Ardinata Abraham as Shiddiq...
CEO yg tampan dan arogan yg belum mau menikah meski usia sudah matang... karena dia mencintai gadis yang dia tolong saat terluka dan terusir...
Kirana Margaretha Abraham...
Gadis yg berhasil membuat hati Ardinata terpaut dengan kepolosan dan keceriaan nya.. bahkan dia juga adalah gadis yang bisa merubah CEO arogan itu..
Bagi mereka cinta tak mengenal perbedaan status atau umur.. meski berbagai penderitaan menghadang cinta mereka...
Bisakah mereka bersatu..?!
Bisakah cinta mereka bertahan?!
Atau mereka akan menjadi ayah dan anak angkat selamanya..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemarahan Ardi
Ardi membawa mobil Kirana menuju apartemen, Ardi sudah mulai kesal karena Kirana yang terus menggoda Hiro dan Kevin.
" Daddy jangan marah ya," kata Kirana memohon.
" diamlah princess," kata Ardi cuek.
" Daddy..." kata Kirana merengek.
" bisakah kau tidak bicara seperti itu di depan Daddy, karena Daddy tak menyukai sikap mu itu," kata Ardi posesif.
" baik Daddy, Kirana akan jadi gadis baik," kata Kirana dengan manja.
" dasar gadis manja Daddy," kata Ardi mengacak rambut Kirana.
" Daddy rambut Kirana rusak," kata Kirana.
" oke princess, sorry ha-ha-ha, kata Ardi tertawa.
" huh.. untung Daddy ganteng kalau gak," kata Kirana.
Ardi pun tersenyum, mereka sampai di apartemen, Kirana berlari menuju ke kamarnya, sedang Ardi menerima telpon dan raut wajah nya berubah .
Ardi membentak seseorang di sebrang telpon dan itu membuat bik Ina kaget, Ardi menuju ke kamarnya.
Ardi mandi dan berganti baju, Ardi sudah menelpon Kevin untuk menyebar anak buah mereka.
Ardi turun dan melihat Kirana yang sedang menonton tv, Kirana kaget melihat Ardi yang sudah rapi dengan baju casual warna hitamnya.
" Daddy mau kemana?" tanya Kirana.
" Daddy mau pergi, karena ada urusan yang mendadak, kamu di rumah dan jangan kemana-mana oke, karena mungkin Daddy akan pulang besok malam jika urusan Daddy selesai," kata Ardi.
" baiklah Daddy, aku akan di rumah," kata Kirana.
malam itu Ardi dan Kevin mencari keberadaan dari keponakannya, Ardi tau karena Leo juga memberitahu nya, tapi tanpa di ketahui Ardi salah besar telah meninggalkan Kirana di rumah hanya dengan bik Ina.
Ardi sudah melacak keberadaan dari Ken dan Lui, tapi tak lama leo mengatakan jika posisi mereka sudah tak bisa di lacak kembali.
" brengsek, kita pulang Kevin," perintah Ardi.
sebelum itu, setelah kepergian Ardi tadi, tiba tiba ada seseorang yang datang ke apartemen milik Ardi, dia mengunakan pakaian rapi.
Ting tong...
bik Ina membuka pintu, nampak seorang pria blasteran berdiri di depan bik Ina.
" malam bik, apa saya bisa bertemu Kirana?" kata Daniel.
" silahkan masuk dulu," kata bik Ina.
Daniel masuk dan duduk di sofa, bik Ina memanggil Kirana dan tak lama Kirana pun turun.
Kirana kaget melihat Daniel bisa mengetahui apartemen tempat tinggalnya.
" selamat malam nona Kirana," kata Daniel sopan.
" malam, ada apa ya tuan?" tanya Kirana.
" aku hanya ingin mengajak mu makan malam apa bisa," kata Daniel.
" tapi bagaimana anda bisa tau apartemen ku," tanya Kirana.
"itu karena aku tinggal di lantai di bawah lantai ini, jadi aku sering melihat mu, secara tidak langsung kita itu tetangga kan," kata Daniel.
" owh.. maaf ku kira kamu menguntit ku," kata Kirana.
" bagaimana apa bisa kita makan malam di luar," tanya Daniel lagi.
" emm.. bisa kah di depan saja, karena aku tak bisa pergi jauh, kalau Daddy tau pasti marah," kata Kirana.
" tak masalah, aku juga tak mau kamu di marahi oleh Daddy mu," kata Daniel.
" bik Ina, aku keluar sebentar ya," pamit Kirana.
" baik non," jawab bik Ina.
Daniel tersenyum karena tak mengira Kirana begitu mudah di bujuk, kini mereka turun ke loby.
dari jauh sudah ada mobil yang memperhatikan mereka, saat ini Kirana menyebrang jalan, tanpa di duga Daniel melihat mobil Ardi yang akan masuk ke area parkir langsung menggode mobil Jeep mendekat.
" tuan bukan kah itu nona Kirana sedang berjalan dengan seorang pria," kata Kevin.
" iya kau benar, kenapa dia keluar, dan coba kita kesana Kevin," kata Ardi.
kini mobil yang di kemudikan Kevin menuju ke arah Kirana dan Daniel.
saat mobil dekat Kirana langsung di bawah masuk ke dalam mobil, Kirana berontak kemudian di bius hingga tak sadarkan diri.
Kevin menancap gas mengikuti mobil yang membawa Kirana, hingga tak di sangka ada sebuah mobil yang juga mengejar mobil Jeep itu.
Daniel yang tau jika mobil mereka di ikuti, Daniel memerintahkan anak buahnya untuk meminta bantuan.
" bos, bantuan sudah siap," kata salah satu anak buah Daniel.
" bereskan mereka semua, aku tak ingin rencana ku hancur, mengerti!" kata Daniel.
tak lama ada dua mobil Jeep yang menembaki mobil Ardi dan mobil anak buah James, mobil anak buah James menghadang dua mobil Jeep itu agar Kevin dan Ardi bisa mengejar mobil yang membawa Kirana.
tapi sayang mobil Ardi kembali di hadang mobil mewah, kini mobil itu memaksa mobil Ardi berhenti.
tak di duga ada seorang wanita yang menembak ban mobil Ardi hingga oleng dan menabrak tiang listrik.
Ardi keluar dari dalam mobil sambil memegangi kepalanya, dia kaget melihat sosok yang dia kenal dulu.
" kenapa kau melakukan ini," kata Ardi.
"aku Hanya menghentikan mu saja, karena kau tak boleh ikut campur," kata Aurora.
" benarkah, kalau begitu kenapa ku membawa putri ku!" sarkas Ardi.
" cih putri mu, simpanan mu mungkin, karena kami butuh dia, dan ku pastikan dia akan baik baik saja Ardi, dan akan kami kembalikan jika sudah selesai oke," kata Aurora menyeringai.
Aurora pun meninggalkan Ardi dan Kevin yang mengalami luka ringan, Kevin menelpon anak buahnya untuk menjemput mereka.
Ardi di buat pusing dengan kehilangan Kirana, Kevin setelah mengobati lukanya kini ia ikut mencari keberadaan Kirana dengan mengunakan rekaman CCTV di semua jalan.
" tuan, kita sudah tau mobil tadi mengarah keluar kota," kata Kevin..
" baiklah kita pergi ke sana," kata Ardi.
sedang kan Kirana sudah di bawa masuk oleh Daniel, dan di satukan dengan sel milik dua bocah laki laki yang sebelum nya.
" kak Kirana!" teriak Ken dan Lui.
" kalian bertiga kumpul di sini dulu, aku mau menjemput kekasih ku, dan membunuh kedua pria brengsek yang memisahkan kami," kata Syarif.
" Syarif, berhenti melakukan ini, kau tak bisa memisahkan James dan Rissa," kata Arthur Folke.
" terserah aku mau membawa cintaku bersama ku, dan aku ingin menghancurkan dua pria itu, dan jangan pernah menghalangiku, atau aku tak segan menyakitimu," kata Syarif.
" aku akan memberitahu semua ini pada James jika kamu tak berhenti," kata Arthur Folke.
" aku bisa membunuh mi kalau begitu, dan aku pastikan tak ada orang yang bisa memisahkan aku dan Rissa lagi," jawab Syarif.
" kau terobsesi dan menjadi spikopat Syarif," kata Arthur Folke.
" mereka semua yang menjadikan ku seperti ini!"teriak Syarif.
Ken dan Lui masih mencoba membangun kan Kirana yang masih pingsan.
" kalian berdua diam, atau aku akan menyingkirkan kalian saat ini juga," bentak Syarif.
" kau tak pantas untuk mommy," jawab Ken.
" dengar anak kecil, kalau bukan karena James sialan itu, mungkin aku sudah menikah dengan Rissa, gadis kecilku yang manis," kata Syarif mencengkram dagu Ken kuat.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
thor bisakah di ceritakan ada suami yg tidak melempem di depan istri barunya tp konflik tetep ada
good job thor 👍
biarkn si Waleed sendri
kmu msih mudah
jglh jngn mau di manfaatin
e tpi syngnya penjhat di lpas
mlhan tmbah msalah
Kirana gak tau brdiri dah di tlong mlhan buat ulah
Kevin kmu yg jauhkn Ardi dng Kirana