NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin

Tepat pukul tujuh malam Dian wulandari pulang dengan setumpuk tugas yang belum dinilai dan sakit kepala sudah menjadi teman setia sejak dia memutuskan untuk tidak memilih siapapun juga, 10 tahun lalu.

Dian, wanita berusia sekitar 38 tahun, memiliki pesona yang memikat namun tidak mencolok secara berlebihan. Wajahnya oval dengan tulang pipi jelas dipenuhi oleh kulit masih terawat rapi, sedikit garis halus di sekitar mata menunjukkan pengalaman hidupnya. Matanya coklat tua tajam dan menyelami, seolah-olah bisa membaca pikiran siapa saja yang menatapnya.

Bibirnya tipis dan sering kali sedikit menekuk ke bawah, memberikan kesan sikap yang tegas bahkan terkadang terkesan judes saat dia sedang fokus atau tidak mengenal orang baru.

Ia berhenti di depan apartemennya — unit sudut A-12B hampir tidak ada yang tahu karena dia sangat, sangat menjaga privasi — dan melihat kotak kecil di depan pintu.

Matanya membesar, alisnya naik beberapa senti karena ini bukan waktu pengiriman, nama pengirim yang dia kenal atau suara langkah yang dia hapal.

Dian mengambil kotak itu dengan hati-hati, seolah-olah bisa meledak. Ia masuk ke dalam apartemennya yang rapi steril — sofa kulit hitam jarang diduduki tamu, meja kerja tanpa debu, rak buku tersusun berdasarkan abjad — dan duduk dengan postur yang diajarkan ibunya 30 tahun lalu: tegak, kaku, tidak boleh menunjukkan kelemahan.

Ia mengambil gunting kecil dari dapur membuka kotak dengan jantung berdebar,

sebuah cincin perak berkilau muncul di telapak tangannya dengan batu biru di tengah — safir sintetis berkilau, dan anehnya tidak palsu di matanya

" Cincin ? bisiknya bingung membuka lipatan kertas kecil tinta hampir luntur, tidak terbaca, tapi cukup untuk dipahami:

"Maaf belum bisa kasih yang terbaik..."

Dia membaca berkali kali, mengulang setiap kata, dan untuk pertama kali dalam umur 38 tahun, Dian Wulandari, M,Si merasakan sesuatu yang tidak bisa dihitung dengan regresi linear, tanpa bisa dianalisis dengan chi-square membuat jantungnya berdetak lebih cepat — 72 BPM, 85 BPM, 102 BPM — dan wajah memanas — suhu naik 0.7 derajat — dan tangannya — tangannya yang selalu stabil saat menulis rumus kompleks di papan tulis — gemetar tak terkendali.

Kilatan di batu biru itu seolah bertanya siapa yang mengirim ini?

Dan dia, untuk pertama kali dalam hidupnya, ingin tahu jawaban tidak sebagai dosen statistikawan. Tapi sebagai wanita baru saja menerima benda khusus untuknya

" Aku coba pasang," ucapnya

mencoba memakai di jari manis kiri, pas, sangat pas seolah cincin itu dibuat untuknya.

"Siapa pun orang yang mengirim cincin ini telah membuat satu kesalahan besar. Dan saya akan mencari."

 

Di kosan kecil Dewa, ponsel tetap diam di meja kasur. Sasa tidak menelepon, mengirim pesan atau "Call me" yang dijawab.

Ia tidak tahu bahwa cincinnya melenceng tidak tepat sasaran kepada seorang dosen galak sedang menatap cincin di jarinya dengan mata berkaca-kaca, dan bertanya pada bayangan di dinding: "Mengapa baru sekarang ada yang mengirim?"

Dan bayangan itu, tentu saja, tidak menjawab.

 

Hari keempat setelah pengiriman. Dewa duduk di bangku taman kampus dengan posisi melankolis — menggigit kuku, mengecek ponsel setiap 30 detik, dan mengutuk diri sendiri karena tidak bisa berhenti berharap.

Sasha belum menelepon.

"Mungkin belum nyampe," pikirnya untuk kesekian kalinya. "Atau mungkin... dia masih berpikir, terharu menerima nya."

Atau mungkin dia melihat cincin perak dengan harga murah itu sambil tertawa ngakak "Cincin murahan dari mantan miskin."

Dewa menggeleng keras tidak. Sasha bukan orang seperti itu. Ia perempuan.. realistis, dalam hidupnya. Dan cincin ini — meskipun murah — adalah yang terbaik, bukan hasil uang ayahnya, nama keluarga, tapi dengan keringat sendiri, si Burik yang kabur, badut yang dicoret, lemari yang hancur. Semua ada di cincin itu di batu safir sintetis yang berkilauan.

"Dia pasti telepon," katanya pada daun-daun kering di trotoar. "Hari ini atau besok paling lambat minggu depan."

Daun-daun itu tidak menjawab. Mereka hanya terbawa angin, tidak peduli dengan cinta yang tidak berbalas.

 

Di Apartemen Anggrek A-12B, Dian Wulandari tidak tidur semalaman bukan karena tugas — yang biasanya menjadi alasan, tapi cincin di jari manis kirinya terus berkilau di kegelapan.

Dia sudah mencoba melepaskannya tiga kali, Tapi setiap kali, tangannya berhenti di tengah jalan. Seolah-olah cincin itu punya gravitasi sendiri, menariknya kembali.

"Gila," gumamnya pada bayangan di cermin kamar mandi. "Aku gila pada sebuah cincin murah dari pengirim tidak dikenal."

Tapi kenapa? ia bertanya pada bayangan yang sama bingungnya — kenapa cincin murah dari orang tidak dikenal bisa membuatnya seperti wanita agung?

bukan Dian yang galak, ditakuti. Tapi Dian yang... diinginkan.

Dia mengusap cincin dengan ibu jarinya rapuh. "Siapa kamu?" bisiknya. "Dan kenapa kamu kirim ini ke saya?"

Pertanyaan yang tidak terjawab. Misteri yang mengganggu. Dan Dian — selau menyelesaikan setiap masalah dengan rumus dan logika — menemukan dirinya terjebak dalam persamaan variabel yang tidak jelas.

 

Pagi hari, jam 7:30.

Perempuan itu masuk kampus dengan langkah sedikit berbeda, lebih ringan dan lebih... goyah seakan akan dia tidak yakin dengan gravitasi bumi.

Cincin itu dipakai tentu saja, tapi tersembunyi di balik sarung tangan hitam untuk pertama kali sejak... cuaca Jakarta tidak pernah dingin cukup untuk sebuah sarung tangan.

Tapi hari ini, dia membutuhkan penutup. menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin dijelaskan.

"Bu Dian, memakai sarung tangan?" tanya Pak Surya, dosen Matematika Diskrit, di koridor.

"Alergi Pak," jawabnya pelan "Kontak dermatitis."

Pak Surya mengangguk lambat, tidak yakin tapi tidak berani bertanya lagi, karena semua orang tahu, dikampus ini tahu, tidak ada yang berani bertanya dua kali kalau tidak kena semprot.

Namun Dian berharap ada seseorang berani menanyakan cincin itu, memberikan jawaban yang dia cari.

Tapi tidak ada yang bertanya.

1
D_wiwied
makasih buat ceritanya kak, cerita yg ga biasa yg awal2 bikin geregetan pingin getok authornya eh getok Dewa maksudnya 😆🤭
bikin karya baru lg kak yg lbh seru dr DnD, aku tunggu yaaa 🥰
D_wiwied: wkwkwk iyakah, biar tambah semangat menulis kak 🤭😆
total 3 replies
D_wiwied
waah ga terasa sdh 5 tahun saja, dan sdh ada si kecil Nana si bubur sachetmu ya Wa, akhirnya perjuangan kamu ga sia-sia semoga bahagia selamanya ya.. tp mengsedih jg nih kisah Dian n Dewa bakal end 😥 smg authornya bikin sekuelnya 😆
Ddie: udah mba disini aja ...nanti kepanjangan mba wied sewot. hehe
novel baru aja mba ...
total 1 replies
D_wiwied
Rob kamu pelukan sama siapa, kak Ddi aja yaa 🤭
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 2 replies
D_wiwied
aah so sweet,, tumben lancar ngomongnya Wa.. semoga disegerakan deh sama authornya 😆😁
Ddie: hahaha...udah kok mba gak perlu berlama lama...nanti mba sewot 😅
total 1 replies
D_wiwied
wohooo akhirnya dilamar jg bu Di nya 😁
Ddie: hehhe...ya mba cepet di kamar eh di lamar biar gak di gondol maling laki buaya
total 1 replies
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied: Yups author yg berkuasa atas hidup dan cinta Dian Dewa 😁🤣
total 2 replies
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
Ddie: mba wied kalau ada yang romantis romantisan senyam senyum ...ya...
gawaat ibu satu nih 😄
total 1 replies
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!