangnya sendiri?

Setelah memanggil A Ming untuk membantu, keempatnya berjalan bersama menuju tempat gerobak Su Ran terparkir.

Feng Yu bergegas duluan dan langsung tercengang. Sekali lagi hatinya penuh dengan kekaguman.

Tidak kurang dari 250 kati cabai, lalu ada juga masing – masing 100 kati sayuran segar di atas gerobak. Ia memandang tubuh kurus Su Ran dengan penuh keraguan.

“ Aku menitipkan keledaiku sejenak di Rumah rumput kuda sebelah,” ucap Su Ran sambil menyentuh hidungnya, canggung. Ia kembali berbohong dengan mata terbuka lebar.

( Rumah rumput kuda : rumah penitipan keledai. Menyediakan pakan dan minum keledai atau kuda, FIKTIF)

Feng Yu mengangguk dan segera menarik Lao Jiang dan A Ming untuk bergegas.

Tak sampai setengah jam, semua karung berisi sayur bahkan 500 kati beras milik Su ran diangkut masuk oleh ketiganya. Su Ran hanya bertugas membawa sekarung penuh berisi sambal kemasan.

“ Oh, Xiao Ran. Kenapa ini ada beras?” tanya Jiang Ran ketika iseng melihat isi dari karung – karung.

“ Ehm, sebenarnya paman, aku sedikit tidak malu ingin bertanya kepadamu. Tahukah kamu sebuah grosir bahan pokok yang membeli dan menjual beras, gandum, atau kedelai?” tanya Su Ran sedikit malu.

“ Hei anak nakal ini, kenapa harus malu. Kebetulan sekali, bukan? Masih ingat Lao Wen yang paman ceritakan? Dia adalah pemilik toko grosir bahan pokok terbesar di kota ini,” sahut Feng Yu dengan gembira. Mata Su Ran berbinar, akan ada saluran untuk penjualan hasil panen padi dan gandumnya.

“ Maukah paman mengenalkannya padaku?”

1
Mary 1283
kenapa hanya cabe saja yang ditanam,seharus ubi kentang dan ubi jalar juga ditanam bersamaan kerna ubi lebih banyak hasil perjin
Hen Ri
jelek novel nya,mata uang nya rupiah 😡
bubun ntib: skip aja kak.. jgn prngaruhi nilai bintangnya.. 👍
total 1 replies
Hen Ri
tolol zaman kuno mata uang nya rupiah 😡
bubun ntib: zaman kuno diindonesia harus pake yuan / tael? komentar pakai bahasa yg bagus kak..
total 1 replies
Tatiw
kurang panjang thor
Lida sari
ringan..nggak ribet .jg nggak ngalor ngetan ..👍👍👍🙏
Lida sari
widih...dah tamat....cepet buaanget...
lagi seru" nya...ya udah deh...Lima mawar dan segelas kopi untuk otor 👍👍
Mbahe Lanang
cabai bisa di panen selama 6 bulan,,+ 3bulan masa vegetatif,,, total sekitar 30x petik bisa lebih
Mbahe Lanang
2. mu paling kenceng ,,panen perdana 3_4kg,,,pas panen raya tembus 35-50kg,,,total sampai end,,paling ketemu 800-1 ton
Any any
maaf thor ceritax bagus tapingganggu Skali dngn rupiahnya.. ini kan cerita cina. kenapa rupiah ? aneh ... sayah keluar aja ya ...maaf..🙏
Yasmin Erawan
Thor mau nanya ini kan ceritanya jaman cina kuno kok kok pake rupiah toh, jujur cerita nya seru tapi agak gimana gitu jaman cina kuno pake rupiah 🙏🙏🙏🙏🙏maaf loh ini ya Thor
Datu Zahra
tadi 1000 rupiah dapet 500 kati beras, ini jual gandum 1 kati 250 rupiah. walah ngaco.

Lagian thor, ini cerita negeri tiongkok, sesuaikan mata uangnya. meski novel, fiksi, diselaraskan lah, jangan asal
Datu Zahra
ceritanya bagus, tapi dialog dan kata² narasinya berantakan. jadi aneh kaku bacanya, kek terjemahan
𝄟⃝Ruby࿐
crtnya bagus cuma mata uangnya kurang.
lebih bagus pake tael.. dan terlalu tinggi untuk zaman kuno.
biasa rumah dan lahan di desa cm butuh brpa puluh tael.
dan bayaran pekrja biasa cm 20 atau 30 koin tembaga.
sebagai penikmat crta fantasi zaman kuno, mata uang sangat mempengaruhi minat baca.
biasa klo mata uang ga msk akal lsg aku skip.. tp crta ini msh bs d baca dan msh bs di akal walau ada anehnya.
Rai Gojess
cerita yang terbaik...
Rai Gojess
saya bagi semua Thor...terima kasih cerita mu....daebakkkk
Nasiati
Alhamdulillah karya bangus
Leni Ani
terimakasih ya thor,cerita nya bagus,padat mantap,👍👍👍💪💪
Edi Sulaiman
keluarga toksid lucu menjengkelkan..!"
Leni Ani
sembuh kan kaki bai chen dulu ranran,
Leni Ani
bikin juga terlor balado su ran😆🤔😅💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!