Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#
Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.
Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.
Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??
Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!
Happy reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Amarah Tania
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan memesankan untukmu!" Alex pun pura-pura menelepon, padahal dia dengan sengaja sudah mempersiapkan semuanya.
" Sudah, sudah aku pesankan!"
"Antar aku kesana! Kamu jangan menolaknya!" Ancam Tania
Akhirnya Alex dengan senang hati mengikuti perangkapnya sendiri, dia sengaja memasukan obat perangsang diminuman Tania, hingga saat ini Tania sudah mulai merasakan reaksi dari obat itu.
Sesampainya disana, Alex segera membukakan pintu sebuah kamar hotel, entah mengapa tiba-tiba tangan Tania menarik tangan Alex untuk mengajaknya ikut masuk.
"Tania, lepaskan tanganku!" Ucap Alex yang berpura-pura padahal dirinya juga tahu apa yang di inginkan Tania.
Disana Tania tidak perduli dengan ucapan Alex dia pun segera mendekat tubuh kekar milik Alex, entah apa yang di pikiran Tania dia serasa melihat wajah Anton di depannya.
Disana Tania mulai membuka dasi serta jas yang dipakai oleh Alex, satu demi satu kancing baju Alex dia lepaskan, disana Alex berpura-pura menahan Tania agar Tania tidak melakukan semua itu. Bahkan disana ada sebuah kamera yang menyorot aksi mereka berdua.
Kini Alex sudah nampak tidak mengenakan bajunya sama sekali, disana wajah Tania semakin memerah saat melihat tubuh Alex yang benar-benar kekar bak binaragawan. Tania sampai menelan ludah melihat pemandangan di depannya.
Tangannya pun kini berpindah kecelana panjang yang Alex kenakan, dia berusaha melepas celana itu bahkan Alex serasa di lucuti oleh Tania, dan bahkan sekarang hanya nampak celana boxer miliknya yang masih menutupi sesuatu disana.
Kini Tania semakin terbelalak melihat kearah bawah tubuh Alex, tak henti-hentinya Tania menelan air ludahnya. Diapun segera membuka satu persatu pakaian yang ia gunakan, disana di tidak punya malu sama sekali, bahkan kini seluruh bajunya sudah ia tanggalkan tinggal tersisa bra dan cd yang ia kenakan, disana dia segera menindih tubuh kekar milik Alex.
Alex tak bisa berkutik dia sangat menikmati segala permainan yang Tania lakukan, bahkan disana Tania nampak agresif mencium setiap inci tubuh Alex.
"Tania! Apa yang kamu lakukan? Kalau kamu seperti ini aku tidak bisa menahan hasrat ku!" Ucap Alex disana.
"Aku sudah tidak kuat, lakukanlah!" Racau Tania pada Alex!"
Dengan cepat Alex menukar posisinya dengan tubuh Tania di bawahnya, kini Tania sudah tidak bisa berkutik, disana Alex nampak kagum dengan kemolekan tubuh Tania, kini dia bisa melihat bagaimana seorang Tania bisa menyerahkan tubuhnya begitu saja untuknya.
Disela-sela Alex sedang mencumbu Tania tiba-tiba Tania mengucapkan sesuatu dalam matanya yang terpejam.
"Anton aku sangat mencintaimu, lakukanlah aku serahkan tubuhku hanya untukmu!'' ucap Tania tanpa sadar.
Seketika Alex terbelalak, ternyata Tania menyebut nama orang lain dan bukan dirinya. Seketika itu juga ia menghentikan aksinya padahal sedikit lagi dia bisa memiliki tubuh Tania, tapi rasa kecewanya sudah menghilangkan hasratnya.
Alex pun segera mengenakan pakaiannya kembali, dia melihat Tania sudah tertidur pulas di tempat tidurnya. Dengan kesal Alex pun segera mengambil kamera yang ia sembunyikan di atas meja kamar hotel dan dia pun segera pergi meninggalkan Tania sendiri.
"Sial kenapa harus ada orang lain di hati Tania!" Umpatnya disana.
Alex segera pergi meninggalkan kamar hotel itu dia pun langsung menuju parkiran dan dengan cepat dia masuk ke mobilnya, dengan sangat kesal dia segera melajukan mobilnya untuk kembali ke kantornya, sepanjang perjalanan dia selalu mengumpat dengan kekesalannya.
Sementara itu Tania masih belum Sadar dengan apa yang telah dia lakukan, dia masih dalam pengaruh obat perangsang yang sudah sengaja Alex taburkan kedalam jus alpukat yang Tania minum.
Hari pun sudah semakin sore, disana Alex masih memandangi hasil rekaman yang ia lakukan bersama Tania, dia sungguh sangat kesal melihat kembali tubuh Tania yang begitu seksi di tambah gunung kembar milik Tania yang menjulang hingga membangkitkan rasa gairahnya kembali saat mengingat kejadian tadi.
Tibalah rekaman itu memperlihatkan saat Tania mengucap nama Anton, disana Alex mulai kesal kembali dia segera mematikan hasil rekaman itu.
"Siapa Anton itu yang sudah bisa mengambil hati Tania, bahkan Tania rela menyerahkan tubuhnya untuk dia!" Alex benar-benar kesal.
Disana jam sudah menunjukan jam 6 sore tapi Alex belum juga beranjak dari kantornya, tapi tiba-tiba bunyi suara ponsel miliknya mengagetkannya. Dilayar ponselnya dia melihat ada nama Tania memanggil. Dengan cepat dia pun mengangkatnya.
"Hallo!"
"Aleeeeeeeex......!!! Apa yang kamu lakukan terhadapku!" Jerit Tania dengan suara yang melengking sampai membuat telinga Alex sedikit sakit.
"Kamu kenapa? Apa maksud kamu tolong jelaskan!"
"Kamu jangan berpura-pura, apa yang sudah kamu lakukan sampai aku tidak mengenakan pakaian sama sekali!"
"Aku tidak melakukan apa-apa!" Kilah Alex pada Tania.
"Tidak mungkin!" Tania benar-benar marah sekali pada Alex.
"Kalau kamu tidak percaya, aku punya rekaman kita saat kamu memaksaku masuk kedalam hotel itu!"
"Apa!" Rasanya Tania tidak percaya kalau dirinya yang sudah memaksa Alex untuk mengajaknya masuk kekamar hotel bersamanya.
"Sekarang lihatlah, aku sudah mengirim vidio itu padamu!" Tania segera memeriksa kiriman vidio itu dia segera membuka isi potong vidio yang Alex berikan.
Disana Tania sampai menutup mulutnya dengan telapak tangannya dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, bahkan kini dirinya sangat malu dengan apa yang dia lakukan.
Tania pun segera mematikan sambungan teleponnya dengan Alex, disana dia menangis sejadi-jadinya dia benar-benar sangat malu dengan apa yang sudah ia lakukan pada Alex "Mau aku taruh mana mukaku, Alex pasti sudah mengira aku wanita tidak baik" Tania semakin menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa aku bisa melakukan hal yang menjijikan seperti itu kenapa!!" Tania segera bangkit dari tempat tidurnya dia pun segera memungut baju-bajunya yang sudah berserakan dimana-mana. Dia pun segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tania tak henti-hentinya memandangi tubuhnya, dia takut tadi terjadi apa-apa dengannya. "Apa tadi aku sudah menyerahkan tubuhku begitu saja!" disana Tania kembali menangis, dia benar-benar sangat malu.
Tania belum terpikir kenapa semua ini bisa terjadi, yang dia takutkan apakah saat ini dia masih suci atau tidak, tapi membaca dari buku-buku yang ia baca setelah berhubungan akan terasa sakit, tapi dia rasa dia baik-baik saja tidak sakit sama sekali, apa dia benar masih suci.
Dia ingin sekali bertanya pada Alex tapi rasa malunya sangat besar apalagi dia melihat dirinya sendiri yang menyerahkan tubuhnya pada Alex, mau bertanya rasanya tidak mungkin.
"Aku harus bagaimana? Apa aku harus melakukan tes keperawanan? Tidaaaakkkkkk.....!!!
Bersambung.....
Bantu likenya ya readers kalau kalian suka cerita ini!!! terimaksih!"