NovelToon NovelToon
Air Mata PernikahanKu

Air Mata PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Beda Usia / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Angst / Tamat
Popularitas:414.7k
Nilai: 4.2
Nama Author: Haasaanaa

Dista Keinadira, harus menelan rasa pahit kala Pamannya menjadikan sebagai alat penebus hutang. Kepada sosok pria lajang tua kaya raya yang memiliki sifat dingin dan sulit ditebak yaitu, Lingga Maheswara.



Pernikahan yang hanya dianggap nyata oleh Dista itu selalu menjadi bumerang dalam rumah tangga mereka. Lingga selalu berbuat kasar kepada Dista yang selalu saja mengharapkan cinta darinya.



•••••
"Satu ucapan cintaku akan setara dengan derasnya air mata yang akan kau keluarkan, Istriku.." Kata Lingga disela isak tangis menyakitkan Dista.



∆∆∆
Halo, jangan lupa follow dan dukung selalu🙃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMP~BAB 21

Dengan posisi duduk disofa kaki bergoyang selayaknya bos yang menunggu sesuatu hal yang menyenangkan itulah Lingga. Ia terus melirik kearah Dista yang tengah memasak di dapur, ya sekalipun posisinya sangat jauh dari pantry. Lingga menunggu Dista dengan penuh ketidak sabaran, bahkan pria itu terus menatap jam tangan mahalnya. 

“Lama banget si!” Ketahuilah sekarang kesabaran Lingga sudah tidak ada lagi. Pria itu bangkit dari duduknya, dan ingin segera pergi melihat sebenarnya sedang apa Dista dengan spatula itu. 

Baru melangkah sebanyak lima, Dista sudah muncul dengan piring ditangannya. 

“Loh, Mas mau kemana?” Tanya nya, ia heran melihat Lingga yang sepertinya ingin pergi. 

“Aku mau pergi melihatmu, masak nasi goreng saja sampai lama sekali.” Cerca Lingga dengan tatapan tidak suka, ia melihat nasi goreng itu dengan perut yang ntah mengapa seperti orang kelaparan sekarang. 

“Tidak lama kok, Mas.. Hanya 10 menit aku masak, tidak sampai setenga jam.” Yang dikatakan Dista itu benar, Lingga saja yang tidak sabaran. Menganggap 10 menit sepertinya 1 jam, tapi begitulah Lingga sejak kapan menjadi pria yang sabar. 

“Ah jangan cerewet! Mana nasi goreng itu, aku lapar!” Ucap nya, Lingga duduk di sofa dengan wajah yang sungguh tidak sabaran. 

Dista tersenyum tipis saja, ia merasa lucu dengah sikap Lingga kali ini. Dista baru menyadari satu hal, bahwa sebenarnya Lingga marah bukan karna masalah. Tapi, Lingga lah yang mencari masalah untuk alasan kemarahannya. Didalam hati Dista tertawa, ia jadi gemas dengan suaminya kali ini. 

Piring nasi goreng itu sudah berada ditangan Lingga sekarang. “Silahkan dihabiskan, suamiku..” Ujar Dista dengan senyuman manisnya, yang mana hal itu membuat Lingga bergidik ngeri. 

“Apaan si!” 

Lingga menyuapkan satu sendok kedalam mulutnya, ia mencerna semua rasa nasi goreng itu. Merasa tidak cukup Lingga menambah satu suap lagi, barulah ia menemukan rasa yang sungguh luar biasa dimasakkan Dista hari ini. 

Bahkan Lingga makan dengan lahap di hadapan Dista yang masih menatap sang suami makan. Dengan duduk bersila di karpet, Dista memperhatikan Lingga makan. Satu persatu sendok nasi goreng itu habis tidak tersisa dalam hitungan beberapa menit saja. 

Bahkan selesai makan Lingga sampai mengeluarkan suara yang mana suara itu sebagai tanda jika memang ia merasa kenyang dan puas. 

“Enak ya, Mas?” Tanya Dista dengan wajah yang bersinar bahagia. Ia menunggu jawaban Lingga dengan jantung yang berdebar, selayaknya orang mengikuti lomba memasak. 

“Enak, tapi tidak terlalu.” Jawab Lingga yang mana itu bohong sebenarnya. “Gila, ini nasi goreng enak banget. Sama seperti masakan Ibu, kenapa aku merasa seperti Ibu hidup kembali kala memakan masakan Dista.” Gumam Lingga didalam hati. 

Tatapan Lingga langsung tertuju pada Dista yang duduk bersila didekatnya. Wanita itu terus tersenyum kepadanya, tidak mudah sedikitpun. 

“Alhamdulillah, Mas suka dengan masakkan ku. Mulai besok aku akan masak untuk mu, agar Mas terbiasa dengan masakkan ku.” Kata Dista yang mana Lingga tidak merespon apapun. 

“Aku mau ke ruang kerja, banyak hal yang harus ku kerjakan.” Ucap Lingga untuk mengalihkan pembicaraan. 

“Sudah jam 10 malam, Mas. Sebaiknya kita_”

“Kau jangan bersikap seperti benar-benar istriku, aku muak!” Sela Lingga dengan perkataan yang sangat ketus, Dista pun menunduk dengan meremas jari-jemari nya sendiri. 

Tidak ada jawaban dari Dista, maka Lingga langsung melangkah pergi menuju ruang kerja yang kebetulan ada di lantai bawah. Mata Dista terus mengekori kepergian sang suami, ia tersenyum tipis. 

“Hem, bagaimana kalau aku buatkan kopi. Pasti Mas suka, karna dia pasti membutuhkan yang hangat serta pahit untuk fokus.” Ide brillian itu muncul di benak Dista begitu saja. 

Cepat-cepat Dista bangkit lalu pergi menuju dapur, membuat kopi untuk sang suami. Dista melakukan semua dengan penuh kasih dan rasa ikhlas, tidak ada dendam sedikitpun meskipun Lingga selalu memperlakukan Dista dengan cara yang tidak baik. 

“Melayani suami sudah pasti akan mendapatkan pahala yang besar, aku mau mulai dari titik ini untuk membuat Mas Lingga senang akan pernikahan ini.” Ucap Dista sembari menuangkan air hangat digelas yang sudah diberi bubuk kopi. 

Lingga merasa kenyang sekali karna porsi nasi goreng yang diberi Dista tadi sungguh banyak. Ia merasa mengantuk sekarang, bahkan tumpukkan dokumen itu membuatnya tidak fokus sekarang. 

“Ah, aku memerlukan kopi sekarang..” Baru Lingga bangkit, sudah ada Dista yang masuk dengan nampan ditangannya. 

Dista membawa nampan yang berisi gelas kopi itu, aroma kopi itu membuat Lingga menjadi tenang. Ia duduk kembali sembari memperhatikan Dista yang berjalan kearahnya. 

“Mas, aku buatkan kopi..” Katanya, Lingga mengangguk saja sambil tangannya memegang dokumen. 

Dengan penuh hati-hati Dista menaruh kopi itu diatas meja, ia memperhatikan keseluruhan ruangan kerja sang suami. Ini pertama kalinya Dista masuk, ternyata banyak sekali buku-buku dan berbagai barang-barang mahal milik Lingga. 

“Aku temani ya, Mas..” Ucap Dista yang mana tidak mendapat jawaban dari Lingga. 

Dista pun melangkah menuju sofa yang ada, ia duduk disana dengan penglihatan yang berkeliling menyusuri ruangan kerja sang suami. Hingga tatapan mata Dista jatuh pada kotak kecil, ia melirik kearah Lingga yang seperti fokus membaca dokumen sambil menyeruput kopi buatannya. 

“Jangan sentuh apapun, sama saja kau sedang menantang ku.” Ucapan Lingga membuat niat Dista yang memang ingin melihat isi kotak itu menjadi terhenti. 

Dista pun kembali duduk diam sambil memperhatikan Lingga yang tengah fokus dengan pekerjaannya. Dengan tangan sebagai penopang wajahnya, ia masih setia menatap sang suami. 

PRANG

Padahal baru sebentar saja Dista memejamkan mata karna mengantuk, tapi suara itu membuatnya langsung tersadar. Dista terkejut kala melihat Lingga yang sedang mengambil gelas yang sudah tidak terbentuk itu. 

“Mas..” Cepat-cepat Dista meraih tangan Lingga untuk jangan menyentuh serpihan gelas itu. 

“Jangan, biar aku saja..” Dista mendorong Lingga untuk menjauh, ia yang akan melakukan semua ini. 

“Kau kira aku mau membersihkan serpihan kaca itu?” Pertanyaan Lingga membuat Dista langsung berbalik badan. Dengan polosnya Dista mengangguk ragu, disaat itulah Lingga tertawa kencang. 

Tangan Lingga berkacak pinggang. “Aku hanya tidak suka, aku lagi bekerja kau malah duduk santai disana. Jadi, aku memecahkan cangkir kopi itu untuk melukai tanganmu.” Ucapan Lingga membuat Dista terkejut, terlebih lagi pria itu berkata dengan tatapan mata yang sungguh angkuh. 

1
Anonim
Thour tolong jgn di rendahkan kali martabat wanita, gk ada wanita yg sanggup di hina kata gitu, sholeha seorang wanita gk harus di injak2 harga dirinya biar. Disebut sholeha😡😡😡😡😭😭😭😭😭😭
Anonim
Dista otanya gk ada udh begitu di hina di rendahkan udah dianggap seperyi binatsng madih mikir pamannya gooooooobloooooooook
Anonim
Nikmati penderitaan mu dista
Anonim
Udh di jual gk di hargai di rendahkan di buang masih aja peduli sama kel
Pamannya wkwkkwkw luar binasa bukan luar biasa lagi di luar akal udh sifatnya apa orang begini calon penghuninsurga wkwkkwkw gk jamin juga jmaaf ya agak gk bisa nerima
Anonim
Wekwkkw pasti dlm hati dista suamiku lagi kesal
Wkwkwkkwkw wanita goblok gk tau apa yg pantas di sebut gk bisa menghargai diri sendiri
Anonim
Dista menikmati setiap
Penderitaannya dgn dalih mencari pahala , wkwkkwkw pahala itu bukan hanya dgn melayani suami yg biadab yg ada mati, sholeha yg keliru 🥶
Anonim
Lama2 jijik dan muak liat sifat dista, gk ada manusia yg kaya gini, tapi ya sudah lah nsmanya juga cerita 😂
Anonim
Mungkin ini yg bikin vanua gk mau sama lingga, kaya harta tapi miskin jiwa dan gk ada akhlaknya sombong , angkung kejam
Anonim
Dista bodoh merusak mentalnya sendiri, mengangumi iblis berwujud manusia, istri yg berbakti juga gk begitu melihat suami berzina dpn mata tapi tetap kagum🥶
Anonim
Dista gk usah banyak tanya, lakukan aja tugas nya sebagai istri lakukan pekerjaan yg di perintahkan, karena suaminya iblis manusia2 yg ada di sekitarnya juga iblis, jaga mentanya aja jaga kesehatannya semoga semua cepat kelar dia bisa hidup bahagia, berdoa minta sama yg kuasa udah
Yusran Lacon
ceritax udah bagus...cuman endingx gak seru
Abd Kadir Taha
jangan terhipnotis dengan kata"nya!
Abd Kadir Taha
bawa dista pergi bersamamu malik!
Abd Kadir Taha
semoga malik yang memberikan kebahagiaan itu!
Heny
Dista sm malik aja thor
Heny
Smg vania bisa menolong dista
Heny
Suami durjana gk punya hati
Heny
Terlalu sombong
Rohana Nana
lawan suami kejammu distaaaa..
#ayu.kurniaa_
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!