NovelToon NovelToon
Pangeran Bertopeng

Pangeran Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyelamat / Perperangan
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: Anand Mehra

Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.

Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Cinta Dari Zhang Haire part 3

"Apakah aku harus berkata itulah cinta selalu ada saja kisahnya" Wai Hang tersenyum lalu berjalan menuju ke kastil istana tepi barat kota.

Dalam perjalanan menuju istana perdana menteri Dong Zhang, keduanya masih sama membisu. Hanya diam yang ditiup oleh hembusan angin tepi barat kota.

Putri Zhang Haire masih belum bisa menetralkan debar jantungnya. Sama halnya dengan pangeran bertopeng yang juga terlihat sangat canggung. Dari balik topeng ia sesekali mencuri-curi pandang memperhatikan kecantikan putri Zhang Haire.

Hingga sampailah keduanya di pintu gerbang istana putri tepi barat kota.

"Tuan bertopeng, cukup sampai disini saja" putri Zhang Haire memberanikan diri membuka suara.

"Oh, baiklah" pangeran bertopeng menarik tali kendali kuda untuk berhenti.

Ia turun lebih dulu untuk membantu putri Zhang Haire turun dari punggung kuda.

"Terima kasih" dengan tersipu malu putri Zhang Haire lalu berjalan menuju gerbang.

"Berbalik....ayo berbalik"

Pangeran bertopeng seolah menanti tatapan terakhir putri Zhang Haire. Dan jika benar putri Zhang Haire berbalik ke arahnya berarti itu tanda cinta dari putri Zhang Haire.

Dan.....

"Selamat untuk tuan bertopeng" putri Zhang Haire pun berbalik menghadap ke arah pangeran bertopeng.

"Terima kasih tuan putri" balasnya dengan senyum yang terus berkembang di balik topengnya.

Putri Zhang Haire memasuki pintu gerbang istana putri tepi barat kota. Senyum manis terus berkembang di bibirnya. Mungkin itulah jika asmara sedang melanda, maka tingkah seseorang akan terlihat aneh lagi berbeda dengan biasanya.

"Selamat datang tuan putri Zhang Haire" para dayang menyambut kedatangannya.

"Semoga hari kalian menyenangkan" balas putri Zhang Haire masih dengan senyuman yang terus terkembang di bibirnya.

"Sepertinya tuan putri sedang jatuh cinta ya" bisik - bisik para dayang.

Sementara itu, pangeran bertopeng pun kembali ke kastil dengan senyum yang terus saja menghiasi bibirnya.

"Apakah putri Zhang Haire sudah sampai di istana keputrrian?" Wai Hang mengajukan pertanyaan yang membuat pangeran bertopeng terhenyak dari halusinasi asmaranya.

"I_iya sudah" jawab Syah Hang dengan sedikit gugup.

"Sepertinya anda jatuh cinta padanya pangeran" dengan senyum menggoda pangeran Syah Hang.

"Entahlah tuan Wai"

"Jangan bohongi perasaan kita. Putri Zhang Haire terlihat baik. Dan dia tidak tau menahu tentang keterlibatan ayahnya dalam kudeta permaisuri Hyung Pathan"

"Semoga saja itu benar" suara pangeran bertopeng terdengar pelan dan parau.

Ketika nama mendiang ibunya disebut, seketika itu ada sayatan kepedihan di hatinya terasa.

"Sekarang apa rencana kita selanjutnya pangeran?"

"Misi kita selanjutnya menunda penobatan gelar putra mahkota"

"Bagaimana caranya?" Wai Hang berjalan ke arah jendela kastil.

"Penobatan putra mahkota akan di laksanakan di hari ulang tahun Selir Tsu En. Dan bagaimana pun caranya kita harus gagalkan penobatan itu"

"Berarti kita harus masuk ke istana utama"

"Oleh karenanya aku mau menerima hadiah menjadi pimpinan pengawal perdana menteri" pangeran bertopeng melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Maaf pangeran tapi penobatan putra mahkota bertepatan dengan penobatan pangeran sebagai pemimpin pasukan pengawal perdana menteri"

Pangeran muda Syah Hang mengeluarkan kipas sakti 102 miliknya. Lalu dikipas-kipaskannya kipas itu sebanyak lima kali.

Dan......

Dalam beberapa detik, dirinya menjadi dua. Mata Wai Hang pun melotot. Wai Hang hampir saja melonjak kaget melihat kejadian itu.

"Ini tidak masuk diakal pangeran" dengan mulut yang melongo penuh keheranan.

"Penobatan pemimpin pasukan pengawal perdana menteri tetap akan berjalan. Dan aku juga akan tetap datang ke istana untuk menggagalkan penobatan putra mahkota"

"Jurus membelah jiwa. Jurus yang hampir tidak kupercaya keberadaannya"

Wai Hang mengusap-usap matanya seolah masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Ini bukan sihir kan pangeran?"

"Aku nyata, dan aku juga nyata" kedua pangeran bertopeng pun menepuk pundak kiri dan kanan Wai Hang.

~~

Di Istana Tepi Timur Kota

Menteri Yank baru saja menerima kedatangan pendekar Xhan. Pendekar Xhan baru saja kembali dari istana tepi barat kota. Setelah dikalahkan oleh pangeran bertopeng di sayembara perdana menteri Dong Zhang, pendekar Xhan pun kembali ke menteri Yank Haq.

"Aku dengar seorang pendekar bertopeng telah mengalahkan para pendekar dari tepi barat kota" menteri Yank Haq meneguk arak kesukaannya.

"Bener tuan menteri" pendekar Xhan hanya bisa mengiyakan pernyataan menteri Yank Haq.

"Apakah dia pendekar yang sangat tangguh?"

"Semua pendekar yang memiliki ilmu tinggi pun dikalahkan olehnya. Dan bahkan tanpa senjata"

"Tanpa senjata?" menteri Yank Haq hampir menyemburkan arak yang baru saja ditenggaknya.

"Kau tidak bercanda kan pendekar Xhan?"

"Tidak tuan menteri. Pendekar bertopeng itu sangat hebat" pendekar Xhan menahan rasa sakit sebab pukulan dari pangeran bertopeng.

"Pasti dia pendekar yang sudah malang melintang di persilatan" menteri Yank mengerutkan keningnya.

"Justru dia adalah seorang pendatang baru di dunia persilatan tuan menteri"

"Tidak mungkin pendekar Xhan" menteri Yank Haq menggeleng-gelengkan kepalanya atas ketidakpercayaan nya.

"Tapi itu faktanya tuan"

"Kalau begitu dia harus menjadi pendengar bayaran tepi timur kota" menteri Yank Haq berdiri dari duduknya.

"Tapi sayangnya, sekarang pendekar bertopeng itu sudah dinobatkan sebagai pemimpin pasukan pengawal perdana menteri Dong Zhang"

"Perdana menteri Dong Zhang memang selalu bergerak lebih cepat dari kita"

"Apa tidak sebaiknya kita mencari pendekar yang lebih hebat lagi dari pendekar bertopeng"

Menteri Yank Haq menoleh ke pendekar Xhan. Ekspresi wajahnya menunjukkan ketidaksenangannya. Pendekar Xhan pun langsung menundukkan kepalanya. Bahkan dia berpikir apakah perkataannya salah. Sehingga membuat menteri Yank Haq seperti itu.

"Bagaimana denganmu sendiri pendekar Xhan?"

"Pendekar bertopeng memang lebih hebat dari semua para pendekar bayaran istana tuan menteri" pendekar Xhan pun mendengus kesal karena ia harus mengakui kehebatan pangeran bertopeng.

"Baiklah, kalau begitu apapun caranya pendekar bertopeng harus menjadi salah satu pendekar bayaran istana tepi timur kota"

"Tapi tuan......"

Menteri Yank Haq menatap pendekar Xhan dengan tatapan yang tidak biasa. Tatapan yang membuat pendekar Xhan terdiam tanpa berani berkata-kata lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!