NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman

"Saya akan membersihkan diri terlebih dahulu Leo, tidak apa-apa kah anda tunggu disini dulu?" ucap Anna sesampainya di ruang tamu istana Putri.

"Baik Yang Mulia.. Tidak usah terburu-buru"

"Baiklah.. Daisy tolong hidangkan teh dan kudapan ya.."

"Baik!"

Setelah membersihkan diri Anna kembali dengan gaun panjangnya yang berwarna kuning, saking cantik dan bersinarnya Putri sampai membuat mata Leo tak bisa berkedip.

"Saya lama ya Leo? Kenapa anda menatap saya seperti itu" ucap Anna yang canggung.

"Maaf Yang Mulia.. Saya tidak bisa mengalihkan pandangan karena Anda sangat menawan.." ucapnya tenang sembari tersenyum menatap wajah Anna yang tersipu malu.

"Jangan mengatakan hal hal seperti itu sembarangan Leo.. Orang lain yang melihat bisa salah paham"

"Tidak masalah orang lain salah paham Yang Mulia.. Kenyataannya memang saya tertarik dengan anda.."

Karena tersipu malu tiba tiba Anna bangun dari duduknya.. Rasanya Anna masih belum siap mendengar kata kata lain setelah mendengarnya bicara tanpa rasa malu seperti itu

"Ayo kita ke taman belakang Istana!"

"Baik Yang Mulia.. Saya akan ikut kemanapun anda mengajak hehe"

"Dasar..apa dia memang orang yang seperti ini?" gumamnya.

"Saya mendengar gumaman anda lho Yang Mulia.."

Anna berjalan dengan cepat sampai Leo tertinggal.

"Tunggu saya Yang Mulia!" teriaknya.

Ketika sampai di taman ternyata Daisy sudah berada di gazebo... Ia menyiapkan teh dan camilan pendampingnya di atas meja.

"Untunglah hari ini cerah Yang Mulia..Silahkan nikmati waktu berdua dengan nyaman, saya undur diri dulu hehehe.." ucap Daisy tersenyum dengan wajah meledek.

"Iya Daisy.. Terimakasih sudah menyiapkan sesuatu yang tidak kuminta!" ucapnya dengan suara penuh penekanan.

"Anda tidak perlu berterima kasih, saya ini orang yang cukup peka hehehe.." ucap Daisy sembari pergi menjauh.

"Duduklah Leo.."

"Baik Yang Mulia"

"Saya tidak menyangka anda akan datang secepat ini.. Dan sepagi ini.."

"Iya Yang Mulia.. Maaf ya kalau saya datang terlalu pagi, saya kurang berpikir panjang"

"Tidak apa apa Leo.. Tapi anda jadi harus menungguku latihan pagi, itu pasti melelahkan"

"Tidak Yang Mulia.. Malah saya senang bisa melihat anda berlatih.. Tidak seperti kelihatannya, ternyata Anda juga mahir berpedang yaa"

"Eeiiyy.. saya tidak mahir, saya bahkan belum pernah memegang pedang sungguhan, anda tahu kan.."

"Seseorang yang mahir berpedang bukan dinilai dari pedang yang digunakan Yang Mulia..tapi tentang bagaimana dia mencari celah untuk menyerang lawan serta bermain taktik, anda sangat menguasai itu.."

"Benarkah? Saya hanya menerapkan apa yang dipelajari dari teori dan pembimbing, Hemm.. Sayang sekali padahal saya ingin sekali mengayunkan pedang tapi Ayahku tidak bisa mengijinkanku karena kondisiku sendiri.. "

"Jika anda sangat ingin mengayunkan pedang sungguhan datanglah ke kediaman Duke Yang Mulia.. Ayo kita coba berduel"

"Serius?" tanya Anna dengan mata berbinar.

Leo kira Anna akan langsung menolaknya, tapi ia kelihatan sangat berharap, tidak ada alasan bagi Leo untuk menarik kata katanya kembali, meski hal itu akan sangat di tentang oleh Duke.

"Tentu saja Yang Mulia.."

Tiba tiba Anna bangun saat melihat dua Burung burung cantik peliharaan Kaisar terbang kearahnya.. Anna menyodorkan tangannya, kedua Burung itu pun mendarat di lengan Anna..Anna mengelus elus punggung kedua Burung itu secara bergantian..

"Bulunya lembut sekali Leo.. Anda mau coba mengelusnya?"

Leo tak menjawab ucapan Anna.. Begitu Anna menoleh kepadanya reaksi Leo terlihat aneh, wajahnya mendadak pucat.

Anna mendekatinya "Anda baik baik saja? Apa anda sakit?"

Begitu Anna mendekat Leo menjauhinya..

"Hei.. Ada apa Leo.. Katakan apa yang membuatmu seperti ini.." Anna mulai merasa ada yang tidak beres.

"Kkkuuurrrr..." tiba tiba burung burung besar itu mengeluarkan suaranya membuat Leo semakin merinding, Leo mati Matian menahan rasa mualnya agar tidak muntah di hadapan Putri.

Akhirnya Anna menyadari.. Leo mengalami hal yang sama dengannya karena burung, Anna melepaskan burung itu kemudian menggenggam kedua tangan Leo lalu menaruhnya di telinga kemudian tangan Anna menutupi Matanya, perlahan Leo semakin tenang.

Waktu terus berlalu.. mereka masih tetap berada di posisi itu, Anna yang berdiri dengan menutupi matanya dan Leo yang duduk menghadap Anna.

Meski kini Leo sudah merasa lebih baik tapi posisi mereka saat ini membuatnya sangat malu, ia juga merasa telah menunjukkan sisi buruk yang seharusnya tak boleh dilihatnya.

Putri Anna diam tanpa bersuara, namun ia bisa merasakan hembusan nafasnya yang lembut dari dekat, meski ia masih menyukai posisi mereka saat ini namun ia mulai tersadar Anna yang berdiri lama dengan sepatu hillsnya pasti kelelahan, burung burung juga sudah terbang menjauh, ia merasa tak boleh mencari kesempatan dalam kesempitan.

"Saya sudah baik baik saja Yang Mulia" ucap Leo dengan tenang.

"Syukurlah.." Anna melepaskan tangannya.

Namun begitu melepaskan tanganny, kedua mata mereka saling tertuju, Anna yang merasa mereka terlalu dekat segera melangkah mundur namun hak sepatunya tersangkut membuatnya limbung hendak jatuh kebelakang, tapi dengan sigap tangan Leo menangkapnya, hal itu malah membuat Anna terduduk di pangkuannya.

"Menjauhlah dari Putriku!!" Teriak Kaisar yang datang tiba-tiba.

"Ayah.." Seketika Anna menjadi panik karena posisi mereka saat ini sangat membuat orang yang melihatnya salah paham, Apalagi raut wajah Kaisar yang terlihat bengis itu datang dengan membawa pedangnya.

"Kurang ajar!! Deryl! Lindungi Sylvanna!! Biar aku potong tangan orang yang sudah menyentuh tubuh putriku seenaknya!!" teriaknya dipenuhi amarah.

"Cukup Ayah!" Anna menghadang Kaisar, ia berusaha melindungi Leo di belakangnya.

"Minggir Sylvanna!!"

"Tidak!!" jawabnya tegas. "Ayah salah paham!! Tolong buang pedangnya dulu ayah setelah itu kita bicara" bujuknya.

"Jadi maksudmu aku salah paham? Tapi aku tidak buta Sylvanna!! jelas jelas dia mau melecehkanmu!! Kau tidak mengerti tapi ayah tahu apa yang bocah itu pikiran di kepalanya!! Minggir!! Biar aku potong tangan kotor itu!!"

"Cukup Ayahh!!!!!" teriak Sylvanna membentak Kaisar membuatnya tertegun, raut wajah Kaisar menjadi sedih.

"Kau membentak Ayah demi pria itu Sylvanna? Ayah benar benar merasa kecewa padamu!!" Kaisar pun beranjak pergi dengan perasaan kecewa.

Seketika perasaan Anna diliputi rasa bersalah karena telah membentak ayah yang bersikap berlebihan karena menghawatirkannya.

"Hahhhh.." Anna menghela nafas panjang.

"Maafkan saya Yang Mulia.. Gara gara saya anda bertengkar dengan Baginda Kaisar" ucap Leo dengan suara penuh sesal.

"Tidak Leo.. Ini bukan kesalahan anda, ayahku memang terlalu menghawatirkanku, saya yang ceroboh ini yang salah, anda hanya membantu supaya saya tidak jatuh"

"Tetap saja Yang Mulia.."

Anna memegangi dahinya yang pusing "Sudahlah.. Sebaiknya anda pulang sekarang, kondisi anda juga tidak terlihat baik.. saya akan menjelaskan setelah mendinginkan kepala"

"Baiklah.. Apa ini berarti saya tidak bisa lagi mengunjungi anda Yang Mulia?"

"Entahlah.. mungkin kita harus jaga jarak dulu untuk sementara sampai kemarahan ayahku mereda.. Setelah kejadian ini ayah pasti akan lebih berhati-hati"

"Baiklah saya mengerti Yang Mulia.. Tolong segera kirim surat ke kediaman Duke jika anda membutuhkan bantuan"

"Baiklah.. Terimakasih ya Leo, berhati hatilah di jalan.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!