NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:476k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta

"Wow! Sangat sexy, cantik, indah, dan menggairahkan." Nero memuji sesuatu dihadapannya dengan penuh dambah, salah satu tangannya terulur menyentuh permukaannya kulitnya yang glowing. "Sangat ... sangat sempurna, aku tidak sabar untuk mencobanya." Nero tersenyum devil seraya mencium kulitnya dengan perasaan bahagia.

Beberapa anak buah yang berdiri dibelakang Nero pun saling lirik sambil geleng-geleng kepala saat melihat boss mereka memuji berlebihan senapan laras panjang yang baru selesai di rakit oleh satu anggota mereka. Namun mereka tidak ada yang berani protes. Mereka hanya bisa diam, dan menyaksikan tingkah absurd dan kegilaan Nero. Mereka semua masih sayang nyawa, pasalnya Nero adalah iblis berdarah dingin, dan bisa membunuh kapan saja dengan mudahnya.

Nero lebih mengerikan daripada Damon.

Nero mencoba senjata api itu dengan penuh semangat.

Dor

Dor

Suara tembakan memekakan telinga. Nero menembakkan ke sembarang arah yang membuat semua anak buahnya kalang kabut melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

"Sudah aku bilang, dia tidak pernah waras selalu saja bertingkah semaunya," keluh salah satu anak buah Nero yang bersembunyi di balik lemari.

"Ah, menyesal aku datang ke sini," sahut rekannnya.

"Penyesalanmu tidak ada artinya. Jangan lemah begitu, sialan!"

Obrolan mereka yang bisik-bisik itu terhenti saat mendengar Nero tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha. Bagus, dan sempurna. Kau memang selalu hebat dalam merakit segala jenis senjata ilegal. Sekarang, persiapkan semua senjata ini. Kita akan menuju tempat transaksi!" tegasnya seraya menepuk pundak salah satu anak buahnya itu dengan kuat.

"Baik, Tuan."

Nero melepaskan sarung tangan yang digunakan lalu dilemparkan ke tempat sampah. Dia selalu bergerak hati-hati, jejak sekecil apapun akan membahayakan dan menghancurkan dirinya.

"Tuan, Nona Elle sudah sampai di rumah. Anda tidak ingin pulang?"

Nero menatap asistennya itu dengan dingin dan tajam. "Tidak!" jawabnya tegas.

"Baiklah kalau begitu." Ia tidak memaksa, juga tidak bertanya lagi, takut nyawanya melayang.

Nero yang hendak melangkah mengurungkan niat, ia menatap asistennya dengan senyuman sinis. "Pedro, siapkan pesta, seperti biasa."

Glek!

Pedro--pria berdarah Spanyol itu menelan ludahnnya dengan kasar saat mendengar kata 'pesta', karena pesta yang dimaksud Nero bukanlah pesta pada umumnya akan tetapi melihat semua anak buah bertarung di atas ring tinju. Ingin menolak akan tetapi dia takut kalau pria itu murka dan berakhir membantai mereka semua. Pedro melirik semua anak buah yang berada di sana dengan perasaan takut.

Semua anak buah di sana memberikan kode gelengan kepala, akan tetapi Pedro lebih patuh pada boss-nya dan sayang dengan nyawanya.

"Baik, Tuan, akan segera aku siapkan."

Semua anak buah hanya bisa mengumpati Pedro tanpa suara dengan tangan bergerak seperti menebas leher.

*

Elle menghembuskan nafas kasar ketika memasuki rumah mewah dan megah tersebut.

"Nona, kamar Anda sebelah sini."

"Aku sudah tahu jadi berhentilah berbicara!" bentak Elle pada wanita itu dengan nafas memburu karena emosi.

"Baik, Nona." Wanita itu mengangguk patuh.

"Di mana pria tua menyebalkan itu?" tanya Elle melirik wanita tersebut. "Hei! Kenapa diam saja? Aku bertanya padamu!" Elle melotot tajam.

"Nona bilang aku harus diam, dan Anda pasti sudah tahu di mana keberadaan Tuan Nero," jawabnya dengan nada santainya.

"Arghh! Menyebalkan!" umpat Elle, gregetan seraya mengepalkan kedua tangan di udara.

"Anda jauh lebih menyebalkan, Nona," jawabnya tapi hanya berani di dalam hati.

*

Like dan komentarnya, ya!

1
Yuliana Purnomo
kacian bang botak
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dulu gak perduli sekarang kelimpungan kan...
Tuti Tyastuti
𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘢𝘫𝘫 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘵𝘢𝘬🤣🤣🤣🤣
Yennie Ika
kepala botak bisa meledak kalo makin fanass thorrrr,🤣🤣🤣 semangat dabel uppp lagi thoorrrr🔥🔥🔥
LANY SUSANA
nyesel kan km. botak 🤣🤣🤣🤣
dulu km hina berta terus, galak sekarang ada pria yg meragukan berta dan bikin percaya diri looo🤣🤣🤣
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
mau ngomong apa, botak?
Neni
botak botak panas nih🤣
🐣☜Frizka>🐣🍆
makin penasaran berta bner² sama camora menikah 🫶
Rita
bnr kt gondrong kmu tllu meremahkan Berta
XTeeN
ya ampunnn ikut ngakak pamannn🤣
XTeeN
wkwkwk sad botak
Rita
mau ngmg apa?
sansan
kesian Botak...
Hanima
🤭🤭
Sri Aastuty Julyantii Sadega
aduh botak cembokur, bener kata berta dulu kamu selalu merendahkan berta menindas juga, sekarang udah ada laki2 yang bikin berta nyaman dan percaya diri kamu malah kepanasan 😅😅
Syarifah Komsiyah
rasain botak, menyesalkan 🤣🤣🤣
Hanima
👍😍
Ainal Fitri
ih mau bicara ap sich klo manmelamar Berta udh telat dan klo pun mau menasehati Berta untuk pilih pilih terhadap pasangan hisupnyentu saja ad Elle dan Nero yg akn berdiri d garda terdepan untuk melindungi Berta ap bila cammora binuat jahat terhadap Berta.
jd ap yg paman botak inginkan 🤔🤔
Yuliana Purnomo
menyesal kah paman botak??
Maharani Rani
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!