NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

“Pada dasarnya, Sari bukanlah orang yang sejahat itu” jawabku atas pertanyaan yang membuat Maya bingung

Sore menjelang malam, aku dan Maya melakukan pertemuan di kafe keluarga tempat yang biasa kami datangi. Memang bukan hari Senin, tapi pertemuan ini harus dilakukan karena gosip yang merusak namaku sudah sampai di telinga Maya. Setelah menjelaskan semuanya, hal mengejutkan berikutnya adalah kami bertemu Elma yang sedang bekerja sambilan di kafe ini. Sungguh hari yang sangat melelahkan bagi serigala penyendiri sepertiku, aku sudah mulai muak dengan kehidupan keduaku yang berjalan semakin buruk. Aku rasa...

“Maksudnya?” tanya Maya semakin bingung

“Bayangkan saja, kalau beberapa hari ke depan Elma benar – benar memutuskan untuk berhenti sekolah seperti yang terjadi di kehidupan pertama kita, kamu bisa merasakan apa yang dirasakan Sari?” ucapku, raut wajah Maya pun berubah menjadi kesal.

“Ya senang dong, akhirnya orang yang aku benci gak ada lagi di sekolah” jawab Maya, yak seperti yang aku duga dia akan menjawab seperti itu dan di sinilah kuncinya.

“Tepat, Sari juga pasti berpikir yang sama kalau memang dia sejahat itu. Tapi jarang sekali ada seorang cewek yang memiliki sifat sedengki itu, kan? Kesimpulanku adalah Sari gak nyangka perbuatannya akan berakibat sejauh itu, situasinya semakin memburuk ketika Elma memutuskan untuk berhenti sekolah dan Sari gak menyangka perbuatannya sampai menghancurkan masa depan seseorang” jelasku, Maya pun terdiam dan mencoba untuk mencerna penjelasanku itu.

“Pada akhirnya Sari diliputi rasa bersalah yang besar dan kemungkinan itu yang menjadikan alasan Sari juga berhenti dari sekolah” ucapku memberikan kesimpulan yang terpikirkan olehku.

Aku mengambil suapan kedua dan membiarkan Maya berpikir, aku juga ke pikiran sesuatu tentang kasus Elma dan Sari. Alasan Sari tidak muncul lagi disekolah mungkin karena rasa bersalahnya yang begitu besar ketika mengetahui Elma berhenti sekolah akibat perbuatannya, terlebih lagi aku yakin Sari mendapatkan tekanan hebat dari teman – teman sekelas bahkan mungkin dari kelas lain juga setelah Elma menghilang dari sekolah. Elma termasuk tier teratas dari piramida anak populer di sekolah, wajar kalau informasi berhentinya Elma dari sekolah akan menjadi rumor panas di sekolah yang menekan mental Sari.

“Aku mengerti, memang jadi rumit sih ya” celetuk Maya, aku mengangguk sambil mengunyah nasi goreng yang aku makan.

“Ya, aku setuju. Orang – orang memang merepotkan, hal itu yang semakin menegaskan kalau menjadi serigala penyendiri sepertiku adalah jalan hidup terbaik untuk semua manusia” timpalku dengan sombong, Maya tertawa kecil lalu mengambil suapan keduanya.

Setelah beberapa saat terdiam karena kami sibuk makan, tiba – tiba Maya berhenti makan sebentar dan menatapku dengan senyuman. Lalu dia mengatakan...

“Ngomong – ngomong, Elma cantik juga ya~” celetuk Maya singkat lalu dia kembali makan, aku sempat terdiam sebentar untuk mencoba mencerna apa yang sebenarnya ingin dikatakan Maya namun aku benar – benar tidak bisa menebaknya.

“Uuh yaah, aku rasa juga begitu” timpalku dan hanya itu yang bisa aku katakan

“Niatmu menolong dia bisa jadi berubah menjadi semakin dalam” dengan suara tawa kecil sambil mengunyah makanan Maya mengatakannya, kini aku tahu arti dari celetukannya...

“Tu.. tunggu dulu! Aku menolongnya karena kamu kan!! Jangan seolah – olah aku melakukannya untuk mendekati Elma!!” bantahku, namun Maya tidak benar – benar ingin mendengarkan alasanku dan dia hanya senyum – senyum sendiri sambil terus memakan mi pesanannya.

Melihatnya seolah tidak peduli dengan alasanku membuat aku kesal, ini bisa menimbulkan gosip aneh lagi, kan? tapi yah sudahlah, selama memang tujuanku itu benar - benar murni atas pemintaan Maya. Aku kembali melanjutkan makan dan kami pun terdiam setelahnya.

...Jam tujuh malam...

“Maaf aku terlambat~” seru Elma sambil berlari mendekati meja kami, yah saat itu aku dan Maya benar – benar menunggu Elma pulang dari kerja paruh waktunya.

“Belum jam tujuh lebih kok, malah aku pikir kamu kecepatan pulang” timpalku, Maya pun hanya tersenyum menatap Elma.

Kembali mengenakan seragam sekolah dengan rambut yang kembali di ikat ke samping kanan, yah memang seperti ini Elma yang aku kenal. Riasan wajahnya juga tidak ada yang berubah, sepertinya Elma memang sengaja berdandan di sekolah untuk persiapan bekerja setelah pulang sekolah. Aku sempat berpikir buruk tentangnya, aku pikir dia sengaja seperti itu untuk mencari perhatian saja.

Namun ada yang berubah kali ini, ya.. aura yang dipancarkan Elma terasa begitu hangat dan bersahabat, tidak sama seperti saat aku bertemu dengannya di kelas dan di toko buku. Senyumnya kali ini pun sungguh memesona... Gawat, aura Elma terlalu hangat sampai berhasil menggetarkan hati serigala penyendiri sepertiku!!!

“Jadi, kita pindah tempat atau gimana?” tanyaku memecah keheningan, untuk beberapa saat memang kami semua hanya terdiam dan saling bergantian menatap mata.

“Huum... di sini juga gakpapa kok, selama Raka mau” jawab Elma dan tiba – tiba Maya menepuk tangan sambil berkata...

“Sip, sudah di putuskan. Sampai ketemu besok ya, Rakaa~” celetuk Maya sambil berdiri dari duduknya, tentu saja aku terkejut mendengar celetukannya itu.

“Hah?! Sudah mau pulang?!!” tanyaku sedikit panik, padahal aku membutuhkan Maya untuk menekan aura permusuhan yang mungkin Elma keluarkan kalau hanya ada aku di sekitarnya. Seperti biasanya, kan?

“Kalau ada aku, cuma bakal jadi gangguan buat kalian berdua, kan?” tanya balik Maya sambil tertawa kecil, dia meletakkan uang di atas meja lalu berkata..

“Nih uang makan siangku tadi” ucapnya sambil berjalan meninggalkan kami begitu saja, dia melambaikan tangan ke Elma dan Elma pun membalas lambaian tangan itu.

Aku dan Elma hanya bisa terdiam sewaktu Maya berjalan sampai ke pintu keluar kafe, tidak beberapa lama terdengar suara tawa kecil Elma seraya dia duduk di kursi tepat di depanku. Aku menatapnya dengan raut wajah kesal dan memecah keheningan dengan berkata...

“Dia orangnya random banget” keluhku, Elma pun tertawa makin keras.

“Ahaha... tapi menurutku dia gadis yang menarik kok” timpal Elma

Yah tidak salah Elma mengatakan hal seperti itu, pada dasarnya memang Maya selalu bertindak terukur dan cepat. Ditambah dia adalah orang yang periang dan mudah bersahabat, kalau dibanding denganku sih aku tidak ada di levelnya sama sekali.

“Ooh iya, soal pembicaraan kita barusan” ucapku

“Ah ummm.. iya..” timpal Elma terbata, dia pun berhenti tertawa dan menatapku dengan diam.

Dan Elma tiba – tiba terdiam, aku tidak tahu kenapa dia tiba – tiba diam seperti itu. Kalau di pikir – pikir lagi, Elma ini anak ekstrovert kan? Aku tidak percaya dia akan kehabisan kata – kata untuk berbicara dengan seseorang, kenapa aku bisa bilang Elma kehabisan kata – kata? Karena dia terlihat gelisah seperti orang yang terjebak dengan orang asing yang tidak dia ingin temui dan dipaksa untuk saling mengobrol satu sama lain.

“Uuh... sebaiknya kita pesan minum dulu” celetukku memecah keheningan, Elma tertawa kecil sambil menekan bel di atas meja untuk memanggil pelayan.

“Kamu ada benarnya, eeh... baiklah, aku tekan belnya ya~” timpal Elma

Aku tidak bisa memahami Elma, dia terlihat sangat gugup saat ini. Bahkan saking gugupnya mungkin, Elma menekan bel lebih dulu sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Apa yang sebenarnya Elma pikirkan sampai dia gugup seperti ini? dia ini anak ekstrovert, kan? Aku sampai teringat perkataan Maya yang mengatakan kalau aku dan Elma akan menyelesaikan percakapan kami bahkan hanya dengan tiga kata, dia hebat bisa memperkirakan hal ini bisa terjadi.

Tidak lama pelayan datang untuk mencatat pesanan kami, Elma dan pelayan itu terlihat akrab dan mereka saling berbicara dengan lancarnya sebelum aku dan Elma memesan. Sikap Elma sangat berbeda ketika aku yang menjadi lawan bicaranya, apa sebenarnya dia sejak tadi menahan diri untuk tidak memukulku? Eeh tunggu dulu...

Peduli apa aku sama hal remeh seperti itu?!!! Yang seharusnya aku pedulikan adalah lawan bicaraku saat ini adalah Elma!!! Aku baru saja mengobrol dengan cewek paling populer di sekolah bernama Maya dan kini aku harus mengobrol dengan cewek paling populer di kelas! Keberuntungan macam apa ini?! bukankah hari ini aku terlalu banyak berbicara sama cewek?!! Bahkan sampai melampaui apa yang pernah aku alami pada tiga tahun masa SMA di kehidupan pertamaku!!!

...Ughh rasanya mentalku sudah kelebihan beban, rasa ingin beranjak pulang sangat kuat!!!

Setelah memesan, aku melihat Elma menatap pelayan itu hingga dia tidak bisa lagi terlihat. Perlahan Elma kembali menoleh menatapku dan ketika mata kami bertemu, aku melihat rona merah di pipi Elma semakin terlihat jelas. Tiba – tiba dia berkata...

“Heii!!” serunya, aku sempat tersentak mendengar Elma berseru tiba - tiba seperti itu.

“Aku sangat berterima kasih, atas perbuatanmu!!” timpalnya sambil membungkukkan badan hingga dahinya hampir menyentuh meja, aku masih terpaku dan terdiam beberapa saat karena aku sudah bingung harus menanggapi apa.

“Aku cuma bertindak atas kemauan diri sendiri, jadi gak usah dipikirkan” ucapku, sepertinya aku sudah mengatakan hal yang sama tadi tapi yah memang cuma itu yang ada di kepalaku.

Tidak ada hal apa pun yang membuatku merasa berhak untuk mendapatkan ucapan terima kasihnya, aku cuma melakukan hal yang memang ingin aku lakukan. Apa lagi... di kehidupan sebelumnya aku tidak melakukan apa pun untuk menolongnya, pada dasarnya aku ini cuma bergerak karena Maya yang meminta.

“Tetap saja, aku sangat berterima kasih padamu!!” timpal Elma masih dengan badan yang membungkuk, dia benar – benar tulus untuk mengucapkan kata ‘Terima kasih’.

Tapi untuk ukuran sebagai pemegang predikat anak bandel di sekolah, sikapnya cukup sopan. Meski kesan pertamaku pada Elma sangat buruk, tapi kenyataannya dia ini cewek yang punya hati yang baik. Sama seperti Sari, aku lebih baik berhenti untuk menilai orang dari penampilannya saja.

“Tapi kenapa kamu membantuku?” tanya Elma sambil mengangkat kepalanya untuk menatap mataku

“Jujur, dimatamu aku ini seharusnya jadi orang yang sangat kamu benci di sekolah, kan?” tanyanya terdengar begitu penasaran, aku tidak percaya dia baru menyadarinya sekarang.

Yah sangat sulit untuk menjawab pertanyaan itu, aku juga tidak bisa dengan mudahnya mengatakan kalau dia akan berhenti dari sekolah jika aku tidak membantunya seperti di kehidupanku sebelumnya. Meski begitu, memang aneh seorang wibu sepertiku menyelamatkan anak bandel seperti Elma, karena sudah menjadi rahasia umum seorang wibu sekolah pasti akan menjadi korban perundungan anak bandel sekolah.

“Yaah.. kalau aku cuma nonton, aku bisa membayangkan tidurku malam ini bakal gak nyenyak. Aku ini orang yang sangat memperhatikan kualitas tidur, loh” jawabku, dalam hati aku berkata ‘Aku ini ngomong apa sih?!’

Jangan salahkan aku, aku cuma seorang serigala penyendiri yang tidak punya banyak pengalaman untuk mengobrol dengan banyak orang. Jadi wajar kalau aku sudah terdesak seperti ini maka omonganku akan melantur ke mana – mana, menyedihkan memang...

“Lebih dari itu, aku merasa Sari sudah sangat kelewatan tadi” ucapku melanjutkan perkataanku sebelumnya, rasanya ini alasan yang paling masuk akal.

“Ahaha... meski aku tahu dia mungkin memang dasarnya gak suka sama aku, aku gak nyangka aja kebenciannya lebih buruk dari yang aku kira” timpal Elma sambil menggaruk leher belakangnya

“Setelah melihat itu, aku merasa lega menjadi seorang penyendiri. Mau itu kamu atau Sari, orang yang berusaha keras untuk membangun sebuah hubungan kelompok di sekolah seperti kalian itu terasa sangat luar biasa berat. Meski kadang aku iri dan merasa kagum sama kalian, aku gak akan mau mengikuti jalan yang kalian ambil. Sekalipun mau, aku rasa aku gak akan sanggup buat menjalaninya” ucapku datar, aku hanya ingin menyampaikan pendapat pribadi tanpa ingin mengajak Elma untuk menjadi seorang penyendiri seperti diriku.

“Hihihi... omonganmu sederhana seperti mukamu” timpal Elma sambil berusaha menahan tawanya...

Hah?! Aku sudah panjang lebar menjelaskan dan masih dibilang sederhana?! Lagi pula, apa maksudnya ‘Sederhana seperti mukamu?’ ingin aku tegur tapi aku merasa ini adalah hal baik karena dua kali ini aku melihat Elma tertawa sejak mengobrol denganku, setelah mendapat tekanan berat disekolah tadi aku rasa dia memang membutuhkan pereda stres. Jadi aku ikut tertawa bersamanya dan dia pun tertawa lebih keras lagi... aku cukup baik, kan?

1
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!