NovelToon NovelToon
Sistem Pesepakbola

Sistem Pesepakbola

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Gemuruh di Tanah Merdeka

​Agustus 2006. Suasana kota Bau-Bau berubah menjadi lautan merah putih. Bendera-bendera berkibar di depan setiap rumah kayu, dan umbul-umbul warna-warni menghiasi pinggiran jalan protokol. Di setiap sudut komplek, terdengar suara lagu-lagu perjuangan yang diputar melalui pengeras suara masjid atau balai desa. Namun, bagi anak-anak di lingkungan rumah pengasuhan Riski, perayaan HUT RI bukan hanya soal lomba makan kerupuk atau balap karung. Ini adalah tentang kehormatan di lapangan hijau: Turnamen Sepak Bola Plastik Antar-Komplek.

​Riski berdiri di pinggir lapangan tanah merah yang sudah dipenuhi oleh warga. Sebagai anak yatim piatu, ia tidak memiliki sepatu bola yang keren. Ia hanya mengenakan sepasang sandal jepit yang ia titipkan di bawah pohon mangga sebelum bertanding. Di hadapannya, tim dari Komplek Pelabuhan sudah menunggu. Mereka dikenal lebih besar, lebih kasar, dan selalu menjadi juara bertahan setiap tahunnya.

​Saat Riski sedang melakukan pemanasan kecil—merasakan otot-otot kakinya yang sudah sedikit lebih kuat setelah latihan mandiri selama beberapa bulan terakhir—sebuah cahaya biru yang familiar muncul di sudut matanya.

​[Ding! Misi Perayaan Kemerdekaan Aktif!]

[Tujuan: Menjadi Juara Turnamen & Menjadi Top Skor]

​[Hadiah Misi:]

​Seluruh Stats meningkat 2 poin (Kecuali Dri)

​Uang Cash Rp 200.000 (Otomatis masuk ke Inventory)

​Riski menelan ludah. Hadiahnya sangat menggiurkan. Peningkatan 2 poin di hampir semua atribut akan melonjakkan kemampuannya secara signifikan. Dan uang dua ratus ribu rupiah? Di tahun 2006, bagi seorang anak berusia 6 tahun di Bau-Bau, itu adalah harta karun yang bisa menghidupinya dengan sangat layak selama berbulan-bulan.

​"Ris! Jangan melamun terus! Mereka sudah mulai panas-panasan itu!" teriak Andi, kapten tim mereka.

​Riski menatap lawannya. Ada seorang anak bernama Rahmat dari komplek sebelah yang badannya dua kali lipat dari Riski. Rahmat sudah mencetak 4 gol di babak penyisihan. Untuk menjadi Top Skor, Riski harus melampaui jumlah itu di pertandingan final ini.

​Peluit ditiup. Pertandingan dimulai di bawah terik matahari yang menyengat. Debu merah berterbangan, menutupi pandangan mata, namun sorak-sorai penonton membuat adrenalin setiap anak memuncak.

​Riski memulai dengan hati-hati. Statistik Pac: 06 membuatnya masih sulit untuk adu lari di jalur lurus. Namun, ia memiliki Dri: 15, yang merupakan senjata rahasianya. Setiap kali bola plastik merah itu sampai di kakinya, bola itu seolah menempel. Ia berkelok-kelok di antara pemain lawan yang mencoba menabraknya.

​"Tangkap anak kecil itu!" teriak pelatih tim lawan.

​Riski melihat celah. Ia tidak menggiring bola terlalu lama. Menggunakan pengetahuannya tentang visi bermain, ia memberikan operan-operan pendek yang akurat (Pas: 10). Namun, untuk menjadi top skor, ia harus mulai menembak.

​Gol pertama lahir di menit ke-10. Riski menerima bola liar di luar kotak penalti (yang hanya berupa garis goresan kayu di tanah). Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan melengkung yang memanfaatkan ringannya bola plastik.

​Wush! Bola itu berbelok di udara dan masuk ke gawang. 1-0.

​"Satu," gumam Riski.

​Permainan semakin memanas. Rahmat, striker lawan, membalas dengan gol sundulan yang kuat. Skor 1-1. Tidak lama kemudian, Rahmat mencetak gol lagi melalui tendangan keras yang tak terbendung. 1-2 untuk lawan. Rahmat kini mengoleksi total 6 gol di turnamen ini, sementara Riski baru mengoleksi 3 gol sejak babak pertama turnamen dimulai. Selisih 3 gol untuk mengejar gelar Top Skor.

​Waktu terus berjalan. Napas Riski mulai tersengal. Statistik fisik (Phy: 11) miliknya diuji habis-habisan oleh cuaca Bau-Bau yang sangat gerah. Ia terjatuh, lututnya berdarah terkena kerikil tajam, namun ia segera bangkit. Ia ingat misinya. Ia tidak ingin tetap menjadi bocah lemah yang tidak punya apa-apa.

​Di babak kedua, Riski menggila. Ia menyadari bahwa lawan terlalu fokus pada Andi. Memanfaatkan kelengahannya, Riski melakukan solorun. Ia melewati satu, dua, tiga pemain dengan Dribbling yang sangat halus untuk ukuran anak 6 tahun. Begitu berhadapan dengan kiper, ia melakukan gerak tipu dan menceploskan bola. 2-2. (Gol ke-4 Riski).

​Penonton mulai bersorak meneriakkan namanya. "Riski! Riski! Riski!"

​Hanya sisa lima menit. Riski membutuhkan dua gol lagi untuk menyalip Rahmat dan memastikan kemenangan. Dalam sebuah kemelut di depan gawang, Riski berhasil menyontek bola masuk. 3-2. (Gol ke-5 Riski).

​Skor berimbang dengan Rahmat dalam daftar pencetak gol terbanyak, tapi timnya unggul. Namun, kejutan terjadi. Di menit terakhir, lawan mendapat tendangan penalti setelah Andi melakukan pelanggaran. Rahmat maju dan mencetak gol. 3-3. (Rahmat 7 gol, Riski 5 gol).

​Harapan hampir pupus. Penonton mengira pertandingan akan berakhir adu penalti. Namun, sistem di kepala Riski memberikan peringatan merah.

​[Peringatan: Waktu Misi Tersisa 2 Menit!]

​Saat kick-off dilakukan, Riski tidak mengoper bola ke belakang. Ia melakukan sesuatu yang gila. Begitu bola disentuh, ia langsung berlari ke depan menembus jantung pertahanan lawan. Para pemain lawan yang sudah kelelahan tidak siap dengan serangan mendadak itu.

​Riski melewati Rahmat dengan teknik flip-flap yang ia pelajari dari ingatannya tentang Ronaldinho. Ia berada di posisi tembak. Sho: 13 miliknya dikerahkan sepenuhnya.

​Duar! Bola plastik itu melesat kencang, mengenai mistar atas dan memantul masuk dengan keras. 4-3! (Gol ke-6 Riski).

​Belum sempat lawan menyadari apa yang terjadi, Riski merebut bola kembali dari kaki lawan yang bingung sesaat setelah memulai kembali permainan. Ia berlari secepat mungkin, mengabaikan rasa perih di paru-parunya. Di detik terakhir, ia melepaskan tendangan jarak jauh yang spektakuler. Bola itu menukik tajam masuk ke gawang.

​PRIIIIIIITTTTT!

​Peluit panjang dibunyikan. Skor akhir 5-3. Riski mencetak 4 gol di final ini, membuat total koleksinya menjadi 7 gol, sama dengan Rahmat. Namun, karena timnya juara dan ia mencetak gol lebih banyak di partai final, panitia menyatakan Riski sebagai pemain terbaik sekaligus Joint Top Skor.

​[Ding! Misi Berhasil!]

[Mengkalkulasi Hadiah...]

​Seketika, sebuah sensasi hangat merambat ke seluruh tubuh Riski. Luka di lututnya tidak lagi terasa perih, dan otot-ototnya terasa lebih padat.

​[Statistik Riski Telah Diperbarui (Bonus HUT RI)]

​Pac: 08 (+2)

​Sho: 15 (+2)

​Pas: 12 (+2)

​Dri: 15 (Tetap)

​Def: 10 (+2)

​Phy: 13 (+2)

​[Overall Baru: 12.1]

​[Inventory Update: Ditambahkan Rp 200.000]

​Riski terduduk di tanah merah yang berdebu, terengah-engah namun dengan senyum kemenangan. Andi dan teman-temannya mengerumuninya, mengangkat tubuh kecil itu ke udara sambil bersorak "Juara! Juara!".

​Di tengah keriuhan itu, Riski secara mental membuka Inventory miliknya. Di dalam ruang hampa di pikirannya, ia melihat tumpukan uang kertas rupiah lama—dua lembar seratus ribuan berwarna merah dengan gambar Soekarno-Hatta yang masih gres.

​Bagi orang lain, itu mungkin hanya hadiah lomba Agustusan. Tapi bagi Riski, itu adalah modal pertamanya. Dengan statistik yang kini mulai merangkak naik, ia bukan lagi sekadar anak kecil yang bermain bola plastik. Ia mulai merasakan bahwa tubuh ini, perlahan tapi pasti, sedang bertransformasi menjadi sebuah mesin sepak bola yang mengerikan.

​Dari kejauhan, seorang pria paruh baya yang mengenakan topi lusuh dan membawa buku catatan kecil menatap Riski dengan penuh minat. Pria itu adalah pencari bakat untuk sekolah sepak bola paling bergengsi di Sulawesi Tenggara.

​Perjalanan yang sebenarnya baru saja dimulai.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Rahmad Novels
Ges bahaya nih, Tiba-tiba otak gw kepikiran Buat 1 novel lagi apakah gw harus buat atau tidak?
Rahmad Novels
ok
SandyN
Up thor 🔥🔥
aldo
semangat terus ya thor buat up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali thor dan jangan lupa up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
SandyN
Gass terus thor
Blue Izoel
klo 3 gol 2 assist bukannya skornya 5 buat Indonesia
aldo
semangat terus ya thor buat up nya 🙏🙏🙏🙏
aldo
wah bagus sekali thor dan jangan lupa up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏
aldo
semangat thor up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏
Rahmad Novels
btw cara balikin komentar yang di blok gimana?
kutu buku: mampir juga bos 💪
total 1 replies
Rahmad Novels
untuk Blue izoel, sorry gw mau hapus pesan gw malah kepencet Blokir, gw baru habis itung ulang itu udah bener bro, 15 itu udah tambahan yang +1 itu
Blue Izoel
bukannya statusnya udah bertambah+1
As Wandi
mana bab lanjutan
As Wandi
Lan jut
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!