NovelToon NovelToon
My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:265.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Almira nur habibah

OTW Revisi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah utama

Rafa berusaha meminta maaf ke Ira, tetapi Ira tetap mengacuhkannya.

Rasain tuhhh, makanya jadi suami peka sedikit kenapa. Kalu istri tidak membahas diam seribu bahasa dasar Rafa. Gumamnya dalam hati.

_ _ _

Rais yang masih menatap langit langit kamarnya, meratapi kegalauan hatinya. Sejak Ira mengundurkan diri ia sudah tak memiliki semangat lagi.

_ _ _

Meisie yang hari ini berkunjung ke restoran Rafa kebinggungan.

"Apa Rafanya ada?" Meisie bertanya ke salah satu waiter.

"Maaf tuan tidak ada!" ucapnya tersenyum.

"Okee! terimakasih!" pergi meninggalkan restoran Rafa.

Meisie mengirim beberapa pesan ke Rafa.

Karena dengan Rafa tidak di balas, ia memberanikan diri menelponnya. Suara deringan telpon membuyarkan suasana di apartemen Rafa.

"Dari siapa?" tanya Ira dari sebrang duduknya.

"Tidak penting!" jawabnya singkat dan menolak panggilan tersebut.

"Oohhh ya Ira tidak usah membawa kebutuhan kemah, kita tidak menginap dan satu lagi tidak usah membawa makanan kita beli di sana saja!" turun dari ranjang tidur.

Rafa bergegas masuk ke kamar mandi. Ira yang mendengar deringan ponsel Rafa mendekatinya. Ira menatap sekilas ada tulisan nama orang yang menelpon.

"Benar dugaanku, selama ini pasti Rafa berhubungan dekat!" memeriksa ponsel Rafa.

Ponsel Rafa yang tidak menggunakan password dengan mudah Ira selidiki. Ira menekan apl dan membaca beberapa pesan dari Meisie, ada pesan yang lama masih tersimpan saat awal Rafa dan Ira menikah.

Kenapa Rafa menyimpan percakapannya dengan Meisie, apa aku hanya pelariannya saat ini. Bahkan aku tidak pernah di ajak berbicara panjang lebar seperti ini. Aku rasa memang aku benar jadi pelarian. Dan bukannya ini foto waktu Rafa di pantai. Sebegitu dekatnya kamu Rafa dengannya. Aku sebagai istrimu belum pernah kamu ajak pergi. Buat apa kamu hawatir denganku waktu itu, tapi nyatanya kamu bahagia saat itu. Keluhnya dalam hati.

Ira bergegas mengembalikan ponsel Rafa di tempatnya. Ira menghibur hatinya sendiri.

"Apa aku akan menelan pil pahit di pernikahanku?" memasukkan kotak obat ke dalam tasnya.

"Sudahlah jika memang takdirku seperti ini mau bagaimana lagi!" sambung ucapan Ira.

Setelah selesai berkemas ia menunggu Rafa yang masih di kamar mandi. Tetapi Rafa tidak kunjung keluar membuat Ira hawatir. Suara ketukan pintu terdengar nyaring.

Toookkk... tookk... tookk....

"Raf... apa kamu baik baik saja?" tanya Ira.

"Iya, aku baik baik saja. Tunggunlah di bawah, aku segera keluar dari kamar mandi!" mengenakan jubah handuknya.

"Baik, aku tunggu ya!" pergi menuruni anak tangga.

Rafa dan Ira menuju ke daerah yang tidak terkenal berbahaya di negara ini. Cuaca yang dingin saat ini, begitu menusuk urat urat tubuh kedua insan yang pergi berkencan ini.

"Apa kita jadi mendaki Rafa?" melihat banyak orang yang juga mendaki.

"Kenapa? apa kamu kedinginan Ira?" memegang tangan Ira.

Terlihat kecil di dalam genggaman Rafa. Telapak tangan Ira yang terasa hangat di genggam Rafa terukir senyum di wajah Ira.

Aku berharap ini selalu jadi kenyataan, tetapi jika ini mimpi aku tidak ingin bangun. Biarlah tetap aku bermimpi seperti ini. Ucapnya dalam hati.

Rafa terus menggengam dan mengajaknya naik ke atas. Rafa memakai tas punggung yang Ira siapkan di rumah tadi. Rafa juga memberitahu Ira tidak membawa peralatan kemah sebab tidak akan menginap, selain itu tempat ini juga area wisata yang banyak di kunjungi orang orang dan banyak pedagang kecil juga.

Saat mendaki Rafa dan Ira mengabadikan perjalanannya dan mengambil beberapa foto.

Ira tampak cantik berfoto ria di dekat pohon yang juga di tumbuhi beberapa pohon anggrek. Suara burung menghiasi pendengaran, begitu terdengar merdu saat bersahutan.

"IRAAA... senyum!" ucap Rafa, mengarahkan kameranya.

Ckreeeek... suara kamera yang Rafa kenakan.

Rafa tersenyum memandang hasil fotonya, dan ia memfoto Ira yang sedang bermain dengan beberapa hewan yang melintas. Tentunya jinak hewan tersebut. Ada burung yang tiba-tiba melintas saat Rafa mengarahkan kameranya.

Cekreeek... tepat dengan Ira tersenyum.

"Raf... jangan ambil gambarku terus tetusan, pasti jelek!" protesnya ke Rafa.

"Bagus ko!" mengecek hasil jepertannya.

"Mana, coba aku lihat." Sambil memegang kamera.

"Iya... bagus nih, coba ganti aku yang ambil fotomu!" mengarahkan kamera ke wajah Rafa.

Ckreekkk...

"Eehhh Ira ko kamu ambil fotoku gak bilang bilang?" saat berada di samping Ira dan mencubit pipinya.

"Aaaww sakit Raf, cuma iseng aja!" jawabnya kembali mengarahkan kameranya.

Ira asik dengan kegitaanya saat ini, sampa lupa jika waktu hampir sore.

"Ira ayo pulang, hampir gelap ini!" sambil mendekati Ira.

"Saking asiknya ambil gambar, lupa kalau hari sudah petang. Ayo kalau begitu, kita cari makan ya Raf?" meletakkan kamera di tas kecil.

"Kita makan ikan bakar ya Ira?" menuju ke tempat warung kecil yang menyediakan ikan bakar.

"Pak pesan ikannya satu nasinya dua, sama es kelapanya dua tanpa gula ya Pak!" ucap Rafa, bergegas pergi duduk di salah satu kursi yang kosong.

Ira mengikuti Rafa dari belakang. Ikan yang di pesan telah datang begitu juga dengan es kelapanya. Setelah makanan habis. Rafa dan Ira bergegas pulang. Saat berada di mobil hanya ada keheningan di keduanya.

"Ira...!" melirik sepion kaca.

"Eemmm...." Melihat ke luar cendela.

Pikiran Ira melayang kemana mana.

"Ada apa sih?" Rafa tetap fokus menyetir.

"Gak ada apa apa Raf, sudah malam. Kita mau kemana?" melihat Rafa mengendarai mobilnya tidak menuju apartemennya.

"Kita ke rumah utama dan menginap di sana!"

Memasuki area rumah mewah Rafa.

"Ini rumah siapa Raf?" melihat sekeliling rumah yang di penuhi lampu taman.

"Ini rumah orangtuaku, tetapi Bibi dan Paman yang menempati!" menarik tangan Ira dan mengajaknya masuk rumah.

Bibi dan Pamannya yang berada di dalam rumah. Segera menyambut kedatangannya.

"IRAAA...!" teriak Bibi Nilam.

"Apa kabar sayang?" sambil cipika cipiki. Dan memeluk Ira.

"Baik Bibi!" jawab Ira dengan membalas pelukan Bibi Nilam.

"Bagaimana kabar Bibi dan Paman?" menyalami Paman Adi.

"Kami baik, maaf ya Paman tidak pernah berkunjung ke apartemenmu!" ucap Paman Adi.

"Tidak apa apa Paman!" jawabnya sambil tersenyum.

Rafa duduk di kursi kayu dekat cendela. Melihat pemandangan yang bahagia ini, ia terdiam dan berperang dengan pikirannya.

Seharusnya dari dulu aku mengajak Ira ke rumah ini, selain itu Ira juga tidak kesepian. Apalagi sekarang ia tidak berkerja. Dalam batin Rafa.

Ira menyapa Rafa yang sedang melamun.

"Doorr..., melamun saja mikirin apa Raf?" Ira bertanya sambil duduk di samping Rafa.

"Kamu membuatku terkejut Ira, aku tidak memikirkan apa apa!" Rafa menutupi kesalahannya.

"Apa kita menginap disini Raf?" sambil memilin bunga plastik di meja.

"Iya, kamu maukan?" dengan tersenyum.

"Iya!" tidak sabar ingin tahu seperti apa kamar Rafa di rumah ini.

"Ayo ke kamar kalau begitu!" berdiri menuju lantai atas.

Ira mengikuti dari belakang. Sesampainya di kamar Ira kebinggungan akan tidur di mana.

"Eeemmmm Raf, aku tidur di mana?" sambil duduk di sofa panjang.

"Kita tidur satu ranjang di sini. Apa tidak mau istriku?" sambil tersenyum genit.

"Tidak mau, aku malu!" jawabnya dengan muka memerah.

"Baiklah kalau begitu, kamu pilih saja di sofa atau ranjang?" menatap Ira yang masih menahan malu.

"Aku di sini saja!" segera mengambil selimut dan bantal.

"Apa kamu yakin?" sambil merebahkan dan bermanja manja di ranjangnya.

Ira hanya begidik ngeri, takut di apa apakan Rafa.

"Ihhhh...," segera mebalikkan posisinya dan menutup semua tubuhnya.

Rafa mendekati Ira dan langsung mengendongnya ke atas ranjang. Ira terkejut dan.

"RAFAAA... apa yang kamu lakukan lepas!" ucapnya berteriak.

Rafa semakin mendekat dan.

1
Rahma Inayah
mending cr kerja tmpt lain aja ira dr pd liatin aris trs sm pacr br nya
Rahma Inayah
mending cr kerja tmpt lain aja ira dr pd liatin aris trs sm pacr br nya
Rahma Inayah
nyimak..
Tri Aptiningsih
ceritanya bagus lucu jg bikin baper tpi coba ira panggil suaminya jangan rafa mulu kaya kurang greget aja...rafa aja panggilnya sayang ke ira masa ira ke suaminya rafa" aja pake ms rafa ke apa panggil sayang jg kan jd lebih bagus thorr hanya saran sie mf ya thorr
Renitha Anto
kayak seru nich crita y
COLECTOR COGAN🤩😂: terimakasih banyak kka sudah mampir 🥰🥰
total 1 replies
Kim Taehyung ♥️
hai..
Kim Taehyung ♥️
assalamualaikum😊

yg merasa islam wajib jawab!!
COLECTOR COGAN🤩😂: waalaikumsalam
total 1 replies
Kim Taehyung ♥️
good morning semua.....
Kim Taehyung ♥️
hai....



selamat malam
Kim Taehyung ♥️
p
mamayot
mampir di cerita,siapa tau ada yang suka
mamayot
mampir ya di cerita ku,siapa tau suka
mamayot
sudah pencet jempol banyak untuk author
mamayot
hai mungkin berkenan..mampir di cerita ku ya
mamayot
mampir di cerita ku ya
mamayot
hai thor sudah mampir dan meninggal kan jempol untuk autor,mampir di cerita ku juga ya thor dan jangan lupa jempol nya...trimakasih
Mio Mangna
knp rafa dan ira gk selidiki kejadiaannya malah nyimpulin sendiri itu kan jebakan amir yg ada rmh tangganya renggang lagi
Mio Mangna
begitulah pasangan yg jarang trbuka dan jarang komunikasi jd salah paham mulu percuma cinta klo saling trbuka dan percaya gk ada apalagi ada pelakor skrg
Mbah Edhok
semangat thor...
Mbah Edhok
ini orgtua pd gila ... smudah itu lepas tanggungjwb pd anak, trlebih anak perempuan. aq jg org tua ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!