"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: Jangan Sentuh Milikku! Mode Maut Menyala!
BAB 14: Jangan Sentuh Milikku! Mode Maut Menyala!
Kehidupan bahagia dan romantis mereka di vila indah itu tidak berlangsung lama. Kedamaian itu harus terganggu oleh kejahatan yang masih bersembunyi di sudut gelap dunia.
Beberapa hari setelah mereka kembali ke kediaman utama, suasana mulai terasa aneh.
Gu Beichen yang biasanya selalu berada di dekat Lin Qingyan, hari ini harus pergi sebentar untuk meninjau lokasi proyek baru. Dia berjanji hanya pergi 2 jam saja.
"Sayang, aku pergi sebentar ya. Jangan keluar kamar dan kunci pintu rapat-rapat. Siapa pun yang datang jangan dibuka sebelum aku balik," pesan Gu Beichen serius sambil mengecup kening istrinya.
"Iya iya, hati-hati ya," jawab Lin Qingyan santai. Dia tidak menyangka akan ada bahaya besar yang mengintai.
Gu Beichen pun pergi dengan mobil dan pengawal. Tapi yang tidak dia tahu... ada mata-mata yang sudah memantau setiap gerak-geriknya.
Serangan Mendadak & Penculikan
Sore harinya, saat Lin Qingyan sedang duduk santai membaca buku di ruang kerja...
BRAKKKK!!!
Tiba-tiba jendela kaca besar di dinding hancur berkeping-keping!
SWOSH! SWOSH!
Puluhan orang bertopeng hitam dengan senjata lengkap masuk menerobos! Mereka bergerak cepat dan senyap seperti bayangan!
"SIAPA KALIAN?!!" Lin Qingyan langsung berdiri kaget dan sigap! Dia siap bertarung!
Tapi musuh kali ini bukan orang sembarangan. Mereka adalah pasukan elit dari Organisasi Bayangan, musuh bebuyutan Gu Beichen yang selama ini bersembunyi.
Seorang pria tinggi besar dengan topeng tengkorak maju selangkah. Suaranya serak dan dingin.
"Kami tidak ingin menyakiti wanita cantik sepertimu, Nona Lin. Kami hanya ingin kau ikut dengan kami sebentar."
"Sebagai tawanan... untuk menebus nyawa Raja Gu Beichen!"
Lin Qingyan mendengus marah. "Mimpi! Kalian pikir aku akan takut sama sampah-sampah seperti kalian?! Aku istri Gu Beichen! Aku tidak akan pernah menyerah!"
Lin Qingyan langsung mengambil vas bunga besar dan melemparnya ke arah musuh! Brak!
Dia lincah mencoba melawan, tapi jumlah musuh terlalu banyak dan mereka terlalu kuat!
"Tangkap dia! Jangan sampai dia terluka parah, kami butuh dia hidup-hidup!" perintah Pemimpin Topeng.
DOR!
Sebuah semprotan tidur mengenai kaki Lin Qingyan!
"Ugh... kepalaku... pusing..." Kaki jenjang itu lemas. Tubuhnya terasa berat dan perlahan gelap.
Sebelum matahari benar-benar terpejam, dia melihat orang-orang itu mendekatinya dengan senyum jahat.
'Beichen... tolong aku...' adalah pikiran terakhirnya sebelum pingsan total.
Kaget & Marah Besar Sang Raja
Di tempat lain...
Mobil Gu Beichen sedang melaju kencang di jalan raya. Tiba-tiba telepon satelitnya berdering keras! Nomor khusus bahaya!
Gu Beichen mengangkat telepon dengan wajah dingin. "Apa?"
"LAPORAN BOS! BAHAYA BESAR! NYONYA QINGYAN DICULIK OLEH PASUKAN ORGANISASI BAYANGAN! MEREKA MEMBAWA NYONYA KE PABRIK TUA DI PINGGIR KOTA!"
BRUGGG!!!
Dunia Gu Beichen seakan berhenti berputar!
Wajah yang tadinya tenang langsung berubah menjadi PUTIH PUCAT KEMUDIAN MERAH PADAM KARENA MARAH!
Mata hitam pekatnya berubah menjadi MERAH MENYALA SEPERTI API NERAKA!
Tangan yang memegang setir mobil itu mencengkeram sangat kuat sampai...
KRAK! KRAK!
Setir mobil mewah itu patah dan hancur di tangannya!
"AAAAAAHHHHHHHHH!!!"
Gu Beichen meraung marah! Raungan yang penuh dengan dendam dan ketakutan kehilangan!
"MEREKA BERANI... MEREKA SANGAT BERANI MENYENTUHNYA... DI DEPAN MATAKU..."
Suaranya gemetar bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang meledak-ledak!
"Putar balik! Cepat ke lokasi! JANGAN ADA YANG BERANI HENTIKAN AKU! SIAPA YANG MENGHALANGI, MATI!" teriaknya gila-gilaan!
Mobil itu melaju dengan kecepatan di atas batas! Seperti roket menuju lokasi penculikan!
Kedatangan Raja Kematian
Di sebuah gedung pabrik tekstil tua yang gelap dan menyeramkan...
Lin Qingyan sudah terbangun. Dia terikat di kursi, tangannya diikat kuat di belakang punggung.
Di hadapannya, puluhan musuh bersenjata lengkap menodongkan senjata ke arahnya.
Pemimpin Topeng Tengkorak tertawa jahat sambil memegang dagu Lin Qingyan.
"Cantik sekali... pantas saja Gu Beichen rela berkorban banyak hal. Tunggu saja sebentar lagi... suamimu yang sombong itu akan datang... dan kami akan membunuhnya di depan matamu!"
Lin Qingyan meludah ke wajah pria itu! Hah!
"Mimpi! Kalian tidak tahu apa-apa! Kalian sudah membangunkan monster terburuk di dunia ini! Kalian semua akan mati hari ini!"
"Berisik!" Pria itu menampar pipi Lin Qingyan pelan tapi menghina. "Tunggu saja lihat!"
Tiba-tiba...
DUUUAAAAARRRRR!!!
Pintu besi besar pabrik itu meledak hancur berkeping-keping!
Hancur total seakan terkena bom besar!
Debu dan asap mengepul tebal. Di tengah asap itu...
Terlihat sosok tinggi besar berdiri tegap! Bayangannya panjang dan mengerikan!
Aura gelap dan membunuh yang begitu pekat langsung menyebar memenuhi seluruh ruangan besar itu! Suhu turun drastis sampai membuat napas semua orang berubah jadi uap putih!
"DI MANA DIA?!!"
Suara itu bukan suara manusia! Itu suara iblis yang sedang murka!
Pembantaian Malam itu
"SIAPAKAH KALIAN?!!" teriak Pemimpin Topeng panik. "TEMBAK! TEMBAK DIA SEKARANG JUGA!"
TAR! TAR! TAR! DOR! DOR! DOR!
Hujan peluru meluncur deras menuju sosok di tengah asap!
Tapi...
Gu Beichen tidak bergerak sedikit pun dari posisinya. Dia hanya melambaikan tangannya dengan cepat ke udara!
SWOSH! SWOSH!
Angin kencang berputar! Semua peluru itu terpental jauh! Tidak ada satu pun yang menyentuh kulitnya!
"APA?!!" Semua orang mata melotot tak percaya!
Gu Beichen melangkah maju perlahan. Setiap langkahnya membuat lantai beton retak!
Dia menatap mereka dengan mata tanpa belas kasih.
"AKU TANYA SEKALI LAGI... DI MANA ISTRIKU?!!"
Saat matanya menangkap sosok Lin Qingyan yang terikat dan wajahnya sedikit memar...
DUMMMMM!!!
Ledakan energi hitam meledak!
"MATI KALIAN SEMUA!!!"
Gu Beichen bergerak! Dia tidak pakai senjata, tapi tangannya adalah senjata paling mematikan!
BAM! BAM! BUK! TRANG!
Hanya dalam hitungan detik! Orang-orang yang tadinya sombong dan banyak itu satu per satu tumbang! Tulang mereka patah, tubuh mereka terpental, dan senjata mereka hancur!
Gu Beichen seperti angin maut! Dia bergerak terlalu cepat untuk dilihat mata telanjang!
Dalam sekejap... lantai sudah penuh dengan orang-orang yang berteriak kesakitan atau pingsan! Tidak ada yang bisa berdiri!
Tinggal tersisa Pemimpin Topeng Tengkorak yang gemetar hebat sampai kencing di celana!
"R-Raja... ampun... kami tidak tahu..." dia merangkak mundur ketakutan.
Gu Beichen berjalan mendekatinya perlahan. Wajahnya penuh darah musuh dan dingin seperti es.
"Kau... yang berani menamparnya... yang berani mengikatnya..."
Gu Beichen mencengkeram leher pria itu dan mengangkatnya tinggi ke udara!
"HUKUMAN UNTUKMU ADALAH KEMATIAN YANG PALING SAKIT DAN PALING LAMA!"
KRAK!!!
Selesai sudah!
Pelukan Penuh Ketakutan & Cinta
Musuh sudah habis total. Suasana hening. Hanya suara napas Gu Beichen yang memburu.
Dia langsung berbalik dan berlari ke arah Lin Qingyan!
Tangannya merobek tali pengikat dengan mudah!
"Qingyan! Qingyan sayang! Kamu tidak apa-apa kan?! Maafkan aku! Maafkan aku terlambat!" suaranya bergetar hebat, matanya berkaca-kaca!
Dia memeluk tubuh istrinya erat sekali! Seolah-olah dia takut kalau dia melepaskan sedikit saja, wanita itu akan hilang!
Lin Qingyan di dalam pelukan itu akhirnya menangis! Bukan karena takut, tapi karena lega!
"Beichen... kamu datang... kamu benar-benar datang..."
"Aku datang sayang... Aku datang untuk membantai mereka semua demi kamu... Maafkan aku sudah membuatmu takut..." Gu Beichen mengecup rambut, kening, dan bibir istrinya berkali-kali dengan panik.
"Aku janji... mulai sekarang... tidak ada satu atom pun di dunia ini yang berani menyakiti kulitmu sedikit saja. Siapa yang berani... aku hancurkan semesta ini!"
Malam itu... di tengah puing-puing dan musuh yang tumbang... Raja dan Ratu mereka saling memeluk erat, memastikan bahwa mereka baik-baik saja dan akan selalu bersama selamanya.
SELESAI BAB 14 ✅🔥💪