"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi?!
Nero sangat syok mendengar pengakuan Ele. Kedua matanya sampai membeliak. Namun, ia masih tidak percaya. Apa iya, Tuan Ben yang ia kenal bijaksana, rendah hati, dan baik bisa sekejam itu, bahkan kekejamannya melebihi seorang mafia.
"Kau tidak percaya?" tanya Ele, tersenyum simpul.
Nero menggeleng sebagai jawaban.
"Yang aku ceritakan hanya sebagian kecil saja padahal." Ele kembali bicara kali ini dengan nada serius. "Kau tahu Daddy James, Anna, dan Gail?"
Nero mengangguk dengan raut muka tegang.
"Mereka adalah sekutu Daddy Ben. Mereka tak hanya pandai berbisnis dan menyelam, tapi juga pandai memainkan senjata api. Jadi, jangan main-main dengan mereka jika tidak ingin kehilangan kepalamu!" Ele berkata dengan nada menakut-nakuti seraya menggerakan tangannya seperti pistol dan menempelkannya di dahi Nero.
"Kau sedang mengancamku?" tanya Nero.
"Ya, anggap saja begitu. Jika kau ketahuan menyakiti putrinya, maka kau akan habis ditangan mereka!" jawab Ele.
"Ugh! Sepertinya aku ketakutan." Nero berlagak ketakutan, lalu terkekeh pelan. "Aku tidak akan pernah menyakitimu, Ele."
"Benarkah?" Ele tidak percaya dengan ucapan pria yang tengah memeluknya ini.
"Ya! Itu tidak akan pernah terjadi." Nero menjawab dengan serius. "Jadi, sekarang ceritakan semua sisi gelap daddy-mu."
"Sama seperti kau dan Damon." jawaban Ele membuat alis Nero mengernyit.
"Maksudmu?"
"Ayolah! Jangan berlagak bodoh seperti ini." Ele memicingkan mata, menatap Nero dengan intens.
"Jadi Daddy-mu adalah seorang mafia?"
"Bisa dibilang begitu. Tapi, dia sudah meninggalkan dunia gelapnya itu sejak lama," jelas Ele, dan Nero mengangguk paham.
"Sekarang aku semakin paham," kata Nero sambil mengeratkan pelukan, lalu salah satu tangannya menyingkirkan rambut panjang Ele ke sisi kiri, sekarang leher jenjang Ele yang putih dan mulus terpampang sempurna di depan matanya.
"Apa yang kau pahami?" Ele memejamkan mata saat Nero mulai menciumi lehernya.
"Seorang pria akan rela meninggalkan segalanya demi orang yang dicintainya," jawab Nero di sela aktivitasnya. Salah satu tangannya merambat naik di sela paha Ele yang mulus itu.
"Ah, Nero ... Kau harus bekerja."
"Aku bolos lagi hari ini. Ah, sial! Aku sudah tidak tahan!"
*
"Lagi?!" umpat Pedro, duduk dengan gelisah di ruang tamu. Mengetuk-ngetuk jam tangannya berulang kali. Sudah hampir satu jam ia menggu boss-nya di sana tapi yang ditunggu tak kunjung tiba.
"Sepertinya tuan kita bolos lagi," ucap Botak dari arah dalam, berjalan ke ruang tamu di mana Pedro tampak kusut karena terlalu lama menunggu. "Kau sudah coba menghubungi Tuan Nero?"
"Sudah, tapi tidak diangkat!"
"Akhir-akhir ini dia sedang sibuk. Sering menghabiskan waktu di dalam kamar dengan Nona Ele," kata Botak
"Apa yang mereka lakukan di dalam kamar?" pertanyaan Pedro membuat Botak mendesis kesal. "Ah, iya, lupakan pertanyaanku." Pedro nyengir lebar.
Botak memutar kedua matanya dengan malas lalu beranjak dari sana meninggalkan Pedro.
"Ah, dia ini pemarah, pantas saja masih jomblo," cibir Pedro seraya menatap punggung Botak yang semakin jauh dari pandangan.
*
Barcelona.
Ben tersenyum puas saat mendengar kabar dari orang kepercayaannya yang ia utus untuk mengawasi setiap gerakan Ele dan Nero.
"Nero menembak kedua kaki Nick! Kenapa tidak di tembak mati saja!" umpat Ben, gregetan lantaran kelewat gemas dengan tindakan Nero yang masih memberikan kesempatan hidup pada Nick.
Like dan komentarnya jangan lupa.☺
Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.
Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.
Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.
Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.
Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.
Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.
Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.
Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.
Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.
Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.
Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.
Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.
Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.
Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.
Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.
Berta sampai protes pada Cammora.
Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.
Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.
Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.
Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.
Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.
Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.
Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
🥰🥰🥰🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣