NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Anaya

Anaya terlihat menatap wajah mungil Citra, bisa menggendong bayi dan mencium aroma khas bayi yang lembut membuat kedua mata Anaya berkaca-kaca. Menggendong seorang bayi ternyata seperti ini rasanya. Sepuluh hari yang lalu, Anaya hanya sempat menyentuh bayinya ketika si Kecil melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kala itu pun, Anaya merasa kenapa bayinya begitu kecil tidak seperti bayi pada umumnya. Bayinya lahir dengan berat kurang dari 2 kilogram, selain itu suara tangisannya pun terdengar begitu lirih.

“Sepuluh menit usai berjemur, Citranya biar Tante mandiin dulu, Anaya … kamu santai dulu tidak apa-apa. Sarapan dulu,” ucap Mama Rina.

“Iya Tante … terima kasih,” balas Anaya dengan menganggukkan kepalanya.

Sementara Tama tampak mengamati Anaya yang menggendong Citra. Rasanya mungkin jika Cellia masih ada, akan terlihat seperti itu. Hanya saja sekarang Tama memilih diam dan tidak banyak berbicara.

“Masuk kerja jam berapa Tam?” tanya Mama Rina.

Tama yang sedari tadi diam, akhirnya mengerjap dan kemudian menatap kepada Mamanya. “Euhm, sebentar lagi Ma … nunggu Citra mandi dulu, abis itu Tama berangkat kerja,” balasnya.

Mama Rina pun tersenyum, “Baiklah … kalian sudah kenalan belum? Jadi Anaya, Citra ini anaknya Tama. Citra menjadi anak yang kurang beruntung karena Mamanya meninggal dunia beberapa jam setelah melahirkan dia,” cerita Mama Rina.

Anaya yang mendengarkan cerita dari Mama Rina pun menganggukkan kepalanya secara samar, dan kemudian menatap Tama untuk sesaat. Sebenarnya, Tama bukan orang baru dalam hidup Anaya. Keduanya sempat berkenalan beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, memang perkenalan dan ada hubungan yang terjalin antara keduanya yang hanya berjalan beberapa bulan saja.

“ASI kamu masih keluar ya Anaya?” tanya Mama Rina lagi.

“Masih, Tan … kadang ya Anaya pumping dan langsung dibuang. Tiga hari setelah melahirkan itu, penuh sekali, Tante … Anaya sampai demam dan bengkak. Jadi, Dokter kala itu menyarankan untuk pumping dan dibuang saja,” balas Anaya.

“Mastitis yah?” tanya Mama Rina lagi.

“Iya, Mastitis Tante … saat Anaya periksa memang karena mastitis, yang membuat payu-dara bengkak karena saluran ASI tersebut. Gejalanya nyeri dan juga disertai demam," balasnya.

“Sayang yah, punya ASI melimpah dan setelah dipumping terus dibuang begitu saja. Padahal sekantong ASI itu sangat berharga,” balas Mama Rina.

“Tidak ada yang minum juga, Tante … jadi, hanya untuk mengantisipasi terjadinya bengkak saja. Cuma sekarang, ASI-nya bisa diminum Citra. Minum ASI biar sehat ya Nak,” balas Anaya dengan menatap Citra yang masih dia gendong dengan tangannya.

“Kalau Tante boleh memberi saran, kalau malam dipumping saja, Anaya … nanti paginya kantong ASIP-nya dibawa ke sini, bisa disimpan di kulkas dan bisa diminum Citra waktu malam. Nanti biar Tama yang akan belikan kantong ASIP buat kamu,” ucap Mama Rina.

Tama pun segera menganggukkan kepalanya, “Iya, nanti aku belikan kantong ASIP buat kamu,” balas Tama.

“Makasih,” sahut Anaya dengan singkat.

“Ya sudah, sini biar Tante mandikan Citra dulu yah … biar wangi nih si putri kecil. Sudah makin siang. Kalau Citra enggak mandi nanti Papanya enggak berangkat kerja,” ucap Mama Rina.

Mendengar bahwa Citra akan segera mandi, Tama pun segera berdiri. Tanpa disuruh, Tama sudah masuk ke dalam kamar mandi, menyiapkan ember bayi dengan air hangat. Kemudian dia mendekatkan berbagai personal care milik Citra seperti sabun, shampoo, dan juga washlap untuk memandikan bayinya.

Setelahnya, Tama menata di kamar baby milik Citra, menaruh perlak dan menyiapkan baju ganti untuk Citra, lengkap dengan minyak telon, dan parfum bayi beraroma floral. Sang Papa muda itu, menyiapkan semuanya seorang diri.

“Sudah siap Ma,” ucapnya begitu semuanya sudah siap.

Mama Rina pun naik ke atas, ke kamar milik Citra dan segera memandikan bayi kecil itu. “Tante, Anaya ikut boleh? Mau lihat Tante mandiin Citra boleh?” tanya Anaya.

“Boleh … sini ikut saja,” balas Mama Rina.

Anaya pun mengikuti Mama Rina naik ke lantai dua. Wanita muda itu tampak memperhatikan bagaimana caranya memandikan bayi. Terlihat Mama Rina memberikan shampoo di rambut Citra yang hitam, dan memberikan sabun di tubuh Citra, setelahnya Mama Rina menggunakan washlap yang seperti handuk kecil seperti sarung tangan itu untuk membersihkan semua busa di tubuh Citra, kemudian barulah pelan-pelan Citra dimasukkan ke dalam ember bayi. Tidak perlu terlalu lama, hanya beberapa menit saja, Citra sudah selesai mandi, dan sudah digendong Mama Rina lagi dengan handuk.

“Oh, caranya memandikan bayi seperti itu ya Tante … kapan-kapan ajarin Anaya ya Tante,” pinta Anaya.

Anaya memang melahirkan bayi, tetapi Tuhan tidak memberinya kesempatan untuk merawat dan mengasuh bayinya. Kali ini, hatinya tergerak untuk bisa melakukan berbagai hal seputar pengasuhan bayi. Lagipula, Anaya yakin bahwa Mama Rina adalah orang yang baik dan mau untuk mengajarinya. Sehingga kesempatan ini dimanfaatkan Anaya untuk belajar sekaligus.

“Boleh … biar pintar ya Anaya,” balas Mama Rina.

“Hanya ingin belajar, Tante … Anaya bukan ibu yang sempurna. Tuhan hanya mengizinkan Anaya untuk melahirkan saja, tetapi tidak untuk mengasuh bayi kecil Anaya,” balasnya.

Kali ini hatinya terasa pilu. Takdir hidup yang terasa begitu pahit. Dia hanya memiliki waktu beberapa jam saja dengan bayi kecilnya. Tidak sempat memandikan, menimang, dan mengatakan berbagai hal yang baik yang akan dikenang oleh bayi. Sehingga, di kesempatan yang baik ini, Anaya ingin belajar.

Setelah itu, Mama Rina juga memakaikan baju dan diapers untuk Citra. Lagi-lagi Anaya tampak memperhatikan bagaimana baju yang kecil-kecil bisa dipakai oleh seorang bayi. Rasanya banyak hal yang memang tidak pernah Anaya lakukan.

“Anaya yang kuat yah … yang sabar. Si bayi sudah menjadi malaikat kecil di surga sana,” balas Mama Rina.

“Iya, Tante … cuma kadang Anaya tidak bisa melupakan. Jika, malam tiba … rasanya Anaya mendengar suara tangisan bayi. Terngiang-ngiang di telinga Anaya, bagaimana si baby yang menangis saat dia baru saja lahir. Hampir setiap malam Anaya terjaga,” aku Anaya dengan jujur.

Mama Rina menghentikan sejenak aktivitasnya untuk memakai baju untuk Citra, kemudian menepuk bahu Anaya dengan lembut. “Anaya hebat … Anaya sudah berjuang. Tante doakan kebahagiaan akan segera singgah di dalam hidup kamu yah. Hari gelap akan berlalu, dan surya akan menyapa dengan cahayanya yang gilang-gemilang.”

Air mata Anaya pun menitik dengan sendirinya. Dirinya masih rapuh. Hari sudah berlalu dan sekarang menginjak hari yang kesepuluh, tetapi dirinya seolah masih terpenjara dalam kepedihan tak bertepi. Kepedihan yang akan selalu Anaya ingat dalam hidupnya. Kepedihan yang benar-benar mengubah hidupnya, kini hidup Anaya tidak lagi sama. Hidup Anaya berubah total sejak kehilangan bayi kecilnya.

1
Deistya Nur
keren semangat terus dan ditunggu karya terbarunya ka 👍💪
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!