NOVEL SEDANG DIREVISI
Karena keterpaksaan mertua, Siska harus menjalani tekanan batin yang luar biasa,
namanya Fransiska Damayanti usia 33 tahun sementara suaminya bernama Arya Praptama berusia 35 tahun.
Selama 10 tahun Siska menjalani rumah tangganya bersama suaminya, namun belum dikaruniai anak, hingga akhirnya Siska memutuskan untuk menikahkan suaminya bersama gadis belia berusia 17 tahun yang bernama Dinda Kinara. Dinda adalah gadis yatim piatu yang tinggal disebuah desa terpencil, keterbatasan ekonomi mengharuskan Dinda menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya ia mendapatkan tawaran dari Siska untuk menjadi istri kontrak selama satu tahun sampai ia memiliki anak.
Yang penasaran bisa ikuti cerita ini langsung dibawah ini yah, sebelum membaca saya berharap kepada teman readers agar bersabar dan berlapang dada dalam membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Putri Tarimakase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
***
Saat Arya dan Siska masuk kedalam rumah, seketika membuat mata ibu Helena melotot.
"Selamat malam Om, Tante, Keyla" ucap Arya menghampiri keluarga Keyla yang sudah berkumpul diruang tamu.
"Arya kenapa kamu ajak Siska juga" bisik ibu Helena saat Arya duduk disamping mamanya.
"Dia juga istri aku mah, dan Siska juga berhak tahu mah"
"Hah kamu ini Arya" bisik ibu Helena berdengus kesal.
Siska mencoba tersenyum kepada Keyla namun Keyla hanya menatapnya dengan sinis membuat Siska merasa kesal.
"Jadi bagaimana dengan lamarannya apa kita segera mulai saja?" tanya pak Hendra kepada Arya dan keluarganya.
"Iya iya segera saja mulainya, ayo Arya cepat lamar Keyla" jawab ibu Helena kemudian menyuruh Arya melamar Keyla.
Sejenak Arya menatap Siska lalu kembali menatap keluarga Keyla, perlahan Arya menarik napasnya lalu mulai berbicara.
"Sebelumnya aku minta maaf kepada mama papa dan terutama Keyla dan keluarga Keyla, maksud kedatanganku bersama Siska kemari sebenarnya tidak ingin melamar Keyla"
Mendengar ucapan Arya membuat ibu Helena dan kekuarga Keyla terkejut dan langsung menatap Arya.
"Arya, apa yang kamu bicarakan?" seru ibu Helena mulai geram.
"Sebentar mah, soalnya ada sesuatu yang ini aku katakan" Arya memotong pembicaraan mamanya.
"Sebenarnya aku mau jujur kepada kalian, dan aku harap kalian bisa menerima keputusanku ini, sebenarnya aku.. aku.." kata Arya mulai tergagap dari bicaranya.
"Sebenarnya mas Arya sudah menikah" Siska duluan berbicara memotong pembicaraan Arya.
Saat mendengar pembicaraan Arya dan Siska seketika orang yang berada diruangan itu terkejut.
"Apaa! maksud kalian apa? mamah tidak mengerti"
"Iya mah maaf, sebenarnya aku sudah menikah lagi, dan istriku itu sudah hamil mah"
"Jadi kamu sudah punya istri, Arya?" tanya pak Arif Praptama papa dari Arya.
"Iya pah"
"Haaa, jadi siapa istri keduamu Arya?" tanya ibu Helena penasaran.
"Ada mah, dia ada disini juga mah ,ikut bersama kami," jawab Arya.
"Dimana?"
Arya langsung menoleh kearah Siska lalu menyuruhnya membawa Dinda masuk.
"Siska, bawa dia kesini" perintah Arya.
"Baik mas" sahut Siska beranjak dari duduknya kemudian berlalu pergi.
Sementara Siska pergi, ibu Helena dan keluarga Helena begitu tegang saat menunggu kedatangan istri Arya.
"Jadi bagaimana dengan acara lamaranku Tante?" tanya Keyla dengan perasaan kecewa.
"Aduuh bagaimana yah, tante juga pusing ini"
Tak lama kemudian Siska datang bersama Dinda, Dinda terus memegang erat tangan Siska sambil bersembunyi dibelakang Siska karena ketakutan.
"Mah, pah" panggil Siska.
Semua mata langsung tertuju pada Siska dan Dinda, sementara Ibu Helena segera melihat wanita yang dimaksud Arya tadi, dan saat ibu Helena melihat Dinda, seketika ia langsung terlonjak dari duduknya.
"Dindaaaaa" teriak ibu Helena saat melihat Dinda dengan keadaan perut yang mulai membesar.
"Iya mah Dinda lah yang jadi istri aku, dan sekarang Dinda sudah mengandung anak aku mah"
"Apaaaaa tidak mungkin" mendengar semuanya ibu Helena langsung terkulai lemah dan jatuh pingsan.
"Mamah" teriak Arya dan papanya.
Arya dan papanya langsung panik dan mengangkat ibu Helena berbaring disofa. suasana malam lamaran Keyla pun kacau karena semuanya telah terungkap, Keyla langsung menangis sesenggukan dipelukan mamanya setelah melihat semuanya.
"Mah bangun mah, maafin aku" panggil Arya sambil memegang tangan mamanya.
"Arya kamu benar-benar keterlaluan" teriak papanya Arya menatap Arya dengan emosi.
"Maafkan aku pah, tapi lebih baik aku jujur kan dari pada aku harus menyembunyikan ini semua ini dari kalian" jelas Arya.
Sementara Siska dan Dinda duduk bersama saling bergandengan tangan karena ketakutan.
"Nyonya aku takut"
"Tidak apa-apa Dinda" ucap Siska sambil memeluk punggung Dinda.
Tak lama kemudian ibu Helena sadar dari pingsannya lalu bangkit dari tidurnya dan melihat Dinda yang berada disofa sebelah. seketika tangis ibu Helena langsung pecah.
"Aryaaaaa kenapa kamu menikah dengan pembantu itu haaaaaaa hiks hiks hiks"
"Maafkan aku mah, tapi Dinda bukan pembantu mah, dia hanya pura-pura saja selama ini tapi dia istri aku" kata Arya berusaha menjelaskan.
"Mau dia bukan pembantu kek, mama tetap tidak setuju, mama tidak suka kamu menikah dengan dia"
"Mamah, yang sabar" ucap pak Arif berusaha menenangkan ibu Helena.
"Sebenarnya Dinda ini istri kontrak mas Arya dan dia menjalani ini hanya sampai kontrak selesai mah, maafin aku mah, ini semua salah aku, aku yang menyuruh mas Arya menikahi Dinda, jadi jangan salahkan Dinda atau Arya ya mah" ucap Siska berusaha menjelaskan.
Sejenak ibu Helena terdiam, namun ia tak bisa membendung emosi dan tangisannya saat melihat semuanya.
"Apa kamu bilang Siska, setelah kamu melakukan semuanya, dengan mudahnya kamu meminta maaf padaku Siska hah, kamu tidak berhak mengatur anakku Siska" seru ibu Helena dengan emosi.
"Mamah sudah, sudahlah ini semua sudah terlanjur, dan Dinda sudah mengandung, bukankan itukan yang diinginkan mamah" kata Arya mulai emosi.
"Iya mama menginginkan cucu tapi bukan dari gadis itu Arya" seru ibu Helena.
Siska langsung terdiam saat mendengar kata-kata ibu Helena.
"Sudah cukup, sekarang kalian pergi dari sini, kalian sudah benar-benar mempermalukan keluarga saya" teriak pak Hendra karena merasa geram dengan keluarga Arya.
"Maafkan aku pak, aku benar-benar tidak bermaksud untuk mengecewakan kalian, aku minta maaf sudah karena mengacaukan semuanya" ucap Arya memohon maaf kepada pak Hendra.
"Ayo Siska, Dinda kita pulang" lanjut Arya mengajak Siska dan Dinda pergi.
"Terus bagaimana dengan pernikahan kita mas hiks hiks?" tanya Keyla sambil terisak.
"Maafkan aku Keyla, kamu kan masih muda, kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku" jelas Arya.
Arya beranjak dari duduk kemudian membawa Siska dan Dinda pergi duluan, sementara ibu Helena hanya bisa menangis melihat kelakuan Arya dan menantunya itu.
"Aryaaaa, kamu benar-benar membuat mama malu"
"Cepat kalian pergi dari sini juga" usir pak Hendra kepada papa dan mama Arya.
"Saya selaku papanya Arya memohon maaf atas kekacauan yang terjadi malam ini, semoga pertemanan kita tidak terputus hanya karena masalah ini"
Sejenak pak Hendra menarik napasnya lalu berbicara.
"Maafkan aku juga Arif aku tidak marah sama kalian, tapi aku marah pada anak kalian itu"
"Iya Hendra maafkan aku, terima kasih karena kamu sudah mau mengerti, kami pamit dulu Hendra"
"Iya hati-hati dijalan" kata pak Hendra sambil menghembuskan napasnya.
"Ayo mah kita pulang" ajak pak Arif kepada ibu Helena yang hanya bisa menangis mengingat anak kesayangannya itu.
Setelah papa dan mamanya Arya berpamitan, merekapun berlalu pergi meninggalkan rumah Keyla.
"Pah bagaimana dengan aku?" tanya Keyla.
"Sudahlah Keyla, kamu tidak usah mengharapkan laki-laki itu, dia juga sudah punya dua istri"
"Tapi pah aku sangat mencintai mas Arya"
"Sudah cukup Keyla, papa tidak mau mendengarkan nama laki-laki itu"
"Papa jahat" seru Keyla langsung berlari meninggalkan papa dan mamanya dengan keadaan terisak. Pak Hendra hanya mengusap wajahnya saat mendengar perkataan anaknya yang manja itu.
***
Didalam mobil Dinda hanya bisa menangis memeluk Siska, karena takut jika suatu saat ibu Helena datang ke rumah dan memarahinya.
"Tuan, Nyonya aku takut"
"Kamu tenang saja Dinda kami akan melindungimu, kamu tidak perlu khawatir yah" ucap Siska berusaha menenangkan Dinda.
Sampai dirumah Arya, Dinda dan Siska menghempaskan tubuh mereka disofa karena merasa letih setelah melewati masa tagang tadi, Arya menatap Dinda yang merasa ketakutan membuat Arya merasa iba.
"Dinda sebaiknya kamu istirahat duluan, wajahmu begitu tegang"
"Iya Tuan"
"Nyonya aku istirahat dulu" ucap Dinda berpamitan kepada Siska
"Iya Dinda" sahut Siska dengan lirih.
Dinda beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Arya dan Siska yang masih duduk diruang tengah.
"Siska sepertinya malam ini aku harus tidur dengan Dinda, karena dia sedang shok berat"
"Iya mas tidak apa-apa, aku juga khawatir kalau Dinda ada apa-apa mas"
"Ya sudah sayang, kamu istirahat juga yah"
"Iya mas"
Arya dan Siska sama-sama beranjak dari duduknya lalu pergi menaiki tangga menuju kamar mereka. Sampai diatas Arya pamit kepada Siska untuk masuk ke kamar Dinda,
"Sayang aku ke kamar Dinda dulu" kata Arya sambil mengecup kening Siska dengan lembut.
"Iya mas" sahut Siska sambil berlalu masuk kedalam kamarnya sendiri meski hatinya ada sedikit rasa cemburu. sementara Arya melanjutkan langkahnya menuju kamar Dinda.
Bersambung..