NovelToon NovelToon
The Return Of The Mighty Mother

The Return Of The Mighty Mother

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Reinkarnasi
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Rania Anandira, mati mengenaskan di tangan sahabatnya sendiri yang cemburu pada kehidupannya. Tak ada yang tahu tentang kematiannya itu, suami dan anaknya hanya tahu Rania menghilang tiba-tiba.
Shakira, sahabatnya itu kemudian tinggal di rumah Raina dengan alasan menggantikan Raina sebagai ibu pengasuh untuk anaknya. Namun, perlakuannya terhadap Rasya, tidaklah manusiawi. Bersama paman dan bibinya, mereka menekan Rasya yang masih berusia tujuh tahun.
Karena tangisan anak itu, jiwa Rania tak tenang. Dia kembali menggantikan jiwa seorang gadis nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan, jauh dari tempatnya tinggal dulu. Rania harus mencari cara untuk bisa kembali ke sisi sang anak.
Bagaimana caranya dia kembali untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Bugh!

Argh!

"Sania! Apa yang kau lakukan? Dia Ayahmu!" bentak wanita paruh baya itu ketika Rania melayangkan pukulan dengan rotan di tangannya menghantam tubuh sang suami.

Kedua adiknya ternganga tak percaya, menatap kakak perempuan mereka yang tiba-tiba berubah menjadi sosok yang berani. Adik perempuan yang sudah beranjak remaja, menatap Sania penuh benci. Sementara yang laki-laki, masih kecil justru tersenyum kagum.

Rania tersenyum miring, darah yang hampir mengering di sudut bibirnya menjadikan ia seperti sosok pemangsa yang mengerikan. Ia berjalan pelan, mendekati sepasang paruh baya yang masih meringkuk di lantai.

"Aku hanya sekali memukulmu dan kau sudah ketakutan seperti itu. Bagaimana denganku yang setiap hari kau siksa? Setiap hari kau peras untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Mereka sudah besar, tidak seharusnya bergantung kepadaku. Sudah saatnya kalian mencari uang untuk diri kalian sendiri. Aku tidak akan pernah menjadi sapi perah kalian lagi!" sengit Rania seraya melempar rotan ke sisi mereka.

Ia menatap tajam kepada mereka, dendam Sania di dalam hatinya terus bergejolak. Memintanya untuk menuntaskan apa yang tak pernah bisa ia lakukan. Sayang, kedatangan Rania adalah untuk melindungi anaknya dari masa depan yang suram. Dia akan menjadi penjahat jenius di masa depan yang tak seorang pun bisa melawannya.

Rania berbalik melangkah pergi dari rumah yang lebih pantas disebut gubuk itu. Namun, beberapa langkah kakinya akan keluar, sebuah tangan besar hendak menariknya kembali.

Rania melirik, tangannya dengan sigap menangkap tangan besar itu dan membantingnya ke depan. Membuat semua orang semakin terkejut karenanya.

Bugh!

Argh!

Sang kakak menjerit sakit, memegangi pinggangnya yang terasa nyeri karena menghantam tanah. Adik perempuannya berdiri dari kursi, bersama sang adik laki-laki yang tersenyum semakin lebar. Rania menatapnya dengan bengis. Dia laki-laki dewasa yang bergantung kepada Sania. Sungguh memalukan. Ia tersenyum mencibir, menatap sang kakak yang menjerit di atas tanah.

"Sungguh memalukan! Seorang laki-laki dewasa yang sudah mampu mencari uang sendiri, masih menadahkan tangannya kepada seorang gadis kecil yang lemah. Kau yang tidak berguna ini masih ingin menikah? Ku rasa hanya gadis bodoh yang akan menerimamu sebagai suaminya," cibir Rania seraya melangkah sembari menginjak salah satu kakinya.

Argh!

"Kakiku!"

Ia kembali menjerit sembari memegangi kakinya yang terasa hampir patah. Rania tak peduli, ia terus berjalan keluar ingin memastikan tempatnya bereinkarnasi.

"Sania!" Suara bentakan itu lagi, membuat Rania geram.

Ie berbalik menatap orang tua itu yang membantu sang kakak untuk bangun. Dengan tertatih ia berdiri, berpegangan pada ibunya dengan salah satu kaki yang diangkat. Matanya tetap menyala, menatap Rania tak suka. Entah, di dalam hati ia bertanya sendiri. Apakah mereka benar-benar keluarga gadis bernama Sania itu?

"Kau tidak bisa pergi dari sini! Bagaimana pun bos Kamsah sudah membelimu. Dia menyukaimu sudah lama sekali. Tapi, kau justru jual mahal kepadanya. Memangnya ada laki-laki yang mau kepada gadis yang bau amis ikan setiap hari? Dia sudah memberiku uang yang tidak sedikit, sebentar lagi mereka akan datang menjemputmu," ucap Kakak laki-laki Sania seraya mencibirkan bibirnya.

Mereka kira Rania akan takut seperti sanua dulu. Akan menjatuhkan diri berlutut, memohon ampun dan kemudian bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan uang, agar tidak dijual kepada laki-laki tua yang sering menggodanya itu.

Namun, yang mereka lihat justru senyum sengit yang angkuh, tak ada wajah memelas meminta bekas kasihan seperti sebelumnya. Rania menghendikan bahu, sikapnya tak peduli sama sekali.

"Aku tidak peduli. Hidupku sekarang aku sendiri yang menentukan. Tapi, ku rasa kali ini pun kau membohongiku seperti sebelum-sebelumnya. Hanya untuk membuatku menyerah, bukan?" Rania melipat kedua tangan di perut, ia ingin melihat apakah mereka memang mempunyai yang itu.

Jika iya, dia harus mengambilnya untuk dapat pergi dari tempat tersebut. Tanpa terduga, sang kakak mengeluarkan sebuah amplop cukup besar dan tebal dari dalam jaketnya. Rania menurunkan tangan dengan tubuh menegang kegirangan.

"Lihat! Uang ini bos Kamsah memberikannya kepadaku. Akan aku gunakan untuk melamar kekasihku. Kau harus diam di rumah menunggu calon suamimu datang menjemput," katanya dengan sombong.

Ketiga pasang mata itu berbinar melihat uang yang begitu banyak. Mereka berbahagia di atas derita Sania. Hal itu membuat Rania tak senang. Ia melangkah mendekat tanpa sepengetahuan mereka.

"Kau hebat sekali bisa mendapatkan uang sebanyak ini," puji sang ibu sembari mengelus amplop coklat itu.

"Tentu saja. Katanya, bos Kamsah juga akan menanggung biaya pernikahanku juga sekolah mereka. Asalkan Sania benar-benar menjadi istrinya," sahut sang kakak membuat Rania tak tahan.

Hap!

Eh?

"Kembalikan!"

Wanita bertubuh tambun itu mengejar uang di tangan Riana. Tanpa mereka duga, uang itu kini sudah berpindah tangan.

Tak hanya wanita itu, ayah, kakak, serta adik perempuannya pun ikut menyerbu untuk merampas kembali uang tersebut.

"Stop!"

Suara Riana yang tegas menghentikan aksi kejar-kejaran mereka. Ia berdiri berkacak pinggang, menatap mereka berempat yang kelelahan mengejar.

"Bukankah kalian sudah menjual ku? Artinya uang ini adalah uangku. Jika kalian tidak mengizinkan aku memegang uang ini maka aku tidak akan menyerahkan diriku kepada laki-laki tua itu," ucap Riana mengancam.

Mereka bimbang, sangat menyayangkan uang tersebut. Setelah membicarakan sebuah rencana, akhirnya mereka setuju.

"Baik, tapi kau harus benar-benar menyerahkan diri kepada bos Kamsah," sahut sang ibu, matanya melirik amplop coklat di tangan Riana.

"Baik. Setuju!" katanya pasti.

Brak!

"Minggir!"

"Bos Kamsah datang!"

1
kaylla salsabella
Hadrian🤭🤭🤭
Nyonya Gunawan
Ortu durhaka g' mau ngakuin anak kandung bagus lach lo gtu utk apa perduli ma mereka,,cucu di siksa az mereka diam ko',,Seharusnya dri kmrin" si bpak goblok nich bertindak jgan nunggu rania dtg ru sadar..
vj'z tri
lanjut euyyy🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
sekarang lu tanya ,kemaren kemana ajj anak kesayangan lu nyiksa cucu lu yang lain🤧🤧🤧
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Dih ga kebalik tuh 🤣 bukanna lu orang yg jadi ortu durukan 😏
kymlove...
dasar ibu dajjal... udah bantai ajaa hardian!!!! orang tua gak tau diri kayak mereka, gak guna juga kau beri kehidupan!
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Napa lgi tuh
vj'z tri
jangan jangan ziyan anak selingkuhan. 🤧🤧🤧pilih kasih nya ketara banget
Dwi Setyaningrum
duh ada ya ortu yg msh aja pilih kasih pdhl lahirnya juga diperut yg sama dan sama2 merasakan sakit wkt melahirkan tp setelah lahir knp jd beda2in kasih sayangnya terhdp anak2nya..dl ada pepatah seorg ibu bisa menghidupi 7 org anak tp anak blm tentu bisa merawat ayah ibunya nah ini anak hanya dua tp malah mematahkan pepatah itu🤪🤪
kaylla salsabella
weleh penyesalan terlambat kek... kakek🤣🤣🤣
Nyonya Gunawan
Jdi mereka nich orang tua durhaka,,kasian jga hdrian sebagai anak tdak pernh di anggap,,mereka berdua mank hrus di kasih pelajaran biar kapok
Nyonya Gunawan
Nach gtu ru bnar,,cabut semua fasilitas jgan biarkan mereka hidup enak pke uangmu sementara anakmu disiksa bahkan makan az nunggu pemberian dri pak tua ma myra yg di berikan secara sembunyi",,Ibunya hadrian bsa g' sich mulutnya di kasih salam 5 jari..
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Langsung jantungan ga tuh 🤣
Dwi Setyaningrum
duh aku ikut komat Kamit nih pengen nampol ibunya Hardian sayangnya kok ya org tua tp kok ya ga bisa jd panutan..nah loh trus kepiye ikih..
kymlove...
biarkan wanita tuan gak tau diri itu MATI!! JANGAN HIRAUKAN hardian!!! anggap dia cuma pura2!!! 7
vj'z tri
🤧🤧🤧🤧🤧🤧 kurang apa hardian untuk kalian semua di kasih .... memastikan yang kalian terima itu yang terbaik tapi kalian yang mengaku saudara sedarah ternyata 😔😔😔 kurang di hajar 😔😔
kaylla salsabella
si ibu benar-benar kesakitan atau cuman pura"🤔🤔🤔
Dwi Setyaningrum
nah gt Hardian jd org yg tegas tanpa tendeng aling2 sodara salah ya ttp libas lah
Aisy Hilyah: bener banget kalo salah ya salah
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Jangan2 Hadrian bukan anak anak kandung lagi 🤔 🤣 Ayo miskinkan mereka. jangan kasih ampun tuman /Scream/
Aisy Hilyah: bisa jadi 🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Emang bener Hadrian ini onengna kebangetan /Facepalm/
Aisy Hilyah: iya Oneng aja udah gak Oneng
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!