Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung Ke Kediaman Keluarga Geoffrey
.
.
Bi Xian menanggapi nya dengan tersenyum , setelah nya Steven segera melangkah pergi .
" maaf Nona ... Apa Nona sudah siap tuan Steven menunggu anda dari tadi " ucap Bi Xian
" sudah bi ... Bukan nya tuan dingin itu sedang serius berbicara dengan seseorang " ucap Pricilla
Bi Xian tersenyum " tidak nona tuan Steven sedang menunggu anda di depan " ucap Bi Xian
Kening Pricilla kembali berkerut bingung ia menoleh ke bawah tangga tapi ia tidak melihat seorang pun disana " tadi tuan Dingin ada disana bersama pria berjas putih , kemana dia. " tanya Pricilla dengan wajah bingung nya
Bi Xian tersenyum " tidak ada seorang pun disini Nona , mari saya antar tuan sudah lama menunggu " ucap Bi Xian melangkah lebih dulu
Pricilla masih berdiri dengan bingung jelas-jelas ia melihat Steven sedang mengobrol serius bersama dengan pria berjas putih bahkan ia mendengar secara langsung apa yang dikatakan oleh Pria berjas putih itu .
" kenapa Nona , apa ada masalah. ? " tanya Bi Xian wanita paruh baya itu kembali menghampiri nya
" tidak ada bi , ayo " ucap Pricilla tersenyum setelah nya ia melangkah keluar dari mansion itu bersama dengan Bi Xian .
" sebenernya siapa tuan dingin itu " ucap Pricilla dalam hati .
Sesampainya di tempat parkiran Mansion di dalam mobil sudah ada Steven yang duduk di kursi kemudi seraya menunggu nya , Bi Xian segera membuka pintu mobil bagian depan .
" silahkan masuk Nona " ucap Bi Xian
Pricilla hanya tersenyum seraya melangkah masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang yang ada di samping kursi kemudi , pintu mobil kembali tertutup dengan rapat .
Tanpa berkata apapun Steven segera melajukan mobil mewah nya meninggalkan halaman Mansion besarnya .
" hhhmmm .... Bisa singgah sebentar di toko kue xxxx aku ingin mengambil pesanan " ucap Pricilla dengan ragu
" hhhmmm " Steven hanya berdehem saja seraya fokus ke depan .
Pricilla duduk dengan tenang ia kembali teringat dengan apa yang ia lihat di bawah tangga , Steven dan seorang pria berjas putih jelas-jelas mereka sedang mengobrol bersama lalu kenapa Bi Xian mengatakan tidak ada seorang pun dan Steven sudah menunggu nya di mobil sejak dari tadi .
" oh ya tuan dingin , aku sudah mengatakan kepada kakak ku dan dia ingin bertemu dengan mu " ucap Pricilla lagi
" hhhmmm ... Itu lebih bagus .... Aku akan berbicara dengan nya di kediaman keluarga mu " ucap Steven masih dengan wajah datarnya tanpa melirik wanita cantik itu sedikit pun .
Hingga mobil mewahnya kini berhenti di depan toko kue , Pricilla segera keluar dan masuk kedalam toko kue itu untuk mengambil pesanan cake nya .
Steven ia mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan kepada Julian " besok aku harus berangkat ke Belanda , dan kemungkinan aku berada di sana selama dua hari , jadi aku serahkan tanggung jawab kepadamu selama dua hari " itu lah isi pesan Steven
Tak lama Julian membalasnya " baik tuan , dan soal kunjungan proyek nya bagaimana ? " tanya Julian
Pricilla kembali datang dan Steven tidak lagi membalas pesan dari asisten nya itu , setelah Pricilla duduk di dalam mobil dengan kotak kue di pangkuan nya mobil pun kembali melaju menuju ke kediaman keluarga Geoffrey.
hingga mobil itu memasuki gerbang besar yang menjulang tinggi , Pricilla tersenyum senang .
" sudah sampai " ucap nya dengan sangat senang
Steven keluar lebih dulu setelah nya ia membukakan pintu mobil untuk Pricilla .
" ayo " ucap Pricilla saat ia sudah keluar dari mobil di tangan nya terdapat Cake coklat untuk keponakan lucu nya .
Steven hanya menganggukkan kepalanya dan keduanya berjalan beriringan untuk masuk kedalam Mansion keluarga Geoffrey yang ada di inggris .
" MAMA .... ANAK MU DATANG " teriak Pricilla saat ia sudah berada di ambang pintu
Nyonya Eudora yang kebetulan baru keluar dari ruangan bersantai itu segera berlari keluar dan menghampiri putri dan menantu nya .
" kalian ayo masuk " ucap Nyonya Eudora dengan sangat lembut dan tersenyum senang
Keduanya melangkah masuk dan segera duduk di ruangan tengah , Pricilla meletakkan cake cokelat yang dibawanya itu di atas meja " Alana mana Ma. ? " tanya Pricilla mencari sosok keponakannya itu
" Alana diciniiii .... Onty Pli cudah datang " sura seorang balita yang baru berusia empat tahun itu terdengar
Pricilla segera berdiri dan menyambut keponakan cantik nan gembul nya yang berlari kearah nya .
Steven hanya diam menatap bocah menggemaskan itu , tapi pada saat Alana sudah sampai di hadapan aunty nya itu , bocah kecil itu menghentikan langkah nya tanpa menyambut pelukan dari aunty cantiknya .
Pricilla mengerucutkan bibirnya saat keponakan nya itu menatap nya dengan mata bulat nya " Cake pecanan Alana mana ? " tanya Alana
" tuh di meja , tapi sebelum mengambil nya Alana harus memeluk Aunty dulu " ucap Pricilla dengan tersenyum
Alana diam ia melihat kotak berwarna pink di atas meja dan ia tahu itu adalah Cake coklat pesanan nya , tapi seketika matanya tak sengaja melihat Steven pria datar itu diam seraya menatap nya .
" Wow... tampangnya .. " ucap Alana dengan mulut yang terbuka lebar ia sangat kagum dengan ketampanan Steven
Nyonya Eudora tersenyum " namanya paman Steven , itu suaminya aunty Pricilla " ucap Nyonya Eudora kepada cucu nya itu
Alana diam ia menatap lekat wajah tampan nan datar itu , hingga Nyonya Isabella datang seraya menatap tajam mereka semua .
" oh jadi ini suami cucu ku , seorang pria yang sudah menikah dengan cucu perempuan ku tampan persetujuan dari ku " suara Nyonya Isabella mengalihkan perhatian mereka
Wanita tua itu berjalan dengan tongkat di tangan nya , seketika Alana bersembunyi di balik tubuh Pricilla " nenek Lampil nya datang , onty halus hati-hati tongkatnya itu cangat belbahaya " bisik Alana dan Steven masih bisa mendengar nya tapi pria itu tidak mengerti dengan bahaya bocah itu yang terdengar sangat aneh .
Pricilla menahan tawanya ia berdiri seraya menghampiri Oma nya itu , Alana gadis kecil itu segera meraih kotak kue yang ada di atas meja lalu membawanya pergi dari sana .
Nyonya Eudora tersenyum kepada menantu nya ia merasa tidak enak " ucapan Oma Pricilla jangan di ambil hati ya Nak , maklum orang tua memang seperti itu " ucap Nyonya Eudora mengecilkan suara nya
Steven hanya menganggukkan kepalanya " Oma duduk lah terlebih dahulu " ucap Pricilla dengan lembut nya
Tak
Nyonya Isabella tidak menuruti apa yang dikatakan oleh cucu perempuan nya itu justru ia menghantamkan ujung tongkat nya di atas lantai marmer , tatapannya sangat tajam menatap Steven yang hanya menatap nya dengan datar .
Steven beranjak berdiri seraya merapikan jas mahal nya , ia mengulurkan tangan kanan nya kearah wanita tua itu " namaku Steven Grayson .... Anda bisa memanggilku apa saja " ucap Steven dengan santai nya
Nyonya Isabella diam ia menatap tangan pria itu yang kini berada di hadapan nya tanpa berniat sedikit pun untuk membalas uluran tangan itu .
Steven menghela napasnya dengan cukup panjang ia menarik kembali uluran tangan nya " baik lah saya mengerti jika anda marah kepadaku Nyonya , karena saya menikahi putri dari keluarga Geoffrey tanpa izin dari anda terlebih dahulu " ucap Steven
Nyonya Isabella mengangkat tongkat nya setelah nya ia menunjuk wajah tampan Steven dengan tongkatnya itu .
Alana yang berada di balik tembok membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan oleh nyonya Isabella " paman tampan akan di kutuk jadi pangelan kodok " ucap Alana .
.
.
.
Jangan lupa Like , komen, Vote dan berikan dukungan nya ya guyss 🤗🥰 🙏
Maaf jika masih ada typo nya 🙏😊 .
.
.
.