NovelToon NovelToon
Love Scenario

Love Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.

Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.

Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.

"Kamu sangat indah Sherena ...."

Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.

Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?




Folow Ig author @Samar_Jenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Karena Uang

Sita hanya membulatkan bola matanya melihat pelayan menurunkan satu per satu makanan ke meja di hadapannya. Melihat banyaknya makanan itu dan ia tahu berapa harga setiap porsinya. Karena ia sering makan di sini sebelum mamanya meninggal dulu. Ia saat ini tidak bisa berkata-kata lagi hanya memijat pangkal hidungnya berharap bisa mengurangi rasa stres dalam kepala.

Setelah para pelayan selesai meletakkan makanan. Erick segera memakan sedangkan Sita hanya meneguk liur melihat sendok yang masuk ke dalam mulut lelaki itu. Setiap sendok yang masuk ke dalam mulut Erick seperti ingin ia tahan sendok itu dan mengembalikan pada pelayan lagi.

Belum juga ada setengah jam Erick menyudahi makannya. Sedangkan makanan di atas meja hanya di makan sedikit saja. Buat apa memesan makanan begitu banyak sedangkan yang di makan hanya seperempat saja.

“Sayang banget, kamu enggak mau makan, padahal ini enak loh,” ucap Erick seraya membersihkan bibirnya dengan sapu tangan.

“Kamu sudah selesai makan, Mas?” tanya Sita.

Erick menjawab dengan mengaguk.

“Tapi buat apa, kalau memesan segini banyaknya tetapi hanya di makan seujungnya saja,” dengkus Sita kesal. Ia kesal, di saat di luaran sana banyak orang membutuhkan makanan justru dengan mudahnya Erick membuang makanan begitu saja.

“Aku sudah kenyang, mau bagaimana lagi. Lagi pula kalau kamu mau memakannya juga boleh,” jawab Erick santai menyandarkan tubuh di punggung kursi. Ia pun segera memanggil pelayan.

Seketika itu jantung Sita seperti ingin loncat semakin dekat pelayan itu, Sita seperti ingin tenggelam ke dasar bumi menghilang dari sana. Wajahnya kaku takut karena ia sudah memperhitungkan berapa total semua makanan yang dipesan Erick.

“Pelayan, kamu bisa kasih berapa total yang harus di bayar semua makanan ini pada dia.” Erick menunjuk ke arah Sita.

Dengan berpura-pura mempunyai uang Sita memberanikan untuk bertanya, “Berapa total semua yang harus aku bayar?”

Pelayan itu pun mendekat ke arah Sita memperlihatkan kertas di tangannya. “Total semuanya adalah lima juta rupiah, Nona.”

Hah! Lima juta? Ini benar-benar gila. Dari mana dia mendapat uang lima juta? Sedangkan sisa saldo dari rekening tabungan saja tinggal dua juta. Sepertinya Sita harus memilih masuk penjara dari pada harus dibuat Erick menderita seperti ini.

Bahkan ia tidak tahu harus makan apa besok kalau uangnya habis hanya karena untuk membayar makanan Erick siang ini. Sita benar-benar geram ingin rasanya mencekik lelaki di hadapannya itu saat ini juga.

Dengan terpaksa ia mengeluarkan kartu kredit yang sudah lama tidak ia gunakan. Ia segera mengeluarkan kartu itu dan memberikan pada pelayan restoran yang berdiri di hadapannya.

Erick memandang puas calon istrinya itu. Ternyata kalau sedang kesal Sita terlihat menggemaskan. Eh, menggemaskan? Apa Erick sudah mulai ada rasa dengan Sita?

Tidak, Erick segera membuyarkan pandangannya dari menatap wajah Sita. Yang sangat menariknya seperti magnet itu.

.***

Setelah makan siang yang membuat Sita kesal, mereka pergi ke desainer yang tak jauh dari restoran itu.

Erick memesan cincin yang sangat indah untuk Sita. Sedangkan Sita hanya merengut terlihat tidak antusias sama sekali. Ia masih kesal, karena harus kehilangan uang lima juta hanya untuk membayar makan siang Erick saja. Seharusnya dengan uang itu ia bisa menggunakan untuk biaya hidup selama berbulan-bulan.

Di sepanjang dalam perjalanan ia hanya terlihat menggerutu benar-benar kesal dengan Erick. Lelaki itu sudah merampas banyak hal darinya. Pertama ciuman pertamanya kedua ia harus membayar kartu kredit senilai lima juta.

Ingin rasanya ia membenturkan kepalanya sendiri untuk melampiaskan kekesalannya.

Kali ini Erick langsung mengantarkan ke apartemen karena jadwal pertemuan telah di batalkan. Oleh karena itu mereka dalam keadaan santai saat ini.

Setelah sampai di apartemen Sita menutup pintu mobil dengan kasar lalu mengeloyor cepat masuk ke apartemen. Ia segera menjatuhkan tubuh ke kasur kesukaannya. Menurutnya tempat tidurlah yang paling nyaman untuk menghilangkan rasa penatnya selama ini.

Baru saja Sita menghela napas santai menatap langit-langit kamar. Bel apartemen berbunyi. Perempuan itu segera beranjak dari sana lalu membukakan pintu.

Saat pintu terbuka Erick dengan wajah maskulin berdiri di depan. “Menyebalkan!” gerutu Sita bersedekap memandang sinis Erick.

Tanpa menunggu Sita mempersilakan Erick langsung menyelonong masuk dengan santai seolah rumahnya sendiri. Bahkan ia duduk di sofa terlebih dulu ketika Sita masih berdiri di depan pintu.

“Sedang apa kamu di situ, Sita? Ayo cepat kemari.” Ia menepuk-nepuk ruang sebelahnya.

Namun Sita tidak menanggapi. Perempuan itu mendekat tapi hanya berdiri kaku di sana seraya memandang tidak suka ke arah Erick.

“Duduklah, sayang.”

“Enggak mau!” Sita menggelengkan kepalanya dengan cepat dan memalingkan muka seperti anak kecil yang sedang marah.

“Baiklah, kalau enggak mau duduk.” Erick berdiri lalu dengan cepat mengangkat tubuh Sita.

“Eh, apa yang kamu lakukan?” ucap Sita gelagapan karena Erick mengangkat tubuhnya tanpa aba-aba.

Lelaki itu kekeh membawa tubuh Sita mendudukkannya di atas sofa. “Lain kali kalau tunangan memerintah, harus menurut.” Setelahnya ia kembali duduk sofa sebelah Sita.

“Ck, tunangan.” Sita mencebik dalam hati. “Kita kan belum tunangan, Mas Erick yang terhormat.” Ia berucap dengan nada malas.

“Tapi, dua hari lagi pertunangan kita akan dilaksanakan, Sita.”

“Apa?! Dua—hari?” tanya Sita terkejut dengan wajah yang syok.

“Iya, dua hari. Memangnya kenapa? Bukankah semakin cepat semakin baik, Sita?” Erick tersenyum “Selama menjadi istri pura-puraku kamu harusnya merasa senang, dan lagi tidak usah khawatir tentang biaya hidupmu dengan adikmu. Kamu bisa menghubungi adikmu sekarang.”

Sita memalingkan wajahnya lagi untuk menatap Erick “Buat apa?”

Melihat ponsel Sita di atas nakas Erick beranjak untuk mengambilnya dan memberikan pada Sita. “Ini, hubungi dia.”

Sita dengan wajah bingung mengambil ponsel itu lalu menekan nomor sang adik. Saat telepon tersambung raut wajah Sita seketika berubah menjadi kaku bahkan hampir-hampir tidak bisa bergerak. Hingga sang adik memutus sambungan telepon ia masih tercengang.

“Kenapa kamu melakukan ini, Mas?” Sita menaikkan pandangan manik mata coklat itu menatap Erick yang berdiri di hadapannya.

“Aku hanya ingin membayar atas jasamu, Sita. Sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah mau membantuku untuk menjadi istri pura-pura.”

Jadi selama ini Sita terlalu tinggi berharap Erick tidak menganggap Sita melakukan ini semua bukan karena uang? Ternyata Sita salah besar, Erick hanya menganggap dia sebagai perempuan bayaran yang bersedia menikah dengannya hanya karena uang.

Namun kenyataan seperti itu. Apa yang diharapkan lagi selain status sandiwara ini? Sita juga menganggap ini semua hanya panggung sandiwara suatu saat pasti akan berakhir dengan sendirinya, entah dengan kebahagiaan atau dengan kesediaan.

Sita salah jika berharap Erick menyukainya bukan karena uang. Nyatanya lelaki itu membayar semua biaya kuliah adiknya sampai tamat kuliah karena ingin membalas jasanya. Sita akan berhenti berharap kalau Erick lelaki yang suatu saat akan mencintainya dengan tulus.

Kalau Upnya banyak jangan lupa like semua ya..

1
Putri Sifani
luar biasa mengandung air mata bawang
BellaSasi
Hem hem
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Sisi Tarsun San'ngisa
good mam, anakmu emang harus di tegasi biar otaknya mikir
Sisi Tarsun San'ngisa
biasa laki-laki kalau sudah bucin jadi tolol
Siti Aisyah
Lumayan
Windarti08
maaf Thor... aku agak bingung, cerita ini kan ada kaitannya dengan cerita yang lain, jadi bagusnya judul mana yang harus dibaca terlebih dahulu biar nyambung ceritanya🙏
samar: skip aja kak bagian ini kalau bingung 🥰 cerita tokoh ini (Arini) ada di novel Single Mother🙏
total 1 replies
Benazier Jasmine
akhirnya menikah juga Keisha sm kerel, terimakasih kak authooor, ceritanya bgs👍👍👍
Benazier Jasmine
bener Keisha cemburu sm karel, nara nempel saja sm karel, aplg tingglnya 1hotel
Benazier Jasmine
karel u itu bodoh bgt, y jelas marah u batalin mendadak apalg yg telp kaisya sekretaris u, jelas donk marah bgt
Benazier Jasmine
erick ular jos gandos, 2x bercinta lgs bertelur😂😂😂
Benazier Jasmine
kyk erik sm sita blm cerai
Benazier Jasmine
semua kemarahan erik ke sita akibat dr sharena
Benazier Jasmine
unboxing terpaksa
Benazier Jasmine
ternyata ibu tirinya sita, mantanya erick ya thooor, namanya kok sama
Benazier Jasmine
semangat
kumala sari
sangat bagus
Ana. 090471
👍👍👍👍👍
chaaa
sita. sita..ngapain Lo ngaku kalau cinta sama si Erick? di manfaatin kan Lo ma tu laki sampe dia pake syarat utk nahan Lo.. jgn mellow lah sita..harus sangar ngadepin si Erick.
Yusri Yusoff
bagaimana dgn nasib Nara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!