Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 19
"Alhamdulillah akhirnya pulang juga."ucap Sahara merenggangkan otot-ototnya. Kemudian mengambil tas slempang dan berjalan menuju lift. Sekarang dia sudah lebih teliti dan tidak masuk kedalam lift yang salah. Brian dan Raka juga keluar dari dalam ruangannya.
"Saharaaaa..."panggil Mila saat melihat Sahara di lobby.
"Mila. Bagaimana tadi? Lancar?"tanya Sahara. Kemudian mereka berjalan keluar dari lobby.
"Alhamdulillah lancar. Kamu bagaimana? Apa Pak Brian tidak memberikan ospek yang aneh-aneh? Karena dari yang aku dengar dia itu suka sekali membuat pada OB atau OG disana kesulitan dengan tugas aneh yang dia berikan."jelas Mila Sahara tersenyum mendengarnya.
"Mungkin belum. Gak tau kalau besok."jawab Sahara sambil terkekeh.
"Kamu pulang naik apa?"tanya Sahara.
"Naik Bis. Itu bisnya ada. Aku duluan ya..."Mila pergi sambil berlari takut ketinggalan bis.
Sedangkan Sahara pergi ke parkiran motor dan naik motor sport miliknya. Hal itu membuat semua karyawan terheran. Kenapa karyawan baru dan bahkan seorang OG bisa menggunakan motor mahal untuk datang ke kantor. Mereka tak habis fikir dengan hal itu.
"Bukannya dia Office girl ya? Kenapa pakai motor mewah seperti itu?" Heran salah satu karyawan saat melihat Sahara sedang menggeber motor besarnya.
"Itu si OG itu kan Raka?"tanya Brian kepada Raka saat mereka akan keluar dari parkiran.
"Iya. Itu sepertinya dia. Keren juga dia kalau saat naik di atas motor besar begitu. Fibesnya kayak cewek matcho. Apalagi dia suka balapan. Penasaran aku Brian melihat dia balapan. Aku mau tanya Galih ah..."jawab Raka membuat Brian mendengus kesal mendengarnya. Brian dan Raka adalah sahabat, maka jika di luar jam kantor maka mereka akan memanggil nama. Dan bersikap santai, menanggalkan segala jenis formalitas.
"Jangan sampai bocah itu tau kalau dia kerja disini. Aku malas pasti setiap hari dia akan datang ke kantor dan membuat rusuh."jawab Brian.
"Bagus dong. Biar dia juga belajar bisnis kan?"jawab Raka.
Brian malah mencebikkan bibirnya mendengar hal itu. Galih adalah adik dari Brian. Dan sudah pasti dan jelas jika anak itu tak akan mungkin mau di minta untuk memulai bekerja di kantor membantunya. Dia selalu keenakan untuk balapan dan juga hidup bebas menikmati masa mudanya.
"Jalan. Kenapa malah diem disini. Gak penting banget ngomongi OG itu."kesal Brian.
Tapi Raka tak peduli dia penasaran bagaimana cara Sahara mengendari motor sportnya. Apakah dia hanya gaya-gayaan atau benar-benar bisa balapan sesungguhnya. Raka bahkan mengikuti Sahara sampai persimpangan jalan. Sedangkan Brian hanya diam saja karena sebenarnya dia juga penasaran dengan kebenaran jika Sahara bisa mengendarai motor besar dan berat seperti itu.
"Gokiiil... Keren banget tuh cewek. Udah cantik jago balap. Cewek gue banget itu. Cewe tangguh dan gak suka di tindas."oceh Raka dengan mata berbinar melihat bagaiman cara Sahara dan bagaimana kerennya wanita itu di atas motor besarnya.
"Berisik. Cepat jalan lampu sudah ijo."kesal Brian membuat Raka mencebikkan bibirnya.
"Jangan bikin dia keluar dari kantor ya please. Gue pengen lebih lama liat wajah cantik Sahara. Dan biar gue bisa pedekete sama dia. Lu gak seneng liat gue menemukan cewek yang cocok buat gue? Dari sekian banyak karyawan yang bekerja di bagian apapun, hanya Sahara yang mampu mencuri hati gue saat pandangan pertama,"ucap Raka melirik ke arah Brian yang masih diam.
"Dia gak cocok buat Lo."jawab Brian.
"Selera cewek gue sama Lo itu beda. Lo suka cewek yang anggun dan juga berjalan berlenggok seperti bebek. Belum lagi menonjolkan depan belakang. Cih, apaan di nikmati semua orang. gue nggak suka cewek yang di jadikan bahan konsumsi para cowok hidung belang begitu. Mana bagian dada terbuka sampai keliatan. Emang Lo rela jatah buah menggis buat Lo di kasih liat ke cowok lain. Kalau gue sih ogah. Cuma gue yang bisa lihat dan juga menikmati semuanya,"Jawab Raka membuat Brian mendelikkan matanya.
"Berisik. Nyetir yang bener. "Jawab Brian yang tangannya sibuk mengetik dan sesekali menghubungi seseorang di sebrang sana yang kelihatannya susah sekali di hubungi olehnya. Raka hanya geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
"Mau sampai kapan Lo ngarepin cewek itu? Dia bukanlah wanita yang baik yang bisa Lo andelian dan bisa Lo jadikan istri yang akan mendampingi hidup Lo. Dia itu hanya wanita mu-ra-han yang pekerjaannya membuka se-lang-ka-ngan kepada para pria hidung belang. Dengan kedok menjadi model. Semua orang tau itu! mata Lo ketutupan belek Segede gaban. Makanya nggak sadar. Dia nggak bisa di hubungi artinya dia sedang bekerja di atas ranjang. Dan dia akan datang ke lo, kalau dia sudah nggak laku. Dan Lo hanya akan dapat bekasannya aja. Dan dia akan bilang saat malam pertama kalau dia udah di jebak oleh orang yang mempekerjakannya sampai dia nggak perawan lagi. Ah lagi lama itu mah bla...blaaa.."celoteh Raka yang kesal kepada Brian.
Padahal semua orang sudah tau seperti apa wanita yang selama ini dia cintai. Termasuk ibu dan juga adiknya. Sehingga ibunya melarang dia menikah dengan wanita itu. Karena memang pekerjaannya yang seperti itu. Andai saja dia wanita yang baik maka ibunya pasti akan merestui.
"Jangan pernah kamu menjelekkan Gladis! Dia bukanlah wanita rendahan seperti yang kamu katakan barusan! Gladis adalah wanita baik-baik, aku tau seperti apa Gladis! Sekali lagi kamu bicara seperti itu maka aku akan memberikan kamu pelajaran Raka!"kesal Brian saat wanita yang dia cintai di jelekkan seperti itu oleh sahabatnya sendiri.
Walau sebenarnya dia juga pernah dapat kiriman foto dan Video tapi Gladis selalu bisa mengelaknya. Dan saat ini wanita itu sudah berada dua Minggu di luar negri untuk pemotretan. Brian terlalu bodoh dan naif, apalagi pekerjaan Gladis adalah sebagai model majalah dewasa yang setiap fotonya akan menampilkan lekuk tubuhnya. Bahkan tak jarang juga setengah telanjang di perlihatkan untuk memanjakan mata para penyuka majalah dewasa.
"Terserah saja! Yang pasti suatu saat kamu akan menyesal dengan pilihanmu itu! Jangan sampai kamu menyesal di saat waktu yang tidak tepat. Apalagi saat kamu menikah dengannya dan bahkan menentang ibumu!"jawab Raka tak peduli lagi dengan pilihan sahabatnya itu. Sedangkan Brian hanya diam mendengar kekesalan sahabatnya itu.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶