seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
author kasih bonus saru chapter lagi nih 😍
happy reading 😉
------------
"Kamu ngomong apaan sih? Aku cemburu ? Enggak mungkin lah" kilah Nathan
"Lha terus kenapa kak Nathan marah?" Tanya Hana
"Jelas lah aku marah kamu tinggal disini tapi pulang keluyuran dulu, kamu itu harus bersih-bersih rumah ini sebelum aku pulang" jelas Nathan
"Hana enggak keluyuran kak, Hana cuman mampir ke rumah Hana, soalnya ada beberapa buku yang harus Hana Ambil, terus lagi kak Aldi mau mampir ya udah biar sekalian mumpung ada gratisan ojek" Hana mengarang sedikit alasan agar Nathan tidak banyak tanya
Nathan menatap kearah Hana yang justru kembali berjalan menaiki anak tangga
"Kamu mau kemana?" Tanya Nathan
"Ke kamar mau ganti baju, katanya suruh bersih-bersih"
"Aku belum kasih ijin kamu buat ke kamar mu" Nathan berdiri dan berjalan mendekati Hana
"Lha tadi bilang suruh bersih-bersih, jadi maunya gimana ini?" Hana dibuat bingung dengan kemauan Nathan
"Dengar, sementara kamu tinggal disini, kamu tidak boleh dianterin orang lain kesini, mengerti?"
"Hana enggak dianterin kesini? Kak Aldi nganterin ke rumah Hana" bela hana
"Sama aja, tetep enggak boleh!" Bentak Nathan lagi
'nih polgan lagi 'dapet' kali ya, kok tumben marah-marah mulu' pikir Hana
"Iya, ya udah Hana mau ganti baju terus bersih-bersih" Hana kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar nya, tanpa memperdulikan Nathan yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
Tak butuh waktu lama, Hana sudah selesai ganti baju, dia memakai T-shirt berwarna putih dan celana jins selutut, dia mulai menyapu, mengepel dan terakhir membersihkan kamar mandi
"Huuh gila capek banget gue, udah cocok jadi calon istri yang baik ini" Hana bermonolog, keringatnya bercucuran sesekali dia menyeka nya
Hana menuju ke dapur untuk mengambil minuman dingin, dia melihat Nathan tertidur di sofa depan TV
Hana mendekatinya dan jongkok tepat didepan wajah Nathan,Hana tersenyum melihat Nathan yang tertidur dengan damai, nafasnya yang teratur, dan dia semakin terlihat tampan saat tertidur seperti ini
Cup
Hana mencium bibir Nathan sekilas, dia terus memandangi wajah ganteng sang polisi kesayangannya
Hana kembali mendekatkan wajahnya untuk kembali mencium bibir Nathan, Hana terkejut saat tiba-tiba Nathan membuka matanya
"Eh kak Nathan udah bangun" ucap Hana menutupi kegugupannya
"Emm..." Nathan menarik tengkuk Hana, membentur kan bibirnya ke bibir Hana, Hana terkejut dengan apa yang Nathan lakukan
'enggak biasanya kak Nathan yang inisiatif duluan buat nyium hana' batin hana
Hana kembali membuka matanya saat merasakan bibir Nathan sudah terlepas dari bibirnya. Dia menatap wajah Nathan yang juga sedang menatapnya.
Matanya yang tajam menatap Hana, mata yang selalu bisa menghipnotis Hana dalam sekejap.
"Kamu harus terus mengejarku, seperti biasanya, jangan pernah berhenti, dan jangan deket-deket sama cowok lain, mengerti?" Ucap Nathan lirih.
Hana terperangah dengan apa yang baru saja Nathan katakan. Sekejap saja senyumannya terukir indah di wajahnya.
'dasar !!! Bilang aja kalau dia cemburu, susah amat, Haaaah... gue seneng banget, akhirnya dia sedikit demi sedikit bisa nerima gue' ucap Hana dalam hati
Hana tersenyum dan mengangguk pada Nathan, dia berdiri dari jongkok nya dan duduk di samping Nathan yang sudah mengambil posisi duduk
"Kak, hana boleh minta sesuatu?" Tanya Hana dengan senyuman yang tidak kunjung luntur
"Apa?" Nathan mengerutkan keningnya
"Cium Hana lagi" wajah Hana memerah saat mengatakannya
Nathan nampak terkejut mendengar permintaan Hana
"Kamu?!"
"Hana mau yang kayak tadi" Hana tersenyum malu-malu menatap wajah Nathan, Nathan menghela nafasnya.
"Aku enggak mau" jawabnya
"iih kak Nathan nyebelin !!!" Hana beranjak dari tempat itu dan akan berjalan menuju kamar nya, namun tiba-tiba Nathan menariknya hingga Hana terjatuh di pangkuannya, dia menarik tengkuk hana, mencium bibir nya dengan lembut, tangannya membelai lembut rambut panjang Hana
Ting tong!
Suara bel berbunyi menghentikan apa yang sedang mereka lakukan
"Shit! Siapa sih yang datang! " Umpat Nathan, dia berdiri dan kembali memakai kaos nya, dan memberikan kaos Hana yang tergeletak di lantai
"Pakai lah, dan kembali ke kamar mu" pinta nya
Hana mengangguki perkataan Nathan dengan cepat, wajahnya masih memerah, dan jantungnya masih seperti sedang berlari marathon
-----------
Awwww.... author baper 😝
Like like like 😘
ceritanya sangat menarik