Kisah cinta seorang gadis cantik yang rela mengorbankan masa depan demi kakak kesayangannya. Anin rela menikah dengan pria yang sama sekali tidak dikenalnya.
Anindira, harus menjadi pengantin pengganti kakaknya yang kabur. Tak disangka sebelumnya, jika hari ini dia akan menjadi seorang pengantin dan menikah dengan calon suami kakaknya sendiri.
Akankah rumah tangga Anin dan Rico bertahan lama dan membuahkan benih cinta atau sebaliknya?
ikuti terus kisahnya....
ig :sitijenab451
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Jenab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman seorang suami kepada istrinya
“Masuk!” Bentaknya sambil mencengkram lengan Anin.
“Tapi, apa yang kau lakukan terhadap Daniel?”
Rico memejamkan mata ketika mendengar pertanyaan tersebut.
Gadis ini? Gadis ini masih saja menghawatirkan keadaan pria brengsek itu.
“Masuk kubilang!!” Bentak Rico sambil mendorong Anin hingga tersungkur di sofa mobil.
Rico memutari mobil dan langsung menancap gas dengan kecepatan tinggi. Anin memperkuat pegangan sambil menangis merasakan benturan tadi.
“Tuan, ini terlalu cepat” Lirih Anin.
“Tuan kumohon berhenti, aku takut!” Lirih Anin.
Seakan buta dan tuli, Rico malah menambah kelajuan mobil membuat Anin semakin ketakutan.
Anin tidak memperhatikan kemana mereka akan pergi, jalan yang mereka lewati terlalu cepat hingga dia tidak dapat melihat jelas kemana Rico akan membawanya.
Lama mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Rico terus fokus menyetir tanpa memperdulikan Anin yang ketakutan
hingga akhirnya mobil sport hitam itu berhenti tepat didepan sebuah gedung asri.
Rico keluar memutari mobil dan membuka pintu secara kasar.
“Keluar!” Rico menyeret istrinya dengan paksa ketika Anin tak kunjung bergerak, Rico membawa Anin masuk kedalam sebuah Villa melewati para pengawal yang menatap sendu kepadanya. Rico mendorong tubuh Anin hingga tersungkur keatas kasur.
“Apa yang akan kau lakukan?” Ucap Anin waspada, ketika Rico sudah membuka kancing kancing kemejanya.
Tanpa berucap Rico menghampiri Anin dan menimpa tubuh mungilnya. Rico ingin memberikan pelajaran yang
setimpal pada istrinya. Pelajaran yang akan selalu diingat juga sebagai tanda jika Anin hanyalah miliknya.
Dengan buas Rico mencium bibir Anin tanpa ampun. Anin segera memberontak, namun sayang tenaganya kalah jauh dengan suaminya hanya dengan satu tangan Rico dengan cepat Rico mencengkram kedua tangan Anin dan menguncinya keatas kepala istrinya.
Rico terus melahap bibir mungil yang tadi tertawa bersama pria lain, bayangan itu sangat membuatnya marah.
Arghhh!
Karena suhu tubuhnya yang sudah tidak dapat terkontrol Rico menarik paksa pakaian Anin hingga sobek. Sedangkan Anin, dia hanya menangis karena telah diperlakukan tidak layak oleh suaminya sendiri. Memang, bukan hal aneh jika Rico melakukan hal itu padanya. Tapi cara yang dia lakukan sekarang tidak benar, Rico pun dalam keadaan emosi dan tidak sadar sekarang.
Rico membuang baju mereka kesembarang arah, bibirnya yang masih saja berpautan terus menjelajah disana.
Pria itu kemudian melakukan kewajibannya, mengambil suatu berharga yang sudah menjadi haknya. air mata Anin tak kunjung berhenti tatkala Rico terus melakukannya. Kesedihan kehilangan sesuatu yang berharga juga kesedihan karena Rico melakukannya dengan paksa.
Tak dapat dipungkiri, Rico merasakan nikmat yang luar biasa ketika Rico junior mampu menerobosnya. Namun hatinya ikut merasa sakit ketika istrinya menangis merasakan nyeri.
“Tahan sayang” Rico mempercepat gerakannya.
Berkali kali Rico melakukannya hingga benihnya ia tanamkan disana. Rico mencium kening Anin dan langsung tersungkur disamping istrinya. Karena lelah akibat pergulatan panas itu, membuat keduanya
langsung tertidur dalam keadaan saling berpelukan.
Tepat pukul 13:00 terdengar nada dering ponsel, Rico beranjak dan meraih ponsel Anin.
Tertera nama Daniel disana, Rico tersenyum puas melihat nama itu kemudian beralih menatap istrinya yang sedang tertidur pulas dibalik selimut tanpa busana.
“Apa yang sudah menjadi milikku takan ku berikan kepada orang lain” monolognya kemudian kembali meletakan ponsel tersebut.
Baru saja Rico hendak kekasur, ponsel Anin kembali berbunyi membuat Rico geram. Dengan segera Rico mematikan ponsel tersebut dan melemparkannya keluar dari jendela. Ketinggian lantai 2 membuat ponsel tersebut langsung retak dan mati. Padahal Anin baru saja menggantinya setelah Rico membantingnya tempo hari.
Rico menghampiri istri kecilnya yang telah berbuat ulah selama seminggu ini. Menatap wajah cantiknya. Tidak akan ia biarkan seorang pun dapat menyentuh Anin kecuali dirinya sendiri. Dengan sangat lembut Rico menciumi seluruh wajah Anin, membuat sang empu menggeliat.
Terbit senyum jail di wajahnya yang tampan, dengan senang hati Rico kembali mencium mata dan bibir mungil gadis tersebut. Ciuman itu sangat lembut membuktikan bahwa pria Arrogant itu telah tunduk kepada gadis kecil yang telah merelakan masa depan demi kakaknya yang tidak tahu malu. Gadis kecil yang ia benci sebelum pernikahan mereka. Rico sangat membenci Anin karena dia adalah adik dari perempuan yang telah menghianatinya.
Namun,kelembutan dan kepolosan Anin membuat hati Rico terbuka. Anin tidaklah salah dalam hal ini. Gadis ini hanyalah korban. Bukankah seharusnya dia meminta maaf dan berterimakasih karena gadis ini telah menyelamatkan nama baik perusahaan dan dirinya.
Selama seminggu ini Rico menenangkan diri dan meyakinkan diri bahwa dirinya benar-benar telah jatuh hati kepada istri kecilnya. Kadang, Rico mensyukuri tindakan Tiara yang membuat hatinya sakit. Karena kebodohan gadis itu, dia diberikan gadis cantik, tulus dan pintar seperti Anin. Keyakinannya lebih kuat kala Tiara selalu datang ke kantor dan beberapakali mengajaknya melakukan hal terlarang.
Flasback on
Pintu kantor terbuka kala seorang gadis cantik dan sexy mendorongnya. gadis itu berpakaian sangat minim, hingga seluruh lekukan tubuhnya terlihat sangat jelas.
Rico tak menggubris, pria itu hanya sibuk dengan pekerjaannya membuat Tiara jengkel.
Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Tiara mendudukan bokongnya diatas paha Rico membuat pria itu menghentikan aksinya.
Rico terdiam, pria itu terlihat sedang menantang gadis sexy itu akan bertindak sampai sejauh mana.
Keterdiaman Rico membuat Tiara tinggi hati, gadis itu dengan sengaja mendekatkan dadanya ke dada Rico, namun Rico tetap diam. Kemudian Tiara berinisiatif memegang junior, karena menurutnya pria akan luluh jika juniornya disentuh oleh wanita.
Kemurkaan Riko dimulai ketika gadis tak tau malu ini dengan tidak sopan menyentuhnya. Pria itu beranjak hingga membuat Tiara terjatuh dan tersungkur.
"Ric..."
"Stop!!!"
"Sayang kenapa kau jahat sekali...." Lirih Tiara sambil bersimpuh dikaki Rico.
"Cukup!!" Bentak Rico membuat Tiara langsung terdiam
Rico menekan earphone "Singkirkan gadis ini"
"Sayang kumohon maafkan aku, aku tidak bermaksud. tapi dengarlah penjelasnku dulu."
Rico berjongkok dengan tumpu satu kaki, pria itu menyentuh pipi Tiara dan membelainya.
"Cintaku terlalu mahal untuk gadis murahan sepertimu" Ucapnya kemudian menghempaskan.
Tiara terkejut, dia menyangka jika Rico akan memaafkan dan menerimanya kembali. Baru saja dia akan kembali bersimpuh, para security menarik dan menyeretnya keluar kantor.
"tunggu!"
Mereka berbalik, Tiara tersenyum senang ketika Rico kembali memanggil namanya.
"Jika kau masih mempunyai malu, datanglah di pesta perusahaanku nanti"
Ujar Rico kemudian menyuruh security untuk kembali menyeret Tiara.
Flasback off
Aku mencintaimu, gadis cupuku..Gumamnya kemudian kembali mencium bibir merah tersebut.
Rico terus ********** lagi dan lagi, Rico dibuat gila.
Ah sial, bibir ini manis sekali.
Rico menggerutu, membuatnya tidak ingin lepas dari itu. Dengan berat hati Rico melepaskannya, ia melihat leher jenjang dan dada istrinya, dia langsung memberikan kiss mark yang banyak disana sebagai bukti jika Anin adalah
miliknya. Hanya miliknya.
Tidak ada yang boleh menyentuh apalagi mencium Anin kecuali dirinya.
Aktifitas itu membuat hasrat Rico kembali muncul. Tanpa ijin sang empu, Rico kembali melakukan penyatuan mereka. Meski dilakukan dengan sangat lembut, tetap saja membuat Anin terbangun karena sakit yang menyerang di areanya.
Anin yang terkejut akan aktifitas suaminya membulatkan mata tidak habis fikir.
“Badanku saja sampai remuk seperti tertiban mobil dan kau malah kembali melakukannya.” Celoteh Anin setengah sadar dengan suara kecil tapi tetap terdengar oleh Rico.
Rico hanya tersenyum mesum menanggapi celotehan istrinya. Ketika Rico berhasil menyatukan mereka barulah Anin tersadar dengan sempurna. Wanita itu terkejut bukan main.
Hingga sampai sore hari Rico baru menyelesaikan pergulatan mereka hingga akhirnya membuat Anin kembali tertidur.
Rico beranjak, mengambil ponsel miliknya dan menekan nomor yang dituju.
“Pastikan keamanan di Villa X” Tuturnya dan langsung mematikan sambungan tanpa menunggu jawaban.
Rico berjalan kekamar mandi dan membersihkan badan, meninggalkan Anin yang kembali tertidur akibat kelelahan
akibat ulahnya.
Pria tersebut meraih laptop dan mengerjakan pekerjaan yang sempat ia tunda, hingga akhirnya selesai dan kembali tidur di samping istrinya.
Anin terbangun ketika merasakan sesak di dadanya. Anin begitu terkejut ketika ada tangan kekar melilit di tubuhnya, kakinya tertiban kaki kokoh berotot. Anin begitu terkejut dan
“Aaaamphhh” Mulut Anin dibungkam oleh tangan kekar Rico yang kini sudah berada di atas tubuhnya.
“Sudah bangun, hmm?” Bisiknya pelan di telinga Anin masih dengan posisinya. Anin mengangguk, dia masih mengumpulkan kesadarannya.
“Terimakasih, sudah memberikan apa yang sudah seharusnya menjadi hak ku” Ujarnya lembut kemudian mencium singkat kening Anin, beralih ke pipi dan bibir.
Anin mulai mengeluarkan cairan bening di pelupuk mata, ketika adegan tiap adegan mulai bermunculan di fikirannya. Adegan bagaimana ganasnya Rico mengambil kesuciannya secara paksa dan kasar.
Dan tadi, apa dia bilang? Memberikan haknya?
Hei tuan kasar. Aku tidak memberikannya, kau sendiri yang mengambil paksa kesucianku.
Rico mencium setiap tetesan itu, mengelus lembut pipi Anin agar gadis itu lebih tenang.
“Maafkan aku” Ujar Rico lembut kemudian mencium lembut bibir Anin. Lama kelamaan tanpa disadari Anin pun menerima sentuhan Rico yang menurutnya menenangkan. Meski sama sama terlihat malu malu, mereka saling memberikan sentuhan lembut nan menenangkan.
Lama berpautan membuatnya kembali sadar karna kehabisan oksigen, dengan segera Anin memutuskan menghentikan kegiatan mereka kemudian beranjak.
“Auw” Seluruh area intimnya terasa sangat nyeri membuatnya kembali duduk di pinggir kasur.
Rico yang tadinya ingin menarik tangan mungil istrinya untuk melakukannya lagi, langsung panik ketika mendengar rintihan kecil istrinya.
“Apa sakit?”
Anin menganggukkan kepalanya pelan.
Tanpa menunggu aba-aba Rico menggendong tubuh Anin dan membawanya kedalam kamar mandi. Membaringkan di atas bath up dan membantu istrinya mandi. Banyak hal yang Rico lakukan di kamar mandi termasuk selipan kegiatan panas mereka sebelum mandi usai, membuat Anin sedikit jengkel kepada suaminya.
Suaminya yang garang dan angkuh ternyata sangatlah mesum. Entah apa yang membuatnya berubah. Tapi Anin masih termenung memikirkan masa depannya. Akankah Rico meninggalkannya setelah ini? Akan jadi seperti apa hidupnya nanti? sendiri tanpa kesucian. Akankah ada pria yang mau menerima dia dalam keadaan seperti ini?
Anin melihat gerak gerik suaminya yang sedang sibuk menelpon seseorang, sedang handuk melilit di pinggangnya. Setelah tadi Rico menggendong Anin dan mendudukannya di pinggir kasur.