NovelToon NovelToon
Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Mistake ( A Mistake Can Bring Love )

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: rehuella

Karena sebuah kesalahan Kalundra Ananda Ramones, harus menikahi wanita yang baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sudah tidak lagi mempedulikan statusnya sebagai tunangan orang yang dicintainya.

Aluna Dinda Soeharjo wanita cantik berusia 25 tahun, demi menghindari kakak tirinya dia pergi ke Jakarta. Aluna terpaksa menerima tawaran yang diajukan Kalundra demi menutupi rasa malu keluarganya. Dia belum yakin sepenuhnya jika yang mengucapkan ijab qobul, bukan orang yang dia cintai.

Surat perjanjian disepakati oleh keduanya, mereka tinggal seatap, layaknya pasangan pada umumnya.

Seiiring berjalannya waktu cinta tumbuh di antara keduanya, siapakah yang akan Kalundra pilih? Cinta masa kecilnya atau wanita yang sekarang menyandang status sebagai istrinya? Dari pada penasaran baca yuk.

Ini Sekuel Kepincut Cinta Dokter ya. Tapi ini kisah anaknya, kalau kalian baca langsung juga nyambung kok, karena di novel pertama itu, tentang kisah lahirnya Kalundra dan saudaranya.

Selamat membaca semoga suka dengan tulisan saya ini.

Follow Ig : rehuella1
Fb Yetha itu Yhenie

Pesan saya jangan lupa favoritkan dan like ya, kalau mau kritik saran, boleh banget.😅

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan

Aluna menghampiri meja makan di mana Kalun berada, saat ini dia sudah rapi menggunakan kemeja putih dan rok hitam yang melekat ketat di tubuhnya, ia mulai memakan sarapan yang dibuatkan Kalun, roti bakar dengan keju slice yang sudah lumer di dalamnya, membuat Aluna semakin tergiur untuk segera melahapnya habis.

Aluna tidak berani menoleh ke arah samping, di mana Kalun tengah menatap sambil memakan sarapannya. Dia yang nerasa tidak nyaman segera memakan sarapan itu dengan cepat. Lagi pula dia akan mampir dulu ke makam Fandi, jadi dia akan berangkat lebih awal.

“Terima kasih sudah menyiapkan sarapan untukku pagi ini,” ucap Aluna sambil berdiri hendak meninggalkan meja makan. Kalun mengangguk dengan ekpresi yang masih biasa saja, dia lalu menatap ke arah jam di tangannya yang masih menunjukkan pukul 06.30 bahkan dirinya belum mandi, ataupun menyiapkan pakaiannya.

“Aku duluan.” Aluna berpamitan pada Kalun, dia berjalan meninggalkan apartemen, setelah memesan ojek online untuknya.

Aluna merasa beda dengan tatapan Kalun pagi ini, aneh tapi ini nyata, Kalun memperlakukannya dengan baik, tidak seperti kemarin yang acuh dengannya.

Secepat itukah perubahannya? hanya dengan kata cerai yang keluar dari bibirku. Batin Aluna sambil masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai bawah.

Seketika bayangan tentang bibir Kalun yang merah melewati pikirannya. Tanpa permisi bayangan itu masuk dan terus menghantui dirinya, di tambah lagi dengan mimpinya semalam yang menerima ciuman dari Kalun. Dengan tangan kanan dia menyentuh bibirnya yang ditempel bibir Kalun saat di sofa semalam, dia tersenyum malu sambil menutup bibirnya dengan tangan kanan. Aluna tersadar saat dia mendengar bunyi pintu lift terbuka, dia berusaha menampilkan wajah datar, supaya tidak terlihat seperti wanita gila saat melewati orang lain.

Aluna berjalan menghampiri pengemudi ojek online yang sudah menunggunya. Seperti kemarin, saat tiba di makam Fandi dia selalu menceritakan apa yang terjadi dengannya kemarin. Dia seperti bercerita dengan Renata mengangggap yang di dalam gundukkan tanah itu bisa menjawab dan mengerti masalahnya.

---

Pagi ini Kalun, mengenakan kemeja merah dan vast abu gelap di tubuhnya, jas dan dasinya hanya di letakkan di lengan kanannya, dia berjalan keluar dari apartemen menuju lantai bawah.

Pagi ini, dia meminta Doni untuk menjemputnya, karena Kalun merasa kurang enak badan, karena semalam dia begadang hingga pukul 2 dini hari.

Mobil sudah sampai di depan gedung miliknya, Saat dia keluar dari dalam mobil, dia melihat Aluna yang baru saja turun dari bus. Kalun memicingkan matanya, memperhatikan tingkah Aluna yang berlari kecil hendak memasuki gedung.

Kenapa baru sampai? Harusnya dia sudah tiba dari tadi. Batin Kalun yang melihat Aluna berada di balik punggungnya.

Gadis itu hanya melewati Kalun, dia tidak sadar jika suaminya itu tengah memperhatikan gerakkannya.

Dengan nafas memburu Aluna berlarian kecil menuju lift, takut jika dirinya akan terlambat. Saat Aluna berlari, dia tidak sengaja menabrak wanita yang kemarin bertemu dengannya di lift.

“Dasar wanita j*alang! Apa kamu tidak menggunakan matamu untuk melihat?” maki wanita berpakaian sexy di depan Aluna. Aluna mencoba menahan emosinya karena dia mengakui jika dia bersalah.

“Ceroboh!” gumam Kalun ketika melihat Aluna terjatuh. Dia hanya melewati Aluna, tidak berniat membantu Aluna untuk berdiri.

“Gara-gara kamu, Pak bos tidak melihat penampilanku!” maki wanita di depan Aluna yang menggerutu tidak jelas di depan Aluna.

“Maaf, aku buru-buru, karena takut terlambat.”

Aluna berlari kecil, setelah membantu menyimpan berkas-berkas yang berhamburan. Dia segera masuk ke dalam lift. Karena pintu masih terbuka dan orang yang berada di dalam lift tidak terlalu banyak.

Aluna tersenyum manis ke arah kepala bagian devisinya. Ini hari ke dua, dan dia harus memberikan kesan yang baik di depan atasannya itu.

“Oh ya Lun, nanti ikut saya ya, kita harus bertemu dengan klien, kita akan memperebutkan tender besar hari ini,” ajak David saat sudah keluar dari dalam lift.

“Baik Pak!” jawab Aluna sambil sedikit menundukkan kepalanya.

“Bersiaplah sekarang! karena pukul 9 pagi kita harus berangkat,” perintah David yang diangguki oleh Aluna.

Aluna kini sudah sampai di meja kerjanya, yang tidak jauh dari meja kerja David. Dia mulai menyusun perlengkapan yang akan dia bawa untuk bertemu klien.

“David! segera urus tender dengan Emero Group pastikan kita memenangkan tendernya kali ini!”

Ucapan dingin dari bibir Kalun membuat Aluna menoleh ke arahnya. Dia baru menyadari jika suaminya itu terlihat tampan pagi ini, kemeja merah yang dia kenakan membuat aura Kalun lebih terlihat, berbeda saat lelaki itu memakai kemeja putih kemarin.

“Siap Pak, ini saya juga mau berangkat,” jawab David sambil memasukkan berkas ke dalam tas nya.

“Dengan siapa kamu berangkat?”

“Saya akan pergi bersama Aluna.”

Ucapan David membuat Kalun melirik ke arah di mana Aluna berada. Dia menaikkan alisnya karena merasa tidak yakin dengan Aluna.

“Apa kamu yakin? Dia masih baru di sini, awas jika sampai gagal, aku tidak hanya memberimu SP 1 tapi kamu harus segera pergi dari perusahaan,” ucap Kalun dengan tatapan mengancam ke arah David.

“Saya yakin jika hari ini akan memberikan hadiah tender spesial untuk Bapak,” ujar David sambil menatap penuh keyakinan ke arah Kalun.

Kalun diam sejenak sambil memperhatikan Aluna yang tengah menyusun perlengkapan yang di butuhkan nanti.

“Apa tidak ada bajumu yang lebih bagus lagi? Kamu akan bertemu dengan klien besar! Jika kamu berpakaian seperti itu yang ada mereka akan mencelamu,” ucap Kalun menunjuk ke arah Aluna.

“Karena dia dalam masa training, jadi saya hanya mengizinkannya memakai baju putih hitam Pak,” sahut David yang tidak ingin melihat Kalun menyalahkan bawahannya.

“Diamlah! Aku tidak bertanya padamu!” peringat Kalun nada dingin.

“Mulai besok, saya akan berpakaian yang bagus Pak.” Aluna berucap sambil menundukkan kepalanya.

“Don! Perintah Siska untuk menyiapkan baju untuknya!” Kalun memerintahkan pada Doni yang dari tadi hanya memperhatikan kelakuan bosnya.

“Sekarang! Tunggu apalagi!” teriak Kalun sambil menoleh ke arah Doni. Karena Doni masih belum beranjak, dia memikirkan perintah Kalun yang terlihat absurd itu, karena baru kaki ini dia peduli dengan penampilan karyawannya. Doni melenggang pergi segera meminta baju untuk Aluna, setelah dia tersadar dari pemikirannya.

“Apa ukuranmu?” tanya Kalun yang masih berdiri di depan Aluna. David yang sejak kemarin melihat perhatian Kalun terhadap Aluna, mulai curiga dengan keduanya. Apalagi saat ini dia tengah melihat Kalun yang menatap lurus ke arah Aluna.

“Medium,” jawab singkat Aluna tanpa melihat ke arah Kalun. Dia masih fokus memasukkan berkas yang ada di meja.

Kalun meraih ponsel yang ada di kantong, dia segera memberitahu Doni supaya membawanya baju Aluna berukuran medium.

Setelah urusan baju selesai, Kalun meninggalkan ruangan devisi desain, menuju cafetaria yang ada di lantai paling bawah.

Sedangkan Aluna segera bersiap dengan baju barunya, baju bewarna peach dengan paduan rok span bewarna putih, mencetak jelas lekuk tubuhnya yang ramping, rambutnya yang diikat membuat lehernya yang kecil terekpos sempurna.

Aluna dan David keluar dari lift, berpapasan dengan Kalun yang akan menuju ke lantai atas ruangannya. Dia melirik ke arah Aluna sebentar, tapi dia langsung mengalihkan pandangannya, saat melihat Aluna tersenyum manis ke arahnya, dia hanya pura-pura mengusap dagunya, demi mengalihkan perhatiannya terhadap Aluna.

“Mungkin kita nanti akan makan siang sekalian di sana, jadi siapkan dirimu,” terang David sambil berjalan membelakangi Kalun.

“Siapa yang memberinya pakaian sexy seperti itu,” gumam Kalun yang menatap Aluna dari pantulan granit dinding kantornya. Sampai dia tidak menyadari jika lift sudah dia lewatkan.

Kalun hanya bisa menggerutu tidak jelas hingga sampai di ruang kerjanya, bersiap untuk memaki siapapun yang memberikan baju sexy itu pada Aluna.

👣

Tinggalkan jejakmu! 🤓 like, vote dan komentar positif, saran juga boleh.

1
Mira Hastati
bagus
eonnira
yeeeee ketemu juga ceritanya ayah Kalun dan bunda Luna🤗🤗
Afriyani Fristianingrum
Buruk
Arie Afnieta
bagus
Lenni Namora
Luar biasa
dini0532
Bisa2nya aku netesin air mata di kantor gara2 baca part Luna melahirkan 🥲
dini0532
Papa Erik selalu terdepan. Tim satsetsatset. Tapi anak dan mantu2nya klemer2 semua, ibarat kata musibah dibikin sendiri mulu zzz
dini0532
Aneh banget Pak Budinya juga. Kalo Kalun ga bisa dihubungi ya coba hubungi yg lain jg dong. Apalagi ini baru ketauan kalo Luna hamil tp ga ada tanda2 nyuruh Kalun dan keluarganya buat jemput. Harusnya curiga dong knp anaknya bisa sendirian lama bgt di Solo
dini0532
Kadang Kalun emang suka cemburu berlebihan, giliran Luna yg cemburu di sepelein. Tp untuk soal rumah, aku sependapat sm Kalun. Mending cari rumah lain dr pd nantinya jd kebayang2 Fandi terus
dini0532
Lemah amat luluhnya cuma sama nasi goreng. Pdhl fatal bgt kesalahannya, bukan cuma sekedar nemenin mantan yg lg sekarat tp nyaris ijab qabul. Bayangin kalo keburu ijab qabul dan si Kayra blm meninggal. Brarti kan Luna bener2 di madu. Pantes Riella di madu, ini mah bener2 karma abangnya kayanya
dini0532
Kalun kan katanya dulu dokter tapi kok sebodoh ini sih? Luna kan hitungannya habis keguguran. Papanya udah ngewanti2 buat ABC tp dengan santai dan sadarnya Kalun ngejawab nentang bodo amat kaya gitu. Kok lama2 jd makin kesel sm karakter Kalun ya?!
dini0532
Good job Aluna, sempet mikir kirain dia cepet luluh ternyata tetap tangguh. Hukuman harus ttp ada buat Kalun biar dia bisa ngehargain istrinya. Kecewa bgt pasti jd Luna
dini0532
Walaupun tau endingnya Kalun sm Luna kaya gimana. Tp gue msh ttp penasaran sm kelanjutan masalah ini. Pgn Kalun "sadar" sm kelakuannya sih
dini0532
Walaupun Kayra meninggal, tapi tetep ga suka dan ga bisa dibenarkan jg caranya Kalun sembunyi2 kaya gini. Bener2 ga ngehargain istri. Pdhl kalo jujur pasti Luna bakal izinin apalagi kalo tau Kayra sekarat
dini0532
Gue kalo jd Luna, walaupun Ferdi orang baik dan dia diwasiatin gt sama Fandi, gue ttp nolak sih. Ga kebayang kalo mesti terus2an kebayang Fandi di fisik Ferdi. Nantinya jd gatau beneran cinta sm Ferdi atau cuma krn Fandi. Trs blm lagi ibu mertua nya kaya begitu. Mending jadi mantunya Papa Erik Mama Ella dh, bener2 di syg bgt
dini0532
Kok cinta sm Emil dari sejak SD sih? Bukannya SD masih sukanya sm Kenzo ya? Baru demen Emil kan pas sekitaran SMA / kuliah, pas dia udah benci sm Kenzo kan?
dini0532
Parah bgt kalo beneran ditinggal di hotel sendirian tanpa kabar. Minimal tinggalin pesan kek di kertas / sms
dini0532
Kasihan jg sih Kalun kaya berjuang sendirian. Seandainya Luna tau pengorbanan Kalun biar bisa terus bareng dia
dini0532
Waahh kirain cuma papa Erik yg tau belangnya Kayra, ternyata papanya Kayra pun tau gmn kelakuan anaknya ckck
dini0532
Fix Aluna hamil dan papa Erik udah tau sejak Luna pingsan. Makanya kmrn ajudannya ganti kopi jd susu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!