NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 – SERANGAN BESAR DAN KEBERANI YANG TAK TERHENTIKAN

Bulan purnama bersinar terang di atas langit markas Sekte Liya ketika sebuah getaran kuat mengguncang seluruh wilayah. Udara yang dulu sejuk dengan aroma bunga sakura kini terasa panas dan menyengat, dengan awan gelap yang cepat menutupi langit dalam sekejap. Semua anggota sekte segera berkumpul di halaman tengah, siap menghadapi ancaman yang sudah mereka duga akan datang – serangan besar dari pasukan Raja Iblis yang telah bersiap lama untuk mengambil alih semua sumber kekuatan di wilayah ini.

Master Liya berdiri di depan barisan depan bersama Nam Ling, meskipun luka di punggungnya belum sepenuhnya sembuh. Gaun ungu mudanya kini dipadukan dengan baju pelindung khusus yang dibuat dari kulit naga tua, dan rambut putihnya diikat rapi dengan ikat kepala berwarna merah muda. Matanya yang biasanya lembut kini penuh dengan ketegasan yang tak tertandingi.

“Mereka akhirnya datang,” ucap Master Liya dengan suara yang jelas terdengar di tengah keheningan yang tegang. “Nam Ling, aku ingin kamu memimpin pasukan kanan. Kamu yang paling memahami cara mereka bertempur setelah pertemuan sebelumnya.”

Nam Ling mengangguk dengan tegas, tangannya erat menyangga gagang Pedang Abadi yang kini menyala dengan cahaya merah dan kebiruan yang menyilaukan. “Aku akan memastikan mereka tidak bisa menyentuh satu pun sudut markas ini, Master Liya.”

Sebelum kata-kata itu selesai terdengar, suara gemuruh yang mengerikan menggema dari kejauhan. Ribuan sosok berpakaian hitam pekat muncul dari balik bukit dan hutan, membawa senjata yang menyala dengan energi gelap. Di tengah pasukan itu, sosok raksasa yang mengenakan baju besi hitam dengan tanduk di bahunya berdiri gagah – itu adalah Jenderal Kematian, komandan utama pasukan Raja Iblis yang telah lama menjadi momok bagi semua sekte di wilayah ini.

“Serahkan semua artefak kekuatan dan menyerahkan diri sekarang!” teriak Jenderal Kematian dengan suara yang menggema seperti badai. “Atau kita akan menghancurkan segalanya yang kamu miliki!”

Tanpa menunggu balasan, pasukan iblis menyerang dengan kecepatan yang luar biasa. Panah energi gelap menyambar dari segala arah, sementara pasukan depan mereka dengan cepat mendekati tembok pertahanan markas. Nam Ling segera memimpin pasukan kanan untuk menghadapi serangan dari arah paling rentan – lereng bukit yang menurun langsung ke sungai bawah.

“Bentuk garis pertahanan!” teriak Nam Ling dengan suara yang kuat. “Gunakan teknik yang aku ajarkan dari Sekte Valerius – jangan langsung menghadapi kekuatan mereka, tapi alirkan dan arahkan ke tempat yang aman!”

Anggota sekte dengan cepat mengikuti perintahnya. Mereka membentuk lingkaran pertahanan yang kuat, menggunakan energi bumi untuk memperkuat setiap gerakan. Setiap serangan dari musuh yang menyambar langsung dialihkan ke tanah atau ke arah batu besar yang kokoh, membuat kekuatan mereka sia-sia tanpa menyebabkan kerusakan pada pihak mereka.

Nam Ling sendiri melesat ke tengah medan perang dengan kecepatan tinggi. Ia melawan beberapa prajurit iblis sekaligus, menggunakan kombinasi teknik dari kedua sekte yang telah ia pelajari. Pedang Abadi di tangannya bergerak seperti kilat, menghantam senjata musuh tanpa menyakiti mereka secara berlebihan – karena ia tahu bahwa sebagian dari mereka mungkin hanya terpaksa atau tertipu oleh janji kekuatan dari Raja Iblis.

Sementara itu, Master Liya menghadapi Jenderal Kematian yang telah berhasil menembus garis pertahanan depan. Pertarungan antara keduanya begitu intens hingga membuat tanah bergoyang dan udara bergetar. Cahaya biru muda dari tangan Master Liya bersinar melawan energi gelap yang keluar dari senjata besar musuh itu. Namun karena luka di punggungnya yang belum sembuh, gerakan Master Liya mulai terlihat lebih lambat dari biasanya.

Jenderal Kematian melihat celah itu dan segera menyerang dengan kekuatan penuh. “Kau sudah terlalu lemah untuk melawanku!” teriaknya dengan senyum sinis, mengayunkan pedang besarnya yang menyala dengan api hitam menuju arah Master Liya.

Pada saat genting itu, Nam Ling yang tengah menangani prajurit iblis di dekatnya merasakan bahwa ada sesuatu yang salah. Tanpa berpikir panjang, ia meninggalkan lawannya dan melesat dengan kecepatan maksimal menuju arah Master Liya. Ia menggunakan energi dari Inti Bumi untuk meloncat setinggi beberapa meter, lalu menghantam pedang besar musuh itu dengan seluruh kekuatan dari Pedang Abadi.

BAM! Suara benturan yang menggema membuat semua orang berhenti sejenak dari pertempuran mereka. Pedang besar Jenderal Kematian terpental jauh, sementara Nam Ling terpeleset ke tanah namun tetap bisa berdiri dengan cepat.

“Jangan menyentuhnya!” teriak Nam Ling dengan suara penuh kemarahan, matanya menyala dengan cahaya yang sama dengan pedangnya. “Jika kamu ingin bertarung, maka aku yang akan menjadi lawanmu!”

Jenderal Kematian melihatnya dengan wajah penuh kemarahan. “Kau lagi-lagi mengganggu rencana kita! Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lolos!”

Pertarungan antara dua sosok kuat ini segera menjadi pusat perhatian semua orang. Jenderal Kematian menyerang dengan kekuatan yang luar biasa, setiap gerakan tubuhnya mengeluarkan energi gelap yang bisa menghancurkan batu besar dengan mudah. Namun Nam Ling tetap tenang, menggunakan teknik yang diajarkan Elara untuk mengalir seperti sungai dan menghindari setiap serangan dengan gesit.

Setiap kali Jenderal Kematian menyerang dengan kekuatan penuh, Nam Ling hanya menyelinap ke samping lalu memberikan serangan balik yang tepat di titik lemah musuh itu. Ia menggunakan kombinasi kekuatan dari Pedang Abadi dan Inti Bumi, membuat setiap serangannya lebih efektif dan kuat tanpa menghabiskan energi secara sia-sia.

Namun musuh ini tidaklah mudah dikalahkan. Saat pertarungan semakin sengit, Jenderal Kematian mulai menggunakan mantra gelap yang membuat bayangan besar muncul dari baliknya – bayangan iblis raksasa yang memiliki sayap besar dan mata yang menyala merah pekat. Bayangan itu mulai menyerang ke segala arah, membuat anggota sekte yang berada di sekitarnya kesusahan untuk menghadapinya.

Master Liya yang sudah pulih sejenak melihat hal itu dan segera bergerak untuk membantu. Ia mengangkat kedua tangannya ke atas, mengumpulkan energi alam sekitarnya dengan cepat. “Semua orang, kumpulkan kekuatan kalian padaku!” teriaknya dengan suara yang kuat dan jelas.

Tanpa ragu, semua anggota sekte mulai mengirimkan energi mereka ke arah Master Liya. Cahaya biru muda yang kuat mulai menyebar dari tubuhnya, membentuk sebuah sosok naga besar yang terbuat dari cahaya dan energi alam. Nam Ling melihatnya dan segera memahami apa yang akan dilakukan Master Liya.

Ia menarik napas dalam dan mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa di dalam dirinya. “Master Liya, sekarang!” teriaknya dengan suara yang menggema.

Pada saat yang sama, Nam Ling menyerang Jenderal Kematian dengan serangan penuh kekuatan, sementara Master Liya mengirimkan sosok naga cahaya untuk menyerang bayangan iblis raksasa itu. Kedua serangan itu menyatu dengan sempurna, menghantam musuh dengan kekuatan yang tak terkira besarnya. Cahaya yang menyilaukan membuat semua orang harus menutup mata sementara.

Ketika cahaya akhirnya menghilang, Jenderal Kematian terbaring lemah di tanah, energi gelap yang mengelilinginya sudah menghilang. Bayangan iblis raksasa juga lenyap tanpa bekas, dan sebagian besar pasukan iblis yang melihat kekalahan pemimpin mereka mulai mundur dengan cepat ke arah hutan.

Namun sebelum bisa melarikan diri sepenuhnya, suara keras menggema dari langit – suara yang membuat semua orang merinding karena kekuatannya yang luar biasa. “Jangan berpikir kamu telah menang!” teriak suara itu dengan gaya yang mengerikan. Dari balik awan gelap, sosok besar dengan sayap hitam dan wajah yang tidak bisa dikenali muncul perlahan – itu adalah Raja Iblis yang akhirnya muncul secara langsung.

Master Liya dan Nam Ling berdiri berdampingan, siap menghadapi ancaman terbesar yang pernah mereka hadapi. Namun sebelum Raja Iblis bisa menyerang, sinyal cahaya kebiruan menyala dari kejauhan – pasukan dari Sekte Valerius telah datang untuk membantu, dipimpin langsung oleh Tetua Orion dan Elara. Di sisi lain, pasukan dari desa-desa sekitar juga datang berkumpul, membawa senjata dan energi yang siap untuk melindungi rumah mereka.

“Kamu tidak akan menang sendirian, Nam Ling!” teriak Elara dengan suara jelas. “Kita semua telah bersatu untuk menghadapi kegelapan ini!”

Nam Ling melihat sekeliling dan merasa lega serta bangga. Semua usaha yang telah ia lakukan selama ini – belajar dari sekte lain, membangun hubungan persahabatan, dan menunjukkan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar – kini telah menghasilkan hasil yang luar biasa. Master Liya menyentuh bahunya dengan lembut, memberikan pandangan yang penuh kepercayaan dan perasaan hangat yang tidak bisa disembunyikan lagi.

“Bersama kita akan mengalahkannya,” ucap Master Liya dengan suara penuh keyakinan. “Tidak ada kegelapan yang bisa mengalahkan cahaya yang datang dari persatuan dan kebaikan hati.”

Semua orang berkumpul lebih erat, energi mereka menyatu menjadi satu yang kuat dan tak terpecahkan. Raja Iblis melihatnya dengan wajah penuh kemarahan, karena ia tidak menyangka bahwa sekte-sekte yang dulunya terpisah kini bisa bersatu dengan begitu kuat. Pertempuran besar yang akan menentukan masa depan seluruh wilayah baru saja dimulai, dan mereka semua siap untuk memberikan segala yang mereka miliki untuk melindungi apa yang mereka cintai.

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!