NovelToon NovelToon
Tak Perlu Kau Balas Cintaku

Tak Perlu Kau Balas Cintaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:159.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dr. xiah

Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.

Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu

Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih punya seumur hidup

5 bulan kemudian

Apartemen di lantai paling atas gedung tempat mereka tinggal akhirnya rampung. Jagadta membawa Adrika dan Chandrama untuk pindah.

Aku baru tahu kalau disini ada unit apartemen yang lain...ucap Adrika. Jagadta hanya tersenyum.

mm... tempat ini sengaja dibuat agar lebih private. Tadinya papa ingin langsung bawa mama dan chandrama kesini, tapi tempat ini masih belum sesuai dengan stylenya mama, ya jadi papa harus renovasi dulu.... ucap jagadta yang mulai memanggil dirinya papa dan mama dengan adrika. Awalnya adrika heran, namun Jagadta bilang mereka harus memulai panggilan itu karna sekarang mereka sudah punya anak. Akhirnya adrika tak lagi mempermasalahkannya. Walau pun hingga saat ini Adrika hanya menyebut sebutan papa dan mama saat ada Chandrama saja, selebihnya Adrika lebih memilih tak berinteraksi dengan Jagadta.

Jagadta membawa Adrika tur rumah. Betapa kagetnya Adrika Apartemen itu hanya punya 2 kamar, 1 kamar utama dan 1 kamar anak. Jujur adrika ingin protes ia tak suka kalau harus sekamar dengan Jagadta.

Kita kan suami istri ma.. tenang aja, papa gak akan sentuh mama tanpa izin kok... ucapnya, Jagadta ingin Adrika terbiasa akan dirinya, ia ingin Adrika belajar untuk menjadi istrinya juga bukan hanya ibu dari chandrama.

Jadi ini alasannya kamu bilang gak perlu bawa barang, cukup bawa baju saja...tanya Adrika, Jagadta mengangguk sambil tersenyum lalu membawa koper pakaian mereka ke ruang closet room.

Adrika mengikuti Jagadta. Ia menyerahkan Chandrama pada Jagadta, karna ingin menyusun pakaiannya. Chandrama tampak riang bermain dengan jagadta selagi adrika menyusun pakaiannya. Sejak memiliki Chandrama Adrika lebih banyak tersenyum, senyum termanis yang mungkin tidak akan pernah dilihat Jagadta jika saja chandrama tak lahir ke dunia.

Selesai berbenah, dan Chandrama tidur. Jagadta mengajak Adrika bicara.

Papa tahu mama punya uang sendiri, bahkan mama sanggup untuk membiayai diri mama dan putra kita sendiri. Tapi ma, mama dan Chandrama adalah tanggung jawab papa, istri dan papa, izinkanlah papa bertanggung jawab atas kalian..hmmm?!..please....pintanya.

Jagadta sungguh tak suka melihat Adrika harus banting tulang untuk putra mereka padahal ia sanggup bahkan sangat mampu menghidupi mereka. Bukan harga dirinya sebagai laki-laki yang terusik, tapi harga dirinya sebagai suami dan ayah lah yang terusik.

Adrika menatap Kartu ATM, Black Card, dan Kartu tanda pemilik Herlambang Group itu dengan berfikir keras. Ia hanya tak ingin berhutang dan terbiasa bergantung pada Jagadta, karna ia tak mau jika nanti Jagadta pergi meninggalkannya dengan Chandrama, Adrika akan kesulitan membiasakan diri.

Aku pernah bilang kan, bagiku menikah hanya satu kali, dan sejak kita menikah bagiku istriku cuma boleh kamu. Dan aku akan melepas kamu kalau kamu menemukan orang yang benar-benar kamu cinta. Kamu boleh tak percaya dengan ucapanku, tapi aku pasti akan membuktikannya, untuk itu kamu hanya perlu selalu disisiku untukku bisa membuktikannya... ucap Jagadta serius.

Adrika menatap Jagadta lekat. Setahun menikah dengan Jagadta, ia tahu tak ada kebohongan dimata Jagadta saat mengatakannya. Adrika pun menghela nafasnya.

Berapa nomor password-nya...tanya Adrika yang seketika membuat Jagadta berbinar

password-nya tanggal pernikahan kita..sahutnya bersemangat.

Ah...maaf bisa kamu tuliskan saja password-nya?! Aku lupa tanggal pernikahan kita...ucap Adrika santai, seketika raut wajah bahagia itu berubah sedih.

Jagadta pun menuliskannya.

Password apartemen ini juga sama dengan password kartu-kartu ini... ucap Jagadta pasrah, ia tak bisa marah.

mm...akan kuingat...sahut Adrika

Terimakasih, akan ku gunakan dengan baik...sahut Adrika lalu mengambil kartu-kartu itu dan pergi membersihkan dirinya. Meninggalkan Jagadta yang hanya bisa tersenyum kecut.

Ga papa, aku masih punya seumur hidup untuk membuatmu mau menerima hadirku...gumam Jagadta yang kini tersenyum ikhlas.

1
Junaidah Edah
Biasa
Forta Wahyuni
keren, karya sep ini yg slalu kutunggu n pemeran wanitanya tdk lemah, buta dan bodoh krn cinta. bnyk karya novel yg kubaca di noveltoon, baru ini terkeren n lbh nya memuakkan. crita sampah smua, menjatuhkan harga diri wanita n mgenakin sampah dan tong sampah.
Forta Wahyuni
aq suka karyanya, pemeran wanitanta tangguh tdk lemah. tdk mewek2 krn diselingkuhi, membuang sampah pada tempatnya.
Iges Satria
👍👍💐❤️
Iges Satria
campur aduk semua rasa Thor, mulai dari tawa, kesal, sedih ( skrg gi mewek nih, 😭😭😭 ) mantap karyanya Thor " ga bikin bosan " 👍👍
Nanik Puspitosari
ceritanya mengalir
Cahaya Fransisca
ok
adera14
luar biasa
Uneh Wee
ytah kok tamat sih
Uneh Wee
ahir nya ardika kmu baik bnget selalu mengalh
Uneh Wee
cintiya kou mau apa
Uneh Wee
di kasih keprcayaan eh di hinati
Uneh Wee
kok jdi gini sih
Uneh Wee
bgus ardika jngn biar kn pelakor datng
Uneh Wee
mudah" n andrika cepat luluh
Uneh Wee
sabar yh bng
Uneh Wee
sebagitu sakir nya ardika di kecewakn sama papa mu ...
Uneh Wee
bnyak bawang nya sedih yah ...semoga dngn hadir nya candra rama ardika bhgia ...semoga gayatri tenang disisi allah ..
Uneh Wee
lajer nya bngub bng
Uneh Wee
hmmm mn mungkin ardika mau buka hati buat jagadta klau dia masih suka samasang mntan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!