NovelToon NovelToon
Disayangi Anak Mantan

Disayangi Anak Mantan

Status: tamat
Genre:CEO / Cintapertama / Duda / Tamat
Popularitas:114.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bagaimana jadinya, jika seorang gadis terjebak dengan masalalu yang sudah lama ia kubur. Ya kisah ini dialami oleh Andini seorang gadis dewasa yang sehari-harinya sebagai penjaga kantin sekolah.
Andini memutuskan untuk tidak menikah karena dulu sempat gagal menjalin hubungan dengan seorang pria.
pada suatu ketika Andini dipertemukan dengan bocah kecil yang cukup aktif dan bisa dibilang nakal, semua guru yang ada sudah kawalahan, anehnya si bocah itu justru nurut dengan Andini?

Penasaran dengan kisah berikutnya. jangan lupa tetap pantengin terus hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Siang itu suasana sekolah semakin ramai, anak-anak mulai berkerumun, memadati kantin Andin, wajah-wajah lelah itu seolah menuntut, agar segera dilayani dengan cepat.

  "Mbak, ayo cepetan dikit Mbak," ucap salah satu anak.

  "Iya bentar ya," sahut Andin pelan.

Tangannya masih terus saja mengaduk Nasik diatas kuali yang cukup besar, setelah itu ia mulai membaginya diatas piring yang sudah ditata rapi sebelumnya.

"Harap sabar, nasi sudah siap meluncur ke meja masing-masing,” ucapnya sambil tersenyum kepada beberapa murid yang sudah berdiri di depan kantin.

Beberapa anak terlihat akrab dengannya.

“Mbak Andin, aku mau es teh satu!”

“Kalau aku gorengannya dua!”

Andin tertawa kecil. “Satu-satu, nanti semuanya dapat.”

Namun suasana hangat itu tiba-tiba berubah.

Dari arah gerbang sekolah, seorang wanita berusia sekitar empat puluhan datang dengan langkah cepat. Wajahnya terlihat marah.

Begitu sampai di depan kantin, wanita itu langsung menunjuk Andin.

“Itu dia orangnya!”

Suasana langsung hening, Andin mengerutkan kening, tidak mengerti.

“Maaf, ada apa ya, Bu?”

Wanita itu langsung menampar meja kantin.

“Jangan pura-pura tidak tahu! Kamu yang menipu uang saya!”

Andin langsung terkejut. “Apa maksud Ibu?”

Beberapa guru yang lewat mulai berhenti. Para murid pun ikut memperhatikan.

Wanita itu semakin keras suaranya. “Kamu janji akan membantu anak saya masuk sekolah ini! Kamu minta uang lima juta! Tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya!”

Andin benar-benar terdiam. “Apa? Saya tidak pernah—”

“Bohong!” potong wanita itu. “Uangnya saya transfer ke nomor kamu!”

Bisik-bisik mulai terdengar di sekitar kantin. Andin mulai panik, pasalnya ia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan orang itu.

“Bu, saya tidak pernah menjanjikan apa pun. Saya hanya jualan di sini.”

Namun wanita itu justru semakin emosi. “Kamu pikir saya bodoh?”

Ia bahkan hampir menarik kerah baju Andin, beberapa murid langsung mundur ketakutan. Salah satu guru mencoba menengahi.

“Bu, tolong tenang dulu—”

Namun wanita itu tetap berteriak. “Orang seperti ini tidak pantas ada di sekolah!”

Andin berdiri kaku. Wajahnya mulai pucat. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, namun tanpa ia sadari. Tiba-tiba suara mesin mobil berhenti di depan sekolah.

Sebuah mobil hitam mewah terparkir.Nathan turun dari mobil itu dengan langkah cepat.

Awalnya ia hanya ingin memastikan sesuatu pada Andin setelah bertemu Mark tadi. Namun begitu memasuki halaman sekolah, suara keributan langsung menarik perhatiannya.

Nathan berjalan mendekat. Begitu melihat Andin berdiri di tengah kerumunan dengan wajah pucat, rahangnya langsung menegang, ia berlari cepat ke arah Andin.

“Cukup!”

Suara tegas itu membuat semua orang menoleh. Wanita yang tadi berteriak juga ikut menoleh.

Nathan berjalan sampai berdiri tepat di samping Andin. Tanpa sadar, Andin menoleh ke arahnya dengan mata yang sedikit berkaca.

Nathan menatap semua orang di sana dengan tajam. “Tidak ada yang boleh menyentuh dia.”

Suasana langsung berubah tegang. Wanita itu mengernyit. “Siapa Anda?”

Nathan menatapnya dingin. “Orang yang tidak suka melihat orang lain memfitnah tanpa bukti.”

Wanita itu mendengus. “Saya punya bukti! Saya transfer uang ke dia!”

Nathan mengangkat tangannya sedikit. “Kalau begitu laporkan ke polisi,” katanya tenang. “Bukan membuat keributan di sekolah.”

Wanita itu terlihat sedikit goyah, ia tidak pernah membayangkan jika akan ada seseorang yang membela perempuan yang saat ini tengah ia labrak.

Nathan melanjutkan dengan suara yang lebih tajam. “Dan kalau ternyata tuduhan Anda tidak benar… saya pastikan Anda yang akan berurusan dengan hukum.”

Wajah wanita itu langsung berubah pucat, tangannya sedikit gemetar setelah mendengar ancaman dari Nathan.

Andin yang berdiri di samping Nathan hanya bisa menatap pria itu dengan bingung. Ia tidak pernah menyangka Nathan akan membelanya seperti ini.

Beberapa detik kemudian wanita itu mulai terlihat gelisah.

“A-aku… hanya ingin uangku kembali.”

Nathan menatapnya tanpa ekspresi. “Kalau memang ada, kami akan selesaikan secara hukum.”

Wanita itu akhirnya mundur. Keributan yang tadi sempat memanas di depan kantin perlahan mereda. Beberapa murid kembali ke kelas setelah para guru menenangkan mereka, sementara bisik-bisik masih terdengar dari beberapa anak yang merasa terkejut dan ketakutan.

Di tengah suasana yang mulai tenang itu, ponsel Nathan tiba-tiba bergetar di dalam genggamannya. Ia segera melihat layar. Sebuah pesan masuk dari Mark.

Nathan membuka pesan itu dengan cepat. Matanya langsung menajam saat membaca kalimat pertama.

“Aku sudah menemukan siapa wanita yang datang ke hotel malam itu.”

Napas Nathan tertahan seketika. Belum sempat ia mencerna kalimat itu sepenuhnya, pesan berikutnya kembali muncul di layar ponselnya.

“Itu ibumu.”

Nathan membeku di tempat. Dadanya terasa seperti dihantam sesuatu yang keras. Tangannya yang memegang ponsel perlahan mengepal, sementara pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang selama ini tidak pernah berani ia bayangkan.

Semua potongan kejadian dari masa lalu tiba-tiba berputar kembali di kepalanya—malam ketika Andin dituduh menghancurkan segalanya, kemarahan yang membuatnya tidak mau mendengar penjelasan apa pun, hingga kepergian perempuan itu dari hidupnya.

Dan sekarang, sebuah kebenaran mulai menyeruak dari tempat yang paling tidak ia duga.

Nathan menutup layar ponselnya perlahan. Rahangnya mengeras, namun sorot matanya berubah jauh lebih dalam dari sebelumnya. Ia tidak langsung bergerak, hanya berdiri beberapa saat seolah sedang menahan badai yang mulai muncul di dalam dadanya.

Di sampingnya, Andin masih berdiri dengan wajah pucat. Perempuan itu terlihat kebingungan setelah keributan yang baru saja terjadi. Ia sama sekali tidak tahu bahwa pesan singkat yang baru saja diterima Nathan telah membuka pintu menuju rahasia lama yang selama ini terkubur.

Nathan akhirnya menoleh ke arah Andin. Tatapan mereka bertemu sesaat.

Setelah bertahun-tahun, Nathan tidak lagi memandang perempuan itu dengan kemarahan. Ada sesuatu yang lain di sana—keraguan, penyesalan, dan pertanyaan besar yang belum menemukan jawabannya.

Namun satu hal yang kini mulai ia sadari dengan jelas:

Jika apa yang dikatakan Mark benar, maka selama belasan tahun terakhir ia mungkin telah membenci orang yang salah.

Bersambung .....

Ya Allah pingin nangis dari pas setelah magrib wifi gangguan sampek jam segini baru bisa up 😭😭😭😭

1
Nurgusnawati Nunung
bagus.. bagus.. bagus...
Nurgusnawati Nunung
Terimakasih Thor.. untuk ceritanya. semangat terus untuk cerita yang lain. sehat selalu..
Sugiharti Rusli
bukan cari" pembenaran dengan mengancam kembali Andin, tapi lakukan pendekatan, tapi yah namanya sedari awal benci sama Andin jadi bawaannya selalu negatif
Sugiharti Rusli
bahkan Darrel yang masih polos bisa merasakan sosok baik yang membuat dirinya nyaman di dekatnya,,,
Sugiharti Rusli
jangan sampai nanti kamu yang akan menyesal sendiri nenek tua dengan sikap keras kamu itu,,,
Sugiharti Rusli
tapi kasus Darrel, dia juga seperti mencari pelarian kasih sayang yang dirasa kurang dia dapat dari ayah maupun kakek-nenek nya sih yah,,,
Sugiharti Rusli
tapi mungkin ga semua anak bisa seperti Darrel sih, kadang juga ada yang saking pemalunya suka susau mengungkapkan perasaannya,,,
Sugiharti Rusli
perasaan anak kecil begitu polos yah, dia berkata seperti apa yang ada dalam perasaannya,,,
Sugiharti Rusli
bahkan entah spontanitas dirinya atau ada arahan dari sang ayah, bahkan Darrel memanggil mama kepada Andin,,,
Sugiharti Rusli
dan Andin bisa melihat kebaikan dan ketulusan hati Darrel terhadap dirinya
Sugiharti Rusli
memang meski Darrel terlahir dari rahim perempuan yang dulu juga salah satu yang menjebak Andin, tapi mereka adalah dua orang berbeda,,,
Sugiharti Rusli
dan selama ini mencari seseorang yang bisa diajak berbagi keluh kesah, Darrel malah sangat nyaman bersama Andin
Sugiharti Rusli
apalagi anak itu selalu ceria bila bisa bertemu atau berbicara dengannya meski melalui telpon,,,
Sugiharti Rusli
kepolosan dan ketulusan dari Darrel lha yang membuat Andin bisa bernafas lebih lega yah,,,
Sugiharti Rusli
karena bagaimanapun keselamatan Andin tetap jadi perhatiannya sekarang, apalagi Andin pulang malam karena menemani putranya di rumah sakit,,,
Sugiharti Rusli
apalagi Nathan hanya ingin Andin sampai dengan selamat tanpa gangguan
Sugiharti Rusli
karena sejatinya perasaan keduanya tetap sama yah,,,
Nar Sih
ending yg bagus kak👍
Lisa
Bagus banget ceritanya..terimakasih Kak Ayu..sukses utk karya² yg selanjutnya y Kak..God Bless you 🙏
Lisa
Puji Tuhan akhirnya hati ortu Nathan mencair y meskipun blm sepenuhnya tapi mrk tdk menghalangi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!