"Aku harus menikahi Maura dan membalaskan dendamku kepadanya," Dave mengepalkan tangannya geram setelah ia dinyatakan bebas dari jerat hukum yang menderanya.
Beberapa waktu lalu, dalam keadaan mabuk, Dave menabrak seorang pemuda dan meninggalkannya terkapar seorang diri.
Leo adalah ayah dari Maura yang juga seorang jaksa yang menyelidiki kasus tabrak lari Dave. Leo menyuruh Maura untuk mendekati Dave dan mendapatkan barang bukti agar Dave bisa dijebloskan ke jeruji besi.
"Aku akan menceritakan semua rahasiaku kepadamu, tetapi dua hari lagi kita harus bertunangan," ucap Dave yang sudah tergila gila pada Maura. Tanpa ia sadari, Maura merekam semua ucapannya.
Bagaimanakah kisah cinta antara Dave dan Maura Sanggupkah Dave balas dendam kepada wanita yang masih ia cintai?
Cover Source : Pinterest.
Setting tempat : Paris, Perancis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sate Gurita
Dave memparkirkan motornya di area parkir taman kota, terlihat ada beberapa penjual Street Food. Termasuk penjual Seafood. Maura langsung melihat-lihat menu, dan menunjuk sate gurita yang dilumuri dengan sambal. Dave langsung memesan dua porsi untuknya dan untuk Maura.
"Apa tidak ada tempat duduk disini ? " Dave bertanya dengan nada kurang nyaman.
"Disini saja!" Maura menunjuk sebuah kursi dekat pohon.
"Kau tidak malu semua orang menonton kita makan disini?"
"Kau geer sekali! Mereka hanya pejalan kaki. Tidak akan ada yang menonton orang yang sedang makan. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing," ujar Maura menghilangkan rasa tidak nyaman di hati Dave.
"Mengapa dia benar-benar terbiasa sekali makan ditempat seperti ini?"
Pedagang Street Food menghampiri Maura dan Dave, ia memberikan pesanan yang diminta Dave. Nampak 4 tusuk sate gurita yang besar-besar masih berasap sangat lezat bila disantap di musim dingin seperti ini.
Maura langsung memberikan gurita itu sambal hijau dan mulai melahapnya. Dave hanya memperhatikan Maura yang sedang asik menyantap makanannya dengan begitu lahap.
"Mengapa kau tidak memakan makananmu?" Tanya Maura di sela-sela mengunyahnya.
"Melihatmu makan dengan lahap seperti ini aku sudah kenyang!" Jawab Dave seraya tangannya menyelipkan rambut Maura yang tertepa angin ke telinganya.
"Makanlah!" Maura mendekatkan gurita miliknya ke arah bibir Dave. Dave menggigitnya dengan kikuk.
"Sepertinya kau jago sekali menyuapiku? Kau sering menyuapi pria lain juga ?" Dave memancing Maura agar menceritakan kehidupan pribadinya.
"Tidak, aku belum pernah pacaran."
Dave tersedak saat mendengarnya, ia memukul dadanya sendiri. Maura langsung memberikan air, perlahan Dave meneguknya hingga tandas.
"Seusiamu belum pernah pacaran? Yang benar saja?" Celetuk Dave tidak percaya. Mana mungkin perempuan yang sudah dewasa dan tinggal di dunia bagian barat belum pernah berpacaran ? yang benar saja !
"Adikmu, Valerie saja tidak pernah pacaran," Maura mencebikan bibirnya.
"Kalau Valerie karena Daddy kami yang melarang keras agar dia tidak berhubungan dengan lelaki manapun. Entahlah, Daddy begitu posesif kepada Valerie."
"Kalau kau pasti sering ganti-ganti perempuan kan?" Maura menatap Dave, nampak rambutnya tertiup angin. Ingin rasanya Maura mengacak-ngacak rambut itu.
"Hanya dua kali, kesatu aku berpisah karna ketahuan Daddyku. Saat itu aku masih SMA. Daddy melihatku waktu itu sedang makan di restoran. Akhirnya pulang kerumah aku dipukuli Daddy dan disuruh memutuskannya. Dan yang kedua aku diputuskan karena mantanku memilih kariernya," Dave mulai bercerita.
"Kariernya? Memang dia bekerja dimana?" Maura semakin tertarik dengan masalalu pria yang ada disampingnya ini.
"Dia Rebecca Michelle!"
"Maksudmu Rebecca artis yang cantik itu?" Maura membulatkan matanya karena kaget, Dave menganggukan kepalanya pelan.
"Aku pernah lihat acara gosip di TV. rebecca sedang berkencan dengan pria, tapi identitas pria itu tidak ada yang tau. Karena mereka sama-sama memakai topi dan masker hitam. Berarti itu adalah dirimu?" Seru Maura seakan tak percaya.
"Iya itu aku, saat isu itu beredar dan makin heboh pihak agensi memaksanya untuk mengakhiri hubungan kami. Akhirnya dia memutuskan untuk memilih kariernya."
"Apa kau sedih dengan keputusan Rebecca?" Maura menatap Dave dengan iba, merasa kasihan akan nasib percintaannya.
"Awalnya aku sedih, tapi aku juga bersyukur tuhan telah memperlihatkan jika dia bukan jodohku," Dave tersenyum ke arah Maura.
"Tenanglah! Aku yakin suatu hari nanti kau akan dipertemukan dengan perempuan yang akan menjadi pelabuhan terakhirmu," Maura menggenggam tangan Dave.
"Aku mulai berharap bahwa itu dirimu !" Harap Dave dalam hatinya.
***
"Kakak?" Valerie berlari menuruni tangga, dan memeluk kakak kesayangannya.
Setelah makan gurita tadi, Maura memintanya untuk ke pet shop mengambil kucing yang ia titipkan tadi. Lalu mengantarnya pulang.
"Dari mana saja kau?" Albert nampak keluar dari ruang kerjanya.
"Aku tadi mencari angin Dad."
"Jangan terus bermain! Fokuslah untuk mengelola perusahaan! Beberapa minggu lagi Daddy akan menyerahkan semua urusan perusahaan padamu," seru Albert tegas.
"Sayang, biarkan Dave menikmati masa mudanya! Jangan terlalu menekannya!" Elline ikut menimpali.
"Kau selalu memanjakannya! Lihatlah sekarang anakmu selalu menentangku!!"
"Sayang, biarkanlah Dave beristirahat dulu! Kasian dia. Dave masuklah ke kamarmu!" Sahut Elline lembut
"Baiklah. Daddy, Mommy aku permisi!" Dave berjalan menuju arah kamarnya, diikuti Valerie dibelakangnya.
Valerie menutup kamar Dave dan ikut merebahkan dirinya di atas kasur milik pria jangkung itu.
"Kak?" Valerie menusuk-nusuk pipi Dave dengan telunjuknya.
"Hmmm?"
"Apa hari ini kau berkencan dengan Maura?" Valerie berusaha mengintrogasi kakak sulungnya itu.
"Iya."
"Bagaimana kesan-kesannya kak? Apa kakak sudah mulai menyukai Maura?"
"Jika kakak sudah menyukainya, apa mungkin Maura akan menyukai kakak?" Dave berbalik bertanya pada adiknya.
"Berusahalah untuk mendapatkan hatinya! Maura gadis yang baik. Aku pasti mendukung hubungan kalian!" Valerie memberikan semangat.
Dave masih bingung dengan perasannya kepada Maura, yang ia tahu saat ia berada di dekat Maura ia merasa nyaman dan selalu ingin melindungi gadis itu. Ia juga bisa melupakan Becca wanita yang membuat hatinya hancur berkeping-keping. Tapi apakah ini cinta? Ia belum tau pasti dengan perasaannya sendiri.
Dave langsung mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakas. Mengetik sangat cepat lalu sebuah pesan singkat terkirim.
"Keenan tolong berikan informasi mengenai Maura! Berikan informasi mengenai keluarganya, masa lalunya, sifatnya, dan semua orang terdekatnya!" -Dave-
Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗