NovelToon NovelToon
OHH, No!!!

OHH, No!!!

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Keluarga / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Dokter Genius / Cintapertama / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Videlfi

29 tahun…

Apa yang ada dibenak kalian tentang seorang wanita yang hampir menginjak kepala tiga namun belum menikah, bahkan dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria?

Karir, harta dan impian sudah ada pada genggaman tangan, lalu apa lagi yang dia cari?

Kesalahan fatal malam itu membawa bencana besar dalam hidup Kana, hingga Kana harus mengandung benih dari sang dokter.

Bagaimana bisa dia yang belum siap menikah tiba-tiba harus menjadi seorang ibu, sedangkan alasan dia belum membentuk bahtera rumah tangga karena dirinya belum siap mendidik calon generasi penerusnya. Dengan gangguan mental yang ia alami dan emosi negatif yang masih bersarang dalam diri. Sanggupkah dia mengendalikan diri sendiri, sebelum anak yang terkandung didalam perutnya itu lahir?

‘’BUKAN MENIKAH YANG AKU TAKUTKAN, NAMUN ANAK YANG AKU KHAWATIRKAN’’

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Videlfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Kesiapan calon ibu

Anak adalah harta paling berharga dari apapun yang ada di dunia ini, anak adalah bentuk rezeki yang tidak ternilai nominalnya. Anak adalah bentuk amanah tanggung jawab dari sang pencipta untuk di jaga dan didik dengan sebaik-baiknya seiring berkembangnya usia, hak-hak anak harus dipenuhi oleh kedua orang tua sebagai bentuk pertanggung jawaban dilahirkannya dia di dunia.

"Cava, Cevi. Mami datang." Teriak Kana mengalihkan fokus kedua anak laki-laki berusia 7thn yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Cava yang sedang membaca dengan kaca mata terpasang di kedua matanya dan Cavi yang sedang menyusun lego mainannya. Sungguh anak kembar, Mufi dan Vina sangatlah tampan dengan kulit seputih susu, badan berisi, dan mata bulat netra tengah berwarna coklat. Duh tampannya mereka berdua, andai saya lahir dimasa depan mungkin mereka sudah jadi sasaran suami idaman saya. Tidak perlu lagi saya pertanyakan sikap dan didikan orang tuanya karena sudah pasti mereka penuh dengan kasih sayang dan perhatian. Tapi untuk menjadikan Vina dan Musi sebagai mertua saya itu sangatlah tidak mungkin. Batin Kana menatap mereka berdua secara bergantian.

"Mami!" Hanya Cavilah yang menghampiri dirinya, lalu memeluk kedua kaki Kana dengan erat. Sedangkan Cava, jangan harap dia akan menghampiri Kana yang baru datang lalu memeluknya. Jikapun hantu paling menyeramkan muncul di depan Cava dan dia sedang membaca, maka yang Cava lakukan hanya meliriknya saja tanpa mempedulikan hantu tersebut.

"Mami tau tidak?" Tanya Cavi dengan senyum yang tidak luntur sejak Kana memasuki ruangan itu. Sungguh senyum Cavi sangatlah candu, dengan lesung tercetak di kedua pipi tembem miliknya. Senyum yang menenangkan layaknya senyum rembulan yang bersinar terang di malam ini.

"Jumlah mainan yang mami beli ini begitu banyak, terus tadi Cavi foto buat story whatsapp dan banyak teman Cavi yang mau beli. Kata bunda, kita tidak boleh berlebihan dalam memiliki suatu barang, jadi Cavi jual deh sebagian mainannya dan sekarang semua mainan sudah habis terjual." Jelas Cavi pada Kana yang sedang memasang lego kecil berbentuk sebuah kapal, mamang sebagian mainan telah Kana kirimkan kerumah mereka siang tadi.

Kana memekikkan kedua bola matanya, sungguh jiwa-jiwa pengusaha tertanam sejak dini dalam diri Cavi dan juga jiwa kedokteran tertanam dalam diri Cava yang saat ini sedang membaca buku anatomi.

"Cavi, siapa yang mengajari kamu berjualan online?"

"Tidak ada mami, tapi Cavi melihat banyak para penjual yang meng-upload produk yang mereka jual di instagram,"

"Cavi bisa menggunakan handphone. Cavi, tau cara menggunakan instagram dari siapa?"

"Cavi diajari sama om Reza caranya main instagram dan youtube dengan baik dan benar."

"Coba lihat, mana akun instagram Cavi." Kana sungguh penasaran sekaligus kagum dengan kedua anak Vina dan Mufi, setelah hampir 2 tahun tidak bertemu dan hanya bisa bicara melalui handphone Vina, membuat Kana terkejut dengan akal kepintaran mereka berdua. Terlebih dengan Cava yang pintar secara akademis.

Mata Kana di buat melotot karenanya, akun instagram bocah usia 7 tahun, tapi pengikutnya jauh lebih banyak dibandingkan milik Kana, dimana tertera di layar handphone Cavi 57,7RB pengikut dan hanya 12 foto yang diunggah.

"Banyak juga ya pengikut Cavi,"

"Iya, soalnya Cavi ganteng." Jawab Cavi dengan penuh percaya diri dan ini baru duplikat asli Mufi tidak perlu di ragukan lagi ini udah pasti anak Mufi yang memiliki rasa kepercayaan diri setinggi langit senja.

"Emang Cavi, ganteng?"

"Ganteng lah... "

"Emang iyah, jelek gini juga." Ejek Kana dengan mencubit dan mencium kedua pipi tembem Cavi.

"Mami! ndak boleh pegang wajah adek, ndak boleh cubit-cubit, ndak boleh bicara keras-keras, menganggu." Setelah sekian lama es kutub mulai bersuara, walau fokus matanya masih sama menghadap buku yang ada di hadapannya.

"Dengar itu, apa kata Cava." Seorang laki-laki muncul secara tiba-tiba dari balik pintu coklat, siapa lagi dia kalau bukan Mufi Pratamaja Sp.KJ ayah dari mereka berdua, suami dari Vina yang berprofesi sebagai Psikiater.

Suara serak itu membuat bulu kuduk Kana merinding, meremang, dan menegang. Jantung Kana berpacu begitu cepat, berdetak tanpa aturan. Seperti waktu ujian akan segera dimulai dan Kana belum menyiapkan contekan.

Dibawah pantulan cahaya bulan yang nampak di dalam kolam renang dengan bintang sebagai hiasan malam. Kana dan Mufi berada di taman belakang tepat di samping kolam renang dengan secangkir teh sebagai minuman.

Menit ke detik terus berjalan, tanpa bisa dihentikan. Namun, Kana dam Mufi masih sama-sama diam engan memecah keheningan malam.

Dahaman Mufi memutus fokus pikiran kana, hingga pandangan mereka saling bertemu satu sama lain, dengan posisi yang terhalang meja bundar ditengah keberadaan mereka berdua. Kana mengerutkan dahi dengan mata menyipit menunggu kalimat yang akan Mufi keluarkan.

"Kapan menikah?" To the poin, langsung menuju inti tanpa basa-basi. Karena waktu begitu berharga hanya untuk pembukaan yang menurut Mufi tidak begitu diperlukan sebagai awal percakapan mereka.

Ekspresi wajah yang langsung berubah masam dengan senyum yang di paksakan langsung tercetak jelas pada raut wajah Kana, "Saat sudah tiba waktunya, kak."

"Dalam dunia bisnis, kamu membentuk target bukan?"

"Saya akan menikah saat sudah tiba waktunya, tolong jangan pertanyakan tentang pernikahan kepada saya. Karena saya tidak memiliki jawaban pastinya dan hal ini tidak bisa saya hitung target umur berapa saya akan menikah!"

"Oke, lalu. Apa yang kamu takutkan dalam dunia pernikahan?"

"Saya tidak takut menikah, namun saya takut dengan tanggung jawabnya. Saya seorang perempuan yang tentunya sangat dirugikan apabila rumah tangga saya hancur berantakan karena ketidak adanya pertanggung jawaban dari kami yang membentuknya."

"Jelaskan maksudnya, bagaimana?"

"Dalam pernikahan yang berperan besar dalam rumah tangga adalah perempuan. Jika di ibaratkan seorang laki-laki sebagai genting pelindung hujan dan panas lalu keindahan dan kenyamanan di dalamnya semuanya tugas perempuan. Apabila rumah tangga saya gagal bukan hanya saya sebagai korban namun anak saya juga akan mejadi korban. Saya belum siap membentuk bahtera rumah tangga, saya belum siap bertanggung jawab dengan keluarga saya nantinya, dan saya belum siap secara fisik dan mental. Mental saya masih berantakan, pikiran saya masih kacau. Saya belum siap kak!"

"Baik, tapi pernah tidak terlintas dalam pikiran kamu untuk tidak menikah?"

"Pernah, namun saya tepis pikiran itu jauh-jauh. Menjadi seorang istri dan seorang ibu adalah sebuah impian bagi perempuan. Namun, sayangnya banyak laki-laki yang tidak bisa bertanggung jawab dengan keputusan yang mereka ambil sehingga membuat saya mengundurkan diri untuk tidak membuka hati. Saya hanya ingin seseorang yang bertanggung jawab dengan pilihannya, mampu memberikan kebaikan dan ketenangan hati bagi saya. Karena makna menikah bagi saya adalah menjalankan visi dan misi yang kita buat bersama, bagaikan seorang ketua dan wakilnya, dimana harus saling menjaga dan menjalankan apa yang ingin di capai bersama, menjadikan ruang lingkup itu jauh lebih bermakna."

Tatapan mata lekat nan tajam dari Mufi membuat Kana gugup sekaligus bingung secara bersamaan. Entahlah Kana juga bingung dengan dirinya, karena biasanya orang lain yang menghindari tatapan mata Kana. Namun, dengan Mufi. Kanalah yang harus menghindari tatapan mata itu.

"Dari persepsi kamu tadi, saya menyimpulkan suatu pertanyaan mendasar. Apa yang kamu takutkan dari memiliki seorang anak, bukankah kamu secara tidak langsung mengatakan bahwa menjadi seorang ibu itu termasuk impian bagi kamu ?"

"Saya takut jika saya tidak bisa memenuhi hak-hak mereka, saya takut jika anak saya tidak mendapatkan haknya. Karena saya adalah pondasi awal tumbuh kembang mereka yang membentuk kepribadiannya, bahkan sebelum mereka lahir di dunia."

"Kamu tau, apa hak-hak anak itu?"

"Iya, Kana tau kak. Saya telah membaca buku yang kakak kirimkan dulu. Tentang parenting,"

"Sebutkan hak anak itu apa saja dan jelaskan?" Kana tersenyum kecut, sungguh Mufi ingin menguji kesabaran dan pemahaman dirinya mengenai bahtera rumah tangga.

1
Defi
Thor aku belum rela tamat ☹️.. ditambah dong thor kisah Kana yang momong dua bayi
Defi: oke 👍
total 2 replies
Defi
si baby girl tahu ada Onty Kana yang mau menjadi ibu susunya.. semoga Kana mau ya
Defi
wajahnya mirip Reza, loh ini typo maksudnya mirip Kari atau memang beneran thor wajahnya mirip Reza 🤭
Vilaa: Typo maaf, nanti saya perbaiki dari awal secara perlahan 🙏
total 1 replies
Defi
Selamat Kana dan Kari, si baby lahir dengan sehat 💃🌹
Defi
semangat othor lanjut up
Defi
masak nama hujungnya si baby nama Aris 🤣
Defi
Aris suka sekali ganggu bumil, gak tahu rasanya Kana udah bertanduk dan pengen bolak balik si Aris di atas oven biar diam dan pas kembali fikirannya 😄
Defi
sedari tadi Kana menahan diri tapi akhirnya jebol juga pertahanan Kana.. Thor jangan buat Kana kenapa-kenapa, pokoknya gak boleh 😭
Defi
ya ampun, serasa Kana jadi bahan praktek mereka 😱
Defi
Aamiin, semoga nurun dari kakak-kakaknya ya dek
Defi
komunikasi itu sangat diperlukan apalagi Kana lagi mode sensitif yang bisa menyimpulkan sendiri apa yang dia alami
Defi: kamu keren thor 👍
total 2 replies
Defi
mood ibu hamil yang sensitif ya
Defi
gak semua orang juga sanggup hidup dalam koridor yang lurus-lurus saja Kari.. ada saatnya bosan dan ingin hal-hal baru seperti Kana yang bosan makan masakan yang diatur ahli gizi, rindu dengan makanan pinggir jalan yang menggiurkan walau jauh dari kata sehat.
Defi: meluncur thor
total 2 replies
Defi
takut Kana melipir kemana-mana
Defi
setuju dengan Kana, karena ada sebagian orang yang menjual kesedihannya padahal dia mampu sehingga saat orang yang memang patut ditolong malah tidak ditolong karena berfikir sama dengan orang yang menjual kesedihannya..
hayo loh bisa marah dokter Kari sama kalian, padahal kalian ditugaskan untuk menjaga istrinya yaitu Kana 😂
Defi
kejutanmya berhasil ya untuk ultah Vina, sampai-sampai dedek bayi mau ikutan juga
Vilaa: Terimakasih buat kamu yang udah setia nungguin cerita ini 🫶
total 1 replies
Vilaa
Akhirnya bisa up juga setelah sekian lama pengajuan akhirnya akun ini kembali lagi pada saya 🫶🙏
delya
Hai.... semuanya 🤗
sebelumnya saya selalu author pemilik akun Ini, ingin menyampaikan jika karya ini sudah tidak bisa di lanjut lagi untuk bab selanjutnya karena saya lupa sandi gmail dan handphone saya rusak tidak bisa menyala sama sekali. Jadi dengan berat saya harus melepaskan karya ini. Jujur sedih banget mana udah banyak banget lagi pembacanya, namun mau bagaimana lagi. Mungkin saya akan membuat cerita baru lagi, jadi buat teman-teman sekalian bisa nantikan karya saya selanjutnya dengan penuh kejutan di dalamnya. Cerita ini sebenarnya sudah tamat hingga bab akhir dan itu ada di catatan handphone saya dulu. Tapi... 🥹
Defi
lanjut up thor 💪🌹
Defi: semangat othor
total 2 replies
Defi
Kari kamu memang egois, teganya meninggalkan Kana sendiri di tempat parkir yang sepi.. Kana berjumpa dengan siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!